APA BENAR DI SORGA AKAN ADA LAYAR YANG MEMUTAR DOSA KITA?

Bahan renungan:

Ibrani 8:12 Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.

Dulu, saya pernah diberitahu kalau di Sorga nanti akan ada layar besar yang memutar semua dosa dan kesalahan saya di Bumi, lalu Tuhan akan menghukum saya berdasarkan seberapa banyak dosa yang saya lakukan. Itu membuat saya sungguh ketakutan dan tidak dapat tidur selama beberapa hari. Saya membayangkan betapa beratnya hukuman yang harus saya tanggung saat saya menghadap Tuhan kelak.

(Baca juga: PENTINGNYA MEMILIKI CATATAN KHOTBAH)

Apakah ada yang pernah menceritakan hal ini kepada Anda?

Tenang, hari ini saya ingin meyakinkan Anda bahwa tidak akan ada layar besar yang memutar dosa dan kesalahan orang percaya di Sorga. Bahkan, tidak ada satu pun kamera yang sedang merekam atau malaikat yang mencatat dosa Anda saat ini. Anda tahu alasannya? Karena semua dosa dan pelanggaran Anda, yang dulu, sekarang, ataupun yang akan datang, sudah ditanggung oleh Tuhan Yesus di atas kayu salib. Firman Tuhan di atas mengatakan, “Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.”

Roma 8:1-2 mengatakan, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.”

(Baca juga: BERDIRILAH DI ATAS YESUS, SUPAYA ALAM MAUT TIDAK MENGUASAI KITA)

Di mata Tuhan, Anda sudah sepenuhnya bersih, layak, dan tidak bercacat cela, karena darah Yesus senantiasa membasuh dan menyucikan Anda. Ibrani 10:10, 14 menjaminnya, “Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus. Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.” Itu sebabnya Tuhan memandang setiap orang percaya sebagai anak kesayangan-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

SETETES DARAH YESUS SANGGUP MENGHAPUS DOSA DUNIA

Bahan renungan:

Markus 14:24 Dan Ia berkata kepada mereka: “Inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.”

Satu malam sebelum Yesus disalibkan, Yesus diperhadapkan enam pengadilan, dan tidak ada satu pun yang menyatakan Dia bersalah. Bahkan, tuduhan menghujat nama Allah yang dijatuhkan kepada-Nya oleh para ahli Taurat, orang Farisi, dan Saduki, sama sekali tidak terbukti. Yesus naik ke atas kayu salib dengan tanpa sedikit pun noda dan kesalahan.

(Baca juga: HAL YANG BURUK TIDAK AKAN MENIMPA ORANG PERCAYA)

Itu sebabnya darah Yesus adalah darah yang sangat mahal dan berharga. Firman Tuhan katakan Dia adalah Anak Domba Allah yang tidak bercacat cela dan tidak bernoda.

Mari kita melihat lebih dalam mengenai darah YESUS. Kata “ditumpahkan” dalam ayat di atas diambil dari bahasa Yunani “ekcheo” yang artinya dicurahkan. Tidak hanya sebagian, melainkan seluruhnya, sampai habis.

Saya percaya setetes darah Yesus sudah cukup untuk menebus seluruh dosa manusia, tetapi Yesus menumpahkan seluruhnya untuk Anda dan saya. Supaya setiap kali Anda melakukan perjamuan kudus dan mengingat pengorbanan-Nya, Anda dapat dengan yakin mengatakan, “Oleh bilur-bilur darah-Nya saya telah disembuhkan,” “Saya yang dulu miskin, dijadikan kaya,” dan Anda dapat dengan penuh keberanian mengatakan, “Saya senantiasa dikuduskan, disucikan, dan dilayakkan oleh darah Yesus.”

Darah Yesus telah mengubah segalanya. Kita yang seharusnya menjadi orang-orang terhukum, kini merdeka dan dilayakkan untuk menerima segala yang baik yang Tuhan sediakan. Kita yang seharusnya menanggung kutuk, kini dikejar oleh kebaikan dan kemurahan Tuhan.

(Baca juga: BAGIAN ANDA PERCAYA, BUKAN MEMIKIRKAN CARANYA)

Teman, karena pengorbanan Yesus, hari ini kita memiliki kehidupan yang indah, masa depan yang penuh pengharapan, dan dikasihi oleh Bapa Sorgawi. Selamat merayakan Hari Jumat Agung. (penulis: @mistermuryadi)

MENGENAL MEFIBOSET SI TIMPANG

Bahan renungan:

2 Samuel 9:13 Demikianlah Mefiboset diam di Yerusalem, sebab ia tetap makan sehidangan dengan raja. Adapun kedua kakinya timpang.

Siapakah Mefiboset? Mefiboset adalah anak dari Yonatan dan sekaligus cucu dari Raja Saul. Daud menjadi raja atas Israel melalui pertumpahan darah yang sangat dahsyat. Adalah sebuah kebiasaan raja-raja pada zaman dahulu, ketika seseorang mengambil alih kerajaan, mereka membasmi semua garis keturunan raja sebelumnya. Namun, demi persahabatan dengan Yonatan, Daud membiarkan keturunan Saul hidup.

(Baca juga: BUATLAH KEPUTUSAN BERDASARKAN FIRMAN TUHAN)

Suatu hari, Daud bertanya kepada para panglimanya, “Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul (2 Samuel 9:1a)?” Ternyata masih ada, namanya Mefiboset. Secara fisik, Mefiboset bukanlah orang yang sempurna. Kedua kakinya timpang (2 Samuel 4:4).

Mari kita melihat sisi rohani kisah di atas. Daud melambangkan Bapa Sorgawi yang penuh kasih. Yonatan melambangkan Yesus. Dan, Mefiboset melambangkan Anda dan saya, manusia yang tidak sempurna. Melalui kisah Mefiboset, saya ingin kita mengerti bahwa Bapa Sorgawi mengasihi kita bukan karena kita sempurna.

Perhatikan. Dalam 2 Samuel 9:1b, Daud berkata, ” … aku akan menunjukkan kasihku kepadanya …” Seharusnya Mefiboset dibunuh oleh Daud, karena Mefiboset berpotensi melakukan kudeta dan mengklaim kursi raja. Namun, Daud menunjukkan kasihnya kepada Mefiboset karena perjanjian yang dia lakukan dengan Yonatan (2 Samuel 9:7). Sama seperti Bapa. Dia menunjukkan kasih-Nya kita, karena Yesus telah menanggung segala dosa dan pelanggaran kita di kayu salib.

Mefiboset, si timpang, akhirnya makan sehidangan dengan Raja Daud. Bukan hanya itu, Mefiboset juga tinggal di istana yang sama dengan Daud, menikmati segala yang Daud miliki, bahkan Daud mengembalikan segala kepunyaan Saul kepada Mefiboset (2 Samuel 9:7).

Tidakkah kisah ini berbicara sesuatu yang luar biasa mengenai kasih Bapa?

(Baca juga: KITA YANG DIUNTUNGKAN KETIKA IKUT PERINTAH TUHAN)

Teman, kita tidak perlu menjadi orang yang sempurna untuk menikmati kebaikan dan kemurahan Bapa. Karena kebenarannya, tidak ada satu pun manusia yang sempurna. Bapa tidak memberkati kita karena kita sempurna, Dia memberkati kita karena apa yang telah Yesus lakukan bagi kita di atas kayu salib. Kita dipandang layak bukan karena perbuatan kita, melainkan karena darah Yesus yang senantiasa membasuh kita. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

KITA ADALAH ANAK, BUKAN HAMBA

Bahan renungan:

Efesus 2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.

Darah YESUS senantiasa membasuh dosa-dosa kita, yang merah seperti kirmizi menjadi putih seperti salju. Itu sebabnya, kita dapat memanggil DIA “Abba Bapa” seperti yang dikatakan Roma 8:15. Darah YESUS membuat kita selalu layak menjadi anak-anak kesayangan TUHAN. Kata Abba adalah bahasa Aramaic menggambarkan hubungan yang sangat intim antara seorang ayah dengan anak.

(Baca juga: BERBISNISLAH DENGAN JUJUR)

Saya pernah mendengar seorang berkata, “Kita harus menghampiri takhta TUHAN seperti seorang hamba.” Teman, pengorbanan YESUS di atas kayu salib telah mengangkat kita yang sebelumnya berstatus hamba menjadi anak kesayanganNYA. TUHAN menginginkan hubungan yang lebih intim dibandingkan hubungan antara hamba dengan tuannya.

(Baca juga: KEHEBATAN LIDAH MANUSIA)

Saya berharap renungan ini mengubah cara kita memandang TUHAN. Tuhan ingin setiap orang yang percaya kepada YESUS mendekat kepadaNYA seperti seorang anak kepada ayahnya, bukan seperti hamba kepada tuannya. (penulis: @mistermuryadi)

PENGHARAPAN (BAGIAN 01): SIAPA YANG BERHAK MENGHARAPKAN DARI TUHAN?

Bahan renungan:

1 Petrus 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmatNYA yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.

Sepanjang enam hari ke depan, kita akan membahas mengenai pengharapan. Saya berharap Anda dapat merenungkannya dan mendapatkan sesuatu yang membangun, meneguhkan, dan menguatkan kehidupan Anda di dalam Kristus.

(Baca juga: BERPEGANG TEGUH KEPADA TUHAN YANG MEMBERIKAN JANJI)

Dalam renungan hari ini, saya ingin katakan bahwa dari semua makhkluk yang TUHAN ciptakan, hanya manusia yang dapat memiliki pengharapan. Dan yang lebih luar biasanya lagi, hanya di dalam Kristus, ada pengharapan yang pasti. Di luar Kristus, hanya ada sebatas mudah-mudahan atau semoga-moga.

Teman, Tuhan memberikan begitu banyak janji kepada kita, supaya kita dapat memiliki pengharapan di dalam hidup kita. Karena tanpa pengharapan, kehidupan Anda menjadi tidak bergairah, tidak menyenangkan, dan Anda akan cenderung pasif, karena tidak ada yang Anda nantikan.

Siapakah orang yang berhak mengharapkan sesuatu dari TUHAN?

Semua yang sudah percaya kepada YESUS. Ya, orang yang percaya kepada YESUS layak mengharapkan sesuatu dari TUHAN, bukan hanya sesuatu, tetapi sesuatu yang besar. Karena setelah Anda percaya YESUS, Anda disebut sebagai anak-anak TUHAN (Galatia 3:26), dan sebagai anak, Anda berhak menerima setiap janji yang pernah TUHAN ucapkan kepada Abraham (Roma 8:16-17, Galatia 4:7).

Tapi, saya ini orang berdosa, apakah orang berdosa berhak mengharapkan sesuatu dari TUHAN? Teman, kualifikasinya tidak dinilai dari Anda berdosa atau tidak, melainkan dari apakah Anda percaya atau tidak kepada YESUS. Artinya, selama Anda percaya kepada YESUS, Anda dilayakkan untuk mengharapkan sesuatu dari TUHAN. Anda dilayakkan bukan karena perbuatan Anda (Galatia 2:16), melainkan karena darah Kristus yang telah melayakkan Anda untuk menerima kebaikan dan kemurahan TUHAN.

(Baca juga: BERSYUKUR ADALAH OBAT PALING MUJARAB)

Justru sebagai orang berdosa, atau dengan kata lain, sebagai orang yang selama ini menganggap dosa lebih indah, Anda sangat perlu berharap kepada TUHAN, supaya Anda menyadari bahwa apa yang Anda dapatkan di dalam Kristus jauh lebih indah dari apa yang dunia ini dapat berikan kepada Anda. (penulis: @mistermuryadi)

BERSYUKUR UNTUK PERJUANGAN YESUS DI KAYU SALIB

Bahan renungan:

Kolose 1:21-22 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhiNYA dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikanNYA, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematianNYA, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapanNYA.”

Setiap kali membaca ayat di atas, saya teringat akan siapa saya dulu, dan bagaimana kasih YESUS yang begitu besar membawa saya dari kegelapan kepada terangNYA yang ajaib. KasihNYA memulihkan dan menyembuhkan hati dan pikiran saya yang jahat.

(Baca juga: BUANG PRASANGKA BURUK ANDA MENGENAI TUHAN)

Apa yang telah YESUS lakukan bagi saya di atas kayu salib bukan sekadar menggantikan hukuman saya atau memperdamaikan saya kepada Bapa Sorgawi, tetapi juga menguduskan dan melayakan hidup saya yang kotor menjadi anak-anak kesayanganNYA.

Ya, darah YESUS membasuh saya senantiasa dan menjadikan saya orang-orang yang kudus dan tidak bercacat cela di hadapan Bapa.

(Baca juga: SAAT TUHAN PERINTAHKAN ANDA “PERGI”, APA RESPONS ANDA?)

Teman, melalui ayat di atas, kita dapat merenungkan siapa kita jika tidak ada YESUS, dan bagaimana kehidupan kita tanpa YESUS. Juga kita dapat mengingat perjuangan YESUS naik ke atas kayu salib untuk membuktikan betapa dalam, panjang, dan lebar kasihNYA kepada kita. Tidak pernah ada seorang pun di dunia ini yang pernah menyatakan cintanya dengan cara yang menakjubkan seperti YESUS. (penulis: @mistermuryadi)

TUJUAN DARI PERJAMUAN KUDUS

Bahan renungan:

1 Korintus 11:24-25 Dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darahKu; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”

Di perjamuan kudus terakhir, YESUS mengucapkan sebuah kalimat yang berbeda dari perjamuan-perjamuan sebelumnya. Yesus mengatakan kepada para murid, mulai saat itu, untuk mengingat YESUS dan pengorbananNYA setiap kali memakan roti dan meminum anggur perjamuan.

Yang terpenting dalam perjamuan bukanlah melakukan perjamuannya, melainkan mengingat YESUS dan pengorbananNYA. Ketika melakukan perjamuan, YESUS ingin mata kita tertuju kepada karya penebusanNYA di atas kayu salib. Yesus ingin hati kita yakin bahwa semua kutuk, hukuman, kemiskinan, dan sakit penyakit kita telah ditanggung dan dibayar lunas.

(Baca juga: DARAH YESUS TELAH MENGUBAH SEGALANYA)

Saya ingin setiap kali kita memakan roti, kita mengingat bahwa seharusnya tubuh kita yang dicabik, ditelanjangi, dihukum, disiksa, dan disalibkan tetapi YESUS telah menggantikan kita, sehingga kita tidak perlu melewati penghukuman dan penghakiman selamanya.

Begitu juga saat kita meminum anggur, saya ingin kita mengingat bahwa darah YESUS telah ditumpahkan untuk menguduskan kita senantiasa, sehingga kita dijadikan anak kesayanganNYA yang senantiasa layak menerima segala kebaikan dan kemurahanNYA.

Beberapa kali saya mendengar hamba Tuhan mengatakan, “Silakan uji terlebih dahulu hati Anda, apakah ada dosa yang belum diampuni, dan jika Anda membenci seseorang, ampuni dia, sebelum Anda melakukan perjamuan kudus. Atau, Anda tidak layak mengambil perjamuan.” Sungguh mengerikan!

Teman, tujuan dari Perjamuan Kudus bukan mengingat dosa atau kesalahan Anda, melainkan mengingat  kasih, pengampunan, dan pengorbanan YESUS. Bukan kita bintang utamanya di sini, melainkan Kristus yang telah memberikan segala-galanya bagi kita. Karena intimidasi di atas, tidak heran beberapa orang tidak berani mengambil roti dan anggur perjamuan, dan beberapa di antara mereka menaruh kembali roti dan anggur yang telah mereka ambil, karena merasa tidak layak.

(Baca juga: KALAU TUHAN BAIK, MENGAPA PARA RASUL MENGALAMI ANIAYA?)

Saya ingin Anda mengerti bahwa semua orang layak mengambil perjamuan kudus. Kalau ada orang yang paling tidak layak menerima perjamuan, orang tersebut adalah Yudas Iskariot, tetapi tetap di setiap perjamuan YESUS memberikan roti dan anggur perjamuan kepada Yudas.

Teman, kita memang tidak layak, kita seharusnya dihukum, itu sebabnya setiap kali kita melakukan perjamuan kudus, kita perlu mengingat kembali bahwa kita yang tidak layak ini telah dilayakan, dikuduskan, dibenarkan, dicintai, dan dikasihi oleh Sang Penebus. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)