DUNIA MEMBUTUHKAN ANDA

Bahan renungan:

Filipi 3:10-11 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

Memilih hidup menderita bagi Kristus memang bukanlah hal yang mudah. Itu bukan jalan yang dipilih oleh kebanyakan orang percaya. Sebagian besar memilih untuk hidup tenang dan nyaman. Namun, dunia ini membutuhkan orang-orang yang mau menderita bagi Yesus. Yang saya maksud dengan menderita adalah memberitakan Injil Kristus.

(Baca juga: TINGGALKAN YANG TELAH LALU, MELANGKAHLAH!)

Ya, butuh pengorbanan dan penderitaan untuk menceritakan Yesus kepada orang lain.

Banyak orang di luar sana menantikan Anda dan saya untuk menceritakan kabar baik. Mereka butuh Yesus, sama seperti kita membutuhkan Yesus. Ini kabar baiknya bagi setiap orang yang mau memberitakan Injil. Setiap kali nama Yesus diceritakan, Alkitab menjamin pasti ada mukjizat terjadi. Perlu pengorbanan, tetapi hasilnya sebanding.

(Baca juga: HIDUP DALAM KEKUATIRAN ITU MELELAHKAN)

Jika Anda mau, Anda dapat membuat komitmen untuk menceritakan kabar baik mengenai Yesus kepada orang-orang terdekat Anda hari ini. Mulailah bersuara untuk Injil. Dunia butuh Yesus. Dunia butuh Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

JANGAN BIARKAN ORANG-ORANG YANG KITA KASIHI TERJERUMUS

Bahan renungan:

Kejadian 3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

Seperti kita ketahui bahwa perintah untuk tidak memakan buah pengetahuan baik dan buruk diberikan oleh Tuhan kepada Adam (Kejadian 2:16). Adam tahu dengan jelas perintah Tuhan tersebut, tetapi sayangnya, Adam tidak berbuat apa-apa ketika Hawa digoda oleh ular.

(Baca juga: HIDUPLAH UNTUK SESUATU YANG BESAR DAN BERHARGA)

Adam merupakan gambaran dari orang-orang yang mengetahui kebenaran, tetapi memilih untuk pasif. Jika kita membaca ayat di atas, jelas dikatakan bahwa Adam ada bersama-sama dengan Hawa ketika ular mengeluarkan tipu dayanya terhadap Hawa. Namun, Adam tidak bereaksi sama sekali.

Seringkali, tanpa kita sadari, kita melakukan hal yang sama dengan Adam. Saat kondisi di sekeliling kita membutuhkan Yesus, kita memilih diam dan main aman. Kita takut menyatakan kebenaran, takut mereka marah, tersinggung, atau terluka. Atau dengan kata lain, kita membiarkan orang-orang di sekeliling kita terjerumus tipu daya si jahat.

Kita tidak terlalu peduli terhadap perilaku atau kegiatan kakak atau adik kita yang salah. Kita tidak berani menasehati keputusan sahabat kita yang keliru. Kita tidak pernah menanyakan kesulitan yang mungkin sedang dihadapi oleh orangtua kita. Kita tidak mau lagi mengajak orang-orang yang kita kasihi untuk ke gereja atau persekutuan setelah mereka menolak.

(Baca juga: KAPAN WAKTU PALING TEPAT UNTUK BERDOA?)

Dalam peristiwa di Taman Eden, kita dapat melihat betapa jauh akibat yang terjadi ketika Adam sebentar saja membiarkan si ular menipu Hawa. Teman, jangan biarkan hal tersebut terjadi pada orang-orang yang kita kasihi. Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah mengingatkan mereka melalui pemberitaan kebenaran Firman Tuhan yang kita hidupi. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

PERTANDINGAN IMAN

Bahan renungan:

2 Timotius 4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Ayat di atas adalah pernyataan yang sangat luar biasa dari Rasul Paulus menjelang kematiannya. Tidak banyak orang dapat membuat pernyataan seperti itu dengan penuh percaya diri.

(Baca juga: TUHAN MEMILIKI RENCANA YANG INDAH ATAS HIDUP ANDA)

Suatu hari kelak kita semua akan meninggalkan dunia. Saat hal tersebut terjadi, kira-kira jejak apa yang akan kita tinggalkan? Itu adalah sebuah pertanyaan besar. Jangan sampai yang kita tinggalkan adalah masalah yang besar, pertikaian yang berkepanjangan, atau dendam yang tidak kunjung padam.

Ketika Rasul Paulus menutup mata, dia menghasilkan banyak “buah” melalui pelayanan yang dia lakukan. Namanya sangat harum di kalangan orang-orang percaya sampai hari ini.

Teman, pertandingan seperti apa yang sedang kita jalani?

(Baca juga: JANGAN TAKUT AKAN HARI ESOK)

Hidup di dunia ini sangat singkat, jangan sia-siakan untuk sesuatu yang tidak berguna. Detik yang kita lewati sekarang tidak akan pernah terulang dua kali. Pilihlah untuk menjadi orang-orang yang berdampak, supaya nama Yesus dipermuliakan melalui hidup kita. Dunia ini membutuhkan orang-orang percaya yang menunjukkan betapa luar biasanya Tuhan melalui tindakan dan keputusan mereka. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

KITA PERLU MEMBUAT MUKJIZAT DI DALAM NAMA YESUS

Bahan renungan:

Matius 4:23-24 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepadaNYA semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.

Ada beberapa agama dan kepercayaan yang menyebarkan agamanya melalui pernikahan, perdagangan, dan ada yang melalui pemaksaan, dan lain sebagainya. Namun Alkitab tidak mengajarkan satu pun cara di atas. Alkitab mengajarkan cara untuk menyebarkan Injil dengan mengajar, memberitakannya, dan membuat mukjizat.

(Baca juga: MENDENGARKAN FIRMAN TUHAN, MEMERCAYAINYA, LALU BERTINDAK)

Hari ini saya ingin membahas mengenai membuat mukjizat. Tuhan memberikan kita kuasa nama Yesus ahar kita membuat mukjizat dan tanda-tanda ajaib di tengah-tengah orang yang tidak percaya. Supaya mereka tahu bahwa Tuhan yang kita sembah itu hidup dan baik.

Pada saat orangtua kita sakit atau sahabat kita sakit, mari kita letakkan tangan kita di atas mereka, Firman Tuhan janjikan kesembuhan terjadi. Ketika ada keluarga atau teman yang mengalami kesulitan finansial, mari ucapkan kata-kata nubuatan untuk mereka, pasti mereka akan melihat mukjizat itu terjadi.

Yang selalu jadi masalah adalah anak-anak Tuhan tidak mau pergi berkeliling dan menggunakan kuasa yang ada padanya. Itu yang membuat orang lain tidak melihat perbedaan antara orang percaya dengan yang lain. Seharusnya, melalui Anda dan saya, dunia dapat melihat bahwa Tuhan yang kita sembah itu hidup dan berkuasa.

(Baca juga: YESUS, SATU-SATUNYA TUHAN YANG BANGKIT DAN HIDUP)

Dunia ini butuh Yesus, dan mukjizat adalah salah satu cara menarik perhatian mereka kepada Yesus. Percayalah kuasa itu sudah ada di dalam hidup kita. Dia sudah menganugerahkannya. Bagian kita adalah pergi untuk menceritakan dan melakukan perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

CERITAKAN INJIL SUPAYA SEISI RUMAH ANDA DISELAMATKAN

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 16:31-32 Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.

Satu lagi janji yang luar biasa yang Tuhan berikan untuk kita. Ketika kita percaya kepada Kristus, seisi rumah kita akan diselamatkan. Namun banyak anak Tuhan yang menyalahartikan janji di atas dengan mengira, “Saya cukup tenang-tenang dan diam saja, nanti keluarga saya akan bertobat dengan sendirinya.”Pemikiran yang sungguh keliru.

(Baca juga: YANG MEMELIHARA MASA DEPAN KITA BUKAN UANG, TETAPI TUHAN)

Teman, satu-satunya cara agar Injil dapat sampai kepada setiap orang adalah dengan cara memberitakannya (Roma 10:13-15). Jika kita ingin keluarga kita mendengar Injil, perlu ada orang yang menceritakan mengenai Yesus kepada keluarga kita. Tidak ada cara lain.

Tuhan berikan janji keselamatan bagi keluarga kita, supaya kita memiliki keberanian dan kepastian untuk melangkah memberitakan Injil.

(Baca juga: KETAKUTAN ADALAH CARA IBLIS MENGHAMBAT HIDUP ANDA)

Seusai kepala penjara percaya kepada Yesus, Paulus, Barnabas, dan kepala penjara yang baru bertobat itu, memberitakan Firman Tuhan kepada semua orang yang ada di rumah si kepala penjara. Hasilnya, pertobatan besar terjadi di dalam rumah sang kepala penjara. Saya yakin pertobatan pun pasti terjadi dalam keluarga Anda seiring Injil diberitakan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KABAR TENTANG YESUS ADALAH KABAR TERPENTING

Bahan renungan:

Lukas 1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu …”

Teman, dari semua kabar yang ada di Alkitab, kabar mengenai Yesus adalah yang terpenting. Karena jika seseorang tidak percaya kepada Yesus, tidak akan ada satu pun janji yang akan mereka nikmati di dalam hidup mereka.

(Baca juga: YESUS DATANG KE DUNIA UNTUK MENJADI PENGANTARA)

Banyak orang Kristen senang mengajarkan cara berbuat baik, berpikir positif, menjadi teladan, dan lain sebagainya, tetapi tidak menceritakan tentang Yesus. Yesus adalah kunci untuk terjadinya segala hal yang baik di dalam hidup kita.

Ketika Anda menjenguk seseorang yang sakit, jangan hanya mengatakan banyak minum air putih, banyak istirahat, atau jangan telat makan, tetapi ceritakan tentang YESUS yang sudah menanggung segala sakit penyakit orang tersebut di kayu salib. Begitu juga ketika Anda menasehati seseorang yang memiliki masalah keuangan. Jangan hanya mengajarkan cara berhemat atau mengatur keuangan, melainkan ceritakan mengenai Yesus yang adalah sumber berkat dan kelimpahan, dan Yesus yang rela mati miskin, supaya dia kaya.

(Baca juga: AIR BERUBAH MENJADI ANGGUR)

Jika di dalam sebuah rumah tidak terdapat damai dan sukacita, yang mereka butuhkan bukan saling pengertian satu sama lain, tetapi mereka butuh YESUS yang adalah sumber damai dan sukacita. Hanya ketika nama Yesus diceritakan ada mukjizat dan tanda-tanda ajaib terjadi. Yesus adalah kabar baik yang perlu diceritakan kepada sebanyak mungkin orang yang kita temui. (penulis: @mistermuryadi)

INJIL YANG BENAR MEMBAWA DAMAI DAN SUKACITA

Bahan renungan:

Galatia 1:8-9 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

Supaya memastikan kita mengerti, Paulus mengulangi perkataan ini dua kali, “Jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu Injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.” Jadi ini bukan hanya emosi sesaat Paulus.

(Baca juga: “KALAU KITA DIMAKI, KITA MEMBERKATI”)

Jika Anda membaca kitab Galatia secara keseluruhan, Anda akan tahu INJIL YANG LAIN yang dimaksud oleh Paulus adalah berita Injil yang mengatakan bahwa kita diselamatkan, dibenarkan, dilayakkan, dan dikuduskan karena perbuatan dan usaha kita. Injil ini bukanlah kabar baik.

Anda mungkin pernah mendengar seorang hamba TUHAN mengatakan, “Jika Anda tidak hidup kudus, TUHAN akan menghukum Anda?” atau “Jika Anda tidak memberikan perpuluhan, TUHAN akan mengirim belalang pelahap?” Pesan seperti inilah yang Paulus maksud dengan Injil Yang Lain.

Berbeda dengan Injil yang Paulus beritakan yang berisi kabar sukacita, bukan ketakutan. Injil yang Paulus beritakan adalah Injil yang mengatakan bahwa YESUS telah menanggung segala hukuman, kutuk, dosa, yang seharusnya kita tanggung. Injil ini menyatakan bahwa TUHAN memandang kita layak, kudus, dan benar bukan karena perbuatan atau usaha kita, melainkan karena darah YESUS yang senantiasa menyelimuti kita.

(Baca juga: SATU MASALAH ANDA, ADA SERIBU JALAN KELUAR)

Seharusnya ketika mendengar Injil, kita merasakan damai dan sukacita, bukan tertuduh. Teman, pastikan Anda tertanam di sebuah gereja, persekutuan, atau komunitas yang menceritakan tentang INJIL YANG BENAR, bukan INJIL YANG LAIN. (penulis: @mistermuryadi)