BACA INI JIKA ANDA MEMPERTANYAKAN KASIH YESUS

Bahan renungan:

2 Korintus 1:19 Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah “ya” dan “tidak”, tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada “ya”.

Sebelum kita terseret semakin dalam oleh tipu daya iblis dan memelihara pemikiran bahwa Tuhanlah yang mengijinkan masalah atau kecelakaan dalam hidup kita atau Tuhanlah yang mengijinkan pencobaan terjadi bagi keluarga kita, penting bagi kita untuk memahami fakta-fakta di bawah ini.

(Baca juga: JANGAN TAKUT TERHADAP TANTANGAN DAN MASALAH)

Sungguh, tidak dapat kita pungkiri bahwa Yesus selalu menyembuhkan yang sakit, membangkitkan yang mati, memberi makan mereka yang kelaparan, melepaskan mereka yang kerasukan setan, dan menenangkan topan badai.

Atau dengan kata lain, Yesus tidak ingin makhluk yang paling dikasihi-Nya itu mengalami sakit penyakit, kemiskinan, dan malapetaka. Dia ingin manusia sehat, memiliki hidup, berkelimpahan, dan terbebas dari belenggu setan.

Yang luar biasanya lagi, Yesus melakukan sebagian besar mukjizat-Nya untuk orang berdosa, seperti pelacur, pemungut cukai, dan orang kusta, yang secara Hukum Taurat tidak layak untuk menerimanya.

Saya percaya Yesus melakukan hal-hal di atas karena Dia sangat mengasihi manusia, yaitu Anda dan saya. Bahkan untuk menunjukkan kasih-Nya yang besar, Dia tidak hanya mengadakan mukjizat, tetapi juga menumpahkan darah-Nya yang mahal untuk menebus dosa kita, dan memberikan tubuh-Nya disalibkan untuk menggantikan kita.

(Baca juga: KAPAN WAKTU PALING TEPAT UNTUK BERDOA?)

Saya percaya, tidak akan ada, dan tidak akan pernah ada, pribadi yang mengorbankan dirinya seperti yang telah Yesus lakukan bagi kita. Di dalam Dia, hanya ada segala yang terbaik untuk setiap orang percaya. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JIKA KITA BERBUAT JAHAT, APAKAH TUHAN TETAP MENGASIHI KITA?

Bahan renungan:

Roma 5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Tuhan mengasihi kita semata-mata karena kita adalah anak-Nya, bukan karena kita baik atau telah melakukan sesuatu yang luar biasa bagi-Nya. Sama seperti bayi yang belum berjasa atau melakukan kebaikan apapun bagi kedua orangtuanya, tetapi orangtuanya sangat mencintainya. Semata-mata, hanya karena bayi tersebut adalah anak kesayangan mereka.

(Baca juga: JANGAN MENGANDALKAN MANUSIA)

Tuhan mengasihi kita bukan karena perbuatan kita, tetapi karena status kita sebagai anak-Nya. Banyak orang bertanya kepada saya, “Apakah ini berarti jika kita berbuat jahat Tuhan tetap mengasihi kita?” Jawabannya, YA, Dia akan tetap mengasihi kita sekalipun kita berbuat jahat.

Namun, kita perlu mengerti hal ini. Dia tetap mengasihi kita bukan karena Dia setuju dengan perbuatan jahat kita, melainkan supaya kita berhenti dan meninggalkan perbuatan jahat tersebut.

Apa yang terjadi pada Yudas Iskariot adalah satu satu contoh nyata apa yang saya maksud dengan pernyataan di atas.

Yesus tahu bahwa Yudas akan mengkhianati-Nya suatu hari nanti. Kalau saya menjadi Yesus, tentu saya tidak akan mengangkat orang yang akan membahayakan hidup saya menjadi salah satu murid. Namun Yesus memililiki pemikiran yang berbeda. Justru karena Yesus tahu Yudas akan mengkhianati-Nya, Yesus mengangkat Yudas menjadi salah satu murid-Nya. Selama tiga setengah tahun Yesus menunjukkan kasih, mukjizat, kasih, dan kebesaran-Nya kepada Yudas agar Yudas berubah dari seorang pengkhianat menjadi penjala manusia yang luar biasa.

Sama halnya dengan murid-murid Yesus yang lain. Jika kita perhatikan, sebagian besar murid Yesus adalah orang-orang yang terbuang, gagal, dan dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang pada saat itu. Namun Yesus mengangkat mereka menjadi murid-murid-Nya dan melatih mereka untuk menjadi penjala manusia.

(Baca juga: TIGA KATA INI SEHARUSNYA TIDAK DIUCAPKAN OLEH ORANG PERCAYA)

Yesus mengambil sebuah risiko besar untuk mengasihi para murid, terutama Yudas. Sama halnya Dia mengambil risiko untuk mengasihi kita, orang-orang yang berdosa dan sering memanfaatkan Dia. Yesus tahu bahwa ada kemungkinan besar kita tidak membalas kasih-Nya dan bahkan meninggalkan-Nya. Namun di sisi lain, Yesus melihat ada kemungkinan lain yang tidak kalah besarnya, yaitu kasih-Nya dapat mengubahkan hidup kita, dari seorang penjahat menjadi berkat bagi banyak orang. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JANGAN BIARKAN IBLIS BEROLEH KEUNTUNGAN DARI HIDUP ANDA

Bahan renungan:

2 Korintus 2:11 supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

Iblis tahu jika kita berada di dekat Bapa, kita pasti dipulihkan, diberkati, dan dipelihara. Itu sebabnya, dengan berbagai cara, iblis ingin membuat kita jauh dari Bapa Sorgawi.

(Baca juga: WARISAN JANJI TUHAN DIBERIKAN PADA SAAT KITA HIDUP DI DUNIA)

Salah satu cara iblis yang perlu kita waspadai adalah dia mencoba membunuh karakter Bapa Sorgawi. Iblis ingin membuat anak-anak Tuhan berpikir bahwa Bapa Sorgawi tidak sepenuhnya baik, bahwa Bapa Sorgawi turut ambil bagian dalam hal-hal buruk yang terjadi pada hidup orang percaya.

Mungkin Anda pesan mendengar khotbah yang mengajarkan, “Tuhan lebih membutuhkan dia di Sorga,” ketika ada seseorang yang mati muda atau tidak wajar. Atau, mendengar, “Tuhan memang mengijinkan penyakit atau kemiskinan ini supaya kamu belajar rendah hati dan tidak berbuat dosa lagi.”

Tujuan iblis melakukan hal tersebut supaya orang percaya masuk ke kamarnya dan mulai mempertanyakan kebaikan Tuhan. Apakah Anda tahu siapa yang paling diuntungkan dalam peristiwa tersebut? Ya, tentu saja iblis. Dia berhasil membuat orang percaya meragukan kebaikan Tuhan. Akibatnya, orang percaya kecewa terhadap Tuhan dan hidup dalam tanda tanya yang besar akan rencana Tuhan.

Teman, saya ingin Anda tahu bahwa Tuhan hanya merancangkan yang baik bagi orang percaya. Yeremia 29:11 mengatakan rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan.

Tuhan sangat mengasihi Anda. Bagaimana mungkin Pribadi yang telah merelakan nyawa-Nya di kayu salib untuk menebus dan menyelamatkan Anda mengijinkan kecelakaan, sakit penyakit, dan kemiskinan terjadi dalam hidup Anda? Jangan termakan tipu daya iblis. Jangan biarkan iblis memeroleh keuntungan dari hidup Anda.

(Baca juga: TIGA ALASAN MENGAPA SAYA MENOLAK UNTUK MENYERAH)

Yohanes 10:10 memberi garis batas yang jelas antara Yesus dan iblis. Bahwa iblis datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan, sedangkan Yesus datang untuk memberi Anda hidup dan kelimpahan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN TIDAK SEPERTI MANTAN KITA YANG MEMINTA KEMBALI BARANGNYA SAAT PUTUS

Bahan renungan:

Mazmur 89:34 Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.

Beberapa waktu lalu saya telah menyampaikan bahwa tidak ada lagi hal yang baik yang Bapa Sorgawi tahan dari Anda dan saya. Semua telah Dia berikan bersamaan dengan memberikan Yesus, karena di dalam Yesus ada kuasa, kesehatan, berkat, kelimpahan, dan segala sesuatu yang kita perlukan.

(Baca juga: DOA PERJANJIAN LAMA VERSUS PERJANJIAN BARU)

Satu hal lagi yang menarik mengenai pemberian Tuhan, yaitu Tuhan tidak pernah mengambil atau meminta kembali sesuatu yang telah Dia berikan untuk Anda dan saya.

Saya pernah mendengar seseorang berkata, “Dulu kamu memang disembuhkan Tuhan, tetapi karena kamu jatuh bangun di dalam dosa, itu sebabnya Tuhan mengambil lagi kesembuhan itu dari kamu,” “Tuhan memberkati kamu, tetapi kalau kamu tidak dapat mempertanggungjawabkannya, Dia akan ambil lagi berkat tersebut.” Sungguh mengerikan pernyataan demikian, seolah Tuhan seperti mantan yang meminta kembali barang-barangnya setelah hubungan berakhir. Ooops, maaf jika ada yang baru mengalami hal tersebut.

Yohanes 10:10 jelas mengatakan bahwa yang suka mencuri atau mengambil adalah iblis, bukan Tuhan. Tuhan senang memberi yang baik kepada Anda dan saya.

Saat Tuhan memberikan matahari untuk Bumi, Tuhan tidak menariknya pada saat Anda jatuh ke dalam dosa. Tidak peduli Anda baik atau jahat, Anda mendekat kepada Tuhan atau meninggalkan-Nya, matahari yang Dia ciptakan selalu tersedia untuk Anda, untuk memberkati kehidupan Anda.

(Baca juga: TUHAN TIDAK PERNAH MENYERAH TERHADAP ANDA)

Begitu juga mengenai keselamatan, kesehatan, kesembuhan kelimpahan, dan kuasa. Tuhan sudah menganugerahkannya kepada Anda dan hal tersebut akan selalu tersedia bagi Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN DAPAT MENGHUKUM KITA, TETAPI DIA MEMILIH MENGASIHI KITA

Bahan renungan:

Yohanes 8:11 Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Mungkin sampai kita tutup mata nanti kita tidak akan pernah benar-benar dapat memahami betapa panjang, dalam, lebar, dan tinggi kasih Tuhan untuk kita. Namun, melalui pengorbanan Yesus di atas kayu salib, kita dapat mengerti bahwa Tuhan sangat sangat sangat mengasihi kita.

(Baca juga: IMAN ADALAH PERCAYA KEPADA FIRMAN TUHAN, BUKAN KEPADA PERASAAN)

Beberapa kali, saat berkhotbah mengenai kasih Bapa, saya suka menyempatkan diri bertanya kepada para jemaat Tuhan, “Maukah bapak ibu mengorbankan salah satu anak bapak ibu jika hal tersebut dapat membebaskan semua tahanan yang ada di penjara?” Seratus persen mereka menjawab, “Tidak mau.”

Tahukah Anda bahwa Bapa di Sorga hanya memiliki Yesus seorang? Dan, Dia anugerahkan Yesus untuk kita. Kalau bukan karena kasih yang begitu besar kepada manusia dan karena manusia sangat berharga di mata Bapa, saya tidak tahu lagi apa yang dapat mendorong Bapa Sorgawi melakukan hal tersebut.

Teman, Tuhan yang kita sembah memiliki kuasa dan hak untuk menghukum kita, menghakimi kita, mencabut nyawa kita, dan membalaskan segala kejahatan yang kita lakukan, tetapi kabar sukacitanya, Dia memilih untuk mengasihi kita dan menjadikan kita anak kesayangan-Nya.

(Baca juga: TUHAN TAHU DOSA KITA, TETAPI DIA TETAP MENGASIHI KITA)

Bagi saya, tidak ada kabar yang lebih baik daripada mengetahui kebenaran bahwa Bapa Sorgawi ada di pihak saya dan sangat mengasihi saya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MENGENALI BETAPA LEBAR, PANJANG, TINGGI, DAN DALAMNYA KASIH BAPA

Bahan renungan:

Efesus 3:18-19 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Topik yang paling saya sukai dari Alkitab adalah mengenai kasih Bapa. Saya percaya sampai kita tutup mata kelak, kita tidak akan pernah dapat memahami kasih Bapa secara sempurna. Semata-mata karena begitu lebar, panjang, tinggi, dan dalam kasih yang Dia berikan kepada kita.

(Baca juga: EMPAT HAL MENGENAI PEMBERIAN TUHAN YANG PERLU ANDA KETAHUI)

Setidaknya ketiga ayat yang ingin saya tunjukkan kepada Anda di bawah ini memberikan sedikit gambaran mengenai kasih Bapa bagi kita.

1. DIA MENGARUNIAKAN ANAKNYA YANG TUNGGAL (Yohanes 3:16)
Tidakkah kebenaran di atas sungguh dahsyat? Besarnya cinta seseorang dapat dilihat dari seberapa bernilai pemberian orang tersebut. Cinta Tuhan kepada Anda sangatlah besar, karena yang Dia berikan untuk menebus Anda adalah satu-satunya Anak yang Dia miliki. Saya tidak yakin Anda mau mengorbankan satu anak Anda demi orang lain, sekalipun Anda memiliki tiga orang anak. Namun Bapa memberikannya bagi kita.

2. KASIHNYA KEKAL DAN SELALU BARU SETIAP PAGI (Ratapan 3:22-23)
Kasih Tuhan tidak pernah berubah. Kalau dulu Dia mengasihi Anda tanpa syarat, hari ini dan besok, Dia akan tetap mengasihi Anda tanpa syarat. Kasih-Nya untuk Anda kekal dan selalu baru setiap pagi. Tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk mengubah kebenaran tersebut.

(Baca juga: TENANG, DI DALAM YESUS, KEGAGALAN BUKAN AKHIR SEGALANYA)

3. DIA TETAP MENGASIHI KITA MESKIPUN DIA TAHU KITA JAHAT KEPADANYA (Roma 5:8)
Menurut saya ini adalah hal terhebat dari kasih Tuhan kepada kita. Tuhan tahu persis siapa kita. Dia tahu segala kejahatan dan pelanggaran kita. Dia tahu kita sering meninggalkan Dia demi sesuatu yang lain. Dia tahu terkadang kita hanya mencari-Nya pada saat kita membutuhkan sesuatu. Namun, Dia tetap memilih untuk mengasihi kita tanpa syarat. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MENGIKUT TUHAN TIDAK BERAT KALAU ANDA JATUH CINTA KEPADANYA

Bahan renungan:

Kejadian 29:20 Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.

Kalau Anda membaca seluruh Kejadian 29, Anda akan menemukan fakta bahwa Yakub bekerja selama 21 tahun demi wanita yang dicintainya, Rahel. Yakub ditipu oleh Laban selama puluhan tahun, karena Laban tahu bahwa Yakub jatuh cinta kepada Rahel, dan Laban memanfaatkan cinta Yakub tersebut.

(Baca juga: MENGAPA TUHAN TIDAK BERTINDAK SEPERTI YANG KITA HARAPKAN?)

Teman, itulah kekuatan dari jatuh cinta. Jatuh cinta membuat hal yang sulit menjadi mudah dan hal yang berat menjadi ringan. Bahkan Yakub mengatakan tahun-tahun yang dilewatinya hanya seperti beberapa hari saja.

Saat kita jatuh cinta kepada Tuhan, segala hal yang kita lakukan bagi-Nya terasa begitu menyenangkan dan mudah.

Beberapa orang mengatakan mengikut Tuhan adalah sebuah pekerjaan yang berat. Sebenarnya bebannya tidak pernah berat. Namun, beban tersebut menjadi terasa berat, karena mereka yang memikulnya sudah tidak lagi jatuh cinta kepada Tuhan. Akibatnya, bangun pagi di hari Minggu terasa begitu sulit, pergi ke persekutuan setelah pulang bekerja terasa sangat berat, dan melayani Tuhan di gereja seperti dimanfaatkan.

“Lalu, bagaimana cara jatuh cinta kepada Tuhan?” Hanya ada satu caranya, yaitu menyadari betapa Dia mencintai kita. Bahwa Dia mengasihi dan menerima Anda tanpa syarat. Dengan demikian, kita dapat membangkitkan kembali cinta kita kepada Tuhan.

(Baca juga: NERAKA TIDAK DICIPTAKAN UNTUK MANUSIA)

Saya pernah melakukan survei sederhana kepada beberapa rekan pelayanan. Saya menanyakan apa yang mereka rasakan saat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan menyadari betapa Tuhan sangat mengasihi mereka. Mereka semua menjawab hal yang persis sama, “Saya jatuh cinta kepada Yesus dan ingin memberikan segala yang saya miliki kepada-Nya.” Itulah jatuh cinta. (penulis: @mistermuryadi)