MENGENALI BETAPA LEBAR, PANJANG, TINGGI, DAN DALAMNYA KASIH BAPA

Bahan renungan:

Efesus 3:18-19 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Topik yang paling saya sukai dari Alkitab adalah mengenai kasih Bapa. Saya percaya sampai kita tutup mata kelak, kita tidak akan pernah dapat memahami kasih Bapa secara sempurna. Semata-mata karena begitu lebar, panjang, tinggi, dan dalam kasih yang Dia berikan kepada kita.

(Baca juga: EMPAT HAL MENGENAI PEMBERIAN TUHAN YANG PERLU ANDA KETAHUI)

Setidaknya ketiga ayat yang ingin saya tunjukkan kepada Anda di bawah ini memberikan sedikit gambaran mengenai kasih Bapa bagi kita.

1. DIA MENGARUNIAKAN ANAKNYA YANG TUNGGAL (Yohanes 3:16)
Tidakkah kebenaran di atas sungguh dahsyat? Besarnya cinta seseorang dapat dilihat dari seberapa bernilai pemberian orang tersebut. Cinta Tuhan kepada Anda sangatlah besar, karena yang Dia berikan untuk menebus Anda adalah satu-satunya Anak yang Dia miliki. Saya tidak yakin Anda mau mengorbankan satu anak Anda demi orang lain, sekalipun Anda memiliki tiga orang anak. Namun Bapa memberikannya bagi kita.

2. KASIHNYA KEKAL DAN SELALU BARU SETIAP PAGI (Ratapan 3:22-23)
Kasih Tuhan tidak pernah berubah. Kalau dulu Dia mengasihi Anda tanpa syarat, hari ini dan besok, Dia akan tetap mengasihi Anda tanpa syarat. Kasih-Nya untuk Anda kekal dan selalu baru setiap pagi. Tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk mengubah kebenaran tersebut.

(Baca juga: TENANG, DI DALAM YESUS, KEGAGALAN BUKAN AKHIR SEGALANYA)

3. DIA TETAP MENGASIHI KITA MESKIPUN DIA TAHU KITA JAHAT KEPADANYA (Roma 5:8)
Menurut saya ini adalah hal terhebat dari kasih Tuhan kepada kita. Tuhan tahu persis siapa kita. Dia tahu segala kejahatan dan pelanggaran kita. Dia tahu kita sering meninggalkan Dia demi sesuatu yang lain. Dia tahu terkadang kita hanya mencari-Nya pada saat kita membutuhkan sesuatu. Namun, Dia tetap memilih untuk mengasihi kita tanpa syarat. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ANUGERAH YANG TERINDAH

Bahan renungan:

1 Yohanes 5:11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.

Sejak zaman Adam dan Hawa, Tuhan telah mengaruniakan keamanan, keselamatan, kesembuhan, kesehatan, kesejahteraan, penghiburan, bahkan kekuatan bagi semua orang yang percaya kepadaNYA. Namun, anugerah yang terindah yang TUHAN pernah berikan bukanlah hal-hal tersebut, melainkan ketika DIA mengaruniakan Yesus, AnakNYA yang tunggal.

Teman, Yesus bukanlah pemberian kedua atau ketiga terbaik, Yesus adalah pemberian yang terbaik bagi Anda dan saya. Saya sangat yakin tidak ada seorang pun di dunia ini rela memberikan anaknya kepada orang lain, tetapi Bapa di Sorga melakukannya untuk kita, karena kasih yang begitu besar, karena Anda begitu spesial dan berharga.

Pertanyaan saya, kalau yang terbaik saja telah diberikan, apalagi hal-hal lainnya?

Kalau YESUS saja tidak segan-segan diberikan untuk Anda dan saya, apalagi kesehatan, kesembuhan, berkat, keamanan, pemulihan, masa depan, dan mukjizat (Roma 8:31). Teman, Anda perlu meyakinkan diri Anda mengenai hal ini. Bahwa Tuhan sangat mengasihi Anda dan kasihNYA kepada Anda tidak bersyarat.

Di saat Anda menyadari hal di atas, Anda akan mengerti bahwa Anda tidak perlu takut atau pun kuatir menjalani kehidupan ini. Tidak peduli seberapa berat atau sulit pergumulan yang Anda hadapi, Anda tahu bersama Tuhan, Anda sanggup menanggung segala perkara. Bersama DIA, Anda kuat. (penulis: @mistermuryadi)

TUHAN ADALAH PRIBADI YANG MAHA PENYAYANG

Bahan renungan:

Mazmur 103:8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Sejak kecil kita mungkin sering mendengar seseorang mengatakan, “Kalau kamu berbuat baik, Tuhan sayang kepadamu, namun kalau kamu jahat, Tuhan akan marah dan menghukum kamu.” Karena pemikiran ini akhirnya banyak orang percaya mulai hidup di dalam ketakutan terhadap TUHAN. Akibatnya, seringkali mereka datang ke gereja atau persekutuan namun tidak merasakan kebaikan dan kemurahan Tuhan (kesembuhan, berkat, pemulihan).

Saat ada sakit penyakit atau ada masalah, sering kali orang-orang ini berkata, “Sepertinya Tuhan sedang menghukum saya karena dosa masa lalu saya” atau yang paling umum, “Ya, sepertinya Tuhan memang mengijinkan ini untuk mengajarkan saya kerendahan hati.”

Jika pikiran di atas pernah timbul di hati anda, hardik sekarang juga! Teman, Tuhan adalah kasih. Bagaimana mungkin cara menyatakan kasih adalah dengan menghukum atau memberikan yang buruk? Kita saja tidak mungkin lakukan hal tersebut kepada anak kita, bukan?

Tuhan mengasihi kita tidak berdasarkan sikap atau perbuatan baik kita kepadaNYA. Dia mengasihi kita karena DIA MEMUTUSKAN untuk mengasihi kita, tidak peduli siapa kita, apa yang kita lakukan, atau bagaimana latar belakang kita. “Apa buktinya?” Buktinya adalah DIA memberikan YESUS untuk kita.

Teman, Tuhan adalah Pribadi yang maha penyayang dan pengasih, panjang sabar, dan berlimpah kasih setia. Dan DIA mengasihi Anda karena Anda adalah anak-anak kesayanganNYA. (penulis: @mistermuryadi)

TUHAN TETAP SETIA, SEKALIPUN KITA TIDAK SETIA

Bahan renungan:

2 Timotius 2:13 Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diriNYA.

Ayat ini membuat saya terharu setiap kali membacanya, karena selalu mengingatkan saya bahwa ada satu Pribadi yang senantiasa hadir untuk saya setiap kali saya melakukan sesuatu yang buruk dan setiap kali saya merasa tidak ada seorang pun yang mendukung.

Teman, TUHAN kita setia. DIA tidak pernah berubah. Sekalipun kasih kita kepadaNYA berubah-ubah seiring situasi yang terjadi di dalam hidup kita, namun satu hal yang pasti, kasihNYA kepada kita tidak pernah berubah.

Hari ini, tidak peduli seberapa pun jauh dan lamanya Anda meninggalkan TUHAN, mungkin Anda bertanya-tanya, “Apakah TUHAN masih mau menerima saya?” jangan kuatir, DIA menantikan Anda. Seperti seorang bapa yang kehilangan anak bungsunya, dia menantikan Anda. Kembalilah dan pegang erat tanganNYA yang kuat dan penuh kasih. (penulis: @mistermuryadi)