JANGAN TAKUT DAN BIMBANG

Bahan renungan:

Yesaya 41:10 Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

Janji di atas adalah janji yang sangat indah. Tuhan berjanji untuk menyertai kita. Tuhan tidak ingin kita hidup di dalam ketakutan dan kebimbangan. Kitab Yakobus mengatakan orang yang bimbang, mudah diombang-ambingkan oleh situasi.

(Baca juga: HANYA DIA YANG TURUN DARI SORGA YANG DAPAT MEMBAWA KITA KE SORGA)

Sebenarnya, tidak ada alasan bagi kita untuk takut dan bimbang, jika kita menyadari bahwa yang menyertai kita adalah Sang Pencipta langit dan Bumi.

Tuhan juga berjanji untuk menolong kita. Saya membayangkan ada banyak raksasa di hadapan saya, sementara yang berjalan bersama saya adalah yang menciptakan para raksasa tersebut. Jika demikian, sekalipun para raksasa tersebut terlihat besar dan mengerikan, saya tidak akan takut, saya akan berjalan di antara mereka dengan tersenyum dan penuh percaya diri.

Tidak ada masalah yang terlalu berat untuk Tuhan. Masalah kita bukanlah masalah besar untuk Tuhan. Percayakanlah hidup kita ke tangan Tuhan yang gagah perkasa. Biarkanlah Dia menolong hidup kita.

(Baca juga: JIKA CARA ANDA GAGAL, INI SAATNYA MENCOBA CARA TUHAN)

Terakhir, Firman Tuhan mengatakan Dia akan memegang kita dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan. Tangan kanan adalah lambang dari otoritas, kehormatan, kekuasaan, dan kehangatan. Saat kita memercayakan hidup kita kepada-Nya, Dia berdaulat penuh atas hidup kita. Dia akan memastikan kita hidup di dalam kemenangan dan keberhasilan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MENGAPA MULUT KITA CENDERUNG MENGUCAPKAN YANG BURUK?

Bahan renungan:

Matius 6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

Ayat di atas adalah formula untuk gagal, sekaligus berhasil. Untuk gagal, kuatir dan ucapkan kekuatiran kita. Sedangkan untuk berhasil, percaya dan ucapkan janji Tuhan.

(Baca juga: JANGAN TERPESONA ATAU TERPIKAT DENGAN MASALAH)

“Tidak masalah dengan apa yang saya ucapkan, Tuhan pasti mengerti.” Teman, Tuhan sangat mengerti hidup kita, itu sebabnya Dia memberikan Firman-Nya untuk menuntun kita kepada jalan keluar dan kemenangan.

Apa yang kita ucapkan ketika sedang kuatir sangatlah penting. Amsal 18:21 mengatakan, “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Ya, ucapan kita sepenting hidup dan mati. Hidup kita dipertaruhkan di sini.

Jika kematian tidak masalah, silakan kita mengucapkan hal-hal yang mendatangkan kematian. Namun, jika kita mengharapkan kehidupan, kemenangan, dan keberhasilan, kita perlu serius memperhatikan apa yang kita ucapkan.

Dalam banyak kasus konseling, saya menemukan salah satu alasan mengapa seseorang cenderung mengucapkan yang negatif adalah karena orang tersebut tidak tahu harus mengucapkan apa dalam kondisi tertekan. Mulutnya kelu ketika ingin mengucapkan janji Tuhan, sedangkan sangat lancar untuk mengucapkan yang buruk.

Ya, untuk melepaskan ucapan negatif, kita tidak perlu diajari. Daging kita memiliki kencenderungan melakukan hal itu.

Jika kita menginginkan perubahan dan mengharapkan kehidupan, kita perlu belajar mengisi hati dan pikiran kita dengan kebenaran Firman Tuhan. Mungkin kita berkata, “Tapi, saya bukan pendeta, sulit bagi saya untuk menghafal ayat Firman Tuhan.” Teman, jika kita dapat menghafal nama-nama club dan pemain sepakbola, dan mengingat merk baju, tas, sepatu, dan kosmetik, kita pasti dapat menghafal ayat Firman Tuhan. Ini hanya masalah kebiasaan.

Kita perlu menghafal ayat-ayat janji Tuhan dan kisah-kisah mukjizat di Alkitab. Kita perlu meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan kebenaran tersebut secara berulang-ulang. Hal yang sama kita lakukan untuk mengingat nama para pemain sepakbola atau merk baju, tas, dan sepatu. Kita melihat, mendengar, memperhatikan, memikirkan, dan membicarakan hal tersebut secara berulang-ulang.

(Baca juga: FOKUS PADA MASALAH, HANYA MEMBUAT MASALAH BERTAMBAH BESAR)

Sehingga, ketika masalah atau tekanan datang, hati kita dapat teguh percaya kepada janji Tuhan, sementara mulut kita mengucapkan janji tersebut untuk mengingatkan diri kita mengenai betapa baik dan dashyatnya Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

RAHASIA KEHIDUPAN YANG BERHASIL DAN BERUNTUNG

Bahan renungan:

Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa MEMPERKATAKAN kitab Taurat ini, tetapi RENUNGKANLAH itu siang dan malam, supaya engkau BERTINDAK hati-hati SESUAI dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Rahasia kehidupan yang berhasil dan beruntung terdapat di dalam ayat di atas. Jika Anda meluangkan waktu sejenak saja untuk merenungkannya bersama saya hari ini, saya percaya Anda dapat mengetahui jalan termudah untuk sukses.

(Baca juga: JANGAN DIAM KETIKA SESEORANG MELONTARKAN KATA-KATA NEGATIF)

Jika Anda sedang bertanya-tanya, “Mengapa saya tidak menerima janji Tuhan?” Jawabannya sederhana, karena apa yang Anda perkatakan, renungkan, dan lakukan tidak sesuai dengan apa yang tertulis di dalam Firman Tuhan. Hanya itu saja alasannya. Perhatikan kata-kata yang saya besarkan pada ayat di atas.

Banyak orang membiarkan dirinya dipengaruhi oleh film, sinetron, buku, novel, dan berita. Akibatnya, yang mereka perkatakan, renungkan, dan lakukan setiap hari adalah hal-hal yang sama sekali jauh dari kebenaran Firman Tuhan.

Teman, saya perlu katakan bahwa tidak semua hal bagus yang Anda tonton di televisi, dengar di radio, atau lihat di internet itu sesuai dengan Firman Tuhan. Pertanyaan saya, bagaimana mungkin Anda dapat menerima janji Tuhan, sementara yang Anda perkatakan, renungkan, dan lakukan adalah hal-hal yang Anda dapatkan dari dunia ini?

Hari ini ijinkan saya mengingatkan kita semua bahwa kita adalah ciptaan yang baru di dalam Kristus. Sebagai orang percaya, kita perlu menjadikan kebenaran Firman Tuhan satu-satunya pedoman hidup kita. Yang artinya, setiap kali kita mengatakan, merenungkan, atau melakukan sesuatu, pastikan hal tersebut sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Jika tidak, jangan lakukan.

(Baca juga: JANJI TUHAN MANIS LEBIH MANIS DARI MADU)

Tuhan menjanjikan kehidupan yang berhasil dan beruntung untuk Anda. Dia pun sudah menunjukkan jalan termudah untuk meraih hal tersebut. Keputusannya ada di tangan Anda. (penulis: @mistermuryadi)

JIKA ADA PRIBADI YANG PALING INGIN ANDA BERHASIL, ITU ADALAH TUHAN

Bahan renungan:

Mazmur 103:13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

Jika ada Pribadi yang paling menginginkan bersekutu dengan Anda, itu adalah Bapa di Sorga. Jika ada Pribadi yang paling menginginkan Anda menikmati segala sesuatu yang baik dan berhasil dalam segala pekerjaan tangan Anda, itu adalah Bapa di Sorga.

(Baca juga: MENGAPA TUHAN YANG BAIK MENURUNKAN AIR BAH DAN MENGHANCURKAN SODOM GOMORA?)

Bapa Sorgawi adalah gembala yang baik, Pribadi yang paling repot memastikan agar Anda dalam keadaan baik-baik.

Anda tidak perlu menebak-nebak apa rencana Tuhan bagi hidup Anda. Firman Tuhan mengatakan Dia seperti seorang bapa yang sayang kepada anak-anaknya. Seorang bapa yang baik pasti mengusahakan segala yang terbaik untuk anak-anaknya.

Anda perlu berhenti mempertanyakan apakah Dia merancangkan hanya yang baik atau juga mengijinkan yang buruk? Bapa sudah menjawab pertanyaan tersebut ketika Dia mengaruniakan Yesus untuk menyelamatkan Anda.

Masalahnya, terkadang banyak orang lebih suka memilih jalannya sendiri, dan itu otomatis berarti mereka menolak jalan Tuhan. Mereka berpikir jalan mereka lebih baik dari jalan Tuhan. Mereka mengira mereka dapat memelihara dan menjaga diri mereka lebih baik dari Tuhan memelihara dan menjaga mereka. Apa tandanya? Sederhana, ketika mereka memilih tidak percaya kepada-Nya dan tidak turut perintah-Nya, ketika mereka memilih untuk menyimpang dari jalan-Nya, pergi, dan menjauh dari-Nya.

Ketika si bungsu pergi, dia memilih menolak penyediaan, penjagaan, pemeliharaan, dan perlindungan yang ditawarkan bapanya. Si bungsu mengira pilihannya lebih baik dari apa yang bapanya berikan. Ternyata si bungsu keliru, karena di luar rumah bapanya, si bungsu melarat dan menderita.

(Baca juga: CARA ANDA MUNGKIN BAIK, TETAPI CARA TUHAN PASTI JAUH LEBIH BAIK)

Bagaimana dengan Anda? Anda dapat memilih menjalani hidup seperti si bungsu, atau seperti Abraham yang meninggalkan segala sesuatunya karena percaya kepada Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

UNTUK APA MEMILIH JALAN HIDUP YANG JELIMET?

Bahan renungan:

Yesaya 26:7 Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya.

Seorang pria menikah baik-baik dengan istrinya beberapa tahun lalu. Setahun setelah mereka menikah, mereka memiliki seorang anak yang sangat lucu. Dua tahun kemudian, saat anak keduanya lahir, sang istri mengetahui bahwa enam bulan setelah pernikahannya, sang pria selingkuh dengan rekan sekantornya dan memiliki seorang anak dari selingkuhannya. Kini, kedua wanita tersebut menuntut pertanggungjawaban dari sang pria yang sedang stres dan depresi berat.

(Baca juga: TUHAN MENGIRIMKAN ORANG-ORANG BAIK DI SEKITAR ANDA)

Seorang anak muda menjalani hubungan yang sembunyi-sembunyi dan “keluar jalur” dengan pasangannya. Akibatnya, si wanita hamil di luar nikah, dan pernikahan akhirnya dilakukan karena terpaksa dan rasa bersalah. Saat si anak berusia dua tahun, pertikaian dalam pasangan yang tidak siap menikah ini semakin meruncing, dan akhirnya mereka bercerai. Kini, si anak dititipkan ke orang lain.

Sungguh saya tidak habis pikir dengan orang-orang yang memutuskan untuk menjalani kehidupan yang jelimet. Terkadang saya berpikir besar sekali nyali mereka menjalani kehidupan yang gelap dan mengerikan seperti itu.

Tuhan sudah memberikan jalan termudah untuk hidup di dalam dunia ini, yaitu mengikuti kebenaran dan janji setia-Nya yang tidak mungkin gagal, tetapi entah mengapa, beberapa orang memilih jalan hidup yang rumit, berliku-liku, yang berujung pada air mata dan penyesalan.

Tidak terselami betapa baiknya Tuhan kepada kita. Tuhan tahu dosa merusak kehidupan kita, Dia tebus dosa kita. Dia tawarkan kehidupan bebas dari dosa. Tuhan tahu sakit penyakit itu jahat bagi kehidupan kita, Dia tanggung segala penyakit kita. Dia berikan bilur-bilur-Nya untuk menyembuhkan kita. Tuhan tahu bahwa kemiskinan membuat kita tidak berdaya, Dia buka tingkap-tingkap langit. Dia janjikan tuaian 30, 60, 100 kali lipat bagi setiap kita yang percaya dan menabur.

(Baca juga: JANGAN JADI ORANG BEBAL!)

Teman, Tuhan merancangkan kehidupan yang baik dan manis bagi setiap kita. Tuhan ingin kita menikmati semua yang baik yang Dia sediakan. Tuhan ingin kita hidup di jalan lurus yang Dia tunjukkan. Jalan yang berujung pada keberhasilan dan kekekalan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

“APA SAJA YANG DIPERBUATNYA BERHASIL”

Bahan renungan:

Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Kitab Mazmur dibuka dengan kebenaran yang sangat luar biasa mengenai keberhasilan. Adalah kehendak Tuhan agar Anda dan saya hidup di dalam keberhasilan.

(Baca juga: SEPERTI RUSA MERINDUKAN SUNGAI)

Menurut ayat di atas, keberhasilan merupakan buah dari dua hal: menjauhi sumber nasihat yang salah, dan merenungkan Firman Tuhan siang dan malam. Lihat, cara untuk berhasil menurut Firman Tuhan bukan kerja keras, banting tulang, dan menghalalkan segala cara.

Ayat 1 membahas pentingnya kita memperhatikan sumber nasihat kita. Sumber nasihat yang salah dapat membawa kita ke tempat yang salah dan melakukan hal-hal yang salah. Orang-orang yang negatif pasti membawa pengaruh negatif di dalam kehidupan kita. Jangan mendengarkan nasihat mereka, apalagi bersahabat dengan mereka. Bergaul dengan orang-orang negatif hanya akan menguras hal-hal positif yang ada di dalam diri Anda.

Ayat 2 mengatakan tidak cukup hanya membaca Firman Tuhan sesekali. Kita perlu merenungkannya siang dan malam. Indikasi kita sukses merenungkan kebenaran Firman Tuhan adalah kita memikirkan, memperkatakan, dan mengambil keputusan berdasarkan kebenaran tersebut.

(Baca juga: KEHEBATAN LIDAH MANUSIA)

Ketika kita berkomitmen terhadap kedua hal di atas, Firman Tuhan katakan, ” … ia akan menghasilkan buah pada musimnya dan apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Haleluya. (penulis: @mistermuryadi)

TENANG, DI DALAM YESUS, KEGAGALAN BUKAN AKHIR SEGALANYA

Bahan renungan:

Mazmur 136:13-14 Kepada Dia yang membelah Laut Teberau menjadi dua belahan; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Dan menyeberangkan Israel dari tengah-tengahnya; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Ada saatnya kita merasa keadaan yang kita alami begitu sulit untuk dilalui. Akhirnya kita memilih pasrah. Kita merasa sendiri dan terbentur dengan jalan buntu. Itu sebabnya Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tenang menghadapi berbagai situasi. Kitab Yesaya mengatakan dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatan kita.

(Baca juga: JANGAN PERCAYA KEPADA KEGAGALAN)

Tenang tidak membuat keadaan yang kita hadapi berubah, tetapi tenang membuat kita berpikir lebih jernih. Tenang memberikan kita waktu untuk mengingat kembali bahwa Sang Pencipta Semesta senantiasa bersama dengan kita. Tenang membuat kita sadar bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya.

Teman, saya tidak tahu apa yang terjadi kalau Musa tidak memilih untuk tenang sejenak, sementara Bangsa Israel bersungut-sungut, tentang Mesir mengejar, dan Laut Merah menghalangi jalan. Karena Musa tenang, Musa dapat berdoa, dan mendengar suara Tuhan. Karena Musa tenang, Musa dapat dengan jelas mendengar tuntunan Tuhan di tengah situasi yang genting. Karena Musa tenang, Musa tidak bertemu jalan buntu, melainkan jalan keluar.

(Baca juga: “SAYA MENOLAK UNTUK MENYERAH KEPADA SITUASI”)

Gagal, ya semua orang pernah gagal di dalam hidupnya. Namun, saya sangat yakin, di dalam Kristus, kegagalan bukanlah akhir dari hidup kita. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang menyediakan masa depan indah bagi kita. Di dalam Dia, kita tidak pernah gagal. Itu bukan takdir kita. Takdir kita di dalam Dia adalah berhasil. (penulis: @mistermuryadi)