LUPAKAN UCAPAN KUTUK DAN TERIMALAH UCAPAN BERKAT

Bahan renungan:

Amsal 3:33 Kutuk Tuhan ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya.

Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi dalam hidup Anda. Ketika menulis renungan hari ini, Tuhan berbicara di hati saya bahwa ada beberapa orang antara Anda yang sedang putus asa, kehilangan pengharapan, atau patah semangat, terutama yang disebabkan oleh ucapan-ucapan buruk dari seseorang yang Anda kenal dekat.

(Baca juga: PENTINGNYA MENGINGAT KEBAIKAN TUHAN)

Lupakan perkataan-perkataan kutuk itu dengan cara melepaskan pengampunan bagi mereka. Doakan orang-orang yang memperlakukan Anda tidak baik. Lebih jauh lagi, lakukan tindakan kasih terhadap mereka.

Hari ini, ijinkan saya bernubuat dan melepaskan ucapan berkat atas hidup Anda.

Saya percaya, Anda akan sukses di tahun ini. Anda akan mengalami hal-hal yang luar biasa di dalam pekerjaan, bisnis, studi, pelayanan, dan keluarga Anda. Pintu-pintu yang selama ini tertutup akan terbuka lebar untuk Anda. Hal-hal luar biasa yang tidak Anda pernah pikirkan, bahkan yang tidak pernah timbul dalam hati Anda, akan Anda nikmati. Terobosan pasti terjadi dalam hidup Anda.

(Baca juga: ANDA ADALAH ORANG BENAR YANG DIMAKSUD OLEH ALKITAB)

Namun, saya juga perlu mengingatkan bahwa bagian Anda adalah mengejar Sang Empunya janji. Mendekatlah kepada-Nya. Tinggallah dalam kebenaran-Nya. Ketika Anda sepenuhnya bersandar kepada Tuhan, hal-hal yang saya nubuatkan di atas, tanpa Anda sadari, akan ditambahkan ke dalam hidup Anda. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

KASIH MENUTUPI DOSA, BUKAN MENUTUP-NUTUPI DOSA

Bahan renungan:

1 Petrus 4:8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

Ada perbedaan sangat jelas antara menutupi dosa dengan menutup-nutupi dosa. Jangan mengira jika kita dan teman kita saling menutupi dosa satu sama lain itu artinya kita mengasihi dia. Bukan itu yang dimaksud oleh Rasul Petrus pada ayat renungan kita hari ini.

(Baca juga: BANGKITKAN KEMBALI KASIH ANDA TERHADAP ORANG YANG ANDA BENCI)

Secara sederhana, Rasul Petrus ingin mengatakan bahwa kasih membuat kita tidak fokus dosa, kekurangan, atau kesalahan seseorang, melainkan kepada pribadi dari orang tersebut. Cara pandang seperti itulah yang membuat kita dapat terus sabar dan setia menuntun seseorang untuk “belajar berdiri” atau “belajar berjalan” di dalam Kristus.

Teman, saya sangat percaya selalu ada hal positif yang dapat kita puji dari hidup seseorang. Jika kita fokus pada hal yang positif dari orang tersebut, kita akan lebih mudah mengasihinya. Dan, pada akhirnya, kasih yang kita tunjukkan kepadanya dapat mengubahkan hidup orang itu untuk selamanya.

Ada alasan yang kuat mengapa Rasul Petrus menulis ayat di atas. Petrus sempat menyangkal dan mengutuk Yesus menjelang peristiwa salib. Sesaat setelah Yesus bangkit, Yesus mencari Petrus yang telah kembali ke kehidupan lamanya, yaitu menjadi nelayan. Yesus menemui Petrus bukan untuk menudingnya, melainkan untuk menunjukkan bahwa Dia tetap mengasihi Petrus sekalipun Petrus meninggalkan-Nya. Kasih yang Yesus berikan kepada Petrus membuat Petrus kembali ke jalan Tuhan dan melayani Tuhan sampai akhir hidupnya.

(Baca juga: ANDA ADALAH MUKJIZAT YANG TUHAN KIRIM UNTUK KELUARGA ANDA)

Pengampunan yang Yesus berikan kepada Petrus menutupi atau menyelimuti banyak dosa yang mungkin saja dilakukan oleh Petrus jika Yesus membiarkan Petrus hidup dalam rasa bersalahnya. Saya percaya, Tuhan ingin kita melakukan hal yang sama terhadap orang-orang di sekeliling kita, yaitu supaya kita mengasihi dan mengampuni mereka. Sekalipun mereka terlihat lambat untuk berubah, percayalah kasih tidak pernah gagal untuk mengubah kehidupan seseorang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

KITA PERLU CEPAT MENGAMPUNI KESALAHAN ORANG LAIN

Bahan renungan:

1 Korintus 13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Ada begitu banyak hal penting mengenai kasih, tetapi hari ini saya ingin membahas bahwa kasih itu mengampuni dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

(Baca juga: TUHAN MENJAWAB LIMA KERAGUAN MUSA (BAGIAN KEDUA))

Setiap hari, kita memiliki banyak kesempatan untuk tersinggung, marah, dan kecewa, tetapi kita perlu membuat pilihan yang tepat. Sangat sulit membangun hubungan dengan orang-orang yang terluka perasaannya.

Jika kita tidak cepat dalam mengampuni kesalahan orang lain, melainkan malah mengingat-ingat salah mereka, cepat atau lambat, daftar kesalahan orang tersebut akan menjadi sangat panjang di pikiran kita, sehingga kita kesulitan membangun hubungan lagi dengan orang itu, bahkan dengan orang lainnya.

Menyimpan kesalahan orang lain merupakan salah satu penyebab retaknya hubungan, baik itu hubungan suami-istri, orangtua-anak, atau sahabat.

Pada dasarnya, kita sedang menyelamatkan diri kita sendiri ketika kita cepat mengampuni orang lain. Sebaliknya, mengingat atau menyimpan kesalahan orang lain ibarat kita, secara sadar, meminum racun, yang perlahan tapi pasti akan membunuh diri kita sendiri.

(Baca juga: TUHAN MENJAWAB LIMA KERAGUAN MUSA (BAGIAN PERTAMA))

Bukan tanpa alasan Firman Tuhan mengingatkan kita agar tidak menyimpan kesalahan orang lain. Saya percaya, itu untuk tujuan menjaga kita dari akar pahit dan dari hal-hal yang akan membahayakan kehidupan kita kelak. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

PENTINGNYA MENGAMPUNI

Bahan renungan:

2 Korintus 2:10-11 Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, — seandainya ada yang harus kuampuni –,maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

Kebencian, kemarahan, kepahitan, kekecewaan, apa pun alasan dan latar belakang penyebabnya, tidak pernah mengerjakan hal baik di dalam diri kita. Banyak orang berpikir, “Kalau saya mengampuni dia, enak sekali dong dia sudah melakukan hal buruk terhadap saya dan sekarang saya membiarkannya begitu saja. Saya mau marah dan benci kepada dia supaya dia tahu rasanya.” Anda pernah bertemu dengan orang seperti ini? Atau jangan-jangan Anda yang sedang mengalaminya?

Teman, saya ingin mengajak kita merenungkan sejenak ayat Firman Tuhan kita hari ini. Iblis selalu mengambil keuntungan dalam perkara benci, iri, dendam, pahit, kecewa, marah, dan lain sebagainya. Itu adalah ‘taman bermainnya’ iblis. Saat Anda membenci seseorang, yang sedang Anda sakiti bukan orang tersebut, melainkan diri Anda sendiri.

Saya mungkin tidak mengerti seberapa besar kesalahan yang dibuat oleh mereka terhadap Anda dan seberapa terlukanya Anda akibat hal itu, namun satu hal yang saya tahu jika Anda terus menerus membenci dan pahit terhadap orang tersebut, Anda sedang mencelakai diri Anda sendiri dan orang-orang yang Anda sayangi di sekitar Anda.

Akar pahit dan kebencian akan menutup pintu bagi berkat-berkat TUHAN di dalam hidup Anda, karena hati Anda akan penuh dengan ketakutan, kekuatiran, dan bukan iman. Jangan biarkan iblis mengambil bagian yang terbaik yang telah TUHAN sediakan bagi Anda, hanya karena Anda membenci atau pahit terhadap seseorang.

Mari lepaskan pengampunan. Bukankah YESUS sudah mengampuni seluruh dosa dan pelanggaran Anda dan DIA tidak pernah mengingat-ingatnya? Ayolah teman, tidak ada gunanya memelihara akar pahit di hati Anda. Seharusnya damai dan sukacita yang tinggal di hati Anda. Ampunilah orang yang bersalah kepada Anda. Yang sudah terjadi biarlah berlalu, jangan terus menerus tinggal di masa lalu, YESUS telah menyediakan Anda masa depan jauh lebih baik. Percayakan kepada YESUS segala amarah, kebencian, kepahitan Anda hari ini, DIA sanggup menggantikannya dengan tari-tarian dan sukacita. (penulis: @mistermuryadi)