WARISAN PALING BERHARGA BAGI ANAK CUCU KITA

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 13:22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendakKu.

Setiap orang pasti mati suatu hari nanti, cepat atau lambat. Pertanyaannya, setelah kita meninggal, warisan apa yang kita tinggalkan bagi anak cucu kita atau bagi dunia ini?

(Baca juga: BELAJAR CARA MENGHASILKAN MUTIARA DARI KERANG TIRAM)

Orang-orang seperti Paulus, Petrus, Daud, Yesaya, Amos, dan para tokoh kebangunan rohani yang luar biasa, seperti Smith Wigglesworth, Corrie Ten Boom, David Livingstone, Oral Roberts, Billy Graham, dan Derek Prince meninggalkan jejak iman yang sangat berharga untuk kita. Hidup yang mereka jalani membantu kita melihat betapa luar biasanya pekerjaan Tuhan bagi dunia ini.

Membaca hal-hal dahsyat yang telah dilakukan oleh para tokoh di atas membuat saya semakin kagum kepada Tuhan. Mereka adalah bukti bahwa Tuhan menaruh potensi yang sangat luar biasa di dalam hidup setiap manusia yang Dia ciptakan.

Sungguh disayangkan jika kita hanya hidup sekadarnya, hanya hidup untuk uang, dan hidup dengan mental rata-rata, sementara Tuhan menciptakan kita begitu teliti dan mengagumkan.

Saya sangat menaruh hormat kepada Bill Gates dan Steve Job. Dua orang yang memiliki sumbangsih dan pengaruh sangat besar di dunia teknologi komputer. Satu surat kabar di Amerika mengatakan, apa yang mereka lakukan telah membuat peradaban manusia maju 50 tahun dari seharusnya. Masih banyak lagi tokoh hebat di dunia ini yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.

(Baca juga: IMAN ADALAH SATU-SATUNYA KUNCI UNTUK MEMBUKA GUDANG PERSEDIAAN TUHAN)

Yang ingin saya sampaikan hari ini adalah, Anda dan saya diciptakan sedemikian dahsyat. Jika kita mau terus menggali potensi yang ada di dalam kita dan memberikan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan, kita pasti melihat bagaimana Tuhan memakai hidup kita menjadi berkat bagi generasi saat ini dan yang akan datang. Perjalanan iman kita bersama Yesus adalah warisan paling berharga bagi anak cucu kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

ANDA TIDAK PERNAH TERLALU TUA UNTUK MENJADI BERKAT

Bahan renungan:

Keluaran 7:7 Adapun Musa delapan puluh tahun umurnya dan Harun delapan puluh tiga tahun, ketika mereka berbicara kepada Firaun.

Dua orang kakek berjalan kaki melintasi padang gurun, menyambangi Firaun, untuk membebaskan dua juta orang Israel hanya dengan bermodalkan sebuah tongkat. Betapa dahsyatnya kisah itu.

(Baca juga: PERAN PENTING ORANG PERCAYA DI DUNIA INI)

Ayat di atas mengingatkan saya bahwa kita tidak pernah terlalu tua untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Kita tidak pernah terlalu tua, atau terlalu muda, untuk melakukan sesuatu yang besar di dalam nama Yesus. Usia bukanlah masalah bagi Tuhan selama kita mau memberikan diri menjadi saluran berkat, kasih, dan kuasa Tuhan.

Saya teringat sebuah kisah seorang nenek asal Kenya berusia 90 tahun bernama Priscilla Sitienei yang merupakan murid sekolah dasar tertua di dunia. Ada dua alasan mengapa Priscilla memutuskan sekolah. Pertama, karena dia ingin membaca Alkitab. Kedua, karena dia ingin menginspirasi para remaja di negaranya untuk sekolah. “Saya ingin mengatakan kepada seluruh anak di dunia, terutama perempuan, bahwa pendidikan akan menjadi kekayaan kita,” ucapnya.

Kisah Priscilla sangat memberkati hidup saya. Tanpa dia sadari, keputusan sederhana yang dia lakukan telah menginspirasi dunia untuk terus belajar. Saya percaya setiap kita dapat melakukan hal yang sama. Menjadi berkat dan inspirasi bagi banyak orang di luar sana.

(Baca juga: HARAPAN ANDA PENTING, TETAPI CARA MERAIHNYA JUGA PENTING)

Tidak peduli berapa pun usia kita saat ini, selama kita masih bernapas, selama kita mau berkarya bagi Kerajaan Sorga, kita dapat menjadi berkat. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN DAN ORANG PERCAYA

Bahan renungan:

Lukas 1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Markus 9:23 Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

Apa yang Anda dapatkan ketika membaca kedua ayat di atas? Yang saya dapatkan sederhana. Jika Bapa yang menciptakan kita dapat melakukan sesuatu, itu artinya kita pun dapat melakukan hal tersebut bersama-sama dengan Dia. Jika bagi Tuhan yang kita sembah tidak ada yang mustahil, bagi kita yang percaya kepada-Nya pun tidak ada yang mustahil.

(Baca juga: RAHASIA KEHIDUPAN YANG BERHASIL DAN BERUNTUNG)

Bersama Tuhan, kita dapat melakukan perkara-perkara yang besar. Faktanya, untuk itulah kita ada di dunia ini. Tuhan ingin kita melakukan perkara-perkara yang besar (Yohanes 14:12) untuk menyatakan kebesaran dan keagungan-Nya.

Seringkali kita disibukkan dengan perkara yang kecil, dalam arti, perkara yang tidak penting dan tidak berguna. Kita habiskan waktu dan hari kita untuk hal-hal yang tidak menyatakan kemuliaan dan keagungan Tuhan. Teman, bukan untuk hal tersebut kita diciptakan.

Suatu hari, Yesus memanggil murid-murid-Nya yang berprofesi sebagai nelayan di Danau Galilea. Tidak ada hal yang salah dengan menjadi penjala ikan. Adalah sesuatu yang baik memiliki mata pencaharian untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga. Namun, Yesus memanggil mereka dan mengatakan, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Yesus memanggil para murid-Nya untuk melakukan sesuatu yang jauh lebih besar dari yang mampu mereka lakukan.

(Baca juga: STRES DAN DEPRESI ADALAH INDIKASI DARI SESUATU YANG BERBAHAYA)

Saya percaya Tuhan memanggil Anda dan saya untuk melakukan hal-hal yang lebih besar dari diri kita sendiri. Kitab Matius mengatakan, Dia menciptakan kita sebagai Garam dan Terang Dunia, untuk memberkati bangsa-bangsa. (penulis: @mistermuryadi)

YESUS MEMBERI KITA TUJUAN HIDUP YANG BARU

Bahan renungan:

1 Petrus 2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Kalau Anda bertemu saya sekitar 20 tahun yang lalu, sebelum saya mengenal Yesus, Anda akan bertemu saya yang putus harapan, patah semangat, sakit hati, kepahitan, kurang kasih, penuh pengasihanan diri, dan tukang cari perhatian. Saya tidak dapat membayangkan seandainya saya tidak bertemu dengan Yesus. Mungkin hagahtoday.com tidak akan pernah ada, dan mungkin, saya pun sudah tidak ada.

(Baca juga: STATUS ANDA ADALAH ANAK RAJA, MEMERINTAHLAH SEPERTI ANAK RAJA)

Yesus memberikan tujuan hidup yang baru bagi hidup saya. Mungkin lebih tepatnya, Yesus mengembalikan saya kepada tujuan hidup yang telah Dia rencanakan jauh sebelum saya lahir.

Saya percaya Tuhan juga memiliki rencana yang hebat bagi hidup Anda. Anda bukan produk gagal. Tuhan tidak pernah menciptakan produk gagal. Masa lalu Anda yang buruk sama sekali tidak menentukan masa depan Anda, karena masa depan Anda ditentukan dari keputusan Anda hari ini, bukan dari masa lalu Anda.

Jika Anda mengalami kehidupan yang buruk, tersesat, dan kehilangan arah tujuan, berbaliklah, kembalilah kepada Sang Gembala Agung. Hanya Dia yang sanggup memulihkan dan memuaskan hidup Anda, karena Dia yang menciptakan Anda.

(Baca juga: APA BENAR TUHAN SUKA MENUNDA BERKATNYA?)

Tuhan memiliki rencana yang besar dan hebat bagi hidup Anda di dunia ini. Tuhan tidak hanya menciptakan Anda untuk sekolah, bekerja, punya rumah, menikah, dan punya anak saja, tetapi juga untuk menjadi berkat bagi dunia ini. Untuk memulihkan kehidupan hanyak orang dan menyelamatkan mereka yang terhilang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ADALAH TAKDIR ORANG PERCAYA UNTUK MEMBERKATI DUNIA

Bahan renungan:

Markus 10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNYA menjadi tebusan bagi banyak orang.

Kita perlu meniru teladan Kristus mengenai merendahkan diri. Saya tidak perlu mengingatkan Anda bahwa YESUS adalah TUHAN yang turun ke dunia untuk menjadi sama dengan manusia. Dan, YESUS datang untuk melayani, bukan untuk dilayani.

(Baca juga: JANGAN LUPAKAN IDENTITAS ANDA SEBAGAI CIPTAAN BARU)

Seringkali, kita melupakan bahwa kehidupan kita di dalam Kristus merupakan kesempatan untuk melayani banyak orang. Teman, terlalu kecil jika hidup kita hanya dihabiskan untuk diri kita sendiri. Anda diciptakan untuk memberkati banyak orang. Ya, saya ingin mengingatkan bahwa Anda adalah garam dan terang dunia. Adalah takdir Anda untuk memberkati kehidupan orang lain.

(Baca juga: “SAYA DICINTAI TANPA SYARAT”)

Setiap kali membicarakan mengenai menjadi berkat, saya selalu teringat akan janji TUHAN kepada Abraham dalam Kejadian 12:2-3, yang saya percaya adalah janji TUHAN juga untuk Anda, “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” Teman, AMIN-kan janji ini, karena itu adalah bagian Anda dan saya di dalam Kristus. (penulis: @mistermuryadi)

KITA DICIPTAKAN UNTUK PERKARA BESAR

Bahan renungan:

Yohanes 14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.

Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang besar. DIA merancangkan dan menciptakan hal-hal yang besar. Dan manusia, yaitu Anda dan saya, adalah karya terhebat yang Tuhan pernah ciptakan. Saya ingin meyakinkan Anda bahwa di dalam setiap kita ada kebesaran Tuhan.

(Baca juga: ROH YANG GAGAH PERKASA YANG TINGGAL DI DALAM KITA)

Itu sebabnya sangat disayangkan kalau kita berpikir bahwa kita ini hanyalah manusia yang kecil yang tidak berdaya. Sangat disayangkan jika hidup kita hanya dijalani untuk hal-hal yang kecil dan bodoh. Sangat disayangkan jika kita menyia-nyiakan kehidupan yang TUHAN anugerahkan bagi kita.

Teman, takdir kita adalah melakukan perkara besar, menjadi berkat bagi dunia, menjadi kepala bukan ekor, dan menjadi garam dan terang dunia. Ya, Anda tidak ditakdirkan untuk masuk penjara, hamil di luar nikah, melakukan kriminal, kecanduan, atau pun hal-hal bodoh lainnya.

(Baca juga: JANJI TUHAN JAUH LEBIH NYATA DARI MASALAH ANDA)

Jika hari ini Anda sedang berada di sebuah tempat yang gelap, kelam, dan buruk, saya berharap renungan hari ini dapat menyadarkan kita betapa dalamnya iblis telah menipu kehidupan kita. Segera keluar dari sana, itu bukan tempat Anda.  Tempat yang telah Tuhan sediakan untuk Anda adalah dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang lebih besar. (penulis: @mistermuryadi)

APAKAH ANDA SUDAH TAHU UNTUK APA ANDA DICIPTAKAN?

Bahan renungan:

Markus 1:16-17 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Satu hal yang pasti, TUHAN memberikan tujuan hidup bagi semua orang yang diciptakanNYA. Jika hari ini Anda belum tahu tujuan hidup Anda, bukan berarti Anda tidak memiliki tujuan hidup. Anda hanya perlu menemukannya. Teman, Anda tidak akan sampai kepada tujuan hidup Anda secara kebetulan atau tidak sengaja, Anda perlu menjalaninya. Misalnya TUHAN memanggil Anda menjadi Presiden Republik Indonesia, Anda tidak bisa hanya berdiam diri, bermalas-malasan, dan berharap wartawan dan rakyat datang mengetuk pintu rumah dan memanggil Anda “Pak Presiden.” Anda tidak akan sampai ke tujuan hidup Anda dengan cara itu.

(Baca juga: MENGUCAP SYUKUR DAN MENCERITAKAN KEBAIKAN TUHAN)

Jauh sebelum Petrus berkotbah di hadapan 3000 orang dan menjadi rasul yang luar biasa, Petrus terlebih dahulu meng-iya-kan panggilan TUHAN untuk menjadi penjala manusia. Pada saat Petrus meng-iya-kan panggilan itu apakah lantas dia langsung menjadi penjala manusia? Tentu saja belum. Petrus memerlukan waktu tiga setengah tahun untuk belajar mengerti panggilan TUHAN di dalam hidupnya.

Teman, Anda perlu mencari rencana TUHAN di dalam hidup Anda dengan segenap hati. Bukan dengan sambil lalu atau ala kadarnya. Anda tidak akan menemukan panggilan TUHAN di dalam hidup Anda dengan cara hanya memberi TUHAN waktu 15 menit untuk berbicara, sementara Anda sedang tidak sabar menantikan film kesukaan Anda dimulai.

Dalam mencari tujuan hidup, Anda perlu memliki mental seperti Elisa yang gigih untuk terus mengikut Elia (2 Raja-raja 2) atau seperti Rut yang setia mengikuti Naomi dan tidak mau berpisah dari Naomi apa pun yang terjadi (Rut 1:16).

(Baca juga: ANDA BUTUH YESUS UNTUK MELAKUKAN KASIH)

Teman, Anda tidak dilahirkan ke dunia ini hanya untuk lahir, tumbuh, lalu mati. TUHAN memanggil Anda untuk menjadi dampak bagi banyak orang. Terlalu sempit kalau kita berpikir hidup kita hanya tentang diri kita dan bagaimana cara memuaskan keinginan kita. Matius 5:13-14 katakan kita adalah garam dan terang dunia. Oh, ini ayat yang sangat dalam. Bayangkan, untuk memberkati dunia ini … (penulis: @mistermuryadi)