ANAK TUHAN PASTI MENDENGARKAN SUARA TUHAN

Bahan renungan:

Yohanes 10:4-5 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.

Yesus memberitahu kepada kita bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya, dan menjadikan-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat, pasti mengenali dan mendengarkan suara-Nya. Atau dengan kata lain, pasti akan hidup sesuai dengan kebenaran.

(Baca juga: FIRMAN TUHAN MEMBERI KITA HIKMAT DAN MENUNTUN KITA)

Untuk mengasah kemampuan mengenali suara Tuhan, kita perlu membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Kita perlu terbiasa hidup di dalam kebenaran. Hanya dengan cara demikian kita dapat membedakan mana suara Tuhan, suara si jahat yang ingin menipu, atau suara pertimbangan kita sendiri.

Suara Tuhan tidak pernah menyuruh kita untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran atau tidak tertulis di dalam kebenaran. Itu sebabnya kita perlu mengetahui kebenaran, supaya kita memiliki kemampuan membedakan seperti yang saya katakan di atas.

Satu hal mengenai suara Tuhan. Suara tersebut pasti akan membaringkan kita di padang berumput hijau, membimbing kita ke air yang tenang, menyegarkan jiwa kita, dan menuntun kita ke jalan yang benar (Mazmur 23).

Bagaimana dengan suara orang asing? Kata “asing” pada ayat renungan kita di atas artinya sederhana, yaitu tidak ada di Alkitab. Jadi, jika ada sesuatu yang kita dengar atau lihat tidak sesuai dengan kebenaran, hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah menjauhi dan lari dari padanya.

(Baca juga: YESUS MENGERTI PERGUMULAN ANDA)

Yesus menyimpulkannya dengan apik dalam Yohanes 8:47, “Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ASAH KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI ANDA

Matius 7:28* Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaranNya, 29* sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

Jika saya diminta untuk menyebutkan satu kemampuan terpenting yang harus dimiliki oleh para pemimpin, hal tersebut adalah komunikasi. Jika kita tidak dapat berkomunikasi, kita tidak dapat memimpin orang lain dengan efektif.

Berikut adalah hal-hal yang membutuhkan kemampuan berkomunikasi yang baik:

  1. Membuat keputusan
    Tidak ada yang membuat anggota-anggota tim lebih bingung dibandingkan para pemimpin yang tidak dapat mengambil keputusan atau sulit mengomunikasikan dan menjelaskan keputusannya sendiri.
  2. Mendeskripsikan tugas
    Tim yang Anda pimpin akan sulit menyelesaikan sebuah tugas pelayanan jika Anda, sebagai pemimpinnya, tidak bisa mendetilkan tugas-tugas tersebut dan menyampaikan yang Anda harapkan dengan jelas.
  3. Ramah dengan orang lain
    Setiap orang layak untuk dihormati, tidak peduli kedudukan atau sejarah hubungan mereka dengan Anda. Jika Anda bersikap ramah terhadap orang lain, termasuk terhadap orang yang menyebalkan Anda, hal tersebut akan diikuti oleh seluruh anggota tim Anda. Teladan adalah bentuk komunikasi.

Komunikasi sangat penting untuk dipelajari oleh para pemimpin. Seringkali para pemimpin hanya pandai berkomunikasi satu arah, yaitu menyampaikan pesan kepada lawan bicaranya. Sedangkan, definisi komunikasi yang sesungguhnya adalah dua arah, yaitu menyampaikan pesan kepada lawan bicara dan mendengarkan pesan dari lawan bicara. Ya, sebagai pemimpin, kita perlu belajar mendengarkan, karena hanya dengan cara demikian kita dapat memimpin orang lain dengan efektif. (penulis: @mistermuryadi)

BERHENTILAH MENDENGARKAN SUARA GOLIAT

Bahan renungan:

1 Samuel 17:10-11 Pula kata orang Filistin itu: “Aku menantang hari ini barisan Israel; berikanlah kepadaku seorang, supaya kami berperang seorang lawan seorang.” Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.

Ini adalah kesalahan paling fatal yang dilakukan oleh Saul dan seluruh tentara Israel ketika mereka ditantang oleh Goliat, yaitu mereka mendengarkan ancaman dan teror sang raksasa. Hal yang sama seringkali terjadi ketika kita diperhadapkan dengan masalah, kita seringkali duduk manis mendengarkan teror yang diberikan oleh masalah tersebut.

(Baca juga: KETIKA KITA BERDOSA, YESUS DATANG MENYATAKAN KASIHNYA)

Anda tahu ketika Anda mendengarkan ancaman atau teror seperti ini pada dasarnya Anda sedang memberikan diri Anda untuk mempercayai, atau setidaknya memberikan ruang di kepala Anda untuk memikirkan hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Itu sebabnya banyak di antara kita merasa cemas dan ketakutan, alasannya karena kita membiarkan telinga kita mendengarkan hal-hal yang busuk.

Daud berbeda. Di tengah situasi yang sama yang dihadapi Saul, Daud memilih mendengarkan suara TUHAN. Daud memilih memberikan telinganya untuk mendengarkan kebenaran, bahwa bersama TUHAN, dia sanggup mengalahkan sang raksasa. Itu sebabnya respons Daud bukan takut, melainkan berani dan percaya diri melebihi Raja Saul dan seluruh tentara Israel.

(Baca juga: INILAH KEHENDAK TUHAN BAGI ANDA)

Teman, ke mana Anda memberikan telinga Anda? Kepada sang raksasa yang tinggi, besar, dan menakutkan, atau kepada Sang Pencipta raksasa tersebut? Karena hal tersebut akan sangat menentukan respons Anda selanjutnya. (penulis: @mistermuryadi)

YANG LEBIH SERING KITA DENGAR MENENTUKAN RESPONS KITA

Bahan renungan:

Lukas 6:45 Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.

Suatu kali YESUS berkata kepada perempuan Samaria (Yohanes 4:14), “Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

Teman, hati kita ibarat spons. Jika selembar spons menyerap air putih, saat spons itu diperas yang keluar adalah air putih. Begitu juga saat spons menyerap air jeruk, saat Anda memerasnya yang akan keluar adalah air jeruk. Tidak mungkin spons menyerap air putih, namun keluar air jeruk. Firman Tuhan katakan dari dalam hati kita (seharusnya) mengalir air kehidupan. Hanya ada satu cara untuk memastikan hati kita mengeluarkan air kehidupan saat “diperas”, yaitu hati kita harus menyerap air kehidupan.

Kenapa saya katakan “diperas”, karena dalam kondisi baik-baik semua orang dapat bertingkah laku lebih anggun dari malaikat. Di dalam situasi tertekanlah akan terlihat isi hati kita yang sebenarnya.

Mungkin Anda berpikir, “Saya sudah sering “menyerap” Firman Tuhan, tapi kenapa yang keluar tetap hal-hal buruk?” Yang Anda butuhkan bukan sering mendengar, tetapi LEBIH sering mendengar.  Banyak orang sering mendengar kebenaran, tapi masih kalah jika dibandingkan dengan menonton film, hangout, dan membaca novel? Masalahnya bukan, “Saya sering mendengar Firman TUHAN,” tetapi “Apakah saya LEBIH sering mendengar Firman TUHAN dibandingkan yang lain?”

Jika kita LEBIH banyak melihat dan mendengar hal-hal yang membawa “kematian”, jangan heran jika segala hal yang berbau “kematian” yang keluar dari mulut dan hati kita. Sebaliknya, jika kita LEBIH banyak melihat dan mendengar kabar mengenai YESUS dan FirmanNYA, maka yang akan terpancar dari mulut dan hati kita adalah hal-hal yang memberikan semangat, kasih, dan pengharapan. (penulis: @mistermuryadi)

SATU-SATUNYA KELEBIHAN DOMBA

Bahan renungan:

Yohanes 10:3-4 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

Seperti yang telah kita bahas kemarin bahwa domba adalah hewan yang lemah. Domba tidak bisa memelihara dirinya sendiri. Bahkan domba yang masih terlalu kecil jika dihalau terlalu cepat, bisa membuat domba kecil tersebut mati. Meskipun domba adalah hewan yang banyak kelemahan, domba juga memiliki kelebihan.

(Baca juga: MENGENALI KARAKTER GEMBALA DAN SERIGALA)

Satu-satunya kelebihan domba adalah dia memiliki pendengaran yang tajam. Sebenarnya serigala juga memiliki pendengaran yang tajam, tetapi pendengaran tajam serigala berbeda dengan pedengaran tajam domba. Kelebihan pendengaran serigala adalah  mendengar dari jauh, sedangkan kelebihan pedengaran domba adalah dia bisa mengenali suara gembala yang membesarkannya. Ya, domba-domba yang diternakan hanya menurut kepada gembala yang membesarkannya.

(Baca juga: SATU-SATUNYA KESEMPATAN SERIGALA MENYERANG DOMBA)

Teman, ini artinya kekuatan Anda dan saya adalah ketika kita mendengarkan kebenaran Firman Tuhan. Saya ingin katakan bahwa dunia di sekitar bersuara dan suara yang dikumandangkan cenderung suara yang negatif, itu sebabnya kita perlu memiliki kemampuan mengenali mana suara dunia dan mana suara Gembala Agung kita. Satu-satunya cara mengenali suara Gembala Agung kita adalah dengan membaca dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan, sehingga kita memiliki kemampuan membedakan suara-suara tersebut. (penulis: @mistermuryadi)

UCAPAN PENGHARAPAN

Bahan renungan:

Markus 5:27-28 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Masih tentang si wanita pendarahan yang menderita selama 12 belas tahun. Saya ingin Anda mengerti penderitaan yang dialami si wanita ini. Setiap hari dia mengalami pendarahan, selama 12 tahun. Siapa di antara Anda yang mengalami masalah setiap hari selama 12 tahun? Jika ada, hari ini ada kabar sukacita untuk Anda.

Setelah 12 tahun mencoba berobat ke tabib, si wanita ini akhirnya memutuskan untuk mendengar berita mengenai YESUS. Saya sangat yakin yang wanita ini dengar adalah kabar tentang YESUS yang menyembuhkan, memulihkan, dan menyelamatkan. Itu sebabnya respons si wanita ini mendekati YESUS.

Yang menarik adalah hal yang diucapkan si wanita ini, setelah mendengar berita tentang YESUS, “Asal kujamah saja jubahNYA, aku akan sembuh.” Ini adalah ucapan pengharapan.

Setelah 12 tahun mencoba berbagai macam cara untuk sembuh, mungkin saja wanita ini putus asa dan kehilangan pengharapan, namun setelah dia mendengar tentang YESUS, harapannya kembali muncul.

Teman, mungkin hari ini Anda kehilangan pengharapan akibat pergumulan yang Anda hadapi selama bertahun-bertahun. Suatu hari TUHAN berbisik lembut di hati saya, DIA mengatakan, “Jika kamu kehilangan pengharapanmu akan sesuatu, datanglah kepadaKU, AKU akan memberikan pengharapan yang baru untukmu.” Saya percaya TUHAN melakukan hal yang sama kepada Anda hari ini.

Hal di atas sekaligus menyatakan bahwa ciri-ciri utama Anda mendengar kabar yang benar mengenai YESUS adalah dari mulut Anda akan keluar kata-kata pengharapan. Alasan saya mengatakan ini karena banyak orang mendengar hal yang salah tentang YESUS. Mereka mendengar berita bahwa YESUS yang mengijinkan sakit penyakit atau mengirimkan binatang pelahap. Jika Anda mendengarkan berita yang salah seperti ini, segera tinggalkan! Satu hal tentang YESUS, DIA adalah KASIH (1 Yohanes 4:8b). KASIH tidak pernah melakukan hal-hal yang buruk atau jahat untuk mendatangkan kebaikan. (penulis: @mistermuryadi)

LAMBAN DALAM HAL MENDENGARKAN

Bahan renungan:

Ibrani 5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.

Teman, ijinkan saya membuat sebuah pernyataan ini: kemampuan Anda mendengarkan berbanding lurus dengan perubahan karakter Anda. Ketika Anda lamban mendengarkan, karakter Anda akan lambat untuk berubah.

Suatu hari ada seseorang bertanya kepada saya, “Firman Tuhan katakan kita perlu meninggalkan pergaulan kita yang buruk, jika demikian apakah saya masih boleh menghadiri reunian teman SMU saya?” Saya menjawab, “Tentu saja boleh, tetapi kamu harus lebih banyak berbicara daripada mendengarkan mereka.”

Saat hamba Tuhan menyampaikan kebenaran Firman Tuhan, beberapa orang memilih kasak kusuk, asik sendiri dengan gadget atau mengobrol dengan orang di sebelahnya. Sedangkan, ketika seorang teman bercerita hal-hal yang buruk, bergosip, mereka mendengarkan dengan sangat khusuk. Dengan pola hidup seperti ini jangan heran jika Anda sering berperilaku negatif dan lambat berubah.

Tahukah Anda ketika Anda sedang berbicara, Anda tidak dapat mendengarkan? Itu sebabnya jika Anda ingin mendengarkan, Anda perlu berhenti berbicara. Teman, Anda perlu memperhatikan kepada apa dan siapa Anda memberikan telinga Anda. Saya percaya hanya ketika Anda memberikan telinga Anda untuk mendengarkan kebenaran, hidup Anda akan diubahkan. (penulis: @mistermuryadi)