APA REAKSI UTAMA ANDA KETIKA MASALAH DATANG?

Bahan renungan:

Mazmur 40:16 Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu tetap berkata: “Tuhan itu besar!”

Suatu hari, saya bangun tidur dengan sakit kepala yang amat sangat. Dengan setengah terpaksa, saya memutuskan tetap pergi bekerja. Sesampainya di kantor, sambil mengeluh, saya menceritakan kepada beberapa rekan di kantor betapa sakit kepala saya, dan betapa sulit saya berkonsentrasi akibat hal tersebut.

(Baca juga: INGATLAH SELALU KARYA SALIB KRISTUS)

Tiga jam setelah jam makan siang, saya menyadari bahwa hampir sepanjang hari saya mengeluh dan tidak sedikit pun terpikir untuk berdoa dan mengusir sakit penyakit tersebut dengan nama Yesus.

Mungkin Anda pernah bereaksi sama seperti saya. Tidak dapat dipungkiri, begitulah kecenderungan reaksi kita ketika masalah datang. Kita mengeluh, menceritakan masalah tersebut kepada orang lain, mencari jawaban internet, dan menghabiskan waktu memikirkan mengapa hal tersebut terjadi. Padahal, jika saja kita meluangkan waktu untuk berdoa dan meminta hikmat kepada Tuhan, kita pasti akan menerima jalan keluar masalah kita lebih cepat.

(Baca juga: HIDUP DALAM KEKUATIRAN ITU MELELAHKAN)

Hari ini saya ingin kita mengerti bahwa hal pertama yang perlu kita cari ketika masalah datang adalah Tuhan dan kebenaran-Nya. Dia adalah Sang Juruselamat kita. Adalah keahlian-Nya untuk menyelamatkan kita dari segala permasalahan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

PENTINGNYA MENGINGAT KEBAIKAN TUHAN

Bahan renungan:

Mazmur 103:2-5 Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.

Memori kita tentang kebaikan Tuhan memegang peranan penting saat kita mengalami masalah. Rasul Petrus mengerti sekali apa dampak dari melupakan kebaikan dan kemurahan Tuhan. Sebentar saja dia melupakan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, dia menyangkal Yesus tiga kali.

(Baca juga: PERTANDINGAN IMAN)

Teman, jangan menyimpan pikiran yang buruk. Seseorang yang saya kenal menyimpan memori ketika ayah ibunya lupa membelikan hadiah ulang tahunnya yang ke-17. Dia membenci orang tuanya karena hal itu, tetapi melupakan betapa banyak kasih sayang yang ayah dan ibunya curahkan selama ini. Juga ada seorang istri menyimpan ingatan ketika suaminya membentak dalam sebuah konflik, dan akibat satu peristiwa itu, dia melupakan pengorbanan yang dilakukan sang suami selama bertahun-tahun.

Seringkali kita melupakan kasih dan kebaikan Tuhan selama bertahun-tahun hanya karena satu masalah baru yang muncul. Jika Tuhan sudah 1000 kali menyelamatkan kita, lalu ada satu masalah baru datang, kira-kira apakah Tuhan akan menyelamatkan kita lagi? Tentu saja

(Baca juga: APA BENAR ORANG-ORANG YAHUDI DICIPTAKAN LEBIH PINTAR?)

Jangan melupakan kebaikan Tuhan, dan kemudian mengeluh atau bersungut-sungut seperti orang yang tidak mengenal Tuhan. Luangkan waktu kita untuk selalu mengingat kebaikan-kebaikan yang Dia pernah lakukan bagi hidup kita. Jika Dia pernah melakukannya, Dia akan melakukannya lagi untuk kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

JIKA ANDA INGIN MENIKMATI HIDUP, PUTUSKANLAH UNTUK BERSUKACITA

Bahan renungan:

Yohanes 15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

Yang dibutuhkan untuk mulai menikmati sesuatu adalah keputusan. Perlu keputusan yang tidak tergesa-gesa untuk menikmati sukacita di tengah segala sesuatu yang kita alami. Seperti halnya kita memutuskan untuk kecewa, kita juga dapat memutuskan untuk bersukacita.

(Baca juga: APAKAH ANDA PERNAH MERASA LEBIH BAIK DARI ORANG LAIN?)

Kita, kadang tergoda untuk mengeluh dan mengatakan bahwa hidup kita tidak bahagia. Ada kalanya kita tidak menikmati kehidupan yang Tuhan anugerahkan. Di saat seperti itu, kita perlu membuat keputusan dan berkata kepada diri sendiri, “Saya memilih untuk bersukacita hari ini dan saya akan menikmati hari yang telah Tuhan jadikan ini.”

Sekalipun Rasul Paulus di penjara, dia tetap dapat menaikkan pujian kepada Tuhan. Sekalipun Daniel dijebloskan ke dalam kadang singa, dia tetap dapat menyembah Tuhan. Jangan melihat situasi hanya dari satu sisi. Lihatlah sisi lainnya dan temukan sukacita di sana.

Elisa dan bujangnya ada di dalam kondisi yang sama, tetapi mereka memiliki dua cara pandang yang berbeda. Bujangnya memandang kepada masalah, akibatnya dia mengalami ketakutan. Sedangkan, Elisa memandang kepada janji Tuhan, akibatnya dia melihat kebaikan Tuhan di tengah situasi mencekam (2 Raja-raja 6:14-17).

(Baca juga: HAL YANG BURUK TIDAK AKAN MENIMPA ORANG PERCAYA)

Jika kita ingin menikmati hidup, kita perlu membuat keputusan untuk bersukacita dan mengabaikan perasaan negatif kita. Dengan demikian, kita dapat melihat hari-hari yang baik yang telah Tuhan sediakan dan menikmatinya, bahkan di tengah situasi-situasi yang menantang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TESTIMONI YOSUA MENGENAI JANJI TUHAN

Bahan renungan:

Yosua 23:14 Maka sekarang, sebentar lagi aku akan menempuh jalan segala yang fana. Sebab itu insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satupun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.

Yosua, seorang bujang yang menggantikan Musa memimpin Bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian. Tentu saja hal tersebut bukan tugas yang mudah. Melewati banyak masalah dan tekanan, baik masalah dari luar, yaitu musuh-musuh, dan dari dalam, yaitu tindak tanduk Bangsa Israel, Yosua akhirnya sampai di Tanah Kanaan dan menguasainya.

(Baca juga: TUHAN SENANG JIKA KITA BERGANTUNG KEPADANYA)

Melihat kisah hidupnya yang sangat berwarna, saya sangat percaya, Yosua mengalami pergumulan lebih besar dari yang kebanyakan kita alami. Namun, satu hal yang pasti, Yosua selalu bergantung kepada Tuhan.

Menjelang akhir hidupnya, Yosua mengatakan bahwa tidak ada satupun dari segala yang baik yang telah Tuhan janjikan kepadanya dan kepada Bangsa Israel yang tidak dipenuhi. Sungguh sebuah pernyataan yang sangat luar biasa. Itu testimoni yang lahir dari seseorang yang berjalan bersama-sama dengan Tuhan, tidak menyerah di tengah tekanan, dan sabar menantikan janji-janji Tuhan.

(Baca juga: ANDA ADALAH MUKJIZAT YANG TUHAN KIRIM UNTUK KELUARGA ANDA)

Sama seperti orang lain, Yosua bisa saja menyerah, dan kemudian mengeluh bahwa Tuhan tidak menepati janji. Namun, Yosua memilih setia sampai akhir. Yosua memilih untuk tetap ada di pihak Tuhan. Tidak peduli apa pun yang dia alami, Yosua tahu sekali bahwa Tuhan yang dia sembah adalah Tuhan yang baik, yang memelihara kehidupannya, dan yang tidak pernah ingkar terhadap janji setia-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

STATUS ANDA ADALAH ANAK RAJA, MEMERINTAHLAH SEPERTI ANAK RAJA

Bahan renungan:

Galatia 4:7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak …

Jika Anda telah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Lahir Baru), Anda perlu terbiasa dengan status Anda yang baru, yaitu sebagai ANAK RAJA di atas segala raja. Ya, Galatia 4:7 mengatakan bahwa Anda bukan lagi hamba, melainkan anak. Dan ini yang luar biasanya menjadi anak Raja, Yohanes 1:12 mengatakan bahwa Tuhan memberikan kuasa yang sama dengan kuasa yang dimiliki-Nya kepada orang-orang yang menjadi anak-Nya. Wow!

(Baca juga: JANGAN BIARKAN MASA LALU ANDA MENCURI MASA DEPAN ANDA)

Itu artinya, jika Tuhan kita berkuasa untuk memerintahkan berkat (Ulangan 28:8), kita pun demikian.

Saya pernah menonton sebuah adegan film seorang raja yang berkeliling desa untuk memperhatikan rakyatnya. Sepanjang sang raja berjalan, semua rakyatnya bersujud, dan setiap kali sang raja memerintahkan sesuatu, semuanya terburu-buru melakukannya. Selang lima tahun kemudian, sang putera mahkota juga berkeliling desa tanpa ditemani sang raja.

Anda tahu bagaimana respons rakyatnya? Sama persis seperti yang mereka lakukan terhadap sang raja. Semua bersujud kepada sang putera mahkota dan setiap kali sang putera mahkota memerintahkan sesuatu, mereka sesegera mungkin melakukannya.

Teman, Anda adalah ANAK RAJA. Garis bawahi ini, jika Tuhan dapat memerintahkan berkat, Anda pun dapat melakukannya. Jika badai, roh jahat, dan sakit penyakit tunduk kepada Tuhan, hal tersebut pun pasti tunduk kepada Anda.

Anda perlu terbiasa dengan status Anda yang baru. Ingat, Anda bukan lagi hamba yang diperintah oleh situasi dan kondisi. Menyerah dan pasrah bukanlah mental seorang anak Raja. Anda adalah ANAK RAJA yang memiliki kuasa untuk memerintahkan sesuatu dan mengubah keadaan.

(Baca juga: DAMPAK PALING MENGERIKAN DARI BERBOHONG)

Berhentilah menggunakan mulut Anda untuk mengucapkan gosip, fitnah, kabar bohong, keluh kesah, sungut-sungut, atau pengasihanan diri. Sebaliknya, mulailah menggunakan mulut Anda layaknya seorang anak raja, yaitu untuk memerintahkan berkat, kesehatan, dan mukjizat. Saya percaya tidak mungkin dari satu mulut yang sama dapat keluar berkat, dan juga kutuk. Anda perlu memilih satu di antara dua hal tersebut. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

INI ALASAN MENGAPA ORANG GILA CENDERUNG JARANG SAKIT

Bahan renungan:

Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah penelitian menarik yang diunggah salah satu teman saya di Facebook. Artikel itu menuliskan beberapa alasan mengapa orang gila yang kita temui di jalan-jalan cenderung jarang sakit. Padahal mereka tidak terurus, makan tidak teratur, dan gaya hidupnya sangat tidak sehat.

(Baca juga: PENTINGNYA MEMILIKI KARAKTER YANG BAIK)

Saya tidak mengatakan semua orang gila sehat. Dalam beberapa penelitian lain, banyak juga orang gila yang terjangkit penyakit berbahaya.

Menurut artikel yang saya baca, berikut beberapa alasannya: orang gila tidak pernah merasa kekurangan, orang gila jarang mengeluh, orang gila cenderung banyak senyum dan tertawa, dan orang gila tidak berpikir aneh-aneh. Terus terang saya tertawa saat membaca artikel itu. Namun, setelah saya pikirkan beberapa saat, ada benarnya juga yang ditulis dalam artikel tersebut.

Terkadang, sebagai orang yang waras, kita sudah mendapatkan makanan lezat di depan mata, tetapi kita mengeluh karena makanannya kurang ini dan itu. Kita sudah memiliki tempat tidur yang nyaman, tetapi masih marah hanya karena warnanya tidak sesuai pesanan. Kita sudah memiliki handphone yang bagus, tetapi masih iri dengan milik orang lain.

Ya, kita sering membebani kepala kita dengan pikiran-pikiran yang tidak perlu. Kita memikirkan hal-hal yang salah, bahkan terkadang kita memikirkan hal-hal yang belum terjadi, seperti ketakutan dan kekuatiran kita terhadap masa depan. Akibatnya kita stres, depresi, dan mulai sakit-sakitan.

Saya pernah bertemu orang yang stres hanya karena tukang cukur langganannya salah menggunting rambutnya. Padahal, rambutnya pasti tumbuh lagi. Juga, ada teman saya yang marah-marah tidak karuan hanya karena kaca spion mobil barunya tergores sepeda motor. Padahal tinggal bawa ke bengkel dan perbaiki.

(Baca juga: BERSYUKUR ADALAH OBAT PALING MUJARAB)

Teman, berhentilah memikirkan yang tidak perlu kita pikirkan. Kalau kita mau takut, takutlah jika kita tidak mengenal Tuhan Yesus dengan benar, takutlah jika kita tidak suka mendengar kebenaran Firman Tuhan, dan takutlah jika kita tidak memiliki hubungan intim dengan Tuhan. Kolose 3:2 mengingatkan supaya kita memikirkan perkara yang di atas, bukan yang di Bumi. Jangan pusing terhadap hal-hal sepele yang tidak perlu dipusingkan. (penulis: @mistermuryadi)

MENGELUH MERUGIKAN HIDUP ANDA

Bahan renungan:

Mazmur 6:6 Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku.

Saya sangat percaya mengeluh bukan sifat alami manusia. Mengeluh adalah sebuah pilihan, keputusan, dan respons yang salah. Alasan saya mengatakan itu, karena di luar sana, banyak orang mengalami masalah yang kita alami, bahkan lebih berat dari yang kita alami, tetapi mereka tidak mengeluh. Malah, beberapa di antara mereka menghadapi masalahnya dengan hati penuh sukacita.

(Baca juga: TIGA HAL YANG IBLIS LAKUKAN TERHADAP HIDUP ANDA)

Mengeluh membuat jiwa kita lesu. Mengeluh mematikan semangat hidup. Hidup di dunia ini sudah berat, jika ditambah lagi dengan keluhan-keluhan yang kita ucapkan, energi kita akan terkuras. Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah Anda, justru menambah masalah.

Mengeluh membuat langkah kaki Anda tersendat. Mengeluh membuat Anda berhenti di tempat, bahkan berjalan mundur. Padahal, seharusnya Anda sudah dapat maju beberapa langkah ke depan. Mengeluh menjauhkan Anda dari jalan keluar.

(Baca juga: MUKJIZAT TUHAN TERJADI SECEPAT ANDA MEMPERCAYAINYA)

Teman, berhentilah mengeluh. Tidak ada keuntungan sama sekali dari mengeluh. Jika Anda sedang mengangkat beban yang berat, angkatlah beban tersebut tanpa disertai keluhan. Ketika hati Anda bersukacita, beban yang berat terasa ringan dan perjalanan yang panjang terasa menyenangkan. Pastikan yang mulut kita ucapkan adalah syukur dan berkat. (penulis: @mistermuryadi)