TUHAN TIDAK MISTERIUS BAGI KITA YANG MENGENALNYA

Bahan renungan:

Yohanes 15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Banyak orang mengatakan bahwa Tuhan bekerja dengan cara yang misterius. Namun, jika kita membaca ayat di atas, kita tahu bahwa Tuhan bukanlah pribadi yang misterius bagi orang-orang yang mengenal-Nya. Tentu saja kita akan menganggap Tuhan misterius jika kita tidak mengenal-Nya.

(Baca juga: TUHAN MEMBENCI DOSA, TETAPI MENGASIHI PENDOSA)

Jika kita memiliki sahabat yang selalu bersama selama 15 tahun, maka kita dapat mengetahui sifat, kebiasaan, dan apa yang menjadi keinginannya. Bahkan, seseorang yang sangat dekat dengan sahabatnya dapat mengetahui kondisi, keputusan, atau pilihan sang sahabat hanya dari gerak tubuh saja.

Hal yang sama dengan hubungan kita dan Tuhan. Kalau kita mengenal Tuhan, kita akan tahu sifat, kebiasaan, rencana yang akan dilakukan, dan apa yang menjadi keinginan-Nya. Satu-satunya cara agar kita dapat mengenal adalah melalui membaca dan merenungkan Firman-Nya.

Beberapa orang bertanya kepada Tuhan dalam doa mereka, “Tuhan, mengapa Engkau mengijinkan sakit penyakit ini datang ke dalam hidup saya?” “Tuhan, mengapa Engkau membiarkan kecelakaan itu merenggut nyawa anak saya?” Harus saya katakan bahwa pertanyaan-pertanyaan di atas datang dari orang yang tidak mengenal Tuhan.

(Baca juga: LIMA KISAH KESEMBUHAN BAGI ANDA YANG SEDANG TERBARING SAKIT)

Kalau kita mengenal Tuhan, kita tidak mungkin mempertanyakan Tuhan akan hal-hal buruk yang terjadi di dalam hidup kita. Kita tidak akan meragukan kasih-Nya yang besar atas kita. Firman Tuhan dalam 1 Petrus 2:24 jelas mengatakan bahwa justru Dia menyembuhkan sakit penyakit kita dan Yeremia 29:11 jelas menuliskan bahwa rancangan-Nya bukanlah rancangan kecelakaan, melainkan rancangan damai sejahtera. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

INILAH TUJUAN UTAMA YESUS DATANG KE DUNIA

Bahan renungan:

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Yesus memiliki banyak tujuan datang ke dunia, seperti menggenapi Hukum Taurat dan nubuatan para nabi, menyiarkan kabar baik kepada orang miskin, menyatakan kasih Bapa, menebus dosa, menyelamatkan manusia, menanggung kutuk, dan lain sebagainya. Namun, itu semua bukan tujuan utama Yesus. Dua ayat di atas menunjukkan tujuan utama Yesus datang ke dunia ini, yaitu mengembalikan hubungan antara manusia dengan Bapa.

(Baca juga: DIA BUKAN TUHAN YANG JAUH DAN SULIT DITEMUI)

Kehidupan kekal yang dimaksud oleh Yohanes 3:16 seringkali diterjemahkan sebagai janji masuk Sorga. Padahal, jika dilihat dari penjelasan Yesus dalam Yohanes 17:3, kehidupan kekal yang dimaksud Rasul Yohanes adalah tentang mengenal Bapa dan Yesus.

Dosa telah menjadi “pihak ketiga” dalam hubungan antara Tuhan dan manusia. Dosa telah memikat, menipu, dan menjebak manusia, membuat manusia pergi menjauh dari Tuhan, dan akibatnya, manusia menderita. Dosa telah merasuk dan merusak sedemikian rupa hati dan pikiran manusia. Itu sebabnya, Yesus datang, lahir dan mati menebus dosa di kayu salib, agar manusia dapat kembali intim dengan Sang Pencipta dan berucap, “Ya Abba, ya Bapa” kapan saja dan di mana saja.

Kita tidak diciptakan untuk hidup jauh dari Tuhan. Kita diciptakan untuk ada di dekat-Nya, karena kita berasal dari-Nya dan merupakan kepunyaan-Nya.

(Baca juga: JANJI TUHAN MANIS LEBIH MANIS DARI MADU)

Saya yakin, orang yang percaya kepada Yesus adalah orang yang sadar bahwa pengenalan Tuhan dan kebenaran-Nya jauh lebih berharga dan lebih menarik dari dosa. Waktu-waktu yang mereka miliki untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, juga memuji dan menyembah-Nya, adalah waktu-waktu terbaik, bukan waktu sisa. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

DIA BUKAN TUHAN YANG JAUH DAN SULIT DITEMUI

Bahan renungan:

Matius 17:7 Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: “Berdirilah, jangan takut!”

Yesus datang ke dunia ketika dunia berdosa. Yesus menghampiri wanita Samaria yang kekurangan kasih. Yesus mendatangi Zakheus, sang pemungut cukai yang dibenci oleh Bangsa Israel. Yesus duduk makan di rumah seorang Farisi. Yesus menantikan langkah si wanita pendarahan dan membiarkannya menjamah jubah-Nya.

(Baca juga: ANDA SANGAT PENTING DI MATA TUHAN)

Yesus bukan Tuhan yang jauh dan sulit untuk ditemui. Dia adalah Tuhan yang rindu untuk memulihkan dan menyelamatkan kita. Dia datang ke dunia, menyatakan diri dan kasih-Nya. Yeremia 29:12-13 mengatakan, “Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku.”

(Baca juga: BERHENTI MEMIKIRKAN YANG TIDAK PERLU DIPIKIRKAN)

Dia dekat. Dia hanya sejauh kita mau meluangkan waktu untuk duduk diam, membaca, dan merenungkan kebenaran-Nya. Dia rindu untuk bersekutu dengan setiap kita. Dia rindu untuk menuntun kita ke tempat yang jauh lebih baik. Dia ingin dekat dengan kita. Dia ingin menyatakan kasih dan kebesaran-Nya kepada kita. Dia ingin dekat dengan kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

DAMAI SEJAHTERA TUHAN VERSUS DAMAI SEJAHTERA DUNIA

Bahan renungan:

Yohanes 14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Berdasarkan ayat di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa ada jenis damai sejahtera yang dapat kita terima. Yang pertama adalah damai sejahtera dari Tuhan, yang merupakan damai sejahtera yang asli.  Yang kedua adalah damai sejahtera dari dunia, yang merupakan damai sejahtera palsu. Yesus mengatakan bahwa damai sejahtera yang berasal dari-Nya tidak sama dengan apa yang dunia berikan.

(Baca juga: JIKA TUHAN MENCIPTAKAN KITA HEBAT, APAKAH KITA MASIH PERLU BELAJAR?)

Dunia mengajarkan damai sejahtera yang bergantung pada situasi dan kondisi. Damai sejahtera tersebut hanya dapat muncul ketika hidup kita sedang tidak ada masalah, bisnis kita sedang berkembang, dan segala sesuatunya berjalan seperti yang kita harapkan. Damai sejahtera yang dunia berikan hanya bersifat sementara, dan naik turun seiring dengan situasi dan kondisi yang kita hadapi.

Contohnya adalah orang-orang yang damai sejahteranya ditentukan oleh jumlah uang di rekening. Ketika uang sedang melimpah, dapat tersenyum lebar, penuh ketenangan, dan kebahagiaan, tetapi ketika uang mulai menipis, sikapnya berubah menjadi ketakutan, kuatir, dan penuh amarah.

Damai sejahtera yang Yesus berikan tidak seperti itu. Damai sejahtera dari Yesus dapat membuat kita tersenyum dan menari sekalipun ada badai. Damai sejahtera tersebut lahir dari kebenaran yang kita percayai, bukan dari situasi dan kondisi yang kita alami. Yesaya 32:17 mengatakan, “Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.”

Untuk mendapatkan damai sejahtera yang benar, kita perlu meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan kebenaran, serta mempercayai janji Tuhan. Kita perlu mengenal kebenaran. Rasul Petrus menulis dalam 2 Petrus 1:2 demikian,  “Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.”

(Baca juga: SELESAIKAN PERTANDINGAN HIDUP ANDA!)

Hanya ketika kita mengetahui kebenaran janji Tuhan dan mempercayainya, kita dapat memiliki damai sejahtera yang sejati. Hal serupa dialami oleh Sadrakh, Mesakh, dan Abednego ketika mereka hendak dilemparkan ke perapian (Daniel 3:12-30). Hanya orang-orang yang mengenal Tuhan dan percaya kepada janji-Nya yang berani menentang penguasa lalim dengan mengatakan, “Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

PERHATIKAN SUMBER NASIHAT ANDA

Bahan renungan:

Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Menurut Firman Tuhan di atas, perbedaan antara orang benar dan orang fasik terletak pada sumber nasihat yang mereka dapatkan.

(Baca juga: PEMAHAMAN MEMBERI MENURUT PERJANJIAN BARU)

Tidak semua nasihat yang Anda dengar itu baik. Anda perlu selektif memilihnya. Banyak orang yang saya kenal, hidupnya berakhir buruk hanya karena mereka mendengarkan nasihat dari orang yang salah.

Saya berikan contoh. Ketika Anda disakiti seseorang, sahabat yang sudah mengenal Anda belasan tahun mungkin saja memberi nasihat untuk membalas atau mungkin menjauhi orang yang menyakiti Anda. Nasihat ini terdengar cukup masuk akal, tetapi pada kenyataannya, jauh dari kebenaran Firman Tuhan. Firman Tuhan dalam Lukas 6:27 mengatakan, “Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.”

Jadi, mana yang harus Anda ikuti, nasihat Firman Tuhan atau nasihat dari sahabat yang sangat mengenal saya? Ijinkan saya bertanya terlebih dahulu, “Hasil akhir seperti apa yang Anda inginkan?” Jika Anda ingin hasil akhir seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, yang tidak layu daunnya, dan apa saja yang diperbuatnya berhasil, Anda perlu mengikuti nasihat yang berdasarkan kebenaran Firman Tuhan.

(Baca juga: CARA MEMILIKI PIKIRAN YANG POSITIF)

Teman, Anda perlu mengenali sumber nasihat Anda, karena sumber nasihat yang salah dapat membawa Anda kepada kehidupan yang salah. Setiap kali Anda mendengar sebuah nasihat atau masukan, pastikan nasihat tersebut sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Untuk mudahnya, dengarkanlah nasihat hanya dari orang yang mengenal Tuhan dan menghidupi nilai-nilai Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

DUA CARA MENGECEK PERTUMBUHAN KITA DI DALAM KRISTUS

Bahan renungan:

2 Petrus 1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.

Saya yakin Anda setuju dengan saya bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus perlu semakin bertumbuh di dalam Yesus. Kita perlu semakin mengenal, percaya, dan bergantung kepada-Nya.

(Baca juga: JANGAN TAKUT MENDEKLARASIKAN IMAN KITA)

Namun, bagaimana cara mengenalinya? Bagaimana cara kita mengetahui apakah selama ini kita semakin bertumbuh atau tidak?

Setidaknya ada dua cara yang dapat saya berikan untuk membantu mengenali pertumbuhan diri kita.

Cara pertama, perhatikan masalah-masalah yang kita hadapi. Jika kita masih menghadapi masalah yang sama dengan lima tahun lalu, artinya kita tidak sedang bergerak naik. Kita tidak sedang semakin percaya kepada Tuhan.

Saya berikan contoh. Misalnya, lima tahun lalu pergumulan kita adalah takut dan kuatir untuk memberikan persembahan dan persepuluhan. Lalu, setelah lima tahun, masalah kita masih sama. Padahal, kita sudah bekerja, memiliki gaji lebih besar, mengalami banyak pertolongan Tuhan, tetapi kita tetap masih takut dan kuatir memberikan persembahan dan persepuluhan. Saya dapat pastikan kita tidak sedang bertumbuh di dalam pengenalan akan Kristus.

Begitu halnya jika selama lima tahun kita selalu bingung memutuskan antara pergi ke gereja atau tidak. Saya dapat pastikan kondisi tersebut menunjukkan kita tidak sedang bertumbuh di dalam Kristus.

Cara kedua, cek yang semakin mendominasi hati dan pikiran kita itu ketakutan dan kekuatiran, atau kasih karunia dan damai sejahtera.

Orang yang semakin bertumbuh di dalam Kristus semestinya semakin memancarkan damai sejahtera, sukacita, ketenangan, dan kekuatan dari dalam hidupnya. Amsal 4:18 mengatakan jalan hidup orang benar seperti cahaya fajar, yang semakin hari semakin bertambah terang.

Saya tidak mengatakan hal di atas untuk membuat Anda merasa tertuduh, melainkan supaya Anda tahu kondisi Anda saat ini, sehingga Anda dapat memperbaiki yang salah, dan kembali mendekat kepada Tuhan.

Solusi dari hidup kita yang berantakan, pernikahan yang bermasalah, bisnis yang sepi, keluarga yang tidak bahagia hanyalah Kristus, tidak ada jalan lain. Dan, satu-satunya cara untuk semakin mengenal Kristus adalah melalui membaca dan merenungkan Firman-Nya setiap hari.

(Baca juga: INI KATA ALKITAB TENTANG PENYAKIT YANG TIDAK ADA OBATNYA)

Lingkupi diri kita dan isi waktu-waktu kita dengan hal-hal yang berhubungan dengan kebenaran Firman Tuhan, entah itu melalui membaca website seperti hagahtoday.com, buku-buku rohani, menonton video atau rekaman khotbah di Youtube, tulisan-tulisan yang membangun di Instagram atau Facebook, atau cara lain yang menurut kita efektif. Yang pasti, kita perlu semakin bertumbuh di dalam pengenalan akan Kristus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MEMBERI ADALAH MASALAH PERCAYA ATAU TIDAK KEPADA TUHAN

Bahan renungan:

1 Petrus 5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Memberi adalah masalah kita percaya atau tidak kepada Tuhan, bukan masalah kita memiliki uang atau tidak. Faktanya, si janda miskin berani memberi dari kekurangannya, yaitu seluruh nafkahnya (Lukas 21:1-4). Sebaliknya, ada orang yang memiliki uang jauh lebih banyak dari si janda miskin di atas, tetapi takut memberi.

(Baca juga: BERISTIRAHATLAH SEJENAK DARI KESIBUKAN ANDA)

Saya berikan ilustrasi. Anggaplah ada seorang kaya, misalnya Bill Gates, yang sangat dekat dengan Anda dan dia berjanji untuk selalu menyediakan uang pada saat Anda membutuhkannya. Saya yakin Anda tidak akan takut sedikit pun untuk memberi persembahan atau persepuluhan. Bahkan, kemungkinan besar Anda akan memberi jauh lebih banyak dari biasanya.

Permasalahannya adalah yang menjamin untuk memelihara Anda adalah Tuhan yang tidak kelihatan, bukan Bill Gates yang kelihatan. Kebanyakan orang cenderung lebih mudah memercayai jika yang memberi jaminan dapat dilihat dan disentuh, seperti saudara, rekan bisnis, bos, pinjaman bank, atau sahabat.

Jika Anda tidak terlalu mengenal Tuhan dan memilih lebih memercayai yang kelihatan, sudah pasti Anda akan kesulitan untuk percaya kepada janji Tuhan. Akibatnya, Anda takut dan kuatir. Matius 6:32 dengan sangat jelas mengatakan bahwa orang yang kuatir adalah orang yang tidak mengenal Tuhan, atau dengan kata lain, tidak percaya kepada Tuhan.

Hari ini saya ingin Anda tahu sesuatu mengenai Tuhan. Tuhan yang menjamin masa depan Anda indah dan penuh harapan adalah Tuhan yang menciptakan Bill Gates dan semua orang kaya yang ada di dunia. Tuhan yang berjanji untuk memelihara Anda adalah Tuhan yang menciptakan dan memiliki alam semesta. Tuhan yang menjaga Anda adalah Tuhan yang merelakan Anak-Nya yang tunggal demi menebus dan menyelamatkan Anda.

(Baca juga: MENJADI ORANG YANG LEMBUT TIDAK BERARTI LEMAH)

Jika Anda mengenal Tuhan yang Alkitab maksud di atas, Anda tidak akan pernah takut atau kuatir soal uang dan memberi. Justru Anda bergairah, karena Anda percaya bahwa janji-Nya mengenai pelipatgandaan, pemeliharaan, penjagaan, dan masa depan Anda tidak akan gagal. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.