PENTINGNYA MENGINGAT KEBAIKAN TUHAN

Bahan renungan:

Mazmur 103:2-5 Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.

Memori kita tentang kebaikan Tuhan memegang peranan penting saat kita mengalami masalah. Rasul Petrus mengerti sekali apa dampak dari melupakan kebaikan dan kemurahan Tuhan. Sebentar saja dia melupakan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, dia menyangkal Yesus tiga kali.

(Baca juga: PERTANDINGAN IMAN)

Teman, jangan menyimpan pikiran yang buruk. Seseorang yang saya kenal menyimpan memori ketika ayah ibunya lupa membelikan hadiah ulang tahunnya yang ke-17. Dia membenci orang tuanya karena hal itu, tetapi melupakan betapa banyak kasih sayang yang ayah dan ibunya curahkan selama ini. Juga ada seorang istri menyimpan ingatan ketika suaminya membentak dalam sebuah konflik, dan akibat satu peristiwa itu, dia melupakan pengorbanan yang dilakukan sang suami selama bertahun-tahun.

Seringkali kita melupakan kasih dan kebaikan Tuhan selama bertahun-tahun hanya karena satu masalah baru yang muncul. Jika Tuhan sudah 1000 kali menyelamatkan kita, lalu ada satu masalah baru datang, kira-kira apakah Tuhan akan menyelamatkan kita lagi? Tentu saja

(Baca juga: APA BENAR ORANG-ORANG YAHUDI DICIPTAKAN LEBIH PINTAR?)

Jangan melupakan kebaikan Tuhan, dan kemudian mengeluh atau bersungut-sungut seperti orang yang tidak mengenal Tuhan. Luangkan waktu kita untuk selalu mengingat kebaikan-kebaikan yang Dia pernah lakukan bagi hidup kita. Jika Dia pernah melakukannya, Dia akan melakukannya lagi untuk kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

BERDOALAH, DENGARKAN TUHAN BERBICARA KEPADA KITA

Bahan renungan:

1 Petrus 4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

Kehidupan doa seseorang berbicara banyak mengenai kehidupan orang tersebut. Doa bukan hanya cara untuk meminta, memohon, atau mengucapkan keluh kesah kita kepada Tuhan. Doa menunjukkan bahwa kita membutuhkan Tuhan di dalam hidup kita, mengandalkan Tuhan dalam situasi yang kita hadapi, dan percaya ada kekuatan yang lebih besar dari diri kita sendiri.

(Baca juga: FIRMAN TUHAN ADALAH SUMBER NASEHAT TERBAIK)

Kita perlu berdoa. Doa tidak selalu kita yang mengucapkan sesuatu dari mulut kita, tetapi terkadang saat berdoa, kita perlu duduk diam mendengarkan suara Tuhan. Membuka hati kita untuk sesuatu yang Tuhan ingin sampaikan.

Dalam banyak kesempatan, saya sering berdoa hanya dengan menaikkan syukur, mengucapkan betapa baiknya Tuhan di dalam hidup saya. Saya bersyukur untuk kehidupan yang telah Dia anugerahkan dan bersyukur untuk segala hal yang baik yang telah Dia kerjakan di dalam hidup saya. Atau, saya hanya duduk diam dengan mata terpejam, tidak mengucapkan sepatah kata pun, selain mengingat kebaikan Tuhan.

Sekali lagi, kita perlu berdoa. Kita perlu bersandar pada Tuhan dan kebenaran-Nya. Kita perlu memiliki waktu-waktu pribadi bersama Tuhan. Kita perlu mengabaikan smartphone, social media, dan segala kesibukan kita sejenak, untuk mendengarkan apa kehendak Tuhan di dalam hidup kita.

(Baca juga: TIGA HAL YANG IBLIS LAKUKAN TERHADAP HIDUP ANDA)

Saya percaya, Tuhan senantiasa berbicara kepada kita, menyatakan hal-hal yang meneguhkan dan menuntun kita untuk terus maju dan naik, itu sebabnya kita perlu meluangkan waktu untuk mendengarkan-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

KEKUATAN SEBUAH KENANGAN INDAH

Bahan renungan:

Keluaran 13:8 Pada hari itu harus kauberitahukan kepada anakmu laki-laki: Ibadah ini adalah karena mengingat apa yang dibuat TUHAN kepadaku pada waktu aku keluar dari Mesir.

Ada sepasang suami istri, sebut saja Bob dan Jane, yang baru menikah. Dalam perjalanan bulan madu, mereka mengalami sebuah kecelakaan yang mengakibatkan Jane kehilangan ingatan tentang segala sesuatu yang terjadi selama satu tahun terakhir.

(Baca juga: JANGAN MELUPAKAN KASIH SETIA TUHAN)

Satu tahun terakhir adalah masa Bob dan Jane bertemu, lalu memutuskan untuk berpacaran, hingga akhirnya mereka menikah. Singkat cerita, Bob berusaha mengembalikan ingatan Jane dengan cara mengajaknya ke tempat-tempat mereka biasa menghabiskan waktu bersama. Pihak keluarga pun berusaha meyakinkan bahwa Jane pernah sangat mencintai Bob, sambil menunjukkan foto-foto pernikahan mereka.

Berbagai cara telah dilakukan, tetapi Jane tetap tidak mengingat kalau dia pernah mencintai Bob. Jane kehilangan seluruh memorinya bersama Bob. Hal tersebut mengakibat Jane kehilangan cintanya terhadap Bob. Akhirnya, mereka pun memutuskan untuk berpisah.

Menyambung renungan kemarin, hari ini, saya ingin kita menyadari pentingnya mengingat kenangan indah akan kebaikan Tuhan. Sama seperti kisah di atas, jika saja Jane dapat mengingat kenangan indah yang pernah dia lalui bersama Bob, perasaan cinta itu pasti akan muncul kembali.

(Baca juga: APA YANG ABRAHAM PIKIRKAN SAAT MEMPERSEMBAHKAN ISHAK?)

Di saat kita mengalami sesuatu yang sulit dan tidak mengenakan, berdiamlah sejenak, ingatlah kembali kenangan-kenangan indah kita bersama Tuhan. Sementara kita memejamkan mata mengingat kebaikan Tuhan, hati kita akan kembali diteguhkan, ketakutan akan mulai menyingkir, dan jiwa kita akan kembali menemukan damai sejahtera dan sukacita. (penulis: @mistermuryadi)

BANYAK ALASAN UNTUK BERSYUKUR KEPADA TUHAN

Bahan renungan:

Mazmur 136:1 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNYA.

Ketika saya membaca seluruh Mazmur 136 saya bisa membayangkan Bangsa Israel berkumpul, saling bergandengan tangan, menari, dan menyanyi saling berbalasan untuk mengingat kebaikan Tuhan.

“Dengan tangan yang kuat dan dengan lengan yang teracung! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.”

” Kepada Dia yang memimpin umatNya melalui padang gurun! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”

“Dia yang memberikan roti kepada segala makhluk; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.”

Teman, saya hanya ingin mengatakan ada begitu banyak alasan bagi kita untuk bersyukur. Berhenti melihat segala sesuatu dari “kacamata” yang negatif yang akan membuat Anda stres, depresi, dan pesimis. Lihatlah kasih setia Tuhan di dalam hidup Anda dan bersyukurlah.

(Baca juga: Mengingat Kasih Tuhan)

Saya sering melakukan ini. Memutar musik, lalu bernyanyi, dan menari di ruang tamu rumah saya. Ya, saya memiliki masalah dan tekanan yang sama dengan Anda. Namun saya tidak mau membiarkan masalah-masalah tersebut mengambil sukacita dan damai di dalam hati saya. Saya tahu bahwa Tuhan memberikan saya kekuatan untuk menanggung segala sesuatu. Saya percaya Tuhan melakukan hal yang sama untuk Anda.

Teman, bersyukurlah. Lupakan sejenak masalah Anda yang besar, hari ini ingatlah bahwa Anda memiliki Tuhan yang besar. Ayo, bersyukurlah bersama dengan saya! Lupakan sejenak masalah keuangan, masalah keluarga, masalah pribadi, atau pun masalah hari esok Anda.

Saya percaya ada alasan mengapa Firman Tuhan katakan hati yang gembira adalah obat. Mari teman, bergembiralah hari ini! Di gereja, berikan respons ketika sang pemimpin pujian mengajak Anda mengangkat tangan, menari, atau melompat. Ya, bersukacitalah sebab Tuhan kita hebat dan besar. Bersukacitalah karena Tuhan sangat mengasihi Anda. (penulis: @mistermuryadi)

TIDAK ADA YANG KEBETULAN UNTUK SEMUA YANG BAIK

Bahan renungan:

Yohanes 12:28-29 Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Maka terdengarlah suara dari sorga: “Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!” Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: “Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia.”

Tahukah Anda tidak ada baik terjadi kebetulan di dalam hidup Anda? Semua yang baik di dalam hidup kita terjadi karena TUHAN merencanakannya untuk kita. Jika hari ini Anda mengalami sebuah mukjizat, pertolongan, jalan keluar, atau apa pun yang membawa damai dan sukacita bagi Anda, saya ingin katakan bahwa TUHAN yang memberikan hal tersebut bagi Anda, karena DIA begitu mengasihi Anda.

Saya memiliki seorang teman yang bersama-sama dengan saya menerima YESUS sebagai TUHAN dan Juruselamat sekitar 17 tahun yang lalu. Kami mengalami begitu banyak hal supranatural bersama-sama. Mulai dari teman-teman kami yang bertobat, keluarga kami dipulihkan, melayani banyak persekutuan, dan melihat banyak anak-anak muda diselamatkan.

Tetapi setelah 10 tahun berlalu dan saya bertemu kembali dengannya, kondisi hidupnya sudah sangat berubah. Teman saya sudah pindah keyakinan dan mengatakan bahwa pada dasarnya semua agama sama. Dia juga mengatakan bahwa hal-hal luar biasa yang dulu kami alami hanyalah sebuah emosi belaka dan hanya kebetulan. Hati saya hancur mendengarnya.

Teman, seperti peristiwa dalam ayat renungan kita di atas. Semua orang mendengar suara dari Sorga dan mereka katakan bahwa itu adalah bunyi guntur. Jika Anda tidak melewati hari-hari Anda dengan mengingat apa yang baik dari TUHAN, suatu saat nanti Anda tidak sadar sudah melupakan semua kebaikan TUHAN dan mengatakan semuanya itu hanyalah kebetulan.

Luangkan waktu sejenak, setiap hari, untuk mengingat apa yang baik yang TUHAN sudah kerjakan di dalam hidup kita. Hingga berpuluh-puluh tahun dari sekarang, bahkan sampai kita menutup mata, kita akan terus mengingat bahwa DIA adalah TUHAN yang menggendong kita, yang menuntun kita setiap hari ke padang yang berumput hijau, dan membawa kita dari satu kemenangan kepada kemenangan yang lebih besar. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)