TUHAN TIDAK LAGI MENGHUKUM ORANG BERDOSA

Bahan renungan:

Roma 8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Salah satu sifat dosa yang paling mengerikan adalah membuat kita ingin dihukum. Contohnya, pada saat seseorang menyembunyikan dosa dan suatu kali dosa tersebut ketahuan, orang itu cenderung akan berkata dalam hati, “Duh, kira-kira saya akan dijatuhi hukuman apa?”

(Baca juga: JANGAN GENGSI UNTUK MINTA TOLONG)

Teman, saya ingin mengatakan bahwa segala dosa kita, yang dulu, sekarang, dan yang bahkan belum kita lakukan, sudah sepenuhnya ditanggung oleh Yesus 2000 tahun lalu. Yesus sudah membayar lunas hutang dosa kita. Itu berarti, Tuhan tidak akan menghukum kita lagi. Sungguh sebuah fakta yang mengejutkan, tetapi itulah kebenaran yang Firman Tuhan katakan.

Dalam Ibrani 10:14 ditegaskan, “Sebab oleh satu korban saja, Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.” Dosa kita sudah dihapuskan sepenuhnya. Darah Yesus telah menyempurnakan kita untuk selama-lamanya. Tuhan tidak lagi marah dan menghukum kita. Sebaliknya, Dia sangat mengasihi kita.

Tidak peduli seberapa dalam kita terjatuh atau seberapa jauh kita meninggalkan-Nya, kasih-Nya yang besar selalu mencari kita.

“Apakah ini berarti kita bebas berbuat dosa?” Tentu saja tidak. Sekalipun Tuhan tidak lagi menghukum orang percaya, berbuat dosa tetap memberi celah bagi iblis untuk merusak hidup kita. Yohanes 10:10 mengatakan, bahwa pencuri datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Sangat bodoh jika kita menyerahkan hidup kita kepada dosa, karena dosa akan menghancurkan hidup kita.

Saya ingin kita menyadari bahwa Tuhan adalah kasih. Hal pertama yang kita temui ketika bertemu dengan Pribadi-Nya adalah kasih-Nya. Tuhan bukanlah Pribadi yang datang dengan jari yang teracung. Dia selalu datang dengan tangan terbuka yang memeluk kita.

(Baca juga: HENDAKLAH KITA MURAH HATI, SEPERTI BAPA SORGAWI)

Ketika kita jatuh di dalam dosa, Tuhan tidak akan menjauhi atau menghukum kita, justru Dia akan mendekat dan mengangkat hidup kita. Bagian kita adalah membuka diri terhadap Tuhan dan kebenaran-Nya, sehingga kita dapat dipulihkan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

SEANDAINYA TUHAN YANG MENJADI SUTRADARA ATAS HIDUP ANDA

Bahan renungan:

1 Timotius 1:12-13 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku–aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.

Saya percaya, tidak ada seorang pun diciptakan jahat di dunia ini. Tuhan menciptakan Anda serupa dan segambar dengan-Nya. Tuhan menciptakan Anda untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan besar, dan untuk memancarkan kemuliaan-Nya.

(Baca juga: KEPADA SIAPA ANDA MEMERCAYAKAN HIDUP ANDA?)

Kejahatan terjadi karena di satu titik hidup Anda, Anda memberikan kendali hidup Anda kepada “sutradara” yang salah. Anda membiarkan diri Anda larut dengan hal-hal yang negatif, sehingga terbentuklah karakter yang buruk dan perilaku yang jahat di dalam hidup Anda.

Mungkin beberapa di antara Anda mengira bahwa hidup Anda sudah selesai karena kejahatan yang Anda lakukan. Tidak ada lagi hal positif yang tersisa. Anda merasa, semakin Anda berusaha hidup baik dan benar, tantangan yang datang semakin besar, dan hal tersebut membuat kondisi Anda lebih buruk dari sebelumnya.

Hari ini saya membawa kabar gembira. Saya ingin meyakinkan Anda bahwa Tuhan sanggup memulihkan hidup jika Anda membiarkan Dia menjadi “sutradara” atas hidup Anda.

Saya ingin memberikan Anda sebuah fakta mengenai karakter dan perilaku jahat. Anggaplah, kejahatan atau keburukan yang Anda lakukan adalah mencuri, keras kepala, pemarah, pencemburu, dan pembohong. Tahukah Anda bahwa ada sisi terang dari karakter dan perilaku jahat tersebut?

Jika seorang pencuri menyerahkan dirinya diubah oleh Kristus, saya percaya dia akan menjadi orang yang kreatif. Seorang yang keras kepala dapat menjadi orang yang gigih. Seorang pemarah dapat menjadi seorang yang tegas. Seorang pencemburu dapat menjadi seorang yang penuh perhatian. Seorang pembohong dapat menjadi seorang penginjil yang kreatif.

Jika para pencuri, pembohong, pemarah, dan pencemburu bergabung di sebuah gereja, dan kemudian mereka diubahkan oleh Kristus, saya percaya mereka akan menjadi orang-orang yang membawa perubahan besar bagi Kerajaan Sorga.

(Baca juga: ABRAHAM KELUAR DARI ZONA NYAMAN KE TEMPAT YANG LEBIH NYAMAN)

Saya tidak tahu karakter atau perilaku buruk yang Anda miliki. Yang saya tahu jika Anda memberikan diri kepada Kristus, membiarkan Dia memegang kendali atas hidup Anda, seluruh kehidupan Anda dapat diubahkan untuk suatu tujuan yang jauh lebih besar dari yang pernah Anda pikirkan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TUHAN MENGUBAH HIDUP MANTAN PEDAGANG NARKOBA CILIK

Pencariannya terhadap kebaikan Tuhan belum berakhir karena kasih-Nya selalu baru tiap hari. Namun, pencariannya akan “siapa Tuhan” menemukan titik terang saat hidupnya ada di cabang jalan: antara hidup atau mati.

Akrab Narkoba
Namanya Sambang Satria (Instagram @satriasambang). Akrabnya, Sam. Teman-teman di gerejanya yang lebih junior memanggilnya Bang Sam. Sambang tidak tahu asal usul namanya. Saya mencari tahu sendiri lewat internet, dan muncul definisi yang menarik. Arti nama Sambang adalah kunjungan atau berjaga. Untuk nama keduanya, saya rasa semua orang Indonesia mengenal baik artinya: pahlawan. Singkat kata, Sambang Satria adalah sebuah nama yang gagah.

Namun, 10 tahun lalu dan jauh sebelumnya, Sam hanyalah seorang bulan-bulanan kehidupan. Dari pasangan junkies, 16 Desember 1992, Sam lahir dengan bawaan kelainan fisik yang cukup serius: katup jantungnya tidak menutup buka sempurna. “Awalnya, ayah saya bukan seorang ‘pemakai’. Ibulah yang drug addict. Ayah punya pekerjaan yang bagus waktu itu, tapi mereka kemudian pisah. Kakak ikut ibu yang kuliah lagi di Jakarta, saya dibawa ke Bali, lalu Malang. Itu terjadi waktu saya baru berusia dua tahun,” Sam mengenang masa kecilnya dengan mata yang menerawang. Tidak ada raut duka di wajahnya. Sesekali ia membuang pandangannya ke samping. Mungkin, di situ dia menaruh masa lalunya.

Sam melanjutkan kisah masa kecilnya, “Awalnya ayah menyambi jadi pengedar. Mungkin karena uang yang didapat cepat dan besar, akhirnya dia full-time di situ. Ayah tahu banget seluk beluk mendapatkan drugs, karena kan dia tahu gimana ibu mendapatkannya. Tapi seperti pepatah bilang, Menepuk Air di Dulang, Terpecik Muka Sendiri, ayah akhirnya ‘make’ juga. Tumbuh bersama pemakai dan pengedar membuat saya akrab dengan dunia tersebut sedari kecil. Kalau boleh dibilang, di usia sekecil itu, sadar atau enggak, saya sudah menjadi membantu ayah menjualkan. Ada yang ditaruh di kantong baju saya lah, tas saya lah, pokoknya, saya kerap ikut ayah melakukan ‘transaksi’.

Di usia tujuh tahun, ibu meninggal dunia karena komplikasi penyakitnya dengan overdosis drugs yang dipakainya. Karena sudah berpisah cukup lama dengan beliau, saya sama sekali enggak merasa sedih atau gimana gitu melihat ibu terakhir kali. Yang saya mengerti dan sadar di usia itu adalah saya sudah tidak punya ibu. Ibu meninggal. Tapi belum ada perasaan kehilangan atau apalah. Pulang menguburkan ibu, saya ikut balik ke Malang bareng ayah, melanjutkan hidup. Jualan narkoba.”

Narkoba menjadi penulis hidup Sam kecil. Sewaktu ayahnya masuk penjara, bukannya was-was atau berhenti, Sam menjadi kurir narkoba dan membawanya ke penjara. Di balik jeruji besi, roda bisnis narkoba ayahnya terus berputar, meski lambat, berkat Sam. Sam kecil bangga karena dia sudah membantu ayahnya. Di luar, Sam yang baru duduk di bangku kelas lima SD bekerja sebagai pencuci piring dengan upah yang cukup memberi makan. Sedangkan untuk tidur, ia berganti-ganti rumah rumah teman ayahnya. Kehidupan bagai nomad ini jelas tidak berdampak positif bagi prestasi akademik Sam. “Yah, asal bisa sekolah waktu itu,” ceplos Sam polos. “Tapi saya merasa yakin waktu itu, kalau kehidupan saya tidak akan sesulit ini,” nada suaranya terdengar mantap.

Yatim Piatu
Ayahnya keluar penjara saat Sam masuk SMP. Berbekal uang tabungan hasil bisnis narkoba, sang ayah membawa Sam hijrah ke Jakarta dan membuka bengkel motor kecil di bilangan Ciputat. Karena tempatnya tidak memadai bagi anak yang masih sekolah, Sam pun dititipkan di rumah eyangnya di Kebayoran Lama. Mondar-mandir Sam bertanya kapan ia bisa tinggal bersama ayahnya yang tidak lagi berdagang narkoba. Keinginan remaja tanggung untuk bersama ayahnya ini rupaya tinggal impian. Menginjak kelas dua SMP, ayah Sam juga berpulang. Wajah Sam adalah wajah yang terakhir dilihatnya. Ayah Sam dikuburkan di Malang, dan sekembalinya dari Malang, Sam menjajal bisnis narkoba. Jaringan dan kenalan ayahnya ditelusurinya. Trik dan strategi berbisnis barang haram ini telah dipelajarinya dengan baik. Hasilnya, tak sekalipun Sam tertangkap. “Saya hanyalah anak yang biasa-biasa saja di sekolah. Prestasi tidak menonjol, tidak juga nakal. Yah, ini menjadi strategi saya supaya tidak menarik perhatian guru,” kenang Sam sambil tertawa.

Berbisnis narkoba di usia remaja tentu memberinya uang yang tak sedikit. Hidup tanpa ayah dan ibu, terlebih mampu membeli apa saja yang dia inginkan, membuat Sam melakukan apa saja yang terlarang. “Semuanya saya lakukan karena saya bisa beli. Saya bahkan bisa memegang seorang “pentolan” sekolah, kakak kelas saya, yang saya ajak pesta drugs sepulang sekolah,” kenangnya dengan senyum hambar. “Terus terang saja, pengharapan saya untuk menjadi orang yang baik hilang. Ya sudahlah, saya pikir waktu itu, begini saja. Mau berhenti tentu saja sulit karena ini adalah bisnis yang enak. Lagipula, saya tidak pernah tertangkap karena saya benar-benar main aman,” tambahnya.

Mengenal Yesus
Di kelas dua SMA, Sam diajak teman sekelasnya untuk ikut persekutuan rumah. “Padahal, saya ini muslim. Dia juga tahu saya muslim. Hehehehe. Tapi, saya coba sajalah. Entah apa yang menggerakkan saya untuk ikut, tapi saya ikut saja. Mungkin karena dia teman baik saya. Di sana, pembicaranya mengatakan bahwa Tuhan Yesus itu nyata, Dia mau membuat hidup saya berubah menjadi baik. Kata-kata itu terngiang terus di kepala saya, bahkan ketika saya sudah pulang ke rumah.

Kebetulan eyang saya orang Kristen, cuma memang jarang sekali memengaruhi saya untuk masuk Kristen. Mungkin dia “nyerah” dengan saya yang nakal ini. Saya berdoa secara Kristen malam itu, dan ada sensasi supranatural. Yang saya rasakan. Saya ketagihan berdoa. Minggu depannya, saya ikut persekutuan lagi, dan lagi, lagi… sampai saya memutuskan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Saya menyadari betapa hebatnya Yesus. Saat saya mengenal-Nya, saya ini penyakitan berat. Bahkan, di retret pertama, para panitia sibuk mencarikan blender buat saya, karena saya hanya bisa makan makanan halus. Hahaha. Namun berangsur-angsur, semakin saya fokus pada Yesus dan mulai ikut pelayanan, saya tidak lagi merasakan penyakit saya ada. Tahu-tahu, saya sudah bisa makanan keras. Saya sehat. Itu baru dari kesehatan.

Di studi, saya yang tidak pernah belajar tentu memiliki nilai-nilai akademis yang tidak membanggakan. Namun, lagi-lagi, secara ajaib, Yesus membuat saya menjadi penerima beasiswa dari Universitas Trisakti jurusan Akutansi. Padahal semua nilai saya yang diperlukan untuk menerima beasiswa itu tidak memenuhi syarat. Sekolah saya saja sudah menolak aplikasi saya dan mengembalikannya ke saya. Namun, entah kenapa, ada bisikan dalam hati saya untuk tetap mengirimkannya. Saya mengikuti bisikan tersebut dan seminggu kemudian, saya menerima surat dari kampus Trisakti yang sudah terbuka. Saya baca sepintas saja dan merasa tidak diterima. Tapi mbah saya malah mengucapkan selamat. Saya buru-buru membaca kembali surat tersebut dan betapa saya ingin berteriak penuh kemenangan karena saya memang diterima!

Kejaiban-keajaiban terus mengikuti saya. Saya lupa terakhir kapan jualan drugs. Yang pasti, saya yakin Yesus sudah berbicara kepada saya sejak saya masih kecil. Yesuslah yang menaruh harapan ‘bahwa masa depan saya pasti baik. Saya akan menjadi orang baik’ waktu saya masih mencuci piring di warung untuk mengisi perut seadanya.

Kini, saya adalah salah seorang mentor, pemimpin, dan pembimbing rohani di gereja. Saya bekerja di sebuah perusahaan swasta dan memiliki bisnis sablon yang sangat lumayan, dan yang pasti, saya punya masa depan yang indah. (penulis: @dollymuryadi)

JANGAN RAGU MENGHARAPKAN SESUATU YANG TUHAN JANJIKAN

Bahan renungan:

Lukas 11:9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Sebelum Anda mengharapkan sesuatu dari Tuhan, tentu saja Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang Dia janjikan. Bagaimana mungkin Anda mengharapkan janji Tuhan, sementara Anda hanya tahu janji tersebut dari kata orang? Anda perlu mencari tahu janji yang ada di dalam Firman Tuhan, lalu merenungkannya, memercayainya, barulah Anda dapat mengharapkannya.

(Baca juga: KEKUATAN SEBUAH KENANGAN INDAH)

Jika Anda sudah mengetahui janji Tuhan dan memercayainya, Anda tidak perlu lagi meragukan apakah janji Anda akan terwujud atau tidak.

Sama seperti si wanita pendarahan. Sambil mendekat kepada Yesus, dia berkata di dalam hatinya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Perhatikan, si wanita pendarahan itu tidak lagi berpikir apakah dia akan sembuh atau tidak. Dia tahu dan percaya bahwa Yesus adalah Sang Juruselamat yang sanggup memulihkan dirinya. Dia tahu pasti janji Tuhan atas hidupnya. Yang ada di dalam hatinya hanyalah, “Aku pasti sembuh.”

(Baca juga: “HAI ANAK-KU, JANGAN MENANGIS”)

Apa yang sedang Anda harapkan hari ini? Apakah Anda sedang mengharapkan pemulihan, kesembuhan, terobosan finansial, atau teman hidup? Jika iya, segera cari tahu apakah Tuhan menjanjikan hal tersebut dalam Firman-Nya. Ketika Anda menemukannya di dalam Firman Tuhan, renungkan dan pegang teguh janji tersebut. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KEHANCURAN BUKAN AKHIR SEGALANYA SELAMA KITA PERCAYA TUHAN

Bahan renungan:

Wahyu 22:13 Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.

Bagi orang percaya, kehancuran, kekalahan, dan kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Ya, kita perlu tersadar dari jalan dan keputusan kita yang salah, lalu segera berbalik kepada Tuhan. Tidak ada kata terlambat untuk dipulihkan oleh Tuhan. Serusak atau sehancur apa pun hidup kita, selama kita kembali kepada Tuhan, pasti ada harapan dan kekuatan yang baru.

(Baca juga: JANGAN MEMBATASI TUHAN)

Mungkin dokter sudah memvonis Anda. Mungkin bisnis atau pekerjaan Anda sedang ada di titik terendah. Mungkin pernikahan Anda tidak lagi seindah dulu. Mungkin hidup Anda sudah terlalu jauh dari Tuhan. Teman, jangan takut, itu bukanlah akhir dari segalanya.

Tuhan yang kita sembah adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Vonis dokter, kebangkrutan, dan perpecahan, atau kehancuran, bukanlah Yang Akhir. Firman Tuhan mengatakan bahwa masa depan kita indah dan penuh dengan harapan (Yeremia 29:11). Tuhan telah mengganjar kita dengan keberhasilan, menjadi kepala bukan ekor, naik bukan turun.

Saya tidak pernah bosan menceritakan kisah mengenai si bungsu yang menggambarkan situasi kita. Ketika si bungsu menyadari keadaannya, dia kembali ke rumah bapanya, dan dia dipulihkan. Dia datang ke rumah bapanya sebagai orang yang terbuang dan melarat, tetapi dia memasuki rumah bapanya sebagai pangeran. Sang bapa memulihkan keadaan si bungsu.

(Baca juga: SEMAKIN BESAR RAKSASANYA, SEMAKIN BESAR HARTA KARUNNYA)

Saya percaya hal yang sama akan terjadi bagi kita jika kita kembali kepada Bapa. Kita akan dipulihkan, disembuhkan, dan diselamatkan. Tidak peduli seberapa besar kerusakan yang telah terjadi, selama kita kembali kepada Tuhan, Dia sanggup untuk memulihkan kita. (penulis: @mistermuryadi)

KITA PERLU MEMUNGUT DAN MEMAKAN MANNA SETIAP HARI

Bahan renungan:

Keluaran 16:19-21 Musa berkata kepada mereka: “Seorangpun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi.” Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka. Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.

Melanjutkan renungan kemarin. Manna tidak hanya berbicara mengenai berkat, Firman Tuhan mengatakan bahwa manna adalah lambang dari Yesus, Sang Roti Hidup.

(Baca juga: TUHAN SUDAH MEMBERIKAN BERKATNYA, ANDA TINGGAL MENGUMPULKAN)

Ada alasan mengapa Tuhan meminta Bangsa Israel memunggut manna setiap pagi. Tuhan ingin mengatakan bahwa kita perlu bergantung kepada Tuhan setiap hari, bukan tiga hari sekali, seminggu sekali, atau hanya pada saat kita membutuhkan-Nya. Kita memerlukan Yesus dan kebenaran-Nya setiap hari.

Perhatikan kalimat terakhir pada ayat di atas, “Setiap pagi mereka memunggutnya …” Lalu, dilanjutkan dengan, “tiap-tiap orang menurut keperluannya …” Teman, ijinkan saya mengutarakan apa yang Firman Tuhan maksud dengan kalimat itu.

Pada saat kita bersekutu dengan Yesus setiap hari, segala yang kita butuhkan pasti tercukupi. Mungkin hari ini beberapa di antara kita sedang membutuhkan pemulihan untuk keluarga, kesembuhan untuk sakit penyakit yang diderita, jawaban untuk masalah teman hidup, jalan keluar untuk segala ketakutan atau kekuatiran, atau terobosan untuk bisnis dan pekerjaan. Yesus sanggup memenuhi segala keperluan tersebut. Yesus sanggup memberikan kita hikmat dan jalan keluar yang segala permasalahan kita.

(Baca juga: YESUS MEMILIKI 1000 JALAN KELUAR UNTUK 1 MASALAH KITA)

Yang perlu kita lakukan adalah memungut dan memakan manna itu setiap hari. Memungut manna berbicara mengenai percaya kepada janji setia-Nya, dan memakan manna berbicara mengenai membaca dan merenungkan kebenaran-Nya. Semakin sering kita melakukannya, semakin kita cepat kita menemukan hikmat dan jalan keluar untuk masalah-masalah kita. Perlu Anda garibawahi bahwa selama Bangsa Israel mengonsumsi manna, tubuh mereka tidak pernah sakit. Manna, atau dengan kata lain, Yesus, adalah solusi terbaik bagi hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KESEMBUHAN TERJADI SAAT KITA MEMBACA DAN MERENUNGKAN JANJI TUHAN

Bahan renungan:

Amsal 4:20-22 Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.

Adalah adat orang Israel untuk memanggil anak-anaknya setiap hari dan mengucapkan Firman Tuhan kepada anak-anaknya, supaya sejak kecil mereka terbiasa mendengar Firman Tuhan. Kebiasaan tersebut telah dilakukan sejak zaman Musa, tertulis di kitab Ulangan 6:4-9.

(Baca juga: NAMA YESUS JAUH LEBIH BERKUASA DARI SAKIT PENYAKIT ANDA)

Di dalam Perjanjian Baru kita mengetahui bahwa Firman Tuhan adalah Tuhan sendiri (Yohanes 1:1) dan Tuhan adalah sumber kesembuhan dan kesehatan bagi jiwa dan tubuh kita.

Saya percaya ketika kita membaca dan merenungkan ayat demi ayat dan pasal demi pasal, Firman Tuhan memberikan kehidupan dan kekuatan kepada jiwa dan tubuh kita, tapi juga kepada tubuh kita. Sembari Anda merenungkan janji-janji Tuhan, saya percaya bagian-bagian tubuh Anda yang sakit akan pulih.

Saya pribadi pernah menderita sebuah penyakit yang belum ada obatnya, tetapi Firman Tuhan menyembuhkan saya dari penyakit tersebut total sampai hari ini. Anda dapat membaca kesaksian saya mengenai hal tersebut di sini » SEMBUH DARI ALOPECIA AREATA

Beberapa waktu lalu saya membuat sebuah kampanye untuk membaca, merenungkan, dan menghafal Mazmur 23 dan Mazmur 91 setiap hari. Ketika Anda sedang dalam pergumulan dan kekuatiran, baca Mazmur 23 dengan suara yang keras, atau ketika Anda terbaring sakit tidak berdaya membutuhkan pertolongan, baca Mazmur 91 dengan suara yang keras. Begitu juga saat Anda mengunjungi seseorang yang sedang membutuhkan kekuatan, berikan mereka kedua Mazmur luar biasa ini untuk mereka baca, renungkan, dan hafalkan setiap pagi dan malam.

(Baca juga: PENTINGNYA MENGHAFAL MAZMUR 23 DAN 91)

Saya mendapatkan banyak kesaksian atas hal tersebut. Banyak di antara mereka mendapatkan kekuatan, pemulihan, sukacita, dan damai sejahtera. Tidak hanya jiwa mereka disegarkan, tetapi juga tubuh mereka dipulihkan. Saya percaya saat Anda melakukannya, Firman Tuhan juga akan mendatangkan kehidupan dan kesembuhan bagi jiwa dan tubuh Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.