ANDA SPESIAL DI MATA TUHAN

Bahan renungan:

Yesaya 49:16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku …

Setiap tokoh di Alkitab, kecuali Yesus, memiliki sisi kehidupan yang gelap. Tidak jauh berbeda dengan kehidupan Anda dan saya hari ini. Ada di antara para tokoh tersebut yang pernah menjual istrinya, berzinah, membunuh, mencuri, dan menipu, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka, tidak pernah menyerah terhadap mereka, dan tidak pernah berhenti mengasihi mereka.

(Baca juga: ADAKAH HARAPAN BAGI HIDUP KITA YANG SUDAH TERLANJUR RUSAK?)

Tuhan justru memulihkan para tokoh tersebut, menyediakan perlindungan, dan menjadikan mereka saluran kuasa, mukjizat, dan kasih Tuhan. Tuhan mengangkat dan memuliakan hidup mereka. Saya percaya hal yang sama yang Tuhan lakukan terhadap kita.

(Baca juga: “ANDA PENGANUT HYPER-GRACE? BUKAN, SAYA PENGANUT HYPER-JESUS”)

Tuhan setia mengasihi kita, karena kita spesial di mata-Nya. Dalam Zakharia 2:8 tertulis, “Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu — sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya.” Ya, kita adalah biji mata Tuhan, kita adalah kesayangan Tuhan. Dia melukiskan nama kita di telapak tangan-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

ADAKAH HARAPAN BAGI HIDUP KITA YANG SUDAH TERLANJUR RUSAK?

Bahan renungan:

Lukas 19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Tuhanlah yang menciptakan Anda dan saya. Tidak ada manusia yang terlalu rusak yang tidak dapat Tuhan pulihkan. Tidak peduli sudah seberapa jauh Anda pergi meninggalkan Tuhan, tidak peduli seberapa banyak kesalahan dan kerusakan yang Anda perbuat, Tuhan sanggup memulihkan Anda. Anda yang rusak adalah alasan Yesus datang ke dunia.

(Baca juga: LIMA AYAT INI MENJAMIN ORANG PERCAYA PASTI MASUK SORGA)

Perhatian ayat di atas, Firman Tuhan mengatakan Yesus mencari dan menyelamatkan mereka yang terhilang. Ya, Yesus mencari Anda dan ingin menyelamatkan hidup Anda. Dia ingin memulihkan kehidupan Anda. Dia ingin Anda menikmati semua yang baik yang Dia sediakan bagi Anda.

Saya berteman dengan seseorang yang kecanduan narkoba selama 15 tahun. Hidupnya penuh penderitaan, terikat, dan penuh masalah. Namun Tuhan pulihkan hidupnya dan sembuhkan semua sakit penyakit di tubuhnya. Saya juga berteman dengan seorang pebisnis yang bangkrut dan meninggalkan banyak hutang. Keluarganya berantakan, masa depannya suram, dan hari-harinya dipenuhi ketakutan. Namun Tuhan pulihkan finansial dan keluarganya. Juga saya mengenal seorang wanita yang hamil di luar nikah dan ditinggalkan pasangannya. Tuhan pulihkan hati dan harga dirinya, melepaskan semua kepahitan dan kekuatirannya akan masa depan, dan menggantikannya dengan damai dan sukacita.

Teman, selalu tersedia harapan bagi Anda. Jangan termakan tipuan iblis yang membisikkan Anda, “Semua sudah terlanjur berantakan,” “Nasi sudah menjadi bubur,” “Sulit untuk bangkit kembali seperti dulu.” Tuhan sanggup memulihkan kehidupan Anda.

(Baca juga: ORANG PERCAYA TIDAK SEHARUSNYA PASRAH TERHADAP KEADAAN)

Saya ingin meyakinkan Anda bahwa ada harapan bagi Anda di dalam Yesus. Harapan yang saya maksud bukanlah harapan semu atau mudah-mudahan, tetapi harapan pasti. Sepasti matahari terbit di timur dan terbenam di barat, sepastilah itulah janji pemulihan Tuhan bagi setiap orang percaya. (penulis: @mistermuryadi)

APA BENAR TUHAN AKAN MEMOTONG RANTING YANG TIDAK BERBUAH?

Bahan renungan:

Yohanes 15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

Ada baiknya jika kita membiasakan diri membaca Firman Tuhan dalam beberapa versi, supaya kita dapat menemukan makna yang lebih luas. Ada ayat-ayat yang salah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, sehingga seolah ayat tersebut bertentangan dengan ayat lainnya, salah satunya ayat renungan kita hari ini.

(Baca juga: YUSUF MENJADI PENGUASA ATAS ORANG NOMOR SATU DI MESIR)

Dalam perumpamaan Pokok Anggur Yang Benar di Yohanes 15:1-12 ada tiga jenis ranting: ranting yang menempel pokok anggur dan berbuah, ranting yang menempel pada pokok anggur tetapi tidak berbuah, dan ranting yang tidak menempel pada pokok anggur.

Ranting yang tidak menempel pada pokok anggur berbicara mengenai orang-orang yang menolak atau meninggalkan Kristus. Sudah jelas Alkitab katakan orang-orang itu akan binasa. Ranting yang menempel pada pokok anggur dan berbuah tidak masalah, semua orang mengerti akan hal itu. Namun, kebingungan muncul ketika membahas ranting yang menempel pada pokok anggur, tetapi tidak berbuah. Itu yang akan kita bahas hari ini.

Yohanes 15:2 mengatakan, “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.”

Kata “dipotong” pada ayat di atas bukan berarti dibuang atau dimatikan seperti yang diajarkan oleh banyak hamba Tuhan. Dalam bahasa Yunani kata “dipotong” ditulis “airo”, yang artinya diangkat atau dipindahkan. Sungguh berbeda dengan terjemahan bahasa Indonesia.

Saya jelaskan sedikit istilah “airo” dalam perkebunan anggur. Anggur adalah tanaman merambat. Anggur tidak pernah dibiarkan tumbuh langsung di atas tanah. Para petani anggur selalu membuat para-para (semacam tiang penopang) agar tanaman anggur tersebut dapat merambat ke atas, menjauh dari tanah. Ranting yang berbuah adalah ranting yang merambat ke atas pada para-para. Dalam proses ranting-ranting itu merambat, ada ranting-ranting yang menjalar keluar dari para-para. Ranting-ranting itu akan diangkat dan dipindahkan kembali ke para-para oleh para petani anggur.

Lihat, Tuhan tidak membuang atau memotong ranting yang tidak berbuah itu. Justru Tuhan mengangkat ranting tersebut supaya dapat berbuah banyak.

(Baca juga: APA BENAR TUHAN SUKA MENUNDA BERKATNYA?)

Teman, mungkin hari ini hidup Anda adalah gambaran dari ranting yang tidak berbuah itu. Saya ingin menyampaikan kabar baik, bahwa Tuhan tidak membuang dan meninggalkan Anda, justru Dia sangat rindu untuk memulihkan dan mengangkat Anda, supaya hidup Anda dapat kembali menjadi berkat bagi banyak orang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

DARAH YESUS ADALAH MATERAI PERJANJIAN YANG BARU

Bahan renungan:

Kejadian 15:7-9 Lagi firman TUHAN kepadanya: “Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu.” Kata Abram: “Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?” Firman TUHAN kepadanya: “Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati.”

Suatu hari Tuhan memberikan janji kepada Abram bahwa Dia akan membawa Abram ke Tanah Perjanjian. Sesaat setelah mendengar janji itu, Abram bertanya, “Bagaimanakah saya dapat mengetahui bahwa saya akan mendapatkannya?” Apakah pertanyaan ini terdengar familiar di telinga Anda?

(Baca juga: IMAN TOMAS: MENGENAL YESUS, TETAPI TIDAK MEMPERCAYAI-NYA)

Waktu Abram mengajukan pertanyaan tersebut kepada Tuhan, Tuhan menyuruhnya mengambil seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur, dan seekor anak burung merpati. Itu tanda Tuhan sungguh-sungguh ingin mengikat perjanjian dengan Abram.

Perjanjian sama seperti kontrak, dibutuhkan persetujuan dua dari pihak, hanya saja tanpa batas waktu. Perjanjian bersifat permanen. Satu-satunya cara memutuskan perjanjian adalah kematian. Contohnya pernikahan. Pernikahan adalah perjanjian sampai maut memisahkan.

Di zaman Perjanjian Lama, ketika dua pihak membuat suatu perjanjian, mereka membawa seekor domba atau kambing jantan, lalu membelah hewan tersebut menjadi dua bagian. Kemudian kedua orang tersebut berjalan dari arah yang berbeda di antara kedua potongan tersebut, saling mendekati satu sama lain, saling bertatapan. Ritual itu adalah simbol bahwa apa pun yang menjadi milik orang pertama akan menjadi milik rekannya, begitu juga sebaliknya. Dalam perjanjian itu tentu saja yang paling diuntungkan adalah pihak yang memiliki lebih sedikit.

(Baca juga: DUNIA SEDANG MENAWARKAN “BUAH TERLARANG”. HATI-HATI!)

Teman, Tuhan telah membuat perjanjian yang baru dengan kita melalui Yesus. Darah Yesus merupakan materai persetujuan Tuhan di dalam perjanjian tersebut. Kita adalah pihak yang memiliki lebih sedikit, sedangkan Tuhan pemilik semesta. Dalam perjanjian tersebut, kitalah yang paling diuntungkan, karena apa yang Dia miliki menjadi bagian kita. Melalui Yesus, kesehatan, berkat, pemulihan, kelimpahan, umur panjang, keberhasilan, dan masa depan yang indah adalah bagian Anda. (penulis: @mistermuryadi)

KETIKA KEMBALI KE RUMAH BAPA, SI BUNGSU DIPULIHKAN

Bahan renungan:

Lukas 15:12-13 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.

Hanya di dalam rumah sang ayah, segala sesuatunya tersedia. Ada perlindungan, makanan, pemeliharaan, ketenangan, damai, sukacita, berkat, kesehatan, kelimpahan, dan segala sesuatu yang kita butuhkan. Namun, entah apa alasannya, si bungsu memutuskan mengambil jatah warisannya dan pergi dari rumah sang ayah. Mungkin si bungsu berpikir ada yang jauh lebih baik di luar sana.

(Baca juga: JANGAN TERJEBAK DI KEHIDUPAN YANG LAMA)

Si bungsu pergi meninggalkan ayahnya tidak dalam keadaan susah atau terpuruk, melainkan dalam keadaan sehat dan kaya raya.

Seringkali, ketika memiliki banyak harta atau pegangan, kita merasa bisa hidup tanpa Tuhan. Kita berpikir tidak masalah kita “pergi” atau “libur” sementara dari Tuhan. Si bungsu telah membuktikannya. Hanya sebentar saja dia dalam kondisi aman tanpa Tuhan, karena tidak lama kemudian, ketika bencana kelaparan melanda, si bungsu bangkrut dan melarat. Jika sebelumnya dia makan layak bangsawan, kini dia hanya bisa berharap babi yang dia jaga tidak menghabiskan makanannya. Jika sebelumnya dia hidup bagai pangeran, kini dia harus bekerja banting tulang demi ampas babi.

(Baca juga: TIDAK PERLU TAKUT TERHADAP KABAR BURUK)

Teman, seperti itulah kisah kehidupan kita di luar Tuhan. Cerita awalnya mungkin terlihat menyenangkan, tetapi cerita akhirnya pasti menyedihkan. Kondisi si bungsu baru dipulihkan ketika dia kembali ke rumah sang ayah. Ya, di rumah sang ayah tidak ada bencana kelaparan ataupun kemiskinan. (penulis: @mistermuryadi)

BERDIRILAH DI ATAS YESUS, SUPAYA ALAM MAUT TIDAK MENGUASAI KITA

Bahan renungan:

Matius 16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Firman TUHAN katakan ketika orang percaya berdiri di atas YESUS, maka alam maut tidak akan menguasainya. Anda dapat mengganti kata “alam maut” di atas dengan ketakutan, kekuatiran, sakit penyakit, kemiskinan, atau hal buruk lainnya.

(Baca juga: HANYA ADA SATU CARA UNTUK SELAMAT, YAITU PERCAYA KEPADA YESUS)

Seperti kisah anak bungsu yang hilang, dia tahu bahwa hanya di rumah bapanya terdapat makanan yang berlimpah-limpah (Lukas 15:17). Ada kenyamanan, keamanan, dan segala sesuatu yang dia butuhkan. Teman, hanya di dalam YESUS Anda dan saya dapat menang dari masalah.

Saat seseorang memutuskan beranjak dari YESUS, Firman Tuhan katakan alam maut akan menguasainya. Sungguh, saya tidak pernah melihat seorangpun yang saya kenal memiliki kehidupan yang penuh sukacita saat mereka meninggalkan YESUS. Kisah hidup mereka selalu diwarnai dengan ketakutan, kekuatiran, dan penderitaan.

(Baca juga: LIMA ALASAN MENGAPA KITA PERLU FIRMAN TUHAN SETIAP HARI)

Teman, hanya di dalam YESUS ada janji pemulihan bagi keluarga, finansial, masa depan, dan kesehatan Anda. (penulis: @mistermuryadi)

FIRMAN TUHAN MERESTORASI JIWA KITA

Bahan renungan:

Mazmur 19:7 Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.

Perlu Anda sadari, dunia tempat kita tinggal hari ini begitu menginginkan kita berubah semakin serupa dengannya. Anda tidak akan sulit menemukan orang-orang yang dulunya baik, kini berubah menjadi jahat; yang dulunya lemah lembut, kini mudah tersinggung dan gampang sakit hati, dan lain sebagainya. Proses perubahan ini tidak terjadi dalam semalam.

(Baca juga: PELIHARALAH DAMAI SEJAHTERA DAN SUKACITA ANDA)

Iblis dan tipu dayanya berusaha menggerogoti hidup Anda perlahan, namun pasti. Dia selalu menunggu kesempatan yang tepat. Menunggu Anda jauh dari TUHAN. Lalu, bagaimana cara supaya kita terhindar dari hal tersebut? Hanya ada satu cara menurut Roma 12:2, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Jika Anda membaca ayat renungan kita pada hari ini dalam versi King James, kata “MENYEGARKAN JIWA” ditulis dengan kata “CONVERTING THE SOUL.” Yang artinya Firman Tuhan sanggup mengubahkan, mengembalikan, dan merestorasi jiwa Anda. Teman, semakin Anda membaca, merenungkan, dan memperkatakan Firman Tuhan, atau dengan kata lain, ketika Anda semakin mendekat kepada TUHAN, jiwa Anda akan diubahkan semakin teguh dan kuat.

(Baca juga: DERAJAT MANUSIA DAN MALAIKAT DI MATA TUHAN)

Bahkan Amsal 3:8 mengatakan Firman Tuhan akan menyembuhkan tubuh kita dan menyegarkan tulang-tulang kita. Ya, mungkin saja Anda berbuat salah dan terjatuh lagi, tapi Anda akan bangkit kembali. Firman Tuhan membuat Anda menjadi orang yang tidak mudah diombang-ambingkan oleh dunia ini. (penulis: @mistermuryadi)