JANGAN BIARKAN IBLIS BEROLEH KEUNTUNGAN DARI HIDUP ANDA

Bahan renungan:

2 Korintus 2:11 supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

Iblis tahu jika kita berada di dekat Bapa, kita pasti dipulihkan, diberkati, dan dipelihara. Itu sebabnya, dengan berbagai cara, iblis ingin membuat kita jauh dari Bapa Sorgawi.

(Baca juga: WARISAN JANJI TUHAN DIBERIKAN PADA SAAT KITA HIDUP DI DUNIA)

Salah satu cara iblis yang perlu kita waspadai adalah dia mencoba membunuh karakter Bapa Sorgawi. Iblis ingin membuat anak-anak Tuhan berpikir bahwa Bapa Sorgawi tidak sepenuhnya baik, bahwa Bapa Sorgawi turut ambil bagian dalam hal-hal buruk yang terjadi pada hidup orang percaya.

Mungkin Anda pesan mendengar khotbah yang mengajarkan, “Tuhan lebih membutuhkan dia di Sorga,” ketika ada seseorang yang mati muda atau tidak wajar. Atau, mendengar, “Tuhan memang mengijinkan penyakit atau kemiskinan ini supaya kamu belajar rendah hati dan tidak berbuat dosa lagi.”

Tujuan iblis melakukan hal tersebut supaya orang percaya masuk ke kamarnya dan mulai mempertanyakan kebaikan Tuhan. Apakah Anda tahu siapa yang paling diuntungkan dalam peristiwa tersebut? Ya, tentu saja iblis. Dia berhasil membuat orang percaya meragukan kebaikan Tuhan. Akibatnya, orang percaya kecewa terhadap Tuhan dan hidup dalam tanda tanya yang besar akan rencana Tuhan.

Teman, saya ingin Anda tahu bahwa Tuhan hanya merancangkan yang baik bagi orang percaya. Yeremia 29:11 mengatakan rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan.

Tuhan sangat mengasihi Anda. Bagaimana mungkin Pribadi yang telah merelakan nyawa-Nya di kayu salib untuk menebus dan menyelamatkan Anda mengijinkan kecelakaan, sakit penyakit, dan kemiskinan terjadi dalam hidup Anda? Jangan termakan tipu daya iblis. Jangan biarkan iblis memeroleh keuntungan dari hidup Anda.

(Baca juga: TIGA ALASAN MENGAPA SAYA MENOLAK UNTUK MENYERAH)

Yohanes 10:10 memberi garis batas yang jelas antara Yesus dan iblis. Bahwa iblis datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan, sedangkan Yesus datang untuk memberi Anda hidup dan kelimpahan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

HATI-HATI, ADA YESUS YANG LAIN

Bahan renungan:

2 Korintus 11:4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Peringatan mengenai adanya Yesus yang lain awalnya didengungkan oleh Yesus sendiri. Ketika Yesus memberitahukan tanda-tanda zaman, Dia mengatakan bahwa akan muncul mesias-mesias palsu yang menggunakan nama Yesus yang bertujuan untuk menyesatkan orang percaya.

(Baca juga: CARA MENDETOKSIFIKASI PIKIRAN ANDA)

Hal yang seirama juga didengunkan oleh Paulus dalam surat-surat yang ditulisnya. Dalam 2 Korintus 11:4, Paulus mengatakan ada orang-orang yang mengajarkan injil yang lain dan dalam ayat renungan kita di atas, Paulus mengatakan akan ada orang-orang yang memberitakan tentang Yesus yang lain.

Tujuan dari penyesatan ini tentunya agar Anda tidak mengenal siapa Yesus yang sesungguhnya dan dengan demikian Anda tidak dapat menikmati hal-hal yang Dia janjikan.

Perkembangan teknologi telah memungkinkan hal-hal tertentu menjadi viral dalam hitungan menit, bahkan detik. Terkadang, tanpa kita sadari, kita turut mengambil bagian dalam menyebarkan sesuatu yang salah. Saya pernah membaca status-status yang terkesan rohani seperti, “Meski lambat, tetapi Tuhan tidak pernah terlambat,” “Yesus itu 100% baik dan terkadang Dia mengijinkan hal-hal buruk terjadi agar kita mengerti kebaikan-Nya,” “Yesus menguji iman kita untuk mengetahui apakah kita setia kepada-Nya,” padahal Yesus sama sekali tidak pernah melakukan hal-hal tersebut.

Yesus tidak pernah terlambat, Yesus tidak pernah mengijinkan hal-hal buruk, dan Yesus tidak pernah menguji iman seseorang untuk mengetahui kesetiaan orang tersebut.

Jika ada seseorang menceritakan tentang Tuhan kepada Anda dan Anda bertanya-tanya dalam hati apakah benar Tuhan seperti itu, Anda dapat mengujinya dengan cara yang sangat mudah, yaitu melihat kepada kehidupan Yesus. Apakah Yesus demikian atau tidak. Jika Yesus tidak melakukan hal tersebut, pasti Tuhan tidak melakukan hal tersebut. Karena, Yohanes 10:30 mengatakan bahwa Yesus dan Bapa adalah satu.

(Baca juga: TUHAN SUDAH MENENTUKAN TAKDIR DAN NASIB MANUSIA)

Anda perlu berhati-hati terhadap injil yang lain atau Yesus yang lain yang dimaksud oleh Yesus dan Paulus. Itu artinya, Anda perlu memiliki pengetahuan tentang Yesus yang benar. Sumber terbaik untuk mengenal Yesus dan apa yang Dia telah lakukan adalah Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MINUM MINYAK URAPAN? OH, COME ON!

Bahan renungan:

Imamat 8:12 Kemudian dituangkannya sedikit dari minyak urapan itu ke atas kepala Harun dan diurapinyalah dia untuk menguduskannya.

Saya tidak mengerti mengapa beberapa orang percaya mengembangkan sebuah kebiasaan yang tidak tertulis di dalam kebenaran Firman Tuhan. Misalnya seperti meminum minyak urapan, menginjili orang yang sudah meninggal, atau mengenakan pakaian tertentu untuk memuji dan menyembah Tuhan.

(Baca juga: JAWABAN SEMUA MASALAH ANDA ADA DI DALAM YESUS)

Hari ini saya ingin membahas mengenai minyak urapan terlebih dahulu. Di dalam seluruh kebenaran Firman Tuhan, tidak ada satu pun ayat yang pernah memerintahkan atau pun menceritakan mengenai meminum minyak urapan.

Seperti ayat yang saya tuliskan di atas, minyak urapan dioleskan, bukan diminum seperti yang dilakukan oleh beberapa orang.

“Tetapi, saat saya meminumnya, saya sembuh dan dibebaskan.”

Teman, Anda sembuh karena iman Anda kepada Yesus, bukan karena meminum minyak. Yesus yang mengatakan hal tersebut setiap kali Dia menyembuhkan orang sakit. Anda dapat membaca pernyataan Yesus dalam Markus 5:34, Markus 10:52, Lukas 7:50, Lukas 17:19, dan Lukas 18:42. Yesus sama sekali tidak pernah mengatakan, “Benda inilah (minyak, batu, atau lainnya) yang telah menyembuhkan dan menyelamatkan engkau.”

Saya mengenal seseorang yang mengalami sakit parah lalu meminum minyak urapan. Setelah dua atau tiga kali meminumnya, orang tersebut meninggal. Rekan-rekannya mengatakan, “Karena imannya kurang besar.” Lihat, bahkan rekan-rekannya pun setuju bahwa yang menyembuhkan bukan minyak tersebut, melainkan imannya.

Teman, jangan mau dibodoh-bodohi dengan sesuatu yang tidak benar. Kalau patokan Anda mengikuti atau melakukan sesuatu semata karena terjadi mukjizat, saya ingat dulu ada dukun cilik bernama Ponari yang dapat menyembuhkan penyakit menggunakan batu ajaib. Mungkin Anda katakan, “Si Ponari ini menyembuhkan dengan kuasa kegelapan dan dia bukan orang percaya, tetapi kalau saya minum minyak urapan karena seorang hamba Tuhan yang mengatakannya.”

Rasul Paulus pernah berurusan dengan hal yang sama dan inilah sikapnya, “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia (Galatia 1:8).” Paulus mengatakan sekalipun ada rasul, murid Yesus, pengikut Kristus, atau malaikat Sorga yang memberitakan sesuatu yang berbeda dengan Injil Kristus, terkutuklah dia. Wow, sebuah pernyataan yang sangat tegas!

(Baca juga: TIGA KEUNTUNGAN DARI MENGETAHUI JANJI-JANJI TUHAN)

Teman, gunakanlah kebenaran Firman Tuhan sebagai acuan saat Anda menyikapi sesuatu, supaya Anda tidak terjebak tipu muslihat si jahat. (penulis: @mistermuryadi)

HATI-HATI TERHADAP ANTIKRISTUS

Bahan renungan:

2 Yohanes 1:7 Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.

Alkitab spesifik menuliskan bahwa di akhir zaman akan muncul AntiKristus, bukan AntiTuhan. Justru, hari-hari ini semakin banyak orang mempercayai sesuatu (ber-Tuhan), hanya saja mereka membenci Yesus.

(Baca juga: PENTINGNYA KITA MENGETAHUI DAN MENGAKUI KE-TUHAN-AN YESUS)

Selama ribuan tahun, iblis, dengan berbagai tipu daya, paling sering menyerang Yesus dalam tujuh aspek ini: ke-manusia-an, kelahiran, kehidupan, kematian, kebangkitan, kenaikan, dan ke-Tuhan-an Yesus. Tujuannya jelas, supaya iman Anda terguncang. Iblis tahu bahwa tanpa Yesus, tidak ada keselamatan, penebusan, penyucian, dan pengudusan. Tanpa Yesus, manusia pasti binasa.

Alkitab katakan Yesus lahir sebagai manusia, dari perawan, melayani setelah dibaptis, mukjizat pertama-Nya adalah air menjadi anggur, mati di kayu salib, bangkit pada hari ketiga, naik ke Sorga, dan dikaruniakan nama di atas segala nama.

Ada film berjudul The Young Messiah yang menceritakan mukjizat pertama Yesus adalah membangkitkan burung mati saat berusia 12 tahun. Ada novel berjudul Da Vinci Code menuliskan setelah Yesus bangkit, Dia tidak ke Sorga, tetapi menikah dan memiliki keturunan. Juga, ada yang menyebarkan bahwa Yesus tidak lahir sebagai manusia, melainkan 100% Tuhan & 100% manusia. Saya juga pernah membaca sebuah kitab mengatakan saat disalibkan, Yesus digantikan Yudas.

Tidak semua penyesatan menjelekan Yesus. Ada juga yang melebih-lebihkan. Contohnya Yesus membangkitkan burung di usia 12 tahun. Banyak orang berdecak kagum mendengarnya. Padahal, kalau kita meng-iya-kan peristiwa tersebut, sama artinya dengan kita mengatakan Alkitab salah. Karena, mukjizat pertama Yesus adalah mengubah air menjadi anggur.

(Baca juga: APAKAH IMAN KITA DAPAT MENGGERAKKAN TUHAN?)

Teman, Anda perlu waspada terhadap penyesatan! Satu-satunya cara tidak tersesat adalah dengan mempelajari kebenaran-Nya. Sebagai orang percaya, kita dilarang bodoh. Kita perlu memahami seluk beluk Yesus, karena iman kita sangat bergantung kepada Yesus. (penulis: @mistermuryadi)

DUNIA SEDANG MENAWARKAN “BUAH TERLARANG”. HATI-HATI!

Bahan renungan:

1 Yohanes 4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Jika di zaman Yohanes sudah dikatakan bahwa nabi-nabi palsu telah muncul dan telah pergi ke seluruh dunia, Anda bisa bayangkan perkembangan mereka hari ini. Saya sangat percaya iblis dan dunia ini hanya memiliki satu tujuan, yaitu meniadakan YESUS dari hidup kita. Jika gagal dengan cara pertama, iblis akan gunakan cara kedua, dan seterusnya. Kitab Daniel 11:32 dengan sangat jelas mengatakan, “… akan dibujuknya sampai murtad.”

Teman, kita tidak bisa lepas satu detik pun dari TUHAN dan kebenaran FirmanNYA. Dunia sedang berusaha menarik perhatian Anda dan menawarkan “buah terlarang” yang membuat Anda meninggalkan TUHAN. TUHAN tidak pernah berhenti mengasihi Anda, namun iblis dengan segala tipuannya ingin membuat Anda semakin menjauh dari TUHAN.

Hari ini ijinkan saya mengatakan kepada Anda supaya menguji segala sesuatu yang terjadi dalam hidup Anda. Jika hal tersebut tidak sesuai dengan Firman Tuhan, segera tinggalkan dan lepaskan. Jangan ditunda lebih lama. Semakin lama Anda menundanya, semakin kuat hal tersebut mencengkram Anda. Ujilah setiap perkara, entah itu komunitas, kebiasaan buruk, pasangan, pekerjaan, dan lain sebagainya, apakah hal tersebut sesuai dengan Firman Tuhan. Jika tidak, tinggalkan. (penulis: @mistermuryadi)

DOSA KITA YANG AKAN DATANG SUDAH DIAMPUNI

Apa benar YESUS sudah menghapuskan seluruh dosa kita: yang dulu, sekarang, dan yang belum kita lakukan? Jika sudah, apakah artinya kita tidak perlu lagi meminta ampun kepadaNYA setiap kali kita berbuat dosa?

woman-taken-in-adultery-forgivenessBelakangan, banyak gereja dan tokoh-tokoh Kristen yang mengangkat isu ini. Saya percaya semua hamba Tuhan tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu ingin menjaga domba-domba yang Tuhan percayakan kepada gereja dari penyesatan, walaupun terkadang hal tersebut terlihat seperti saling ingin menjatuhkan satu sama lain. Tapi, saya bisa memahaminya, mengingat kita semua tinggal di akhir zaman dan “senjata” terakhir yang iblis gunakan untuk menghalangi orang percaya dari kebenaran adalah tipu daya. Ya, pikiran yang kita diincar, supaya kita bingung, ragu, dan akhirnya menjadi tidak percaya.

Satu hal yang paling menyebalkan dari ditipu adalah kita tidak tahu kalau kita sedang ditipu. Itu sebabnya, saya tergelitik untuk menulis mengenai topik hangat ini. Saya berharap tulisan ini bisa memberikan pencerahan bagi Anda yang sedang mencari kebenaran, bukan sekadar ikut-ikutan atau pun hanya karena “katanya …”

(Baca juga: CARA MENGENALI PENGAJARAN KRISTEN SESAT)

Teman, jika Anda memiliki Alkitab konvensional, coba ambil Alkitab Anda dan lihatlah apa yang membatasi Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru. Ya benar, selembar kertas putih. Banyak orang mengira bahwa Perjanjian Lama dan Perjanjian baru hanya dibedakan oleh selembar kertas putih. Padahal kebenarannya tidak seperti itu. Kebenarannya, YESUS datang ke dunia, mengorbankan nyawaNYA, dan bangkit pada hari yang ketiga. Kebenarannya, terjadi penumpahan darah dari Anak Domba Allah yang sempurna yang membasuh seluruh dosa dunia (1 Yohanes 2:2). Kebenarannya, YESUS membatalkan Hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya (Efesus 2:15), sehingga Anda dan saya tidak perlu dikutuk atau menanggung penghukuman lagi akibat dosa dan pelanggaran kita (Galatia 3:13, Roma 8:1). Ada perbedaan yang sangat besar di antara kedua perjanjian tersebut.

Ada satu pemahaman yang sangat kuat mengenai penebusan dosa, yaitu penebusan Yesus hanya menghapus semua dosa yang kita lakukan sebelum kita menerima DIA sebagai Tuhan dan Juruselamat (lahir baru). Dosa yang kita lakukan setelah kita lahir baru tidak ditebus. Kita perlu meminta ampun terlebih dahulu, hidup kudus, rajin berdoa dan berpuasa supaya bisa hidup tidak bercacat cela. Akibatnya, setiap kali orang percaya mengalami sesuatu yang buruk setelah dia lahir baru, dia berpikir, “Jangan-jangan saya berbuat dosa kepada Tuhan. Saya salah apa, sehingga Tuhan mengijinkan hal ini terjadi di dalam hidup saya,” dan lain sebagainya. Tanpa disadari hal ini sama seperti sedang “menyangkal” bahwa kematian Kristus di atas kayu salib telah menebus seluruh dosa dan pelanggaran Anda.

baby_hands2Suatu hari saya melayani seseorang yang terkena kanker stadium empat. Dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, pasien ini tentu saja mengharapkan kabar baik, namun seorang hamba Tuhan yang mengunjunginya sebelum saya bertanya, “Apakah kamu sudah minta ampun atas dosa-dosamu?” Si pasien menjawab, “Sudah Pak Pendeta. Tetapi, kenapa saya masih belum sembuh?” Si hamba Tuhan kemudian mengatakan, “Jangan-jangan ini karena dosa masa lalu kamu. Apakah kamu pernah berbuat salah ke teman atau keluarga kamu, menyakiti mereka, atau mungkin kamu pernah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya di masa lalu?” Saya berpikir dalam hati, saya tidak pernah mendengar YESUS melakukan hal ini di dalam pelayananNYA.

Lalu, di tengah si pasien sekarat dan mengharapkan kesembuhan, hamba Tuhan ini malah meminta si pasien mengingat-ingat dosa masa lalu. Yang paling mengerikan adalah ketika hamba Tuhan ini berkata, “Segera kamu minta ampun, karena kalau kamu meninggal dan masih ada dosa yang kamu lupa minta ampun, nanti kamu tidak akan masuk ke Sorga.” Hanya ada satu kata di kepala saya saat itu, “TEGA.”

(Baca juga: TUHAN TIDAK LAGI MENGINGAT DOSA ANDA)

Mengingat pemahaman di atas sangat kuat, akhirnya orang-orang percaya yang tertipu mulai memanjatkan doa-doa permohonan ampun yang kreatif. Mereka berdoa, “Ya Tuhan, ampunilah segala dosa yang saya lakukan secara sengaja, maupun tidak sengaja. Ampunilah dosa yang saya lakukan secara sadar maupun tidak sadar,” dengan harapan tidak ada satu pun dosa yang terlewat untuk disebutkan dalam rangkuman tersebut.

Teman, ijinkan saya bertanya, jika darah YESUS, Sang Anak Domba Allah yang tidak bercacat dan tidak bernoda ini tidak sanggup menghapuskan dosa kita yang akan datang, lalu menurut Anda darah siapa yang bisa menghapuskan dosa yang kita lakukan setelah kita lahir baru? Seharusnya kita berharap bahwa darah YESUS sanggup menebus dosa kita yang akan datang.

Tentu saja Anda tidak mengharapkan YESUS datang kedua kali untuk mati di atas kayu salib dan kembali menebus dosa Anda, bukan? Karena Firman Tuhan katakan dalam Ibrani 9:28, “Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diriNya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.” Teman, benar YESUS akan datang untuk kedua kali, tetapi bukan untuk menebus dosa manusia lagi, melainkan untuk menjemput kita, orang-orang yang percaya kepadaNYA, dan menghakimi mereka yang menolak DIA.

Orang-orang yang tidak mempercayai bahwa pengorbanan Kristus menghapus dosa mereka yang akan datang pada akhirnya berpikir bahwa usaha atau perbuatan mereka bisa menebus dosa mereka. Saya menyebutnya sebagai praktik penebusan dosa pribadi. Ini yang mengakibatkan setiap kali orang-orang tersebut jatuh ke dalam dosa, mereka “pergi” sejenak meninggalkan persekutuan, gereja, dan Tuhan, lalu mulai “membersihkan” diri dengan tidak melakukan dosa selama beberapa minggu, hidup kudus, rajin berdoa dan puasa.

salvation5Saya tidak katakan salah untuk hidup kudus, rajin berdoa, dan puasa, saya pribadi masih melakukan semua itu, namun saya harus katakan bahwa hal tersebut tidak bisa menebus dosa-dosa Anda. Hanya darah YESUS saja yang bisa menebus seluruh dosa Anda dan berita gembiranya, DIA sudah melakukan hal tersebut 2000 tahun yang lalu. Firman Tuhan katakan dalam 1 Korintus 1:30, “Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.”

Seorang pembaca pernah menuding saya membagikan pengajaran sesat karena saya menceritakan bahwa YESUS telah menebus dosa manusia yang dulu, sekarang, dan yang akan datang. Orang ini mengirimkan komentar dan berkata, “Pengajaran Anda tentang hal ini akan membuat orang bebas berbuat dosa. Kalau manusia tahu bahwa seluruh dosanya telah ditebus, mereka akan seenaknya berbuat dosa.” Dan, saya rasa ini adalah ketakutan yang sama dari orang-orang yang tidak mempercayai bahwa pengorbanan Kristus telah menebus seluruh dosa manusia, yang dulu, yang sekarang, dan yang akan datang.

Saya bisa mengerti kenapa hal ini terjadi. Alasannya sederhana sebenarnya, karena orang-orang tersebut memberikan nilai yang sangat rendah terhadap karya penebusan Kristus. Jika Anda menaruh nilai yang sangat besar terhadap apa yang Kristus lakukan di atas kayu salib, tentu Anda tidak akan berpikir demikian.

Saya berikan ilustrasi. Anggaplah sebelum lahir baru kita adalah orang-orang yang tinggal di Neraka, tempat di mana kita menderita, dihukum, dan disiksa. Kemudian YESUS datang dan menebus kita dari Neraka dan membawa kita ke Sorga. DIA membawa kita dari kegelapan kepada terang yang ajaib. Di Sorga kita menikmati damai, sukacita, dan kemenangan sejati. Lalu, suatu hari ada malaikat yang iseng berkata kepada Anda, “Yuk, kita main ke Neraka, sebentar saja, 2-3 hari saja.” Saya ingin bertanya, “Apakah Anda mau menikmati lagi penderitaan, penghukuman, dan penyiksaan yang ada di Neraka, meskipun hanya 2-3 hari saja?” Saya tidak tahu dengan Anda, tetapi saya jelas akan menolak ajakan tersebut.

Logikanya, jika Anda mengerti betapa mahalnya karya penebusan Kristus, bahwa DIA menyelamatkan Anda dari perbudakan dan menjadikan Anda anak kesayanganNYA, DIA mengambil Anda dari kubangan dosa dan membersihkan Anda menjadi seputih salju, maka Anda tidak akan pernah berpikir untuk bebas berbuat dosa.

Jadi, pernyataan “Jika dosa saya yang akan datang sudah ditebus, enak dong saya bisa berbuat dosa” sesungguhnya adalah pernyataan yang tidak masuk akal. Karena kalau Anda menyadari betapa mahal harga penebusan Anda dan dari mana Anda ditebus, tidak akan terlintas sedikit pun untuk di benak Anda untuk kembali menjalani hidup yang penuh dengan dosa.

Saya percaya YESUS menebus seluruh dosa kita bukan supaya kita hidup sembarangan di dalam dosa, melainkan supaya kita menang atas dosa, dan hidup di dalam damai dan sukacita.

“Baiklah Koh Zaldy, saya percaya bahwa seluruh dosa saya sudah ditanggung oleh YESUS dan darahNYA udah membasuh saya sepenuhnya. Lalu, apakah saya masih perlu meminta ampun? Karena jelas Firman Tuhan katakan di dalam 1 Yohanes 1:9 bahwa kita perlu mengakui dosa kita.”

img_5378
Saya suka sekali bagaimana Tuhan menggambarkan hubungannya dengan manusia, sebagai Bapa dan anak. Itu memudahkan saya untuk mengerti kepribadianNYA yang penuh dengan kasih. Di gereja, ada beberapa keluarga yang saya layani. Sering, ketika ibadah, beberapa anak berbuat hal-hal yang nakal dan tidak jarang orangtua yang saya layani menegur, bahkan memarahi anak-anaknya. Namun tidak pernah, tidak pernah, tidak pernah sekalipun saya melihat ada orangtua yang berkata, “Tidak, kamu belum meminta maaf kepada papa. Kamu harus minta maaf dulu,” saat sang anak meminta dibelikan makanan atau meminta pulang ke rumah. Anda mengerti maksud saya?

Ya, anak-anak dari orangtua yang saya layani masih berbuat salah, mereka melakukan kenakalan layaknya anak-anak, yang terkadang membuat jengkel orangtuanya dan bahkan orang lain, tetapi pengampunan untuk sang anak sudah diberikan oleh orangtuanya jauh sebelum sang anak meminta ampun, bahkan jauh sebelum sang anak berbuat kesalahan. Bukankah itu yang TUHAN lakukan kepada Anda dan saya? Jauh sebelum kita berbuat salah, jauh sebelum kita meminta ampun, DIA telah melepaskan pengampunan itu melalui pengorbanan YESUS di atas kayu salib?

Saya mengumpulkan beberapa ayat yang meneguhkan hal di atas:
1. Matius 26:28 Sebab inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.
2. Efesus 1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karuniaNya.
3. Kolose 1:14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

“Kalau Tuhan sudah memberikan pengampunan, apakah artinya saya tidak perlu lagi meminta ampun lagi? Bagaimana dengan 1 Yohanes 1:9?”

Dalam beberapa gereja atau persekutuan yang pernah saya hadiri, saya sering mendengar kalimat ini, yang biasanya disisipkan di dalam doa pembuka atau penutup, “Tuhan, ampunilah dosa dan kesalahan kami, dan kiranya Engkau berkenan dengan ibadah yang kami lakukan.”

Rupanya kalimat doa ini muncul karena pemahaman yang telah kita bahas bersama di atas tadi, bahwa pengorbanan YESUS di atas kayu salib tidak mencakup penebusan dosa yang akan datang. Itu sebabnya di dalam alam bawah sadar, mereka berpikir kalau mereka tidak meminta ampun, Tuhan tidak akan melepaskan pengampunan. Jika Tuhan tidak mengampuni, maka Tuhan tidak akan berkenan untuk hadir memberikan lawatan, dan Tuhan tidak akan mencurahkan kebaikan dan kemurahanNYA. Padahal Firman Tuhan sudah katakan DIA tinggal di dalam hati kita (2 Timotius 1:14) dan DIA tidak akan pernah membuang atau pun meninggalkan kita (Ibrani 13:5).

ForgivenMuch_MainTeman, terkadang iblis hanya perlu menyesatkan kita satu kali saja, antara belok kiri dan belok kanan, supaya kita tersesat selama berhari-hari, bahkan bertahun-tahun. Munculnya pemahaman bahwa dosa kita yang akan datang belum ditebus telah merambat dan akhirnya mengacaukan banyak kebenaran yang Alkitab katakan.

Jadi, apakah kita masih perlu meminta ampun? Jelas saja perlu. Tetapi, pemahaman kita mengenai permohonan ampun bukan lagi “setelah kita minta ampun, DIA baru mengampuni kita.” Jika seperti ini, apa yang membedakan kita dengan Perjanjian Lama? Firman Tuhan dalam Ibrani 9:22 mengatakan, “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.” Dulu, pengampunan dosa baru diberikan setelah Imam Besar menyembelih kambing atau domba. Namun Anda dan saya hidup di zaman yang berbeda dengan perjanjian yang berbeda. Darah penebusan dosa untuk Anda sudah ditumpahkan dan Sang Domba yang tidak bercacat cela telah disembelih 2000 tahun lalu. Pengampunan untuk dosa-dosa Anda telah dilepaskan. Ibrani 10:10 mengatakan, “Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.”

(Baca juga: DARAH YESUS TERUS MEMBASUH ANDA)

Kini, tujuan kita meminta ampun bukan lagi supaya Tuhan mengampuni, karena kebenarannya DIA telah mengampuni kita. Firman Tuhan katakan di Ibrani 10:12, “Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah.” DIA tidak lagi memberikan pengampunan ketika kita memintaNYA, karena DIA telah memberikan pengampunan tersebut jauh sebelum kita memintanya. Tujuan kita minta ampun adalah untuk kita. Sebagai tanda kita mengakui bahwa “yang saya lakukan kemarin salah dan saya memutuskan untuk berbalik ke jalan-jalan Tuhan yang benar”.

Teman, mari kita bersyukur kepada YESUS yang telah mengampuni dan menebus kehidupan kita yang sia-sia dan membuat kita mengerti betapa berharga hidup kita di mataNYA. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.