UCAPAN KITA MENENTUKAN MASA DEPAN KITA

Bahan renungan:

Amsal 18:7* Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya, bibirnya adalah jerat bagi nyawanya, 21* Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Teman, ucapan kita mengenai diri kita sangat menentukan masa depan kita. Jika kita mengatakan, “Saya ini bodoh,” “Saya ini terlihat sudah tua,” “Saya sudah tidak sanggup lagi melakukan hal itu,” jangan heran jika hal-hal tersebut datang ke dalam hidup kita.

(Baca juga: SAAT SITUASI TIDAK SEPERTI YANG KITA HARAPKAN)

Perkataan kita ibarat sebuah undangan. Apa hal yang ingin kita undang masuk ke dalam hidup kita. Kita dapat mengundang hal-hal yang negatif atau kita juga dapat mengundang berkat atau mukjizat. Semua itu hanya sejauh apa yang kita ucapkan.

Saat kita mengatakan, “Tubuh saya sehat,” “Saya adalah orang yang diberkati,” “Saya kuat,” maka kesehatan, berkat, dan kekuatan yang akan datang kepada kita. Ucapkan apa yang kita harapkan terjadi di dalam hidup kita.

Percaya atau tidak, sebelum seseorang menjadi tua, keriput, dan sakit-sakitan, dia mengucapkan hal-hal seperti, “Kulit saya kusam,” “Saya sudah tidak cantik lagi,” “Wah, untuk angkat yang berat biar yang muda-muda saja,” dan lain sebagainya.

(Baca juga: IMAN ANDA ADALAH BARANG PALING MAHAL DI DUNIA)

Semua hal buruk terjadi dalam hidup kita tidak terjadi begitu saja, semua selalu didahului oleh kata-kata negatif. Begitu juga semua yang baik. Sadarilah, bahwa kata-kata kita memiliki kuasa. Lidah kita menentukan apakah kita ingin hidup dalam berkat yang Tuhan telah sediakan, atau di dalam kutuk yang kita ciptakan sendiri. (penulis: @mistermuryadi)

STATUS ANDA ADALAH ANAK RAJA, MEMERINTAHLAH SEPERTI ANAK RAJA

Bahan renungan:

Galatia 4:7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak …

Jika Anda telah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Lahir Baru), Anda perlu terbiasa dengan status Anda yang baru, yaitu sebagai ANAK RAJA di atas segala raja. Ya, Galatia 4:7 mengatakan bahwa Anda bukan lagi hamba, melainkan anak. Dan ini yang luar biasanya menjadi anak Raja, Yohanes 1:12 mengatakan bahwa Tuhan memberikan kuasa yang sama dengan kuasa yang dimiliki-Nya kepada orang-orang yang menjadi anak-Nya. Wow!

(Baca juga: JANGAN BIARKAN MASA LALU ANDA MENCURI MASA DEPAN ANDA)

Itu artinya, jika Tuhan kita berkuasa untuk memerintahkan berkat (Ulangan 28:8), kita pun demikian.

Saya pernah menonton sebuah adegan film seorang raja yang berkeliling desa untuk memperhatikan rakyatnya. Sepanjang sang raja berjalan, semua rakyatnya bersujud, dan setiap kali sang raja memerintahkan sesuatu, semuanya terburu-buru melakukannya. Selang lima tahun kemudian, sang putera mahkota juga berkeliling desa tanpa ditemani sang raja.

Anda tahu bagaimana respons rakyatnya? Sama persis seperti yang mereka lakukan terhadap sang raja. Semua bersujud kepada sang putera mahkota dan setiap kali sang putera mahkota memerintahkan sesuatu, mereka sesegera mungkin melakukannya.

Teman, Anda adalah ANAK RAJA. Garis bawahi ini, jika Tuhan dapat memerintahkan berkat, Anda pun dapat melakukannya. Jika badai, roh jahat, dan sakit penyakit tunduk kepada Tuhan, hal tersebut pun pasti tunduk kepada Anda.

Anda perlu terbiasa dengan status Anda yang baru. Ingat, Anda bukan lagi hamba yang diperintah oleh situasi dan kondisi. Menyerah dan pasrah bukanlah mental seorang anak Raja. Anda adalah ANAK RAJA yang memiliki kuasa untuk memerintahkan sesuatu dan mengubah keadaan.

(Baca juga: DAMPAK PALING MENGERIKAN DARI BERBOHONG)

Berhentilah menggunakan mulut Anda untuk mengucapkan gosip, fitnah, kabar bohong, keluh kesah, sungut-sungut, atau pengasihanan diri. Sebaliknya, mulailah menggunakan mulut Anda layaknya seorang anak raja, yaitu untuk memerintahkan berkat, kesehatan, dan mukjizat. Saya percaya tidak mungkin dari satu mulut yang sama dapat keluar berkat, dan juga kutuk. Anda perlu memilih satu di antara dua hal tersebut. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.