CARA MUDAH MENGENAL BAPA SORGAWI

Bahan renungan:

Yohanes 1:18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Banyak orang bertanya-tanya seperti apakah Bapa di Sorga? Apa yang Dia pikirkan, bagaimana reaksi-Nya dalam situasi tertentu, apa rencana-Nya dalam hidup kita, seperti apa suara-Nya, bagaimana sifat-Nya, dan lain sebagainya.

(Baca juga: SETIAP KITA PERLU MEMILIKI PEMBIMBING ROHANI)

Satu-satunya cara kita dapat mengetahui gambaran mengenai Bapa Sorgawi adalah melalui kehidupan Yesus. Yohanes 14:9 mengatakan, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” Kemudian, di dalam Yohanes 10:30, Yesus berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.”

Cara Yesus mengasihi, melakukan sesuatu, mengorbankan sesuatu, menyediakan sesuatu, dan memberikan sesuatu untuk banyak orang adalah gambaran bagaimana Bapa Sorgawi mengasihi kita.

Ketika kita membaca kisah di mana Yesus memberi makan orang banyak, menyembuhkan yang sakit, membangkitkan yang mati, mengusir roh jahat, melakukan mukjizat, dan lain sebagainya, itu adalah gambaran apa yang Bapa Sorgawi lakukan bagi hidup kita.

Dia adalah Bapa yang baik dan yang diberikan-Nya kepada kita hanyalah yang baik.

Sepanjang saya mempelajari beberapa kepercayaan lain, saya dapat yakin mengatakan tidak ada satu kitab suci di dunia yang memiliki gambaran mengenai Tuhan sejelas yang Firman Tuhan berikan. Juga, tidak ada satu pun aliran atau kepercayaan di dunia ini menceritakan bahwa tuhan yang mereka sembah memperkenalkan dirinya sebagai Bapa yang dekat yang mengasihi tanpa syarat.

(Baca juga: TUHAN INGIN ANDA SEHAT)

Saya rindu mengajak kita semua semakin dalam mengenal Yesus. Karena, melalui kehidupan Yesus, kita akan menemukan bukti yang sangat jelas bahwa Bapa Sorgawi sangat mengasihi kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

YESUS, SATU-SATUNYA TUHAN YANG BANGKIT DAN HIDUP

Bahan renungan:

Yohanes 20:6-7 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.

Setidaknya ada 48 nubuatan mengenai Yesus di dalam Perjanjian Lama. Yesus menggenapi semuanya itu tanpa cacat sedikit pun. Hari ini kita merayakan kebangkitan-Nya. Kebangkitan-Nya merupakan sesuatu yang sangat vital dalam kehidupan orang percaya. Karena, jika Yesus tidak bangkit, kita masih hidup dalam dosa-dosa kita (1 Korintus 15:17). Jika Yesus tidak bangkit, di hari akhir zaman nanti, kita akan dihukum dan dihakimi.

(Baca juga: ADA KEHIDUPAN MELALUI PENUMPAHAN DARAH YESUS)

Bersyukurlah, 2000 tahun yang lalu, Yesus bangkit dan kubur batu itu telah kosong. Haleluya.

Kebangkitan Yesus merupakan bukti nyata bahwa Tuhan telah menerima korban Anak Domba yang tidak bercacat ini sebagai korban penebusan dosa sekali untuk selamanya.

Teman, Roma 6:23 mengatakan bahwa upah dosa adalah maut. Artinya, harus ada yang mati untuk membayar dosa-dosa kita. Semestinya kita yang mati dihukum akibat dosa dan pelanggaran kita, tetapi Yesus memberikan nyawa-Nya menggantikan kita. Sehingga hari ini kita dapat menikmati kehidupan yang penuh damai dan sukacita, dan memiliki jaminan untuk kehidupan yang kekal.

Di zaman Perjanjian Lama, dosa yang manusia lakukan lebih kuat dari domba atau kambing yang disembelih untuk penebusan dosa. Itu sebabnya domba atau kambing sembelihan itu tidak bangkit setelah dipersembahkan di mezbah. Namun, saat Yesus naik ke kayu salib, kali ini korban sembelihannya jauh lebih kuat dari pada seluruh dosa yang ada di dunia. Itu sebabnya Yesus bangkit.

(Baca juga: SETETES DARAH YESUS SANGGUP MENGHAPUS DOSA DUNIA)

Tidak ada Tuhan yang seperti Yesus, bangkit dari kematian dan hidup. Dari keyakinan dan kepercayaan yang saya ketahui, semua yang mengaku “tuhan” berakhir di liang kubur. Hanya Yesus yang bangkit. (penulis: @mistermuryadi)

PENTINGNYA KITA MENGETAHUI DAN MENGAKUI KE-TUHAN-AN YESUS

Bahan renungan:

Filipi 2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Dua kitab dari dua kepercayaan terbesar di dunia, Kristen dan Islam, mencatat dan mengakui bahwa ada pribadi bernama Yesus atau Isa Almasih (Qs. 3 Ali ‘Imran 55, Qs. 19 Maryam 33) pernah hidup dan berjalan di atas Bumi ini 2000 tahun yang lalu, mati di kayu salib, bangkit, dan naik ke Sorga.

(Baca juga: SEPERTI INILAH BAPA MEMPERLAKUKAN ANDA)

Perlu kita ketahui bahwa tidak ada satu pun Pribadi yang disebut sebagai Tuhan yang dicatat dan diakui dalam dua kitab dari dua kepercayaan yang berbeda seperti Yesus.

Jika kelahiran, kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya diakui, sebenarnya sangat mudah untuk mempercayai ke-Tuhanan-Nya.

Beberapa waktu belakangan, ada seorang dari saudara kita yang berusaha menyesatkan dengan mengatakan bahwa Alkitab tidak pernah mencatat Yesus secara langsung menyebut Diri-Nya adalah Tuhan. Padahal kebenarannya, dalam banyak kesempatan Yesus menyatakan Diri-Nya Tuhan.

Berikut ayat yang menuliskan hal tersebut: Markus 14:62, Yohanes 4:26, Yohanes 8:24, dan Yohanes 13:13. Dalam ayat-ayat di atas, Yesus mengatakan “Akulah Dia” (dalam bahasa Inggris ditulis “I AM”). Kata tersebut adalah identitas Yahweh (Tuhan) dalam Perjanjian Lama (“I AM THAT I AM” – Keluaran 3:14). Anda juga dapat menemukan kata itu di Ulangan 32:39, Yesaya 43:25, dan Yesaya 52:6. Saat Yesus mengucapkan kata “Akulah Dia”, Yesus sedang mengatakan bahwa Dialah Tuhan.

Apa pentingnya kita mengetahui hal di atas? Firman Tuhan katakan di akhir zaman akan muncul AntiKristus (1 Yohanes 2:22), orang-orang yang berhasil dipengaruhi iblis untuk menolak dan menyangkal Kristus.

(Baca juga: KISAH SI JANDA MISKIN YANG TIDAK TAKUT MISKIN)

Iblis tahu pasti jika iman kita terhadap kelahiran, kehidupan, kematian, kebangkitan, dan ke-Tuhan-an Yesus goncang, artinya tidak ada lagi pengharapan untuk kehidupan kekal di Sorga, penebusan, penyucian, dan pengudusan bagi kita. Oh, iblis tidak mau mendekam di Neraka sendirian. Dia sedang berusaha menyesatkan banyak orang. Pastikan Anda tidak tertipu! (penulis: @mistermuryadi)

AYAH TERBAIK DI DUNIA

Bahan renungan:

Mazmur 103:13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

Saya bertemu dengan begitu banyak orangtua yang mengasihi anak-anaknya dengan sangat. Mereka bukan hanya sayang kepada anaknya yang baik dan berprestasi, tapi juga terhadap anak-anak mereka yang nakal. Saya rasa semua orangtua normal di dunia ini pasti melakukan hal yang sama.

Ada orangtua yang rela tidak makan demi anak-anaknya makan hari itu. Ada orangtua yang rela kerja siang-malam demi anak-anaknya mendapat pendidikan yang terbaik. Jika orangtua di dunia ini bisa melakukan hal-hal terbaik bagi anak-anaknya, apalagi Bapa kita di Sorga?

Namun ironisnya, banyak anak-anak TUHAN berpikir TUHAN yang mengijinkan sakit penyakit, masalah, kemiskinan, kebodohan, dan lain sebagainya bagi mereka. Padahal orangtua di dunia ini saja tidak mungkin melakukan hal tersebut terhadap anak-anaknya.

Iblis selama ribuan tahun berusaha mengubahkan cara pandang anak-anak TUHAN tentang figur Bapa di Sorga. Iblis datang membuat masalah, sakit penyakit, kemiskinan, namun anak-anak TUHAN mengatakan bahwa TUHAN-lah yang mengijinkan semuanya itu. Jelas iblis yang paling diuntungkan di dalam situasi ini.

Teman, kalau orangtua di dunia saja bisa tetap mengasihi kepada anak-anak mereka yang nakal, tetap memberi makanan, uang, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, kasih sayang, dan lain sebagainya, apalagi Bapa Sorgawi. DIA selalu datang kepada kita dengan kasihNYA untuk menyembuhkan, memulihkan, mengangkat kita dari tempat yang buruk.

DIA adalah BAPA yang jauh lebih baik dari orangtua terbaik yang ada di dunia ini. DIA mengasihi Anda, karena Anda adalah anak-anak kesayanganNYA. (penulis: @mistermuryadi)