BERAKAR DAN BERDASAR DI DALAM KASIH

Bahan renungan:

Efesus 3:16-17 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.

Jika iman kita tertuju kepada Kristus, kita akan berakar dan berdasar di dalam kasih. Kasih adalah satu-satunya hal yang secara signifikan dapat menunjukkan apakah Kristus ada di dalam hidup kita atau tidak, karena 1 Yohanes 4:7 dengan jelas mengatakan bahwa setiap orang yang mengasihi lahir dari Tuhan dan mengenal Tuhan.

(Baca juga: TUJUH AYAT INI MENUNJUKKAN BAHWA TUHAN SELALU BERSAMA KITA)

Kasih hanya dapat kita miliki dan salurkan kepada orang lain jika kita menjalin hubungan dengan Kristus. Yang saya maksud adalah, ketika hati kita sepenuhnya tertuju kepada perkataan-Nya, janji-Nya, dan perintah-Nya. Atau dengan kata lain, ketika kita mau merendahkan diri, mengesampingkan kekuatan dan cara pikir kita, dan menaruh Kristus dan kebenaran-Nya sebagai satu-satunya dasar kehidupan kita. Ayat 1 Yohanes 4:8 mengatakan bahwa Tuhan yang kita sembah adalah kasih. Jadi, kasih adalah hal yang pertama kali kita dapatkan ketika kita bergaul erat dengan-Nya.

(Baca juga: KITA TIDAK DICIPTAKAN UNTUK LARI DARI MASALAH)

Kasih adalah dasar utama dalam kehidupan seorang percaya. Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa tanpa kasih, sekalipun kita dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan malaikat, memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, atau menyerahkan diri untuk dibakar, sedikitpun hal tersebut tidak ada faedahnya. Penting bagi setiap kita berakar dan berdasar di dalam kasih, karena kasih adalah identitas Anda dan saya sebagai pengikut Yesus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

SEMUA ORANG PERCAYA ADALAH MURID KRISTUS

Bahan renungan:

Yesaya 50:4 Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Kehidupan kita di dalam Kristus adalah sebuah perjalanan yang panjang. Di dalam perjalanan tersebut, kita belajar agar semakin hari semakin mengenal Kristus dan semakin memancarkan kemuliaan-Nya melalui perkataan, perbuatan, dan keputusan kita.

(Baca juga: SEANDAINYA TUHAN YANG MENJADI SUTRADARA ATAS HIDUP ANDA)

Dengan kata lain, setiap orang percaya adalah murid Kristus. Jika kita mendengarkan Kristus dalam hidup kita, saya percaya, lambat laun, kita akan berbicara dan berperilaku seperti Kristus. Yang saya maksud adalah mengucapkan dan melakukan hal-hal yang membangun, memberi semangat, dan kekuatan kepada orang lain, seperti yang Kristus lakukan.

(Baca juga: KEHANCURAN BUKAN AKHIR SEGALANYA SELAMA KITA PERCAYA TUHAN)

Seorang murid hanya dapat melakukan sebatas apa yang diajarkan oleh gurunya. Yesus adalah guru setiap orang percaya. Sebagai murid-Nya, sudah sewajarnya kita hanya melakukan sebatas apa yang Dia ajarkan, yaitu kasih. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

BANGKITKAN KEMBALI KASIH ANDA TERHADAP ORANG YANG ANDA BENCI

Bahan renungan:

Ibrani 13:1 Peliharalah kasih persaudaraan!

Meskipun singkat, ayat di atas sangat menarik. Saya tidak sedang membahas kasih antara kita dengan Tuhan, melainkan kasih antar sesama. Kasih atau cinta tidak datang dan pergi tiba-tiba jika kita mengerti cara memeliharanya. Mungkin kita berpikir, “Mengapa saya sulit mengasihi dia seperti dulu, terutama sejak peristiwa itu.” Kasih atau cinta bukanlah sekadar perasaan, melainkan sebuah tindakan dan komitmen.

(Baca juga: BERDOALAH, DENGARKAN TUHAN BERBICARA KEPADA KITA)

Cara termudah memelihara kasih adalah dengan mengingat yang baik, yang manis, dan yang sedap didengar (Filipi 4:8) yang pernah orang tersebut lakukan terhadap kita. Sebaliknya, kita mulai kehilangan cinta atau kasih terhadap pasangan atau sahabatnya ketika kita mulai memikirkan yang tidak baik, seperti kekurangan, kesalahan, kelemahan, keburukan, dan kegagalan, dari pasangan atau sahabatnya kita.

Perlu kita sadari bahwa orang yang paling berpotensi membenci kita atau kita benci adalah orang yang dekat dengan kita. Kita tidak mungkin membenci orang yang baru kita temui di jalan. Pada umumnya, kita membenci keluarga, pasangan, sahabat, atau teman kita. Maksud saya mengatakan itu adalah orang-orang yang kita benci biasanya adalah orang-orang yang berharga bagi kita.

Ketidaktahuan anak-anak Tuhan dalam memelihara kasih seringkali dimanfaatkan iblis untuk menghancurkan hubungan antara keluarga, atau suami dan istri.

Jika hari ini kita membenci seseorang, mulailah praktekkan cara di atas. Yang iblis inginkan adalah kita mengingat segala yang jahat, yang salah, yang buruk dari seseorang, supaya semakin hari hati kita semakin pahit. Sehingga, suatu hari kebencian dan kepahitan itu menghancurkan hidup kita dan orang-orang yang kita sayangi. Jangan terjebak dengan tipu daya iblis. Ambil alih pikiran kita hari ini!

(Baca juga: APA BENAR DI SORGA AKAN ADA LAYAR YANG MEMUTAR DOSA KITA?)

Bangkitkan kembali kenangan-kenangan yang manis dan indah bersama orang tersebut. Percayalah, jika kita memikirkan kenangan yang baik, hati kita akan merasakan yang baik. Sebaliknya, jika kita mengingat-ingat yang buruk, kebencian dan kepahitan yang akan muncul. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

KITA PERLU CEPAT MENGAMPUNI KESALAHAN ORANG LAIN

Bahan renungan:

1 Korintus 13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Ada begitu banyak hal penting mengenai kasih, tetapi hari ini saya ingin membahas bahwa kasih itu mengampuni dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

(Baca juga: TUHAN MENJAWAB LIMA KERAGUAN MUSA (BAGIAN KEDUA))

Setiap hari, kita memiliki banyak kesempatan untuk tersinggung, marah, dan kecewa, tetapi kita perlu membuat pilihan yang tepat. Sangat sulit membangun hubungan dengan orang-orang yang terluka perasaannya.

Jika kita tidak cepat dalam mengampuni kesalahan orang lain, melainkan malah mengingat-ingat salah mereka, cepat atau lambat, daftar kesalahan orang tersebut akan menjadi sangat panjang di pikiran kita, sehingga kita kesulitan membangun hubungan lagi dengan orang itu, bahkan dengan orang lainnya.

Menyimpan kesalahan orang lain merupakan salah satu penyebab retaknya hubungan, baik itu hubungan suami-istri, orangtua-anak, atau sahabat.

Pada dasarnya, kita sedang menyelamatkan diri kita sendiri ketika kita cepat mengampuni orang lain. Sebaliknya, mengingat atau menyimpan kesalahan orang lain ibarat kita, secara sadar, meminum racun, yang perlahan tapi pasti akan membunuh diri kita sendiri.

(Baca juga: TUHAN MENJAWAB LIMA KERAGUAN MUSA (BAGIAN PERTAMA))

Bukan tanpa alasan Firman Tuhan mengingatkan kita agar tidak menyimpan kesalahan orang lain. Saya percaya, itu untuk tujuan menjaga kita dari akar pahit dan dari hal-hal yang akan membahayakan kehidupan kita kelak. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

JANGAN HANYA NIAT, LAKUKAN!

Bahan renungan:

2 Tesalonika 3:4 Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan.

Niat di dalam hati tidak berarti banyak dalam kehidupan ke-Kristenan, karena Yesus mengajarkan kita tindakan nyata. Jangan salah paham. Bagus, jika kita memiliki suatu niat yang baik, tetapi jangan berhenti di situ, maju satu langkah lagi, wujudkan.

(Baca juga: YESUS SANG ULAR TEMBAGA)

Niat kita untuk mendoakan orang sakit tidak akan menyembuhkan orang tersebut. Namun jika kita mendatanginya, menceritakan kabar baik mengenai kesembuhan, dan mendoakannya, hal tersebut dapat melepaskan kuasa kesembuhan baginya. Begitu juga niat baik kita untuk mengasihi seseorang. Jika hanya disimpan dalam hati, tidak berarti banyak bagi orang tersebut. Namun, jika kita menolongnya, mengulurkan tangan kita, sekecil apapun pertolongan yang kita berikan, pasti sangat berarti.

Terhadap Tuhan, kita dapat menunjukkan hati percaya kita, tetapi terhadap manusia, tunjukkan tindakan percaya kita.

(Baca juga: ANDA TIDAK HARUS TAKUT SAAT MENGHADAPI MASALAH)

Apa niat baik yang ada di hati Anda belakangan ini? Saya percaya Roh Kudus yang menaruhkan niat baik tersebut. Segera wujudkan, jangan ditunda. Jika hal tersebut berpotensi untuk membawa orang lain semakin mengenal Yesus dan mendatangkan kemuliaan bagi nama Tuhan, lakukan! (penulis: @mistermuryadi)

RESPONS ANDA ADALAH TANGGUNG JAWAB ANDA

Bahan renungan:

Mazmur 119:30 Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.

Setiap kita selalu memiliki pilihan untuk hidup benar dan bersikap positif terhadap situasi dan keadaan yang terjadi. Yesus membuktikan hal tersebut. Apa pun situasi yang Dia hadapi, Dia selalu merespons dengan kasih dan pengampunan. Yesus bisa saja bersikap kasar atau sinis terhadap orang-orang yang menyakiti hati-Nya, tetapi Dia memilih untuk mengasihi mereka.

(Baca juga: JANGAN RAGU MENGHARAPKAN SESUATU YANG TUHAN JANJIKAN)

Seringkali, kita menyalahkan situasi dan kondisi untuk sikap negatif yang kita keluarkan. Padahal, kita tidak harus bersikap negatif di saat situasi dan kondisinya buruk. Kita dapat memilih untuk bersikap positif dan hidup benar.

Situasi dan kondisi yang terjadi di dalam hidup kita tidak selalu sepenuhnya berada di dalam kendali kita, tetapi respons kita terhadap situasi dan kondisi tersebut, sepenuhnya ada di dalam kendali kita. Kita bertanggung jawab 100% atas semua respons dan keputusan kita.

Ada seorang pelayan Tuhan yang saya kenal di Kalimantan. Suatu hari, saat sedang pergi melayani, istrinya dibunuh secara sadis di depan anaknya yang berusia dua tahun. Rekan saya sangat berduka atas peristiwa tersebut. Dia melaporkan peristiwa itu ke pihak berwajib, dan mengatakan kepada pihak keluarga dan gereja, bahwa dia mengampuni sang pembunuh. Sungguh sebuah respons kasih yang luar biasa.

Jika kita mengalami sakit hati, kepahitan, kecewa, marah, atau cemburu pada hari ini, itu sepenuhnya karena keputusan dan pilihan kita.

(Baca juga: TETAPLAH BERSYUKUR SEKALIPUN KITA DIRUNDUNG PENDERITAAN)

Mungkin kita mengatakan, “Tetapi, saya bersikap negatif seperti ini akibat kesalahan orang lain.” Teman, berhentilah menyalahkan orang lain. Orang lain dapat melakukan apa saja terhadap hidup kita, itu pilihan dan keputusan mereka, tetapi respons kita terhadap mereka sepenuhnya pilihan dan keputusan kita. Sama seperti Yesus, kita selalu dapat memilih unutk merespons dengan kasih. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ANDALAH YANG PALING DIUNTUNGKAN SAAT ANDA MENGAMPUNI

Bahan renungan:

Lukas 23:34 Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Kalimat di atas diambil dari sebuah peristiwa pengampunan terbesar dalam sejarah dunia. Kalau ada Pribadi yang paling berhak untuk marah, sakit hati, dan kepahitan akibat diperlakukan buruk atau tidak adil, itu adalah Yesus. Yesus dikhianati oleh mahkluk yang Dia ciptakan sendiri dan oleh mahkluk yang paling Dia kasihi. Namun, Yesus memilih untuk mengampuni dan mengasihi mereka.

(Baca juga: GAYA HIDUP ANAK TUHAN VERSUS ANAK DUNIA)

Mungkin akibat perlakukan seseorang terhadap Anda, Anda merasa berhak untuk marah, sakit hati, dan pahit terhadap seseorang. Ya, mungkin saja Anda berhak, tetapi sama seperti Yesus, Anda dapat memilih untuk mengampuni dan mengasihi mereka. Marah, benci, atau sakit hati bukanlah satu-satunya pilihan.

Sesungguhnya, Andalah yang paling diuntungkan ketika mengampuni orang yang bersalah kepada Anda atau orang yang Anda benci. Mengampuni ibarat membuang beban yang berat dari hati Anda. Mengampuni melepaskan Anda dari ikatan yang membelenggu. Mengampuni mencegah tumbuhnya akar pahit dalam hati Anda.

(Baca juga: TUHAN MELINDUNGI KITA DARI MALAPETAKA DAN TULAH (MAZMUR 91:9-10))

Teman, ampunilah orang-orang yang berbuat salah kepada Anda, sekalipun mereka tidak meminta maaf. Anda mengampuni bukan karena mereka meminta maaf kepada Anda, melainkan karena Firman Tuhan mengajarkan setiap orang percaya untuk menjadi orang-orang yang mudah mengampuni dan mengasihi, seperti Bapa di Sorga. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.