KITA DISUCIKAN OLEH DARAH YESUS

Bahan renungan:

1 Korintus 6:11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.

Banyak orang mengira bahwa perbuatan baik, seperti rajin berpuasa, rajin berdoa, dan menjauhi dosa dapat menjadikan hidup seseorang dipandang kudus oleh TUHAN. Sayangnya, bukan itu yang ALKITAB katakan.

(Baca juga: TUHAN MENYEDIAKAN LEBIH BANYAK UNTUK KITA TAHUN INI)

Saya tidak katakan bahwa kita tidak perlu lagi kita berdoa atau berpuasa. Sampai hari ini, saya pribadi masih melakukan kedua hal tersebut. Yang saya coba katakan di sini adalah perbuatan Anda dan saya, tidak peduli seberapa baik atau hebatnya, tidak akan pernah bisa membuat kita mencapai standar kudus yang TUHAN inginkan.

Kalau manusia dapat mencapai standar kudusnya TUHAN, YESUS tidak akan memanggil orang-orang Farisi dan Saduki “ular beludak”. Orang Farisi dan Saduki adalah orang-orang yang sepanjang hidupnya mencoba mencapai standar kudus dengan kekuatan mereka sendiri. Dan hasilnya, sama sekali tidak benar di mata Yesus.

Kekudusan bukanlah hal yang dapat dihasilkan oleh kekuatan manusia, karena hanya Tuhanlah yang kudus. Yang artinya hanya Dia yang dapat memberikan kita kekudusan, atau dengan kata lain, menguduskan kita. Itu sebabnya ayat di atas mengatakan bahwa kita adalah orang-orang yang dikuduskan dan dibenarkan. Dibenarkan dan dikuduskan adalah kata pasif, yang artinya kita dijadikan benar dan dijadikan kudus oleh sesuatu yang tidak berasal dari kekuatan atau usaha kita.

Iblis mencoba memelintir kebenaran membuat kita berpikir bahwa kita kurang melakukan ini dan itu; dan karena kita kurang hidup kudus, TUHAN marah, menghukum kita, dan tidak menjawab doa-doa kita, akibatnya kita mencoba hidup kudus dengan kekuatan kita sendiri. Jangan terjebak perangkap tersebut. Firman Tuhan mengatakan Yesuslah yang menguduskan kita di dalam kebenaran.

Hari ini saya ingin kita menyadari bahwa kekudusan dan kebenaran kita datangnya dari Yesus, bukan dari diri kita sendiri. Tidak ada hal yang benar dan kudus yang dapat manusia hasilkan tanpa tinggal di dalam Yesus dan kebenaran-Nya.

Pada hari penghakiman, jika Bapa di Sorga bertanya, “Apa yang membuat kamu layak masuk Sorga?”, kira-kira kita mau menjawab apa? “Karena saya telah berdoa dan berpuasa setiap hari, dan membangkitkan seratus orang mati?” Jika itu jawabannya, saya yakin kita akan masuk neraka. Satu-satunya jawaban yang benar adalah karena kita percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat.

(Baca juga: MENGELUH MERUGIKAN HIDUP ANDA)

Berhenti berpikir bahwa perbuatan kita yang membuat hidup kita kudus dan benar di mata Tuhan. Ganti pikiran itu dengan, “Terima kasih Tuhan Yesus, darahMulah yang telah membenarkan dan menguduskan hidup saya. Saya tidak layak, tetapi Engkau melayakkan saya menjadi anak-Mu.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

PERBUATAN BAIK MEMBUKA PINTU PENGINJILAN

Bahan renungan:

1 Petrus 2:15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.

Di luar sana, banyak orang yang berprasangka bahwa ke-Kristenan mengajarkan untuk tidak perlu peduli kepada lingkungan sekitar, eksklusif, dan selalu mau menang sendiri. Padahal, Firman Tuhan mengajarkan kehangatan, kebaikan, dan kasih terhadap sesama.

(Baca juga: KITA PERLU MEMPRIORITASKAN KEBENARAN)

Yesus mengajarkan kepada kita untuk berbuat kasih di level yang sangat tinggi, yaitu kepada orang-orang yang menghina, mencaci, memfitnah, dan bahkan membenci kita.

Salah satu keuntungan dari berbuat baik kepada seseorang adalah terbukanya pintu penginjilan. Perbuatan baik memberikan kita kesempatan untuk menceritakan Yesus kepada orang tersebut. Saya yakin orang akan jauh lebih nyaman dan terbuka tentang masalah dan kehidupannya kepada orang yang baik dan hangat. Sebaliknya, jika kita kasar, jahat, pemarah, sok tahu, atau sombong, kita akan sangat kesulitan untuk diterima oleh kebanyakan orang.

Jika kita ingin menceritakan Yesus kepada orang yang kita kasihi, entah itu keluarga, sahabat, atau rekan kerja kita, berbuat baiklah terlebih dahulu kepada mereka. Misalnya, kita belikan hadiah ulang tahun atau hadiah Natal untuk mereka, menatraktir mereka, dan lain sebagainya. Atau, jika orang tersebut adalah anggota keluarga, kita dapat memijat ketika mereka pulang bekerja, atau kita dapat menyediakan secangkir kopi atau teh untuk mereka.

Yesus melakukan prinsip yang sama ketika Dia melayani. Ketika hendak menceritakan keselamatan kepada Zakheus, Yesus makan dan menginap di rumah Zakheus. Yesus melakukan kebaikan terlebih dahulu kepada Zakheus, sehingga Zakheus mau duduk diam mendengarkan Yesus. Ada pepatah, segala sesuatu dapat diselesaikan di meja makan.

(Baca juga: BANGKITLAH, WAHAI UMAT YANG DIKASIHI TUHAN)

Sekali lagi, sangat penting bagi setiap kita untuk berbuat baik kepada orang lain. Selain supaya hidup kita dihargai orang lain, perbuatan baik dapat menjadi pintu untuk menceritakan tentang Yesus kepada banyak orang. (penulis: @mistermuryadi)

PERLAKUKAN ORANG LAIN SEBAGAIMANA ANDA INGIN DIPERLAKUKAN

Bahan renungan:

Lukas 6:31 Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

Sungguh sesuatu yang menyenangkan memiliki Tuhan Yesus di tengah dunia yang gelap ini. Sekalipun kita jatuh atau gagal, kita tahu ada Satu Pribadi yang senantiasa mengasihi kita tanpa syarat. Namun, berbeda halnya dengan dunia ini. Dunia tidak memperlakukan kita seperti Tuhan memperlakukan kita. Orang-orang di dunia, khususnya mereka yang tidak mengenal Tuhan, hanya akan memperlakukan kita spesial, jika kita memperlakukan mereka spesial. Kita mengenal istilah ini dengan hukum tabur tuai.

(Baca juga: PERHATIKAN SUMBER NASIHAT ANDA)

Itu alasannya Firman Tuhan mengajarkan kepada kita perbuatan baik, karena teman sekolah, rekan bisnis, atau rekan kerja hanya akan memperlakukan kita sebagaimana kita memperlakukan mereka. Jika kita dingin, kasar, pemarah, mudah tersinggung, suka berbicara kotor, atau suka memanfaatkan orang lain, jangan heran dan jangan kesal jika orang lain melakukan hal sama kepada kita.

Ada orang-orang yang saya kenal tidak suka jika pesan whatsapp-nya tidak dibalas, sedangkan dia sendiri seringkali hanya membaca pesan whatsapp dari orang lain dan sama sekali membalasnya. Juga, ada orang-orang yang senang berbicara kasar dengan alasan mereka lebih suka berbicara apa adanya, tetapi mereka tersinggung jika orang lain berbicara kasar kepada mereka.

Begini hukumnya. Jika ada orang yang memperlakukan kita buruk berulang kali, kita perlu berkaca, karena hampir dapat dipastikan hal tersebut terjadi akibat kita terlebih dahulu memperlakukan orang lain buruk.

Harus saya akui tidak semua orang akan memperlakukan kita sebagaimana kita memperlakukan mereka. Saya mengenal orang-0rang yang suka membalas kejahatan dengan kebaikan, tetapi jumlahnya hanya sedikit sekali.

(Baca juga: FIRMAN TUHAN ADALAH GPS TERBAIK)

Terlepas dari imbalan berbuat baik yang menggiurkan, saya mengajak kita semua menjadi orang-orang yang menjunjung tinggi perbuatan baik, karena hanya dengan cara demikianlah dunia dapat melihat Yesus melalui hidup kita. Saat kita menampilkan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5:22-23), pada dasarnya kita sedang menunjukkan Yesus kepada dunia ini. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

AKANKAH ORANG LAIN MENEMUKAN “EMAS” KETIKA MENGGALI HIDUP KITA?

Bahan renungan:

1 Petrus 2:12 Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.

Beberapa waktu lalu, Bapak Ahok, mantan gubernur Jakarta, diperhadapkan pada sebuah persidangan karena tuntutan penistaan agama. Semakin hidupnya digali dalam persidangan tersebut – ada yang menggali untuk mencari kesalahannya, ada juga yang menggali untuk mencari kebaikannya, semakin kita menemukan banyak “emas” dalam hidup Bapak Ahok. Kebaikan-kebaikan hati yang Bapak Ahok lakukan, yang luput dari pemberitaan media dan pantauan masyarakat umum, ternyata jumlahnya sangat banyak. Sungguh hal tersebut membuat saya jadi “menutup mata” terhadap dua atau tiga kesalahan yang dia lakukan.

(Baca juga: KITA LEBIH BERHARGA DARI BURUNG PIPIT DAN BUNGA BAKUNG)

Lebih lagi, Yesus. Pada saat para ahli taurat menyeret Yesus ke pengadilan, mereka kesulitan menemukan kesalahan-Nya. Bahkan, sang penguasa pada saat itu, Pontius Pilatus mengatakan, “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini.” Karena, semakin mereka mencari-cari kesalahan Yesus, yang mereka dapatkan justru perbuatan kasih dan kebaikan.

Bagaimana dengan kita? Seandainya ada orang yang mencari tahu mengenai kita, kira-kira semakin mereka menggali hidup kita, apa yang akan mereka temukan? Akankah mereka menemukan “emas” di dalam hidup kita, atau justru yang lain?

(Baca juga: KURANGI GAYA HIDUP ANDA, SUPAYA ANDA DAPAT MENABUR)

Teman, jangan mengira perbuatan kasih yang kita lakukan tidak penting. Seseorang pernah berkata bahwa perbuatan kita berbicara jauh lebih kuat dari ribuan kata-kata yang kita ucapkan. Jika kita banyak berbuat kasih kepada orang lain, suatu hari, pada saat kita membutuhkan, perbuatan-perbuatan kasih itu akan “bersuara” membantu kita. Bahkan, yang lebih dahsyat, perbuatan-perbuatan kasih kita dapat membuat orang lain melihat Yesus dalam hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ANDA PASTI MENUAI PERBUATAN BAIK YANG ANDA LAKUKAN

Bahan renungan:

Amsa 11:27 Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.

Firman Tuhan mengatakan bahwa Anda diciptakan Allah untuk melakukan perbuatan baik (Efesus 2:10) dan Firman Tuhan juga mengajarkan agar Anda saling mengasihi (1 Yohanes 4:7).

(Baca juga: HARGAI HIDUP ANDA, KARENA ANDA DITEBUS DENGAN HARGA YANG MAHAL)

Bagi Anda yang berbisnis, ketika Anda berbuat baik kepada karyawan, mereka akan membalasnya dengan bekerja keras untuk Anda. Bagi Anda yang karyawan, ketika Anda berbuat baik kepada sesama karyawan atau bos Anda, kebaikan tersebut akan membuat mereka “menutup mata” terhadap kekurangan atau kesalahan Anda. Bagi Anda yang masih bersekolah, kebaikan Anda terhadap teman atau guru akan membuat Anda disukai dan disegani oleh mereka. Bagi suami dan istri, kebaikan yang Anda lakukan untuk pasangan akan membuat mereka semakin jatuh cinta kepada Anda.

Saya teringat sebuah kisah ketika Rahab menolong dua pengintai Israel (Yosua 2:1-6). Rahab menyambut mereka dan berbuat kebaikan kepada mereka. Hasilnya, ketika Yosua menyerang dan memusnahkan seluruh kota Yerikho, hanya Rahab dan keluarganya yang dibiarkan hidup oleh Yosua (Yosua 6:23-25).

(Baca juga: ANDA TIDAK PERNAH SENDIRIAN. ADA YESUS!)

Lihat, kebaikan atau kasih yang Anda lakukan selalu kembali kepada Anda, Pada dasarnya, Andalah yang paling diuntungkan ketika Anda berbuat baik atau berbuat kasih kepada seseorang. Galatia 6:9 mengatakan jika Anda tidak jemu berbuat baik, suatu hari Anda pasti menuai perbuatan baik yang Anda lakukan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

IMAN ANDA ADALAH BARANG PALING MAHAL DI DUNIA

Bahan renungan:

Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Apa benar manusia dapat masuk Sorga karena banyak memberi amal, banyak menolong orang lain, memiliki jadwal pelayanan yang padat, setia mengikuti peraturan gereja, atau rajin berdoa dan berpuasa? Menurut ayat di atas bukan hal tersebut yang menyelamatkan kita. Rasul Paulus tegas mengatakan bahwa kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik atau usaha kita, melainkan oleh iman kita.

(Baca juga: TUHAN TIDAK SEPERTI MANTAN KITA YANG MEMINTA KEMBALI BARANGNYA SAAT PUTUS)

Jika demikian, apakah artinya tidak penting untuk berbuat baik? Tentu saja penting. Sebagai orang percaya, Yesus mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada sesama, menjadi teladan yang baik bagi banyak orang, dan menjaga kekudusan hidup kita. Hanya saja bukan hal tersebut yang dapat membuat kita masuk Sorga. Sorga tidak dapat dibeli oleh perbuatan kita. Satu-satunya “mata uang” yang dapat membawa kita ke Sorga adalah IMAN.

Ya, IMAN kita sangatlah mahal.

Para ahli ekonomi saat ini mengatakan barang paling mahal adalah properti. Jack Ma, seorang pengusaha sukses, mengatakan, air akan jadi barang mahal di dunia beberapa puluh tahun mendatang. Namun, saya ingin mengatakan bahwa IMAN Anda adalah barang termahal yang pernah ada di dunia ini.

(Baca juga: TINGGALKAN KETERBATASAN DAN KETIDAKPERCAYAAN ANDA)

Iman Anda, atau dengan kata lain, kepada siapa Anda menaruh percaya, dapat membawa Anda ke Sorga kekal atau membawa Anda kepada kebinasaan. Jika Anda menaruh iman Anda kepada janji Tuhan, Anda akan diselamatkan. Keselamatan yang saya maksud tidak hanya berbicara mengenai masuk Sorga, tetapi juga disembuhkan, mengalami mukjizat, diberkati, dan panjang umur. Sedangkan jika Anda menaruh iman Anda pada ketakutan, kekuatiran, atau hal-hal selain Tuhan, hal tersebut hanya akan membawa Anda kepada penderitaan dan penyesalan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur untuk mendukung pelayanan ini. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

LIMA AYAT INI MENJAMIN ORANG PERCAYA PASTI MASUK SORGA

Bahan renungan:

1 Tesalonika 5:9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

“Ke mana saya setelah meninggal dunia?” Banyak orang tidak tahu hal apa yang akan terjadi setelah kematian. Ada yang mengatakan setelah ajal menjemput, dosa dan perbuatan baik kita akan ditimbang. Jika dosa lebih banyak, kita akan dihukum di neraka, sedangkan jika perbuatan baik lebih banyak, kita akan ditempatkan di Sorga. Ada juga yang mengatakan, setiap orang yang meninggal akan mengalami reinkarnasi sampai jiwanya benar-benar murni dan bebas dari dosa.

(Baca juga: PILIH MANA: PERCAYA JANJI TUHAN ATAU KENYATAAN YANG BURUK?)

Dengan konsep di atas, tidak heran banyak orang takut menghadapi kematian, karena mereka tidak memiliki jaminan atau kepastian masuk Sorga setelah kematian.

Namun ada kabar baik bagi kita yang percaya kepada nama Yesus. Firman Tuhan menjamin kita pasti masuk Sorga, kita pasti diselamatkan. Bukan mudah-mudahan, bukan tergantung situasi, tetapi pasti. Ya, Tuhan mempersiapkan Sorga bagi anak-anak kesayangan-Nya, yaitu Anda dan saya.

Perlu Anda catat bahwa yang diselamatkan bukan yang paling banyak berbuat baik, melainkan yang percaya kepada Yesus. Efesus 2:8-9 dengan jelas mengatakan bahwa kita diselamatkan oleh iman kepada Tuhan Yesus, bukan oleh perbuatan atau hasil usaha kita.

Berikut lima ayat Firman Tuhan yang menjamin kita pasti masuk Sorga:

  1. Yohanes 3:16-17 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
  2. Yohanes 6:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.
  3. Yohanes 11:25-26 Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.
  4. Roma 5:8-9 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
  5. Roma 10:9-10 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (penulis: @mistermuryadi)

(Baca juga: ANDA TIDAK BISA MENGUSAHAKAN KEKUDUSAN, ANDA HANYA BISA DIKUDUSKAN)