SATU-SATUNYA CARA AGAR KITA MASUK SORGA

Bahan renungan:

Roma 3:23-24 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Seandainya kita dapat masuk Sorga dengan cara membayar, saya yakin tidak seorangpun di dunia ini sanggup membayarnya. Itu sebabnya keliru sekali jika kita berpikir bahwa perbuatan baik dapat mengantarkan kita ke Sorga. Puji Tuhan, hari ini kita membaca kebenaran bahwa Tuhan telah memberikan keselamatan secara gratis melalui karya penebusan Kristus.

(Baca juga: KEAJAIBAN TERJADI KETIKA KITA BERDOA)

Kita memiliki kesempatan untuk masuk ke Sorga secara cuma-cuma ketika kita memercayai Yesus sebagai Tuhan dan Jurselamat. Yohanes 14:6 menegaskan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan menuju Sorga, tidak ada yang lain. Itu artinya, tanpa Yesus, sekalipun kita berbuat banyak kebaikan, kita tidak akan sampai ke Sorga. Bukan saya yang mengatakannya, tetapi Firman Tuhan.

Jika suatu saat kita berada di hadapan Bapa Sorgawi dan Dia bertanya, “Apa yang membuat kamu layak masuk Sorga?” Kira-kira jawaban apa yang akan kita berikan?

Jika kita menjawab, “Saya sudah melayani orang miskin selama 50 tahun dan menyumbang miliyaran rupiah,” saya berani menjamin kita tidak akan masuk Sorga. Saya tidak mengatakan bahwa melayani orang miskin dan menyumbang uang itu salah. Sama sekali tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Hanya saja itu bukan cara untuk masuk Sorga.

(Baca juga: CERITAKAN INJIL SUPAYA SEISI RUMAH ANDA DISELAMATKAN)

Satu-satunya jawaban yang tepat yang dapat membuat kita masuk ke Sorga adalah karena kita percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Jurselamat pribadi kita. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

SEANDAINYA TUHAN YANG MENJADI SUTRADARA ATAS HIDUP ANDA

Bahan renungan:

1 Timotius 1:12-13 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku–aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.

Saya percaya, tidak ada seorang pun diciptakan jahat di dunia ini. Tuhan menciptakan Anda serupa dan segambar dengan-Nya. Tuhan menciptakan Anda untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan besar, dan untuk memancarkan kemuliaan-Nya.

(Baca juga: KEPADA SIAPA ANDA MEMERCAYAKAN HIDUP ANDA?)

Kejahatan terjadi karena di satu titik hidup Anda, Anda memberikan kendali hidup Anda kepada “sutradara” yang salah. Anda membiarkan diri Anda larut dengan hal-hal yang negatif, sehingga terbentuklah karakter yang buruk dan perilaku yang jahat di dalam hidup Anda.

Mungkin beberapa di antara Anda mengira bahwa hidup Anda sudah selesai karena kejahatan yang Anda lakukan. Tidak ada lagi hal positif yang tersisa. Anda merasa, semakin Anda berusaha hidup baik dan benar, tantangan yang datang semakin besar, dan hal tersebut membuat kondisi Anda lebih buruk dari sebelumnya.

Hari ini saya membawa kabar gembira. Saya ingin meyakinkan Anda bahwa Tuhan sanggup memulihkan hidup jika Anda membiarkan Dia menjadi “sutradara” atas hidup Anda.

Saya ingin memberikan Anda sebuah fakta mengenai karakter dan perilaku jahat. Anggaplah, kejahatan atau keburukan yang Anda lakukan adalah mencuri, keras kepala, pemarah, pencemburu, dan pembohong. Tahukah Anda bahwa ada sisi terang dari karakter dan perilaku jahat tersebut?

Jika seorang pencuri menyerahkan dirinya diubah oleh Kristus, saya percaya dia akan menjadi orang yang kreatif. Seorang yang keras kepala dapat menjadi orang yang gigih. Seorang pemarah dapat menjadi seorang yang tegas. Seorang pencemburu dapat menjadi seorang yang penuh perhatian. Seorang pembohong dapat menjadi seorang penginjil yang kreatif.

Jika para pencuri, pembohong, pemarah, dan pencemburu bergabung di sebuah gereja, dan kemudian mereka diubahkan oleh Kristus, saya percaya mereka akan menjadi orang-orang yang membawa perubahan besar bagi Kerajaan Sorga.

(Baca juga: ABRAHAM KELUAR DARI ZONA NYAMAN KE TEMPAT YANG LEBIH NYAMAN)

Saya tidak tahu karakter atau perilaku buruk yang Anda miliki. Yang saya tahu jika Anda memberikan diri kepada Kristus, membiarkan Dia memegang kendali atas hidup Anda, seluruh kehidupan Anda dapat diubahkan untuk suatu tujuan yang jauh lebih besar dari yang pernah Anda pikirkan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TUHAN CIPTAKAN KITA UNTUK MELAKUKAN PERBUATAN BAIK

Bahan renungan:

2 Tesalonika 3:13 Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.

Saya sangat percaya bahwa Tuhan menciptakan kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik. Kita tidak didesain untuk melakukan kejahatan atau hal-hal yang buruk. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang hal-hal yang terjadi di dalam hidup kita membuat kita lelah atau trauma untuk berbuat baik.

(Baca juga: HATI-HATI TERHADAP ORANG-ORANG SEPERTI INI)

Hari ini saya ingin meneguhkan kita semua agar tidak membiarkan peristiwa-peristiwa yang buruk yang pernah kita alami menghentikan diri kita dari berbuat baik.

Yesus tidak berhenti berbuat baik, sekalipun banyak orang menyalahgunakan kebaikan-Nya. Yesus tidak berhenti berbuat baik hanya karena Dia pernah mengalami hal yang buruk di dalam hidup-Nya. Yesus adalah contoh, sekaligus motivasi yang tepat, agar kita senantiasa berbuat baik.

(Baca juga: MENGELUH MERUGIKAN HIDUP ANDA)

Saya akan menutup dengan mengutip perkataan Yesus dari Lukas 6:35-36, “Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

KITA DISUCIKAN OLEH DARAH YESUS

Bahan renungan:

1 Korintus 6:11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.

Banyak orang mengira bahwa perbuatan baik, seperti rajin berpuasa, rajin berdoa, dan menjauhi dosa dapat menjadikan hidup seseorang dipandang kudus oleh TUHAN. Sayangnya, bukan itu yang ALKITAB katakan.

(Baca juga: TUHAN MENYEDIAKAN LEBIH BANYAK UNTUK KITA TAHUN INI)

Saya tidak katakan bahwa kita tidak perlu lagi kita berdoa atau berpuasa. Sampai hari ini, saya pribadi masih melakukan kedua hal tersebut. Yang saya coba katakan di sini adalah perbuatan Anda dan saya, tidak peduli seberapa baik atau hebatnya, tidak akan pernah bisa membuat kita mencapai standar kudus yang TUHAN inginkan.

Kalau manusia dapat mencapai standar kudusnya TUHAN, YESUS tidak akan memanggil orang-orang Farisi dan Saduki “ular beludak”. Orang Farisi dan Saduki adalah orang-orang yang sepanjang hidupnya mencoba mencapai standar kudus dengan kekuatan mereka sendiri. Dan hasilnya, sama sekali tidak benar di mata Yesus.

Kekudusan bukanlah hal yang dapat dihasilkan oleh kekuatan manusia, karena hanya Tuhanlah yang kudus. Yang artinya hanya Dia yang dapat memberikan kita kekudusan, atau dengan kata lain, menguduskan kita. Itu sebabnya ayat di atas mengatakan bahwa kita adalah orang-orang yang dikuduskan dan dibenarkan. Dibenarkan dan dikuduskan adalah kata pasif, yang artinya kita dijadikan benar dan dijadikan kudus oleh sesuatu yang tidak berasal dari kekuatan atau usaha kita.

Iblis mencoba memelintir kebenaran membuat kita berpikir bahwa kita kurang melakukan ini dan itu; dan karena kita kurang hidup kudus, TUHAN marah, menghukum kita, dan tidak menjawab doa-doa kita, akibatnya kita mencoba hidup kudus dengan kekuatan kita sendiri. Jangan terjebak perangkap tersebut. Firman Tuhan mengatakan Yesuslah yang menguduskan kita di dalam kebenaran.

Hari ini saya ingin kita menyadari bahwa kekudusan dan kebenaran kita datangnya dari Yesus, bukan dari diri kita sendiri. Tidak ada hal yang benar dan kudus yang dapat manusia hasilkan tanpa tinggal di dalam Yesus dan kebenaran-Nya.

Pada hari penghakiman, jika Bapa di Sorga bertanya, “Apa yang membuat kamu layak masuk Sorga?”, kira-kira kita mau menjawab apa? “Karena saya telah berdoa dan berpuasa setiap hari, dan membangkitkan seratus orang mati?” Jika itu jawabannya, saya yakin kita akan masuk neraka. Satu-satunya jawaban yang benar adalah karena kita percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat.

(Baca juga: MENGELUH MERUGIKAN HIDUP ANDA)

Berhenti berpikir bahwa perbuatan kita yang membuat hidup kita kudus dan benar di mata Tuhan. Ganti pikiran itu dengan, “Terima kasih Tuhan Yesus, darahMulah yang telah membenarkan dan menguduskan hidup saya. Saya tidak layak, tetapi Engkau melayakkan saya menjadi anak-Mu.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

PERBUATAN BAIK MEMBUKA PINTU PENGINJILAN

Bahan renungan:

1 Petrus 2:15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.

Di luar sana, banyak orang yang berprasangka bahwa ke-Kristenan mengajarkan untuk tidak perlu peduli kepada lingkungan sekitar, eksklusif, dan selalu mau menang sendiri. Padahal, Firman Tuhan mengajarkan kehangatan, kebaikan, dan kasih terhadap sesama.

(Baca juga: KITA PERLU MEMPRIORITASKAN KEBENARAN)

Yesus mengajarkan kepada kita untuk berbuat kasih di level yang sangat tinggi, yaitu kepada orang-orang yang menghina, mencaci, memfitnah, dan bahkan membenci kita.

Salah satu keuntungan dari berbuat baik kepada seseorang adalah terbukanya pintu penginjilan. Perbuatan baik memberikan kita kesempatan untuk menceritakan Yesus kepada orang tersebut. Saya yakin orang akan jauh lebih nyaman dan terbuka tentang masalah dan kehidupannya kepada orang yang baik dan hangat. Sebaliknya, jika kita kasar, jahat, pemarah, sok tahu, atau sombong, kita akan sangat kesulitan untuk diterima oleh kebanyakan orang.

Jika kita ingin menceritakan Yesus kepada orang yang kita kasihi, entah itu keluarga, sahabat, atau rekan kerja kita, berbuat baiklah terlebih dahulu kepada mereka. Misalnya, kita belikan hadiah ulang tahun atau hadiah Natal untuk mereka, menatraktir mereka, dan lain sebagainya. Atau, jika orang tersebut adalah anggota keluarga, kita dapat memijat ketika mereka pulang bekerja, atau kita dapat menyediakan secangkir kopi atau teh untuk mereka.

Yesus melakukan prinsip yang sama ketika Dia melayani. Ketika hendak menceritakan keselamatan kepada Zakheus, Yesus makan dan menginap di rumah Zakheus. Yesus melakukan kebaikan terlebih dahulu kepada Zakheus, sehingga Zakheus mau duduk diam mendengarkan Yesus. Ada pepatah, segala sesuatu dapat diselesaikan di meja makan.

(Baca juga: BANGKITLAH, WAHAI UMAT YANG DIKASIHI TUHAN)

Sekali lagi, sangat penting bagi setiap kita untuk berbuat baik kepada orang lain. Selain supaya hidup kita dihargai orang lain, perbuatan baik dapat menjadi pintu untuk menceritakan tentang Yesus kepada banyak orang. (penulis: @mistermuryadi)

PERLAKUKAN ORANG LAIN SEBAGAIMANA ANDA INGIN DIPERLAKUKAN

Bahan renungan:

Lukas 6:31 Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

Sungguh sesuatu yang menyenangkan memiliki Tuhan Yesus di tengah dunia yang gelap ini. Sekalipun kita jatuh atau gagal, kita tahu ada Satu Pribadi yang senantiasa mengasihi kita tanpa syarat. Namun, berbeda halnya dengan dunia ini. Dunia tidak memperlakukan kita seperti Tuhan memperlakukan kita. Orang-orang di dunia, khususnya mereka yang tidak mengenal Tuhan, hanya akan memperlakukan kita spesial, jika kita memperlakukan mereka spesial. Kita mengenal istilah ini dengan hukum tabur tuai.

(Baca juga: PERHATIKAN SUMBER NASIHAT ANDA)

Itu alasannya Firman Tuhan mengajarkan kepada kita perbuatan baik, karena teman sekolah, rekan bisnis, atau rekan kerja hanya akan memperlakukan kita sebagaimana kita memperlakukan mereka. Jika kita dingin, kasar, pemarah, mudah tersinggung, suka berbicara kotor, atau suka memanfaatkan orang lain, jangan heran dan jangan kesal jika orang lain melakukan hal sama kepada kita.

Ada orang-orang yang saya kenal tidak suka jika pesan whatsapp-nya tidak dibalas, sedangkan dia sendiri seringkali hanya membaca pesan whatsapp dari orang lain dan sama sekali membalasnya. Juga, ada orang-orang yang senang berbicara kasar dengan alasan mereka lebih suka berbicara apa adanya, tetapi mereka tersinggung jika orang lain berbicara kasar kepada mereka.

Begini hukumnya. Jika ada orang yang memperlakukan kita buruk berulang kali, kita perlu berkaca, karena hampir dapat dipastikan hal tersebut terjadi akibat kita terlebih dahulu memperlakukan orang lain buruk.

Harus saya akui tidak semua orang akan memperlakukan kita sebagaimana kita memperlakukan mereka. Saya mengenal orang-0rang yang suka membalas kejahatan dengan kebaikan, tetapi jumlahnya hanya sedikit sekali.

(Baca juga: FIRMAN TUHAN ADALAH GPS TERBAIK)

Terlepas dari imbalan berbuat baik yang menggiurkan, saya mengajak kita semua menjadi orang-orang yang menjunjung tinggi perbuatan baik, karena hanya dengan cara demikianlah dunia dapat melihat Yesus melalui hidup kita. Saat kita menampilkan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5:22-23), pada dasarnya kita sedang menunjukkan Yesus kepada dunia ini. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

AKANKAH ORANG LAIN MENEMUKAN “EMAS” KETIKA MENGGALI HIDUP KITA?

Bahan renungan:

1 Petrus 2:12 Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.

Beberapa waktu lalu, Bapak Ahok, mantan gubernur Jakarta, diperhadapkan pada sebuah persidangan karena tuntutan penistaan agama. Semakin hidupnya digali dalam persidangan tersebut – ada yang menggali untuk mencari kesalahannya, ada juga yang menggali untuk mencari kebaikannya, semakin kita menemukan banyak “emas” dalam hidup Bapak Ahok. Kebaikan-kebaikan hati yang Bapak Ahok lakukan, yang luput dari pemberitaan media dan pantauan masyarakat umum, ternyata jumlahnya sangat banyak. Sungguh hal tersebut membuat saya jadi “menutup mata” terhadap dua atau tiga kesalahan yang dia lakukan.

(Baca juga: KITA LEBIH BERHARGA DARI BURUNG PIPIT DAN BUNGA BAKUNG)

Lebih lagi, Yesus. Pada saat para ahli taurat menyeret Yesus ke pengadilan, mereka kesulitan menemukan kesalahan-Nya. Bahkan, sang penguasa pada saat itu, Pontius Pilatus mengatakan, “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini.” Karena, semakin mereka mencari-cari kesalahan Yesus, yang mereka dapatkan justru perbuatan kasih dan kebaikan.

Bagaimana dengan kita? Seandainya ada orang yang mencari tahu mengenai kita, kira-kira semakin mereka menggali hidup kita, apa yang akan mereka temukan? Akankah mereka menemukan “emas” di dalam hidup kita, atau justru yang lain?

(Baca juga: KURANGI GAYA HIDUP ANDA, SUPAYA ANDA DAPAT MENABUR)

Teman, jangan mengira perbuatan kasih yang kita lakukan tidak penting. Seseorang pernah berkata bahwa perbuatan kita berbicara jauh lebih kuat dari ribuan kata-kata yang kita ucapkan. Jika kita banyak berbuat kasih kepada orang lain, suatu hari, pada saat kita membutuhkan, perbuatan-perbuatan kasih itu akan “bersuara” membantu kita. Bahkan, yang lebih dahsyat, perbuatan-perbuatan kasih kita dapat membuat orang lain melihat Yesus dalam hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.