PERBUATAN BAIK MEMBUKA PINTU PENGINJILAN

Bahan renungan:

1 Petrus 2:15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.

Di luar sana, banyak orang yang berprasangka bahwa ke-Kristenan mengajarkan untuk tidak perlu peduli kepada lingkungan sekitar, eksklusif, dan selalu mau menang sendiri. Padahal, Firman Tuhan mengajarkan kehangatan, kebaikan, dan kasih terhadap sesama.

(Baca juga: KITA PERLU MEMPRIORITASKAN KEBENARAN)

Yesus mengajarkan kepada kita untuk berbuat kasih di level yang sangat tinggi, yaitu kepada orang-orang yang menghina, mencaci, memfitnah, dan bahkan membenci kita.

Salah satu keuntungan dari berbuat baik kepada seseorang adalah terbukanya pintu penginjilan. Perbuatan baik memberikan kita kesempatan untuk menceritakan Yesus kepada orang tersebut. Saya yakin orang akan jauh lebih nyaman dan terbuka tentang masalah dan kehidupannya kepada orang yang baik dan hangat. Sebaliknya, jika kita kasar, jahat, pemarah, sok tahu, atau sombong, kita akan sangat kesulitan untuk diterima oleh kebanyakan orang.

Jika kita ingin menceritakan Yesus kepada orang yang kita kasihi, entah itu keluarga, sahabat, atau rekan kerja kita, berbuat baiklah terlebih dahulu kepada mereka. Misalnya, kita belikan hadiah ulang tahun atau hadiah Natal untuk mereka, menatraktir mereka, dan lain sebagainya. Atau, jika orang tersebut adalah anggota keluarga, kita dapat memijat ketika mereka pulang bekerja, atau kita dapat menyediakan secangkir kopi atau teh untuk mereka.

Yesus melakukan prinsip yang sama ketika Dia melayani. Ketika hendak menceritakan keselamatan kepada Zakheus, Yesus makan dan menginap di rumah Zakheus. Yesus melakukan kebaikan terlebih dahulu kepada Zakheus, sehingga Zakheus mau duduk diam mendengarkan Yesus. Ada pepatah, segala sesuatu dapat diselesaikan di meja makan.

(Baca juga: BANGKITLAH, WAHAI UMAT YANG DIKASIHI TUHAN)

Sekali lagi, sangat penting bagi setiap kita untuk berbuat baik kepada orang lain. Selain supaya hidup kita dihargai orang lain, perbuatan baik dapat menjadi pintu untuk menceritakan tentang Yesus kepada banyak orang. (penulis: @mistermuryadi)

PERLAKUKAN ORANG LAIN SEBAGAIMANA ANDA INGIN DIPERLAKUKAN

Bahan renungan:

Lukas 6:31 Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

Sungguh sesuatu yang menyenangkan memiliki Tuhan Yesus di tengah dunia yang gelap ini. Sekalipun kita jatuh atau gagal, kita tahu ada Satu Pribadi yang senantiasa mengasihi kita tanpa syarat. Namun, berbeda halnya dengan dunia ini. Dunia tidak memperlakukan kita seperti Tuhan memperlakukan kita. Orang-orang di dunia, khususnya mereka yang tidak mengenal Tuhan, hanya akan memperlakukan kita spesial, jika kita memperlakukan mereka spesial. Kita mengenal istilah ini dengan hukum tabur tuai.

(Baca juga: PERHATIKAN SUMBER NASIHAT ANDA)

Itu alasannya Firman Tuhan mengajarkan kepada kita perbuatan baik, karena teman sekolah, rekan bisnis, atau rekan kerja hanya akan memperlakukan kita sebagaimana kita memperlakukan mereka. Jika kita dingin, kasar, pemarah, mudah tersinggung, suka berbicara kotor, atau suka memanfaatkan orang lain, jangan heran dan jangan kesal jika orang lain melakukan hal sama kepada kita.

Ada orang-orang yang saya kenal tidak suka jika pesan whatsapp-nya tidak dibalas, sedangkan dia sendiri seringkali hanya membaca pesan whatsapp dari orang lain dan sama sekali membalasnya. Juga, ada orang-orang yang senang berbicara kasar dengan alasan mereka lebih suka berbicara apa adanya, tetapi mereka tersinggung jika orang lain berbicara kasar kepada mereka.

Begini hukumnya. Jika ada orang yang memperlakukan kita buruk berulang kali, kita perlu berkaca, karena hampir dapat dipastikan hal tersebut terjadi akibat kita terlebih dahulu memperlakukan orang lain buruk.

Harus saya akui tidak semua orang akan memperlakukan kita sebagaimana kita memperlakukan mereka. Saya mengenal orang-0rang yang suka membalas kejahatan dengan kebaikan, tetapi jumlahnya hanya sedikit sekali.

(Baca juga: FIRMAN TUHAN ADALAH GPS TERBAIK)

Terlepas dari imbalan berbuat baik yang menggiurkan, saya mengajak kita semua menjadi orang-orang yang menjunjung tinggi perbuatan baik, karena hanya dengan cara demikianlah dunia dapat melihat Yesus melalui hidup kita. Saat kita menampilkan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5:22-23), pada dasarnya kita sedang menunjukkan Yesus kepada dunia ini. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

AKANKAH ORANG LAIN MENEMUKAN “EMAS” KETIKA MENGGALI HIDUP KITA?

Bahan renungan:

1 Petrus 2:12 Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.

Beberapa waktu lalu, Bapak Ahok, mantan gubernur Jakarta, diperhadapkan pada sebuah persidangan karena tuntutan penistaan agama. Semakin hidupnya digali dalam persidangan tersebut – ada yang menggali untuk mencari kesalahannya, ada juga yang menggali untuk mencari kebaikannya, semakin kita menemukan banyak “emas” dalam hidup Bapak Ahok. Kebaikan-kebaikan hati yang Bapak Ahok lakukan, yang luput dari pemberitaan media dan pantauan masyarakat umum, ternyata jumlahnya sangat banyak. Sungguh hal tersebut membuat saya jadi “menutup mata” terhadap dua atau tiga kesalahan yang dia lakukan.

(Baca juga: KITA LEBIH BERHARGA DARI BURUNG PIPIT DAN BUNGA BAKUNG)

Lebih lagi, Yesus. Pada saat para ahli taurat menyeret Yesus ke pengadilan, mereka kesulitan menemukan kesalahan-Nya. Bahkan, sang penguasa pada saat itu, Pontius Pilatus mengatakan, “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini.” Karena, semakin mereka mencari-cari kesalahan Yesus, yang mereka dapatkan justru perbuatan kasih dan kebaikan.

Bagaimana dengan kita? Seandainya ada orang yang mencari tahu mengenai kita, kira-kira semakin mereka menggali hidup kita, apa yang akan mereka temukan? Akankah mereka menemukan “emas” di dalam hidup kita, atau justru yang lain?

(Baca juga: KURANGI GAYA HIDUP ANDA, SUPAYA ANDA DAPAT MENABUR)

Teman, jangan mengira perbuatan kasih yang kita lakukan tidak penting. Seseorang pernah berkata bahwa perbuatan kita berbicara jauh lebih kuat dari ribuan kata-kata yang kita ucapkan. Jika kita banyak berbuat kasih kepada orang lain, suatu hari, pada saat kita membutuhkan, perbuatan-perbuatan kasih itu akan “bersuara” membantu kita. Bahkan, yang lebih dahsyat, perbuatan-perbuatan kasih kita dapat membuat orang lain melihat Yesus dalam hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ANDA PASTI MENUAI PERBUATAN BAIK YANG ANDA LAKUKAN

Bahan renungan:

Amsa 11:27 Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.

Firman Tuhan mengatakan bahwa Anda diciptakan Allah untuk melakukan perbuatan baik (Efesus 2:10) dan Firman Tuhan juga mengajarkan agar Anda saling mengasihi (1 Yohanes 4:7).

(Baca juga: HARGAI HIDUP ANDA, KARENA ANDA DITEBUS DENGAN HARGA YANG MAHAL)

Bagi Anda yang berbisnis, ketika Anda berbuat baik kepada karyawan, mereka akan membalasnya dengan bekerja keras untuk Anda. Bagi Anda yang karyawan, ketika Anda berbuat baik kepada sesama karyawan atau bos Anda, kebaikan tersebut akan membuat mereka “menutup mata” terhadap kekurangan atau kesalahan Anda. Bagi Anda yang masih bersekolah, kebaikan Anda terhadap teman atau guru akan membuat Anda disukai dan disegani oleh mereka. Bagi suami dan istri, kebaikan yang Anda lakukan untuk pasangan akan membuat mereka semakin jatuh cinta kepada Anda.

Saya teringat sebuah kisah ketika Rahab menolong dua pengintai Israel (Yosua 2:1-6). Rahab menyambut mereka dan berbuat kebaikan kepada mereka. Hasilnya, ketika Yosua menyerang dan memusnahkan seluruh kota Yerikho, hanya Rahab dan keluarganya yang dibiarkan hidup oleh Yosua (Yosua 6:23-25).

(Baca juga: ANDA TIDAK PERNAH SENDIRIAN. ADA YESUS!)

Lihat, kebaikan atau kasih yang Anda lakukan selalu kembali kepada Anda, Pada dasarnya, Andalah yang paling diuntungkan ketika Anda berbuat baik atau berbuat kasih kepada seseorang. Galatia 6:9 mengatakan jika Anda tidak jemu berbuat baik, suatu hari Anda pasti menuai perbuatan baik yang Anda lakukan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

IMAN ANDA ADALAH BARANG PALING MAHAL DI DUNIA

Bahan renungan:

Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Apa benar manusia dapat masuk Sorga karena banyak memberi amal, banyak menolong orang lain, memiliki jadwal pelayanan yang padat, setia mengikuti peraturan gereja, atau rajin berdoa dan berpuasa? Menurut ayat di atas bukan hal tersebut yang menyelamatkan kita. Rasul Paulus tegas mengatakan bahwa kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik atau usaha kita, melainkan oleh iman kita.

(Baca juga: TUHAN TIDAK SEPERTI MANTAN KITA YANG MEMINTA KEMBALI BARANGNYA SAAT PUTUS)

Jika demikian, apakah artinya tidak penting untuk berbuat baik? Tentu saja penting. Sebagai orang percaya, Yesus mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada sesama, menjadi teladan yang baik bagi banyak orang, dan menjaga kekudusan hidup kita. Hanya saja bukan hal tersebut yang dapat membuat kita masuk Sorga. Sorga tidak dapat dibeli oleh perbuatan kita. Satu-satunya “mata uang” yang dapat membawa kita ke Sorga adalah IMAN.

Ya, IMAN kita sangatlah mahal.

Para ahli ekonomi saat ini mengatakan barang paling mahal adalah properti. Jack Ma, seorang pengusaha sukses, mengatakan, air akan jadi barang mahal di dunia beberapa puluh tahun mendatang. Namun, saya ingin mengatakan bahwa IMAN Anda adalah barang termahal yang pernah ada di dunia ini.

(Baca juga: TINGGALKAN KETERBATASAN DAN KETIDAKPERCAYAAN ANDA)

Iman Anda, atau dengan kata lain, kepada siapa Anda menaruh percaya, dapat membawa Anda ke Sorga kekal atau membawa Anda kepada kebinasaan. Jika Anda menaruh iman Anda kepada janji Tuhan, Anda akan diselamatkan. Keselamatan yang saya maksud tidak hanya berbicara mengenai masuk Sorga, tetapi juga disembuhkan, mengalami mukjizat, diberkati, dan panjang umur. Sedangkan jika Anda menaruh iman Anda pada ketakutan, kekuatiran, atau hal-hal selain Tuhan, hal tersebut hanya akan membawa Anda kepada penderitaan dan penyesalan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur untuk mendukung pelayanan ini. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

LIMA AYAT INI MENJAMIN ORANG PERCAYA PASTI MASUK SORGA

Bahan renungan:

1 Tesalonika 5:9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

“Ke mana saya setelah meninggal dunia?” Banyak orang tidak tahu hal apa yang akan terjadi setelah kematian. Ada yang mengatakan setelah ajal menjemput, dosa dan perbuatan baik kita akan ditimbang. Jika dosa lebih banyak, kita akan dihukum di neraka, sedangkan jika perbuatan baik lebih banyak, kita akan ditempatkan di Sorga. Ada juga yang mengatakan, setiap orang yang meninggal akan mengalami reinkarnasi sampai jiwanya benar-benar murni dan bebas dari dosa.

(Baca juga: PILIH MANA: PERCAYA JANJI TUHAN ATAU KENYATAAN YANG BURUK?)

Dengan konsep di atas, tidak heran banyak orang takut menghadapi kematian, karena mereka tidak memiliki jaminan atau kepastian masuk Sorga setelah kematian.

Namun ada kabar baik bagi kita yang percaya kepada nama Yesus. Firman Tuhan menjamin kita pasti masuk Sorga, kita pasti diselamatkan. Bukan mudah-mudahan, bukan tergantung situasi, tetapi pasti. Ya, Tuhan mempersiapkan Sorga bagi anak-anak kesayangan-Nya, yaitu Anda dan saya.

Perlu Anda catat bahwa yang diselamatkan bukan yang paling banyak berbuat baik, melainkan yang percaya kepada Yesus. Efesus 2:8-9 dengan jelas mengatakan bahwa kita diselamatkan oleh iman kepada Tuhan Yesus, bukan oleh perbuatan atau hasil usaha kita.

Berikut lima ayat Firman Tuhan yang menjamin kita pasti masuk Sorga:

  1. Yohanes 3:16-17 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
  2. Yohanes 6:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.
  3. Yohanes 11:25-26 Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.
  4. Roma 5:8-9 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
  5. Roma 10:9-10 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (penulis: @mistermuryadi)

(Baca juga: ANDA TIDAK BISA MENGUSAHAKAN KEKUDUSAN, ANDA HANYA BISA DIKUDUSKAN)

BAGAIMANA CARA MELAKUKAN TINDAKAN IMAN?

Jika kita berbicara mengenai iman, tentu saja hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari tindakan. Yakobus 2:26 sudah menuliskannya untuk kita, bahwa iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Beberapa kali Yesus memuji iman orang-orang yang ditemui-Nya. Contohnya kisah pada Lukas 7:50. Setelah wanita berdosa itu meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi, Yesus kemudian mengucapkan, “Imanmu telah menyelamatkan engkau …” Teman, penting bagi kita untuk mengerti bahwa iman seseorang dapat terlihat dari tindakan orang tersebut.

(Baca juga: APA BENAR ORANG PERCAYA MEMERLUKAN HUKUM TAURAT?)

Perlu Anda garisbawahi bahwa yang Yesus puji bukanlah PERBUATAN wanita itu, melainkan IMANnya.

Banyak orang, saat dalam masalah, bertanya kepada saya, “Apa yang harus saya lakukan?” Pertanyaan itu menyiratkan sebuah fakta bahwa mereka mengira perbuatan merekalah yang terpenting, yang dapat mengubahkan situasi. Tidak demikian. Beberapa orang lain juga mengira jika mereka berbuat sesuatu yang rohani, seperti banyak berdoa, berbuat baik, memberi persembahan, dan lain sebagainya, barulah Tuhan akan mengabulkan doa dan permohonan mereka. Sungguh keliru!

Tentu saja tidak ada yang salah dengan berdoa, berbuat baik, atau memberi persembahan. Saya pun melakukan hal tersebut. Namun, bukan perbuatan-perbuatan itu yang menyelamatkan Anda, melainkan apa yang mendorong Anda melakukan perbuatan-perbuatan itu yang menyelamatkan Anda.

Galatia 3:11 jelas mengatakan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena MELAKUKAN hukum Taurat, karena: “Orang yang benar akan HIDUP OLEH IMAN.” Perhatikan, Firman Tuhan katakan bukan karena perbuatan, melainkan oleh iman.

Mari kita gali lebih dalam supaya kita benar-benar mengerti.

Saya ambil contoh persepuluhan. Anggaplah ada dua orang Kristen yang beribadah di dua gereja berbeda.

Orang pertama mendengar hamba Tuhan berkhotbah di gerejanya, “Kalau kamu tidak memberi persepuluhan, kamu mencuri uang Tuhan, kamu menipu Tuhan. Akibatnya, Tuhan akan mengirimkan binatang pelahap untuk menggerogoti berkat di dalam hidup kamu.” Setelah mendengar khotbah di atas, karena merasa takut mencuri uang Tuhan, orang pertama kemudian memutuskan untuk memberi persepuluhan.

Orang kedua mendengar khotbah mengenai persepuluhan di gerejanya, “Tuhan sudah sediakan kelimpahan bagi setiap orang percaya. Ketika kita menabur, Tuhan berjanji melipatgandakan setiap benih kita menjadi 30, 60, dan 100 kali lipat. Jika Anda percaya kepada janji-Nya mengenai kelimpahan, mulailah menabur.” Setelah mendengar khotbah itu, karena percaya kepada janji Tuhan, orang kedua kemudian memutuskan untuk memberi persepuluhan.

Sekarang perhatikan. Kedua orang di atas melakukan perbuatan yang persis sama, yaitu memberi persepuluhan. Pertanyaan saya, orang mana yang sedang melakukan tindakan iman? Jelas orang yang kedua. Sementara, orang pertama memberi persepuluhan berdasarkan ketakutan. Itu bukan iman.

Anda lihat, bukan “Apa yang harus saya lakukan?” yang terpenting, melainkan “Apa yang harus saya percayai?” yang jauh lebih penting.

Anda tidak perlu repot memikirkan yang harus dilakukan, karena pada dasarnya kita semua sudah tahu harus melakukan apa. Yang jadi masalah adalah apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut. Pastikan perbuatan Anda yang lakukan timbul karena Anda percaya kepada janji Tuhan. Kalau hal tersebut didorong oleh iman, Yesus katakan, “Imanmu telah menyelamatkan engkau …” Di lain cerita, Yesus berkata, “Jadilah seperti yang engkau percaya.”

Supaya mudah mengenalinya, sebuah tindakan iman selalu diiringi oleh perkataan iman, sedangkan tindakan ketakutan selalu diiringi oleh perkataan penuh kekuatiran dan ketakutan.

Suatu hari ada seseorang perwira yang meminta kesembuhan kepada Yesus untuk hambanya yang sedang terbaring sakit (baca: Matius 8:5-13). Yesus menawarkan diri datang kepada hamba tersebut, tetapi sang perwira mengatakan, ” … katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.”

Hal yang sama juga terjadi pada wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun (baca: Markus 5:25-34). Bersamaan dengan tindakannya mendekati dan menjamah jubah Yesus, wanita ini berkata dalam hatinya, ““Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Anda lihat, perkataan dan tindakan iman selalu berjalan bergandengan.

Jadi, apa itu tindakan iman? Tindakan yang Anda lakukan karena Anda percaya kepada janji Tuhan. Anda bisa mengecek hidup Anda dengan mudah. Apakah tindakan, perbuatan, atau keputusan yang Anda lakukan didasarkan karena Anda memegang janji Tuhan, atau karena ketakutan dan kekuatiran? Dengan kata lain, saya ingin menegaskan, untuk melakukan sebuah tindakan iman, Anda perlu tahu kebenaran Firman Tuhan, Anda perlu tahu janji Tuhan. Tindakan iman bukanlah tindakan yang dilakukan karena nekat, sok berani, atau tanpa pertimbangan, melainkan sebuah tindakan yang lahir akibat Anda membaca, merenungkan, lalu memutuskan untuk percaya kepada Yesus dan janji-Nya (baca: Roma 10:17 & Yosua 1:8).

“Jika saya dalam ketakutan, apakah yang harus saya lakukan?”

Saya tidak menemukan cara lain untuk mengobati penyakit bernama “takut” dan “kuatir” selain dengan percaya kepada janji Tuhan. Anda perlu membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari. Jika Anda sering “menyiksa” pikiran Anda dengan hal-hal negatif, seperti membaca berita negatif, menonton film dan membaca buku yang memperlihatkan nilai-nilai yang negatif, bergaul dengan orang yang negatif, tidak heran hati dan pikiran Anda penuh dengan hal-hal negatif. Anda perlu segera mengganti “asupan makanan” ke hati dan pikiran Anda dengan kebenaran Firman Tuhan yang memerdekakan.

Anda dapat menggunakan banyak instrumen seperti blog hagahtoday.commendengar rekaman khotbah, menonton video khotbah, datang ke persekutuan, membaca buku rohani, atau minta dibimbing oleh para pemimpin di gereja Tuhan untuk membantu Anda memahami kebenaran. Juga, tinggalkan pergaulan Anda yang buruk yang tidak mendukung pertumbuhan iman Anda. Jika Anda masih tidak mengerti, jangan berhenti, bertanyalah, cari jawabannya, sampai Anda benar-benar memahami dan hati Anda mempercayainya. Jangan kasih ruang kepada iblis untuk menipu hidup Anda.

(Baca juga: ORANG BERMENTAL MISKIN BUKAN BUTUH UANG, MELAINKAN YESUS)

Saya simpulkan begini. Tindakan Anda adalah bukti Anda menyetujui sesuatu dan bukti dari sesuatu yang Anda percayai. Seperti contoh di atas mengenai persembahan. Jika tindakan Anda adalah takut memberi karena takut kekurangan, berarti Anda sedang mempercayai situasi dan kondisi lebih dari janji Tuhan. Atau dengan kata lain, Anda setuju bahwa situasi dan kondisi tersebut adalah bagian Anda. Sebaliknya, ketika Anda memberi, itu adalah bentuk Anda lebih mempercayai janji Tuhan dibandingkan situasi dan kondisi yang Anda alami. Itulah tindakan iman. Tindakan iman membuat Anda melihat jauh ke depan kepada janji Tuhan, kepada apa yang Anda harapkan, melampaui situasi dan kondisi yang sedang Anda alami. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika artikel ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.