RESPONS ANDA ADALAH TANGGUNG JAWAB ANDA

Bahan renungan:

Mazmur 119:30 Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.

Setiap kita selalu memiliki pilihan untuk hidup benar dan bersikap positif terhadap situasi dan keadaan yang terjadi. Yesus membuktikan hal tersebut. Apa pun situasi yang Dia hadapi, Dia selalu merespons dengan kasih dan pengampunan. Yesus bisa saja bersikap kasar atau sinis terhadap orang-orang yang menyakiti hati-Nya, tetapi Dia memilih untuk mengasihi mereka.

(Baca juga: JANGAN RAGU MENGHARAPKAN SESUATU YANG TUHAN JANJIKAN)

Seringkali, kita menyalahkan situasi dan kondisi untuk sikap negatif yang kita keluarkan. Padahal, kita tidak harus bersikap negatif di saat situasi dan kondisinya buruk. Kita dapat memilih untuk bersikap positif dan hidup benar.

Situasi dan kondisi yang terjadi di dalam hidup kita tidak selalu sepenuhnya berada di dalam kendali kita, tetapi respons kita terhadap situasi dan kondisi tersebut, sepenuhnya ada di dalam kendali kita. Kita bertanggung jawab 100% atas semua respons dan keputusan kita.

Ada seorang pelayan Tuhan yang saya kenal di Kalimantan. Suatu hari, saat sedang pergi melayani, istrinya dibunuh secara sadis di depan anaknya yang berusia dua tahun. Rekan saya sangat berduka atas peristiwa tersebut. Dia melaporkan peristiwa itu ke pihak berwajib, dan mengatakan kepada pihak keluarga dan gereja, bahwa dia mengampuni sang pembunuh. Sungguh sebuah respons kasih yang luar biasa.

Jika kita mengalami sakit hati, kepahitan, kecewa, marah, atau cemburu pada hari ini, itu sepenuhnya karena keputusan dan pilihan kita.

(Baca juga: TETAPLAH BERSYUKUR SEKALIPUN KITA DIRUNDUNG PENDERITAAN)

Mungkin kita mengatakan, “Tetapi, saya bersikap negatif seperti ini akibat kesalahan orang lain.” Teman, berhentilah menyalahkan orang lain. Orang lain dapat melakukan apa saja terhadap hidup kita, itu pilihan dan keputusan mereka, tetapi respons kita terhadap mereka sepenuhnya pilihan dan keputusan kita. Sama seperti Yesus, kita selalu dapat memilih unutk merespons dengan kasih. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ANDALAH YANG PALING DIUNTUNGKAN SAAT ANDA MENGAMPUNI

Bahan renungan:

Lukas 23:34 Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Kalimat di atas diambil dari sebuah peristiwa pengampunan terbesar dalam sejarah dunia. Kalau ada Pribadi yang paling berhak untuk marah, sakit hati, dan kepahitan akibat diperlakukan buruk atau tidak adil, itu adalah Yesus. Yesus dikhianati oleh mahkluk yang Dia ciptakan sendiri dan oleh mahkluk yang paling Dia kasihi. Namun, Yesus memilih untuk mengampuni dan mengasihi mereka.

(Baca juga: GAYA HIDUP ANAK TUHAN VERSUS ANAK DUNIA)

Mungkin akibat perlakukan seseorang terhadap Anda, Anda merasa berhak untuk marah, sakit hati, dan pahit terhadap seseorang. Ya, mungkin saja Anda berhak, tetapi sama seperti Yesus, Anda dapat memilih untuk mengampuni dan mengasihi mereka. Marah, benci, atau sakit hati bukanlah satu-satunya pilihan.

Sesungguhnya, Andalah yang paling diuntungkan ketika mengampuni orang yang bersalah kepada Anda atau orang yang Anda benci. Mengampuni ibarat membuang beban yang berat dari hati Anda. Mengampuni melepaskan Anda dari ikatan yang membelenggu. Mengampuni mencegah tumbuhnya akar pahit dalam hati Anda.

(Baca juga: TUHAN MELINDUNGI KITA DARI MALAPETAKA DAN TULAH (MAZMUR 91:9-10))

Teman, ampunilah orang-orang yang berbuat salah kepada Anda, sekalipun mereka tidak meminta maaf. Anda mengampuni bukan karena mereka meminta maaf kepada Anda, melainkan karena Firman Tuhan mengajarkan setiap orang percaya untuk menjadi orang-orang yang mudah mengampuni dan mengasihi, seperti Bapa di Sorga. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

PERBUATAN BAIK MEMBUKA PINTU PENGINJILAN

Bahan renungan:

1 Petrus 2:15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.

Di luar sana, banyak orang yang berprasangka bahwa ke-Kristenan mengajarkan untuk tidak perlu peduli kepada lingkungan sekitar, eksklusif, dan selalu mau menang sendiri. Padahal, Firman Tuhan mengajarkan kehangatan, kebaikan, dan kasih terhadap sesama.

(Baca juga: KITA PERLU MEMPRIORITASKAN KEBENARAN)

Yesus mengajarkan kepada kita untuk berbuat kasih di level yang sangat tinggi, yaitu kepada orang-orang yang menghina, mencaci, memfitnah, dan bahkan membenci kita.

Salah satu keuntungan dari berbuat baik kepada seseorang adalah terbukanya pintu penginjilan. Perbuatan baik memberikan kita kesempatan untuk menceritakan Yesus kepada orang tersebut. Saya yakin orang akan jauh lebih nyaman dan terbuka tentang masalah dan kehidupannya kepada orang yang baik dan hangat. Sebaliknya, jika kita kasar, jahat, pemarah, sok tahu, atau sombong, kita akan sangat kesulitan untuk diterima oleh kebanyakan orang.

Jika kita ingin menceritakan Yesus kepada orang yang kita kasihi, entah itu keluarga, sahabat, atau rekan kerja kita, berbuat baiklah terlebih dahulu kepada mereka. Misalnya, kita belikan hadiah ulang tahun atau hadiah Natal untuk mereka, menatraktir mereka, dan lain sebagainya. Atau, jika orang tersebut adalah anggota keluarga, kita dapat memijat ketika mereka pulang bekerja, atau kita dapat menyediakan secangkir kopi atau teh untuk mereka.

Yesus melakukan prinsip yang sama ketika Dia melayani. Ketika hendak menceritakan keselamatan kepada Zakheus, Yesus makan dan menginap di rumah Zakheus. Yesus melakukan kebaikan terlebih dahulu kepada Zakheus, sehingga Zakheus mau duduk diam mendengarkan Yesus. Ada pepatah, segala sesuatu dapat diselesaikan di meja makan.

(Baca juga: BANGKITLAH, WAHAI UMAT YANG DIKASIHI TUHAN)

Sekali lagi, sangat penting bagi setiap kita untuk berbuat baik kepada orang lain. Selain supaya hidup kita dihargai orang lain, perbuatan baik dapat menjadi pintu untuk menceritakan tentang Yesus kepada banyak orang. (penulis: @mistermuryadi)

ANDA PASTI MENUAI PERBUATAN BAIK YANG ANDA LAKUKAN

Bahan renungan:

Amsa 11:27 Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.

Firman Tuhan mengatakan bahwa Anda diciptakan Allah untuk melakukan perbuatan baik (Efesus 2:10) dan Firman Tuhan juga mengajarkan agar Anda saling mengasihi (1 Yohanes 4:7).

(Baca juga: HARGAI HIDUP ANDA, KARENA ANDA DITEBUS DENGAN HARGA YANG MAHAL)

Bagi Anda yang berbisnis, ketika Anda berbuat baik kepada karyawan, mereka akan membalasnya dengan bekerja keras untuk Anda. Bagi Anda yang karyawan, ketika Anda berbuat baik kepada sesama karyawan atau bos Anda, kebaikan tersebut akan membuat mereka “menutup mata” terhadap kekurangan atau kesalahan Anda. Bagi Anda yang masih bersekolah, kebaikan Anda terhadap teman atau guru akan membuat Anda disukai dan disegani oleh mereka. Bagi suami dan istri, kebaikan yang Anda lakukan untuk pasangan akan membuat mereka semakin jatuh cinta kepada Anda.

Saya teringat sebuah kisah ketika Rahab menolong dua pengintai Israel (Yosua 2:1-6). Rahab menyambut mereka dan berbuat kebaikan kepada mereka. Hasilnya, ketika Yosua menyerang dan memusnahkan seluruh kota Yerikho, hanya Rahab dan keluarganya yang dibiarkan hidup oleh Yosua (Yosua 6:23-25).

(Baca juga: ANDA TIDAK PERNAH SENDIRIAN. ADA YESUS!)

Lihat, kebaikan atau kasih yang Anda lakukan selalu kembali kepada Anda, Pada dasarnya, Andalah yang paling diuntungkan ketika Anda berbuat baik atau berbuat kasih kepada seseorang. Galatia 6:9 mengatakan jika Anda tidak jemu berbuat baik, suatu hari Anda pasti menuai perbuatan baik yang Anda lakukan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KASIH ADALAH BAHASA YANG DIMENGERTI OLEH SEMUA ORANG

Bahan renungan:

1 Korintus 13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Sekalipun kita menyerahkan tubuh kita untuk dibakar, jika kita tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya. Sebuah pernyataan mengenai kasih yang patut kita renungkan dari Rasul Paulus.

(Baca juga: JALAN HIDUP ORANG BENAR KIAN BERTAMBAH TERANG)

Teman, Bapa kita adalah sumber kasih. Satu-satunya tanda yang dapat membuktikan bahwa benar kita anak-anak-Nya hanyalah jika hidup kita memancarkan kasih. Hal senada ditulis oleh Rasul Yohanes dalam 1 Yohanes 4:7 mengatakan bahwa setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.

Kasih bukanlah sesuatu yang kita simpan di dalam hati, sementara orang lain tidak dapat melihat atau merasakannya. Kasih memiliki bentuk. Ketika Bapa Sorgawi mengatakan bahwa Dia sangat mengasihi kita, Dia mengaruniakan Yesus kepada kita. Ketika Yesus mengatakan Dia sangat mengasihi kita, Dia memberikan nyawa-Nya untuk menebus dan menggantikan kita di atas kayu salib.

Saya pernah mendengar seorang anak berkata, “Meskipun saya pergi dari rumah, meninggalkan kedua orangtua saya, tidak pernah lagi menghubungi mereka, tetapi saya sangat mengasihi mereka.” Entah dengan Anda, tetapi saya tidak yakin anak itu benar-benar mengasihi kedua orangtuanya, karena kasih semestinya dapat disentuh, dirasakan, dan dilihat.

Bernard Meltzer, seorang penyiar radio asal Amerika yang mencintai Yesus, pernah berkata, kita dapat memberi sesuatu kepada seseorang tanpa mengasihinya, tetapi kita tidak dapat mengasihi seseorang tanpa memberi sesuatu kepadanya.

(Baca juga: “SAYA MENOLAK UNTUK MENYERAH KEPADA SITUASI”)

Kasih adalah bahasa yang mudah dimengerti dan diterima oleh semua orang. Tidak ada orang yang menolak untuk dikasihi. Yesus menunjukkan kasih-Nya kepada kita, supaya kita dapat menunjukkan kasih Yesus kepada sebanyak mungkin orang yang membutuhkan Yesus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KASIHILAH MUSUHMU

Bahan renungan:

Matius 5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Sebagai orang percaya, kita tahu bahwa Sang Sumber Kasih tinggal di dalam hati kita. Kasihlah yang membedakan kita dengan dunia. Kasih yang membuat dunia dapat melihat bahwa Yesus itu hidup dan nyata.

(Baca juga: APA KEGUNAAN DOA JIKA TUHAN SUDAH TAHU YANG INGIN KITA DOAKAN?)

Ketika datang ke dunia, Yesus tidak membawa ajaran Kristen. Yesus datang untuk mengajarkan tentang kasih dan Dia mengajarkannya dengan cara mengorbankan Diri-Nya di atas kayu salib.

Apa yang Yesus lakukan di kalvari berteriak lebih kencang daripada semua kata-kata yang pernah Dia ucapkan selama Dia hidup. Pengorbanan-Nya adalah bukti bahwa kasih yang Yesus ajarkan bukanlah sebatas kata-kata manis di bibir, melainkan sebuah tindakan yang aktif.

Kcenderungan kita adalah menghindari musuh. “Ya, saya sudah mengampuni dia, tetapi saya tidak mau lagi berurusan dengan dia,” “Saya sudah melupakan semua perbuatannya, tapi jangan harap saya dapat kembali bersahabat dengannya.” Kita cenderung menghindari orang-orang yang kita anggap sebagai musuh. Namun, Yesus jelas mengatakan, “Kasihilah musuhmu …”

(Baca juga: KASIH KITA KEPADA SESAMA YANG MEMBUAT DUNIA MELIHAT YESUS)

Jika ada orang-orang yang paling mudah mengampuni dan paling murah hati di dunia ini, seharusnya itu adalah kita. Bapa yang kita sembah adalah Bapa yang penuh kasih dan murah hati. Sebagai anak-anak-Nya, saya percaya, semestinya, demikian jugalah kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN ITU KASIH, MESTINYA KITA PUN DEMIKIAN

Bahan renungan:

Efesus 5:2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

Tuhan adalah kasih. Pernyataan tersebut menjadikan kasih sebagai tanda pengenal permanen orang percaya. Kasih adalah wujud tertinggi pengenalan kita akan Tuhan. Tidak peduli seberapa banyak ayat yang Anda hafal, seberapa sering Anda berdoa dan puasa, dan seberapa banyak orang mati yang Anda bangkitkan, tanpa memiliki kasih, saya tidak yakin Anda mengenal Tuhan.

(Baca juga: INI KATA ALKITAB TENTANG PENYAKIT YANG TIDAK ADA OBATNYA)

Rasul Yohanes menulis dengan sangat jelas dalam 1 Yohanes 4:7, “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.”

Semestinya kita, anak-anak kesayangan Tuhan, dikenali karena reputasi dan prestasi kita mengasihi orang lain. Firman Tuhan katakan dalam 1 Yohanes 4:12, “Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.” Kasih adalah satu-satunya cara agar dunia dapat melihat Yesus.

(Baca juga: IMAN TOMAS: MENGENAL YESUS, TETAPI TIDAK MEMPERCAYAI-NYA)

Rasul Paulus dalam 1 Korintus 13:3 dengan gamblang mendeklarasikan pentingnya kasih, “Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.” (penulis: @mistermuryadi)