MAKNA KATA HAGAH

Bahan renungan:

Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Hari ini saya ingin membahas makna dari kata hagah, yang merupakan alasan utama saya menamakan blog ini hagahtoday.com.

(Baca juga: MAKSUD DARI JADILAH PETANG, JADILAH PAGI)

Kata “hagah” dalam bahasa Ibrani berarti meditasi atau merenungkan. Juga, sering diartikan dengan mengucapkan kata-kata sambil bergumam. Kata “hagah” terdiri dari tiga huruf Ibrani, yaitu He, Gimel, dan He (Anda dapat melihat bentuk hurufnya di sini).

Huruf He merupakan huruf kelima dalam alfabet Ibrani, yang memiliki bentuk seperti jendela. Orang Israel sering mengartikan jendela itu sebagai pewahyuan dari Tuhan. Namun, huruf He juga sering diartikan sebagai kasih karunia. Sedangkan, huruf Gimel di zaman Israel kuno memiliki bentuk seperti onta (hewan yang dijadikan alat transportasi pada zaman itu).

Jadi, jika kita jabarkan, kata “HAGAH” melukiskan KASIH KARUNIA – ONTA (alat transportasi) – KASIH KARUNIA.

Ada maksud yang sangat dahsyat di dalam kata tesebut. Alkitab merupakan Injil Kasih Karunia (Kisah Para Rasul 20:24) yang jika kita renungkan dan perkatakan siang dan malam (hagah), maka Kasih Karunia tersebut akan mengalir, berpindah, atau dibawa ke dalam kehidupan kita, sehingga hidup kita jadi berlimpah dengan Kasih Karunia Tuhan seperti yang dijanjikan dalam 2 Petrus 1:2.

(Baca juga: BERTUMBUHLAH DALAM KASIH KARUNIA DAN PENGENALAN AKAN YESUS)

Kasih karunia Tuhan mencakup keselamatan, jaminan masuk ke sorga, penjagaan, pemeliharaan, kesembuhan, kesehatan, berkat, kelimpahan, pembebasan dari kutuk, kuasa, dan mukjizat. Haleluya!(penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

CARA MENANG TERHADAP KRISIS

Bahan renungan:

1 Yohanes 4:17 mengatakan, “Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.”

Perhatikan kata “Hari Penghakiman” pada ayat di atas. Jika diterjemahkan dari bahasa aslinya, kata tersebut berarti krisis. Krisis yang kita hadapi dalam kehidupan bermacam-macam, mulai dari sakit penyakit, bisnis yang tidak berkembang, keluarga yang hancur, gaji yang kurang memuaskan, dan lain sebagainya.

(Baca juga: TERTANAM DAN BERTUMBUH DI SEBUAH GEREJA LOKAL)

Firman Tuhan mengatakan, jika kita memiliki kasih Bapa, atau dengan kata lain, kita menyadari bahwa kita sangat dikasihi oleh Bapa, kita akan memiliki keberanian menghadapi krisis. Kita tidak akan ketakutan atau kuatir terhadap segala perkara yang ada di hadapan kita, karena kita tahu pasti bahwa Tuhan senantiasa menyediakan yang terbaik bagi kita, dan kita aman di dalam perlindungan-Nya.

Supaya kita dapat menyadari bahwa kita dikasihi, penting bagi setiap kita untuk merenungkan kasih Tuhan. “Bagaimana cara merenungkan kasih Tuhan?” Caranya mudah, yaitu dengan merenungkan apa yang Tuhan telah kasih atau berikan kepada kita. Contoh, kita dapat merenungkan kesembuhan, kelimpahan, masa depan indah, pemulihan, kesehatan, atau pemeliharaan yang Dia berikan 2000 tahun lalu di atas kayu salib.

Jadi, jangan membaca Alkitab tanpa arah yang jelas. Baca dan renungkan janji yang Tuhan berikan bagi kita, sesuai kebutuhan kita. Jika kita sedang sakit, baca dan renungkan kisah-kisah kesembuhan, seperti kisah wanita pendarahan 12 tahun, kisah si buta dan si kusta yang disembuhkan oleh Yesus, dan lain sebagainya. Jika kita sedang mengalami masalah finansial, baca dan renungkan kisah-kisah seperti si janda miskin yang memberikan seluruh hartanya, Mazmur 23 tentang Gembala Yang Baik, atau Matius 6:25-34 mengenai Hal Kekuatiran.

(Baca juga: APA BENAR TUHAN MENGGUNAKAN MASALAH UNTUK MELATIH KITA?)

Dengan merenungkan janji Tuhan, hati dan pikiran kita akan tenang, dan jiwa kita akan menyadari bahwa Tuhan sangat mengasihi kita dan Dia setia terhadap janji-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

 

JANGAN RAGU MENGHARAPKAN SESUATU YANG TUHAN JANJIKAN

Bahan renungan:

Lukas 11:9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Sebelum Anda mengharapkan sesuatu dari Tuhan, tentu saja Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang Dia janjikan. Bagaimana mungkin Anda mengharapkan janji Tuhan, sementara Anda hanya tahu janji tersebut dari kata orang? Anda perlu mencari tahu janji yang ada di dalam Firman Tuhan, lalu merenungkannya, memercayainya, barulah Anda dapat mengharapkannya.

(Baca juga: KEKUATAN SEBUAH KENANGAN INDAH)

Jika Anda sudah mengetahui janji Tuhan dan memercayainya, Anda tidak perlu lagi meragukan apakah janji Anda akan terwujud atau tidak.

Sama seperti si wanita pendarahan. Sambil mendekat kepada Yesus, dia berkata di dalam hatinya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Perhatikan, si wanita pendarahan itu tidak lagi berpikir apakah dia akan sembuh atau tidak. Dia tahu dan percaya bahwa Yesus adalah Sang Juruselamat yang sanggup memulihkan dirinya. Dia tahu pasti janji Tuhan atas hidupnya. Yang ada di dalam hatinya hanyalah, “Aku pasti sembuh.”

(Baca juga: “HAI ANAK-KU, JANGAN MENANGIS”)

Apa yang sedang Anda harapkan hari ini? Apakah Anda sedang mengharapkan pemulihan, kesembuhan, terobosan finansial, atau teman hidup? Jika iya, segera cari tahu apakah Tuhan menjanjikan hal tersebut dalam Firman-Nya. Ketika Anda menemukannya di dalam Firman Tuhan, renungkan dan pegang teguh janji tersebut. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

FIRMAN TUHAN MEMBERI KITA HIKMAT DAN MENUNTUN KITA

Bahan renungan:

2 Timotius 3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.

Firman Tuhan adalah Tuhan sendiri, dan Firman Tuhan itu hidup. Salah satu ciri-ciri dari hidup adalah dapat berbicara dan bergerak. Itu sebabnya dalam ayat renungan kita kali ini dikatakan bahwa Firman Tuhan dapat memberikan hikmat dan dapat menuntun kehidupan kita.

(Baca juga: JANGAN MEMERCAYAI KEKUATIRAN ANDA)

Saat kita meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, maka Firman Tuhan itu akan hidup di dalam hati dan pikiran kita.

Hal pertama yang dihasilkan oleh kebenaran Firman Tuhan adalah hikmat. Alkitab menuliskan banyak istilah untuk menggambarkan kata “hikmat”, seperti jalan keluar, kekuatan, ketenangan, suara Tuhan, suara Roh Kudus, dan lain sebagainya. Intinya, kebenaran Firman Tuhan akan menghasilkan suara Tuhan di dalam hati dan pikiran kita.

Untuk menjelaskan hal di atas, pernahkah ketika dalam masalah, seperti ada suara atau kesan di hati kita yang berkata, “Jangan takut,” atau “Jangan kuatir.” Itu adalah suara Tuhan, suara Roh Kudus, atau Anda juga dapat menyebutnya hikmat. Hal tersebut terjadi akibat kita membaca dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Jadi, semakin sering kita melakukannya, kita akan semakin peka dengan suara Tuhan atau hikmat Tuhan.

Saat kita dalam masalah finansial, suara itu akan berkata, “Bukankah Yesus telah mati supaya kita yang miskin dapat berkata, “Kita kaya,”” Ketika kita sedang sakit, suara itu akan berbisik lembut, “Yesus sudah menanggung sakit penyakit kamu dan darah-Nya sudah menyembuhkan kamu 2000 tahun lalu. Jangan takut, kamu pasti sehat.”

Hal kedua yang dihasilkan dari membaca dan merenungkan Firman Tuhan adalah kita akan dituntun kepada Kristus. Ya, kebenaran akan selalu menuntun kita kepada Kristus.

Ada masa di dalam hidup, kita berada di sebuah persimpangan. Kita harus memilih atau membuat sebuah keputusan. Namun, jika kita “bergaul intim” dengan kebenaran, di saat kita bingung, kebenaran tersebut akan menuntun kita ke jalan yang benar, yaitu kepada Kristus. Atau dengan kata lain, kebenaran dapat membuat kita mengenali jebakan iblis yang selalu berusaha menjatuhkan atau memerdaya kita. Juga, dapat membuat kita membedakan antara suara Tuhan dengan suara pertimbangan kita yang mungkin terdengar bijak, tetapi sesungguhnya tidak menuntun kita kepada Kristus.

Saya berikan contoh. Suatu hari ada seorang pelayan Tuhan berkata kepada saya, “Koh Zaldy, Tuhan menyuruh saya berhenti dari pelayanan, agar saya dapat mengurus keluarga.” Suara itu terdengar bijak, tetapi saya percaya itu bukan suara Tuhan. Tuhan yang saya kenal tidak pernah menyuruh kita berhenti melakukan perbuatan yang baik. Benar kita perlu mengurus keluarga, saya setuju dengan itu. Namun, saya tidak percaya caranya adalah dengan berhenti melayani Tuhan. Hanya karena kita tidak mengerti cara mengatur waktu antara pelayanan dan keluarga, bukan berarti kita harus berhenti dari pelayanan. Faktanya, banyak orang yang terlibat pelayanan, tetapi berhasil mengurus keluarganya.

(Baca juga: MENJADI ORANG YANG LEMBUT TIDAK BERARTI LEMAH)

Perhatikan, jika kita tidak tahu kebenaran, suara yang terdengar baik seperti contoh di atas, dapat mengecoh dan menuntun kita ke jalan yang salah, dan akibatnya, kita semakin jauh dari kebenaran. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KITA PERLU MENGINGAT PERKATAAN YESUS

Bahan renungan:

 Lukas 24:8 Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu.

Setiap kita butuh membaca dan merenungkan Firman Tuhan supaya ketika masalah datang, kita dapat teringat akan janji setia Tuhan.

(Baca juga: APAKAH KESELAMATAN KITA DAPAT HILANG?)

Pada suatu kali, para murid mengalami krisis yang sangat amat besar. Yesus yang mereka sanjung sebagai Tuhan dan Juruselamat, disalibkan dan mati. Mereka sama sekali tidak mengira peristiwa tersebut akan terjadi. Bayangkan, Pribadi yang memberi makan 5000 orang, mengubah air menjadi anggur, mengusir roh jahat, membangkitkan orang mati, ditangkap, disiksa, dan disalibkan. Para murid kehilangan pegangan. Mereka lupa terhadap tujuan Yesus datang ke dunia. Pada saat Yesus disalibkan, hampir semua murid kabur ketakutan, kecuali Yohanes.

Namun Anda tahu, di tengah masa krisis tersebut, saat Yesus sudah mati dan dikuburkan, Firman Tuhan mengatakan, “Maka teringatlah mereka …” Mereka teringat dengan hal-hal yang pernah diucapkan dan diajarkan oleh Yesus. Mereka teringat bahwa Yesus akan bangkit pada hari ketiga.

Saya percaya Firman Tuhan itu adalah Tuhan sendiri dan Firman itu hidup (Yohanes 1:1-3). Ketika kita membaca dan merenungkan kebenaran, kita sedang menyimpan kebenaran tersebut ke dalam hati kita, sehingga suatu saat kita mengalami krisis, Roh Kudus akan mengingatkan kita kebenaran yang telah kita renungkan itu.

(Baca juga: BACA INI JIKA ANDA MEMPERTANYAKAN KASIH YESUS)

Ibrani 12:3 menuliskan demikian, “Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.” Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa tujuan kita mengingat pengorbanan, perkataan, dan janji Yesus supaya kita tidak menjadi lemah dan putus asa. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

BERTUMBUHLAH DALAM KASIH KARUNIA DAN PENGENALAN AKAN YESUS

Bahan renungan:

2 Petrus 3:18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Kualitas hidup seseorang terlihat dari seberapa erat hubungan dirinya dengan Sang Pencipta. Adalah sebuah hukum yang nyata bahwa ketika kita bergaul karib dengan seseorang, kita akan menjadi seperti orang tersebut. Dulu saya tidak suka makan bawang putih dan bawang merah, tetapi setelah satu tahun menikah, karena istri saya suka sekali bawang, sekarang saya jadi suka bawang putih dan bawang merah.

(Baca juga: ANDA ADALAH WARGANEGARA KERAJAAN SORGA)

Hubungan intim dengan Tuhan akan membuat karakter dan kepribadian Anda semakin mirip dengan Tuhan. Itu sebabnya saya heran kalau mendengar orang mengklaim dirinya mengenal Tuhan, tetapi tingkah laku dan perkataannya jauh dari mirip dengan Tuhan.

Satu-satunya cara kita dapat mengenal dan membangun hubungan dengan Tuhan adalah melalui membaca-merenungkan Firman Tuhan, dan memuji-menyembah Dia. Buah dari hubungan Anda dengan Tuhan adalah terpancarnya kasih dari hidup Anda.

Firman Tuhan di atas mengatakan bahwa kita perlu bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Yesus. Itu artinya ada proses dan ada waktu yang dibutuhkan supaya kita dapat lebih dalam mengenal Yesus dan menikmati kasih karunia-Nya. Hal tersebut tidak terjadi dalam semalam dan juga tidak terjadi dengan sendirinya.

Anda tidak dapat bangun tidur di suatu pagi dan tiba-tiba menjadi intim dengan Tuhan. Diperlukan usaha dari Anda untuk mengenal Dia. Saya katakan usaha dari Anda, karena dari pihak Tuhan, Dia sudah sangat terbuka untuk menjalin hubungan dengan Anda. Tuhan ingin senantiasa bersekutu dengan Anda. Dia senantiasa meluangkan waktu untuk Anda.

(Baca juga: YESUS TIDUR DI TENGAH BADAI YANG HEBAT)

Hasil dari hubungan intim dengan Tuhan tidak hanya membuat karakter Anda berubah menjadi pebuh kasih, Firman Tuhan dalam 2 Petrus 1:2 juga menjanjikan, “Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.” Haleluya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JAWABAN SEMUA MASALAH ANDA ADA DI DALAM YESUS

Bahan renungan:

Kolose 2:3 Sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.

Si wanita pendarahan menghabiskan seluruh hartanya untuk berobat kepada para tabib selama 12 tahun (Markus 5:225-26). Waktu dan uangnya terbuang percuma untuk mencari sebuah jawaban, sampai pada suatu titik dia menyadari bahwa Yesus adalah jawaban yang dia butuhkan. Wanita pesakitan ini berjalan mendekati Yesus, dan Firman Tuhan katakan dalam sekejap penyakit yang dideritanya selama 12 tahun hilang.

(Baca juga: BANGGALAH KALAU ANDA MENGENAL TUHAN)

Seorang perwira memiliki seorang hamba yang sakit keras dan hampir mati (Lukas 7:2-10). Perwira ini mendengar tentang Yesus dan mempercayakan masalahnya itu kepada Yesus. Lagi-lagi, dalam sekejap saja masalahnya selesai. Perwira itu membuat pilihan yang tepat.

Teman, Firman Tuhan katakan di dalam Yesuslah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan. Di dalam Yesuslah ada jawaban untuk semua masalah Anda. Sekarang perhatikan. Secara spesifik, ayat di atas menggunakan kata “harta”, Anda mengerti maksudnya?

Bagaimana cara kita mendapatkan harta? Tentu saja dengan cara meluangkan perhatian dan waktu kita untuk menggali tempat harta tersebut berada. Yesus adalah tempat di mana harta tersebut berada.

Banyak orang ingin mendapatkan jawaban untuk masalah-masalahnya, tetapi tidak mau meluangkan waktu untuk menggali mengenai Yesus dan kebenaran-Nya. Matius 6:33 mengatakan dengan sangat jelas, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya …” Garis bawahi kata “carilah”.

Teman, hikmat dan pengetahuan, atau dengan kata lain, jalan keluar masalah Anda, tidak datang pada saat Anda menonton film atau sinetron, tidak datang saat Anda jalan-jalan atau makan-makan, tidak datang saat Anda sibuk bekerja atau main social media, Anda perlu duduk diam, meluangkan perhatian dan waktu Anda membaca dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Anda perlu mencari kebenaran itu, entah dengan cara menghadiri persekutuan secara rutin, membaca buku rohani, mendengarkan rekaman khotbah, atau pun berkonsultasi dengan seseorang yang Anda percaya dapat menuntun Anda pada kebenaran Firman Tuhan.

(Baca juga: MATA TUHAN SENANTIASA MEMPERHATIKAN ANDA)

Dan, Firman Tuhan dalam Yeremia 29:13 menjamin satu hal ini bagi setiap kita yang mencari jawaban di dalam Yesus, “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku …” Haleluya. (penulis: @mistermuryadi)