PRAKTIKKAN CARA BARU MEMBACA FIRMAN TUHAN INI!

Mazmur 119:57 Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu.

Saya pun baru dalam hal yang saya mau bahas ini. Mari kita belajar bersama-sama. Beberapa waktu belakangan, saya mencoba cara yang baru dalam membaca Firman Tuhan, terutama ketika saya bersaat teduh.

(Baca juga: APAKAH ANDA AKAN TETAP MEMBANGUN BAHTERA ITU?)

Biasanya saya membaca satu atau dua ayat, atau maksimal satu pasal sekaligus dari sebuah kitab. Kemudian, keesokan harinya saya membaca dengan cara yang sama, tetapi dari kitab yang berbeda. Tidak ada yang salah dengan cara itu. Saya melakukannya selama bertahun-tahun.

Namun, saya menemukan metoda baru yang membuka cakrawala pikiran saya, yaitu dengan membaca satu kitab sekaligus dari pasal awal sampai pasal akhir. Saya baru saja menyelesaikan seluruh kitab Galatia dalam tiga hari terakhir. Hasilnya, saya baru benar-benar menyadari konteks utuh dari banyak ayat yang sebelumnya pernah saya baca secara terpisah-pisah.

Perlu kita pahami bahwa setiap kitab di Alkitab ditulis dengan sebuah konteks tertentu. Hal itu baru dapat kita pahami ketika kita membaca sebuah kitab secara utuh. Tentu saja ada kitab-kitab yang memerlukan pembelajaran lebih lanjut karena ada istilah, kisah, puisi, dan bahasa yang tidak umum bagi kita.

Misalnya saja kitab Galatia. Kitab itu ditulis oleh Paulus untuk mengingatkan jemaat Tuhan di Galatia untuk berhati-hati terhadap ajaran palsu yang mengharuskan non-Yahudi disunat untuk menjadi pengikut Kristus. Paulus menuliskan argumennya mengenai pentingnya iman kepada Kristus dibandingkan ritual jasmani keagamaan.

Sama halnya ketika kita membaca buku Harry Potter dan The Lord of The Rings. Agak sulit membahami isi kedua buku itu jika hari ini kita membaca buku Harry Potter halaman 15-16, lalu esok harinya membaca buku LOTR halaman 30-35, dan keesokannya lagi kita membaca buku Narnia halaman 100-105.

Mari, saya ingin mengajak Anda untuk mencoba cara baru di atas. Cari satu kitab yang ingin Anda baca, kemudian ambillah komitmen untuk membaca kitab itu dari awal sampai akhir. Tidak harus membaca seluruhnya dalam satu waktu, tetapi pastikan Anda membacanya secara berkesinambungan. Seperti contoh saya di atas membaca kitab Galatia yang terdiri dari 6 pasal dalam tiga hari.

(Baca juga: PERASAAN DATANG DAN PERGI SEPERTI OMBAK DI LAUTAN)

Jika Anda belum memiliki ide, membaca salah satu dari kitab Matius, Markus, Lukas, atau Yohanes dapat menjadi titik awal yang baik untuk metoda baru ini. Selamat mencoba! (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.