SEANDAINYA TUHAN YANG MENJADI SUTRADARA ATAS HIDUP ANDA

Bahan renungan:

1 Timotius 1:12-13 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku–aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.

Saya percaya, tidak ada seorang pun diciptakan jahat di dunia ini. Tuhan menciptakan Anda serupa dan segambar dengan-Nya. Tuhan menciptakan Anda untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan besar, dan untuk memancarkan kemuliaan-Nya.

(Baca juga: KEPADA SIAPA ANDA MEMERCAYAKAN HIDUP ANDA?)

Kejahatan terjadi karena di satu titik hidup Anda, Anda memberikan kendali hidup Anda kepada “sutradara” yang salah. Anda membiarkan diri Anda larut dengan hal-hal yang negatif, sehingga terbentuklah karakter yang buruk dan perilaku yang jahat di dalam hidup Anda.

Mungkin beberapa di antara Anda mengira bahwa hidup Anda sudah selesai karena kejahatan yang Anda lakukan. Tidak ada lagi hal positif yang tersisa. Anda merasa, semakin Anda berusaha hidup baik dan benar, tantangan yang datang semakin besar, dan hal tersebut membuat kondisi Anda lebih buruk dari sebelumnya.

Hari ini saya membawa kabar gembira. Saya ingin meyakinkan Anda bahwa Tuhan sanggup memulihkan hidup jika Anda membiarkan Dia menjadi “sutradara” atas hidup Anda.

Saya ingin memberikan Anda sebuah fakta mengenai karakter dan perilaku jahat. Anggaplah, kejahatan atau keburukan yang Anda lakukan adalah mencuri, keras kepala, pemarah, pencemburu, dan pembohong. Tahukah Anda bahwa ada sisi terang dari karakter dan perilaku jahat tersebut?

Jika seorang pencuri menyerahkan dirinya diubah oleh Kristus, saya percaya dia akan menjadi orang yang kreatif. Seorang yang keras kepala dapat menjadi orang yang gigih. Seorang pemarah dapat menjadi seorang yang tegas. Seorang pencemburu dapat menjadi seorang yang penuh perhatian. Seorang pembohong dapat menjadi seorang penginjil yang kreatif.

Jika para pencuri, pembohong, pemarah, dan pencemburu bergabung di sebuah gereja, dan kemudian mereka diubahkan oleh Kristus, saya percaya mereka akan menjadi orang-orang yang membawa perubahan besar bagi Kerajaan Sorga.

(Baca juga: ABRAHAM KELUAR DARI ZONA NYAMAN KE TEMPAT YANG LEBIH NYAMAN)

Saya tidak tahu karakter atau perilaku buruk yang Anda miliki. Yang saya tahu jika Anda memberikan diri kepada Kristus, membiarkan Dia memegang kendali atas hidup Anda, seluruh kehidupan Anda dapat diubahkan untuk suatu tujuan yang jauh lebih besar dari yang pernah Anda pikirkan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

KEPADA SIAPA ANDA MEMERCAYAKAN HIDUP ANDA?

Bahan renungan:

Mazmur 146:3 Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan.

Setiap kali memilih sebuah merek tertentu untuk kita pakai, itu artinya kita memercayakan diri kita kepada merek tersebut. Contohnya. Jika kita memakai kacamata hitam Ray Ban, itu artinya kita memercayakan mata kita kepada Ray Ban. Jika kita mengenakan sepatu Nike, itu artinya kita memercayakan kaki kita kepada Nike. Jika kita menggunakan sabun Lux, itu artinya kita memercayakan kulit tubuh kita kepada Lux.

(Baca juga: BERKAT TUHAN TIDAK TERGANTUNG PADA LOKASI BISNIS ANDA)

Kita memiliki merek-merek favorit yang kita percayai itu karena kita tahu mereka memberikan kenyamanan bagi tubuh kita. Atau dengan kata lain, dengan menggunakan merek-merek tersebut, kita mengharapkan sebuah keuntungan tertentu bagi tubuh kita.

Pertanyaan saya hari ini, apa yang kita harapkan bagi hidup kita? Karena hal tersebut akan menentukan merek Juruselamat yang kita pilih.

(Baca juga: MARAH HANYA MEMBAWA ANDA KEPADA KEJAHATAN)

Jika yang kita harapkan adalah kesehatan, kselamatan, kesembuhan, berkat, kelimpahan, umur panjang, pemulihan, mukjizat, masa depan yang indah, sukacita, dan damai sejahtera bagi hidup kita, yang kita butuhkan adalah Yesus. Tidak ada “merek” lain yang dapat memberikan kita “kenyamanan” seperti yang Yesus berikan. Percayakanlah hidup kita kepada Yesus. Bersandarlah sepenuhnya kepada-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

BERKAT TUHAN TIDAK TERGANTUNG PADA LOKASI BISNIS ANDA

Bahan renungan:

Ulangan 28:3 Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.

Hari ini saya ingin berbicara mengenai berkat, khususnya bagi para karyawan, pebisnis, atau pengusaha. Beberapa kali saya terlibat diskusi dengan para pengusaha dan karyawan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan di Sydney, Australia. Mereka memiliki opini yang menurut saya sangat menarik untuk dibahas.

(Baca juga: PASTIKAN KATA-KATA ANDA MENGGAMBARKAN HARAPAN ANDA)

Seorang pengusaha dari kota kecil mengatakan bahwa dirinya mesti pergi ke kota besar jika ingin usahanya lebih maju. Sementara, dalam diskusi lain, seorang pengusaha dari kota besar lebih memilih berbisnis di kota kecil karena persaingan belum terlalu banyak dan potensi pasar masih sangat besar.

Saya rasa setiap orang memiliki opini sendiri mengenai bisnis. Mungkin Anda, sebagai pengusaha atau karyawan, pernah mendengar opini serupa dari rekan sekerja Anda. Saran saya, jangan terlalu cepat memercayainya, karena Firman Tuhan tidak mengatakan demikian. Firman Tuhan mengatakan, Anda diberkati di mana pun Anda berada, entah itu di kota atau di ladang. Firman Tuhan mengatakan, Tuhan memberkati segala pekerjaan tangan Anda. Tuhan sudah melepaskan berkat-Nya untuk Anda dan berkat itu telah dimeteraikan oleh darah Yesus. Berkat itu adalah bagian Anda di mana pun Anda berada.

Bangsa Israel makan daging, manna, dan tidak pernah kekurangan air selama di padang gurun. Yusuf meniti karirnya sebagai perdana menteri dari status budak dan tahanan. Elisa hidup pada masa kekeringan dan kelaparan selama tiga tahun, tetapi tidak pernah kekeringan dan kelaparan.

(Baca juga: JANGAN TAKUT TERHADAP MASALAH. JADILAH KREATIF!)

Milikilah cara pandang ini, bahwa Anda adalah orang yang diberkati. Rintangan dan tantangan dalam bisnis atau pekerjaan bukanlah tanda bahwa Anda harus berhenti, ganti bisnis, atau menyerah, melainkan supaya Anda belajar lebih banyak, mengembangkan apa yang kurang, dan menambahkan pengetahuan Anda terkait bisnis atau pekerjaan yang geluti. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

PASTIKAN KATA-KATA ANDA MENGGAMBARKAN HARAPAN ANDA

Bahan renungan:

Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Ketika Tuhan berfirman, segala sesuatu di dunia ini menjadi ada. Dunia diciptakan dengan kata-kata yang diucapkan oleh Tuhan, yang kita kenal dengan Firman Tuhan. Tuhan menggunakan kata-kata seperti seorang pelukis menggunakan kuasnya.

(Baca juga: DI JALAN TUHAN ADA KEPASTIAN DAN JAMINAN)

Itu adalah sebuah kebenaran yang sangat luar biasa, mengingat tidak banyak orang menganggap kata-kata yang diucapkannya penting dan berkuasa. Tidak tahu bagaimana dengan Anda, tetapi ketika saya menulis renungan ini, saya menyadari bahwa saya perlu menghentikan perkataan saya yang sia-sia dan mulai mengucapkan perkataan yang membangun dan memberkati.

Satu lagi fakta mengenai kata-kata. Yesus menenangkan badai dengan kata-kata, Yesus mengusir setan dengan kata-kata, dan Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian dengan kata-kata. Saya percaya, kata-kata Firman Tuhan yang Anda ucapkan dapat menghasilkan kuasa yang sama dengan Yesus.

(Baca juga: UANG ADALAH TUAN YANG BURUK, TETAPI HAMBA YANG BAIK)

Hari ini ijinkan saya menantang Anda. Kehidupan seperti apa yang Anda harapkan terjadi? Mungkin ada di antara Anda yang mengharapkan kesembuhan, kesehatan, berkat, terobosan dalam bisnis atau pekerjaan, pasangan hidup, kelepasan dari suatu kecanduan, atau pemulihan keluarga. Jika demikian, mulailah selektif memilih kata-kata yang hendak Anda ucapkan. Pastikan kata-kata tersebut adalah kata-kata yang menggambarkan harapan-harapan Anda di masa mendatang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

DI JALAN TUHAN ADA KEPASTIAN DAN JAMINAN

Bahan renungan:

Mazmur 68:7-8 Ya Allah, ketika Engkau maju berperang di depan umat-Mu, ketika Engkau melangkah di padang belantara, Sela. Bergoncanglah bumi, bahkan langit mencurahkan hujan di hadapan Allah; Sinai bergoyang di hadapan Allah, Allah Israel.

Sungguh saya sangat percaya bahwa tidak ada seorang pun dapat hidup tanpa Yesus. Jika kita tidak melibatkan Tuhan di dalam setiap keputusan yang kita ambil, saya dapat membayangkan betapa besarnya potensi untuk hidup dalam masalah.

(Baca juga: PERUBAHAN TERJADI KETIKA KITA PERCAYA DAN MERESPONS)

Tanpa Yesus, kita dapat hidup seolah tanpa masalah, tetapi pertanyaannya, sampai berapa lama? Saya yakin adalah harapan semua orang untuk selalu menang atas setiap masalah. Jika itu yang kita inginkan, kita membutuhkan Yesus dan tuntunan Firman-Nya setiap hari.

Banyak orang menjalani kehidupannya dengan cara trial and error, alias mencoba-coba. Baik dalam dalam berbisnis, mengatur rumah tangga, bekerja, atau mengurus anak. Cara tersebut dapat berhasil, dapat gagal. Tidak ada kepastian. Semuanya bersifat mudah-mudahan.

(Baca juga: PERTANDINGAN IMAN)

Sementara, kebenaran dan janji Tuhan memberikan kita kepastian dan jaminan. Firman Tuhan mengatakan, Tuhan maju berperang di depan kita. Dia terlebih dahulu melintasi jalan yang akan kita tempuh, dan Dia memastikan jalan itu aman bagi Anda. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

PERUBAHAN TERJADI KETIKA KITA PERCAYA DAN MERESPONS

Bahan renungan:

Matius 13:58 Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

Berkali-kali ketika menyembuhkan, Yesus kerap mengatakan, “Imanmu telah menyelamatkan engkau.” Perkataan tersebut menandakan perlu ada keputusan untuk percaya dan merespons terhadap apa yang Yesus lakukan. Jika kita tidak percaya atau tidak merespons, sekalipun Yesus mendoakan kita, tidak akan terjadi apa-apa.

(Baca juga: JANGAN LATIH PIKIRAN KITA MEMIKIRKAN HAL-HAL YANG JAHAT)

Suatu kali ketika kembali ke kampung halamannya, Firman Tuhan mengatakan tidak banyak mukjizat yang Yesus lakukan di sana. Bagaimana mungkin? Apakah karena Yesus kurang berkuasa? Tentu saja Yesus sangat berkuasa. Firman Tuhan menjelaskan hal tersebut terjadi akibat ketidakpercayaan mereka.

Jadi, kita dapat duduk di sebuah gereja yang sama dengan orang lain, sementara orang lain disembuhkan, kita tidak. Kita dapat mendengar Firman Tuhan yang sama dengan orang lain, sementara orang lain dilepaskan dan diberkati, kita tidak. Kita dapat bertemu Yesus yang sama dengan orang lain, sementara orang lain mengalami mukjizat, kita tidak. Kita tidak akan mengalami perubahan apa-apa, kecuali kita memutuskan untuk percaya dan merespons.

(Baca juga: BAGAIMANA CARA MELAKUKAN TINDAKAN IMAN?)

Saya tidak suka mengatakan hal ini, tetapi inilah kebenarannya. Setiap kita mungkin sudah banyak membaca mengenai Yesus, kebenaran-Nya, dan janji-Nya, tetapi jika kita tidak memercayai dan merespons, ayat-ayat dan janji-janji tersebut tidak akan berpengaruh banyak terhadap hidup kita. Sebaliknya, sekalipun yang kita ketahui hanya sedikit, tetapi kita mau percaya dan merespons, perubahan besar pasti terjadi dalam hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

JANGAN LATIH PIKIRAN KITA MEMIKIRKAN HAL-HAL YANG JAHAT

Bahan renungan:

Matius 9:4 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?”

Saya tidak tahu apa arti jahat bagi Anda. Bagi saya, jahat dapat berarti hal-hal yang buruk, yang membawa saya kepada dosa, yang saya tidak harapkan terjadi, atau yang saya takutkan dan kuatirkan terjadi di dalam hidup saya.

(Baca juga: LUPAKAN UCAPAN KUTUK DAN TERIMALAH UCAPAN BERKAT)

Yesus mengingatkan kita untuk tidak memikirkan hal-hal yang jahat, karena hati kita tidak diciptakan untuk hal-hal tersebut. Hati kita diciptakan untuk memikirkan semua yang baik dan positif. Atau dengan kata lain, Yesus ingin menyadarkan kita akan bahaya dari memikirkan yang jahat.

Ayub 3:25 mengatakan, “Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.” Sangat mahal harga yang harus dibayar oleh Ayub akibat dia melatih pikirannya untuk memikirkan hal-hal yang buruk.

Tentu kita tidak mau mengalami yang buruk seperti Ayub. Kita ingin melihat hari-hari yang baik. Jika demikian, ikutilah saran Rasul Paulus, yaitu hanya memikirkan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji (Filipi 4:8).

(Baca juga: LIMA KISAH KESEMBUHAN BAGI ANDA YANG SEDANG TERBARING SAKIT)

Sedikit saran dari saya. Agar pikiran kita mudah untuk memikirkan yang baik, mulailah dari beberapa langkah sederhana ini: bergaul dengan orang-orang yang hidupnya sejalan dengan kebenaran, bacalah buku-buku yang membangun iman, dan dengarkanlah lagu-lagu yang meneguhkan hati. Dengan kata lain, jauhkanlah diri kita dari orang-orang yang negatif, dan larilah dari hal-hal yang melemahkan kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.