JIKA KITA MENGINGINKAN JANJI TUHAN, IKUTI CARA MAIN TUHAN

Bahan renungan:

Yesaya 65:1-2 Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku. Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada suku bangsa yang memberontak, yang menempuh jalan yang tidak baik dan mengikuti rancangannya sendiri.

Di dalam Yesaya pasal 63-64, Yesaya mewakili Bangsa Israel, protes kepada Tuhan. Mereka mengatakan bahwa Tuhan menahan kebaikan-Nya terhadap Bangsa Israel (Yesaya 63:15), Tuhan membiarkan mereka sesat jalan dan tegar hati (Yesaya 63:17), dan Tuhan menyembunyikan wajah-Nya dari mereka (Yesaya 64:7). Intinya, mereka mempertanyakan Tuhan.

(Baca juga: KITA MEMILIKI LEBIH BANYAK ALASAN UNTUK PERCAYA DARIPADA TAKUT)

Kita tahu bahwa hal tersebut tidak benar. Justru, Tuhan melakukan hal sebaliknya terhadap Bangsa Israel. Tuhan ingin Bangsa Israel menikmati kehidupan yang terbaik sebagai bangsa pilihan Tuhan.

Untuk itu, Tuhan menjawab keraguan dan tuduhan Bangsa Israel melalui ayat Yesaya 65:1-2. Tuhan mengatakan sepanjang hari Dia mengulurkan tangan kepada Bangsa Israel, tetapi mereka menolak, dan memilih jalannya sendiri yang tidak baik.

Apa pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah di atas?

Seringkali, kita ingin diberkati, disembuhkan, dipulihkan, tetapi dengan cara kita sendiri. Kita menginginkan janji Tuhan, tetapi kita ingin mendapatkannya dengan cara kita. Jika kita menginginkan janji Tuhan, kita perlu mengikuti cara main Tuhan. Yang saya maksud dengan cara main Tuhan adalah kita perlu memercayai dan menghidupi kebenaran-Nya.

Dengan kata lain, yang pertama, kita perlu tahu kebenaran. Caranya bagaimana? Dengan membaca dan merenungkannya. Praktisnya, mendengarkan khotbah, meluangkan waktu untuk saat teduh, membaca buku rohani, dan lain sebagainya. Yang kedua, hidupi kebenaran tersebut. Jika Firman Tuhan meneguhkan hati kita untuk mengampuni seseorang, maka ampunilah. Jika Firman Tuhan menginspirasi kita untuk memberi, menceritakan Injil, atau mendoakan orang sakit, ikutilah kebenaran tersebut.

(Baca juga: SELALU ADA ALASAN UNTUK MENGUCAP SYUKUR)

Saat kita mendahulukan Tuhan dan kebenaran-Nya, percayalah semuanya akan ditambahkan kepada kita tanpa kita sadari. (penulis:@mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

KITA MEMILIKI LEBIH BANYAK ALASAN UNTUK PERCAYA DARIPADA TAKUT

Bahan renungan:

Mazmur 93:4 Dari pada suara air yang besar, dari pada pecahan ombak laut yang hebat, lebih hebat TUHAN di tempat tinggi.

Saking sering kita merasa takut dan kuatir, terkadang kita berpikir bahwa ketakutan dan kekuatiran merupakan gejala yang umum dialami oleh setiap manusia. Mungkin saja orang lain mengalami hal tersebut, tetapi anak-anak Tuhan, yang menyadari bahwa Bapa Sorgawi selalu ada bersama-sama dengannya, seharusnya tidak mengalami hal tersebut terus menerus.

(Baca juga: DARI KRISTUS, OLEH KRISTUS, DAN KEPADA KRISTUS)

Beberapa tahun lalu, ketika saya ingin memberi persembahan, tiba-tiba pikiran saya diliputi rasa takut dan kuatir yang sangat hebat. Situasi pada saat itu, saya diberhentikan dari pekerjaan, karena tempat saya bekerja saya gulung tikar; dan belum mendapatkan pekerjaan baru, sementara ada begitu banyak kebutuhan yang perlu dipenuhi.

Dalam situasi tersebut, saya sangat tergoda untuk tidak memberi, tetapi saya teringat 1 Petrus 5:7, yang berbunyi, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” Hari itu, saya memutuskan untuk mempercayai kebenaran Firman Tuhan lebih dari ketakutan saya, dan saya memutuskan untuk memberi.

Dalam kesempatan yang lain, terutama ketika kondisi keuangan saya sedang tidak baik, rasa takut dan kuatir itu muncul kembali, dan mendorong saya untuk tidak memberi. Namun, Roh Kudus sering berbisik lembut di hati saya, bertanya, “Mengapa kamu takut? Bukankah kamu lebih banyak memiliki alasan untuk percaya?”

(Baca juga: KITA PERLU MEMPRIORITASKAN KEBENARAN)

Ya, benar sekali, dengan banyaknya mukjizat dan kesaksian yang terjadi di dalam hidup kita, semestinya kita memiliki lebih banyak alasan untuk percaya, daripada takut. Tuhan senantiasa menganugerahkan kebaikan dan kemurahan-Nya supaya kita memiliki lebih banyak alasan untuk percaya di tengah situasi yang menakutkan. (penulis:@mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

HARAPKAN YANG TERBAIK, UCAPKAN YANG TERBAIK

Bahan renungan:

Mazmur 71:5 Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah.

Setiap orang pasti ingin yang terbaik terjadi di dalam hidupnya. Saya belum pernah bertemu dengan orang yang mengharapkan hal buruk terjadi pada dirinya. Namun, saya menemukan sebuah kejanggalan di mana banyak orang yang mengharapkan hal terbaik terjadi, tetapi tidak mau mengucapkan yang terbaik itu. Jika Anda mengharapkan yang terbaik, seharusnya Anda mengucapkan yang terbaik.

(Baca juga: TEMPAT TERAMAN DI DUNIA)

Saya percaya ucapan kita adalah buah dari apa yang kita percayai.

Saya berikan contoh. Misalnya, suatu saat Tommy diberhentikan dari tempatnya bekerja. Saya percaya yang Tommy inginkan adalah mendapatkan pekerjaan baru, dengan gaji yang jauh lebih baik. Namun pada prakteknya, ketika diberhentikan dari pekerjaan, Tommy mengatakan hal-hal yang buruk kepada dirinya, seperti, “Mati deh gue, mau cari kerja di mana lagi,” “Aduh, kalau nggak segera dapat pekerjaan, bisa tidur di pinggir jalan, nih” atau “Wah, yang S2 saja susah cari pekerjaan, apalagi gue.”

Menurut Anda, apakah Tommy akan mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik jika mengucapkan hal-hal demikian?

Teman, kita telah belajar bahwa pengharapan kita di dalam Kristus tidak pernah sia-sia. Kristus memberikan janji masa depan yang indah dan kehidupan yang penuh kemenangan bagi kita. Apakah kita mengharapkan hal-hal yang luar biasa terjadi? Jika IYA, mulailah mengucapkan janji-janji Tuhan yang luar biasa itu, bukan hal-hal yang buruk

(Baca juga: TUHAN TIDAK MENUNTUT KITA UNTUK JADI ORANG YANG SEMPURNA)

Mari gunakan mulut kita untuk mengucapkan berkat, bukan ketakutan ataupun kekuatiran yang kita rasakan. Saya tidak memungkiri, ketika masalah datang, mungkin saja ada rasa takut dan kuatir yang muncul, tetapi untuk apa kita mendeklarasikan ketakutan dan kekuatiran? Bukankah jauh lebih baik kita mendeklarasikan IMAN kita? (penulis:@mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TINGGALKAN YANG TELAH LALU, MELANGKAHLAH!

Bahan renungan:

Kejadian 22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

Jangan menengok ke belakang. Biarlah yang lalu berlalu. Pandanglah pada janji kemenangan dan kemuliaan yang telah Tuhan sediakan untuk kita di depan. Tuhan tidak hanya membawa kita dari gelap kepada terang yang ajaib, tetapi juga dari satu kemenangan kepada kemenangan yang lebih besar. Pegang janji tersebut dan melangkahlah maju.

(Baca juga: MENGAPA YESUS MENJADI SAHABAT PARA PENDOSA?)

Seperti Abraham, setelah puluhan tahun menantikan janji Tuhan, Abraham diminta mempersembahkan anak yang paling dikasihinya itu. Tentu hal itu bukan perkara mudah bagi Abraham. Namun, Abraham mau memandang kepada janji Tuhan, kepada hal-hal yang supranatural, bukan kepada yang natural. Ada satu keyakinan luar biasa di hati Abraham bahwa Tuhan berkuasa membangkitkan orang mati (Ibrani 11:19).

Abraham tidak gentar naik ke atas gunung mempersembahkan Ishak. Abraham percaya bahwa Tuhan akan menepati janji-Nya untuk menjadikan keturunannya akan seperti bintang di langit dan pasir di tepi pantai.

(Baca juga: SEBERAPA CAKAP KITA MENGELOLA PEMBERIAN TUHAN)

Jangan fokus lagi kepada yang telah berlalu. Kuburlah penyesalan Anda. Pandanglah ke depan, kepada janji setia-Nya. Harapkan yang besar terjadi bagi hidup Anda. Ada kehidupan yang lebih baik yang Tuhan sediakan bagi kita yang percaya kepada-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

BAPA INGIN KITA HIDUP DI BUMI SEPERTI DI SORGA

Bahan renungan:

Kejadian 27:28 Tuhan akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah.

Banyak anak Tuhan yang berpikir, “Tidak masalah hidup susah dan sakit-sakitan selama hidup di Bumi, yang penting di Sorga nanti saya hidup enak.” Padahal Tuhan bukan hanya menjanjikan berkat dan kesehatan di Sorga, tetapi juga di Bumi.

(Baca juga: GANJARAN KERENDAHAN HATI DAN TAKUT AKAN TUHAN)

Ya, Tuhan menyediakan semua itu untuk kita nikmati di Bumi. Bukankah itu tujuan Yesus datang? Supaya kita mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10). Saya tidak bermaksud membuat kita merasa tertuduh. Saya hanya ingin kita mengerti apa yang Firman Tuhan janjikan bagi hidup kita selama ada di dunia ini.

Seperti seorang ayah yang melepas anaknya sekolah di luar negeri. Saya yakin sang ayah akan memastikan segala kebutuhan sang anak terpenuhi selama dia melakukan kegiatan belajar di luar negeri. Sama halnya seperti Anda dan saya. Bukankah hidup kita hanya sementara di dunia ini? Suatu hari kita akan kembali ke rumah Bapa kita. Sementara kita ada di dunia, Bapa Sorgawi memastikan segala kebutuhan kita terpenuhi, seperti kesehatan, berkat, dan kelimpahan.

Bahkan, Bapa menganugerahkan kita nama Yesus yang berkuasa, supaya kita memiliki otoritas untuk menolak setiap hal buruk yang terjadi di dalam hidup kita. Bapa ingin memastikan kita hidup di dalam kebaikan dan kemurahan-Nya selama kita ada di Bumi ini.

(Baca juga: KITA PERLU MEMPRIORITASKAN KEBENARAN)

Mengapa penting bagi kita mengetahui hal di atas? Agar kita tahu apa yang menjadi hak kita sebagai orang percaya. Sehingga, ketika iblis datang dengan tipu dayanya, kita tidak terpedaya, melainkan dapat berdiri teguh di atas janji Tuhan. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

TUHAN TAHU GAMBARAN BESAR MENGENAI HIDUP KITA

Bahan renungan:

Mazmur 33:11 … tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.

Sangat lega rasanya mengetahui bahwa Tuhan merancangkan sesuatu untuk hidup kita. Saya percaya, rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan. Saya percaya, rancangan-Nya memberikan saya masa depan yang penuh dengan harapan.

(Baca juga: JIKA ANDA GAGAL, COBA LAGI DENGAN CARA TUHAN)

Tuhan memiliki gambaran besar mengenai kehidupan kita. Dia tahu awal dan akhir hidup kita, dan Dia ciptakan semuanya indah.

Di sisi lain, kita tidak tahu apa yang ada di depan kita. Kita hanya dapat mereka-reka apa yang ada di depan kita. Terkadang, hal tersebut mengganggu, terutama ketika tantangan datang.

Tidak tahu dengan Anda, tetapi saya pernah merasa sangat kuatir dan takut seolah tidak harapan di hari depan. Namun, saat saya kembali mengingat bahwa rancangan Tuhan atas hidup saya indah, rasa takut dan kuatir itu perlahan menghilang, dan berganti dengan damai sejahtera dan sukacita.

Ya, Tuhan tahu apa yang kita tidak ketahui di depan sana. Tuhan mengetahui gambaran besar atas hidup kita. Itu sebabnya, berkali-kali Tuhan senantiasa ingin kita untuk percaya kepada-Nya dan kebenaran-Nya.

Ketika kita mengalami kesulitan ekonomi, jangan menyerah. Ketika dokter angkat tangan atas penyakit kita, jangan berhenti berharap. Ketika terjadi perpecahan di dalam hubungan kita, bersabarlah. Masalah bukanlah akhir dari segalanya. Selama kita mengandalkan Tuhan, hal-hal luar biasa menanti di depan kita. Hal yang mustahil, mungkin terjadi.

(Baca juga: AKANKAH ORANG LAIN MENEMUKAN “EMAS” KETIKA MENGGALI HIDUP KITA?)

Saya menggambarkan hidup saya seperti orang buta yang perlu dituntun untuk melangkah. Tuhanlah yang menuntun Anda, saya, dan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Bagian kita adalah bersandar sepenuhnya kepada setiap perkataan dan jalan-jalan-Nya yang ajaib. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

JANGAN HIDUP HANYA BERDASARKAN FAKTA SEMATA

Bahan renungan:

Yohanes 8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.

Misalnya, suatu hari di leher kita ada benjolan. Paman menelpon mengatakan tidak perlu kuatir, karena benjolan itu adalah kelenjar yang tidak berbahaya. Dia mengatakan demikian karena salah satu temannya pernah mengalami hal serupa dan hilang dengan sendirinya. Namun, ayah di rumah mengatakan itu adalah kanker ganas. Dia mengatakan demikian karena sahabatnya memiliki gejala yang sama dan meninggal beberapa waktu lalu.

(Baca juga: SIAPAKAH RAJA DALAM HIDUP ANDA?)

Karena bingung, akhirnya kita memutuskan pergi ke dokter dan dokter mengatakan penyakit tersebut belum jelas, perlu pemeriksaan lebih lanjut. Sang dokter kemudian memberikan obat dan meminta kita kembali bulan depan.

Jika kita ada di tengah kejadian seperti itu, kira-kira pernyataan siapa yang akan kita percayai?

Mungkin faktanya kita memang sakit dan hasil diagnosa dokter pun mengatakan kita sakit, tetapi kebenaran Firman Tuhan dalam 1 Petrus 2:24 mengatakan bahwa oleh bilur-bilur darah-Nya kita telah sembuh.

Jika kita memercayai pernyataan yang salah, kita dapat terjerumus dalam situasi yang buruk. Jiwa kita tergoncang dan pikiran kita kacau. Akibatnya, kondisi kesehatan kita semakin terpuruk. Sebaliknya, jika kita memercayai pernyataan yang benar, dalam hal ini adalah kebenaran Firman Tuhan, hal buruk yang terjadi dalam hidup kita dapat menjadi sebuah kesaksian yang luar biasa bagi banyak orang.

(Baca juga: MENGAPA TUHAN TIDAK BERTINDAK SEPERTI YANG KITA HARAPKAN?)

Teman, jangan hidup berdasarkan fakta semata, hiduplah berdasarkan kebenaran. Karena seringkali apa yang fakta perlihatkan jauh berbeda dengan apa yang Firman Tuhan katakan. Di saat kita berhadapan dengan fakta yang menggoncangkan, biarkan kebenaran Firman Tuhan mengambil alih. Karena, kebenaran yang kita percayai dapat mengubah fakta yang sedang kita alami. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.