MENDENGARKAN FIRMAN TUHAN, MEMERCAYAINYA, LALU BERTINDAK

Bahan renungan:

Matius 7:26-27 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.

Teman, tahukah Anda bahwa mendengar Firman Tuhan saja tidak cukup? Anda perlu memercayainya dan bertindak berdasarkan hal tersebut. Ayat renungan hari ini menyatakan hal tersebut dengan jelas. Orang yang hanya mendengar Firman Tuhan, namun tidak melakukannya, sama seperti orang yang bodoh yang mendirikan rumah di atas pasir. Sepertinya terdengar sedikit kasar membaca Alkitab menuliskan kata “bodoh” kepada orang-orang tersebut. Tapi, itulah kenyataannya. Mereka bodoh karena berpikir ada cara alternatif yang lebih benar dari kebenaran Firman Tuhan.

(Baca juga: KITA DISUCIKAN OLEH DARAH YESUS)

Sebagai contoh, Firman Tuhan mengatakan jika kita meletakkan tangan ke atas orang sakit, orang tersebut akan sembuh. Saya percaya semua orang Kristen pernah mendengar ayat itu. Namun, banyak orang Kristen memilih berdoa dalam hati saat mendoakan orang sakit. Mereka tidak berani meletakkan tangan mereka dan mengatakan, “Di dalam nama Yesus, saya mengusir setiap sakit penyakit, dan hari ini jadilah sembuh.” Mereka berpikir berdoa dalam hati dapat menyembuhkan orang sakit, atau dengan kata lain, mereka berpikir ada cara lain agar orang sakit itu sembuh.

(Baca juga: NERAKA TIDAK DICIPTAKAN UNTUK MANUSIA)

Teman, jadilah berani dan percaya kepada apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan. Firman Tuhan dan setiap janji yang tertulis di dalamnya YA dan AMIN bagi hidup setiap orang percaya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KITA PERLU BELAJAR AGAR SEMAKIN BERKEMBANG

Bahan renungan:

2 Samuel 8:14 mengatakan, “Daud selalu menang ke mana pun dia pergi berperang.”

Peperangan Daud melawan Goliat hanya dengan bermodalkan ali-ali dan satu batu adalah sesuatu yang sangat spektakuler. Namun, jika kita mendalami kisah Daud, ternyata ada kisah perang Daud yang jauh lebih spektakuler, yaitu ketika ke mana pun Daud pergi berperang, dia selalu menang.

(Baca juga: TUHAN TIDAK PERNAH BERUBAH SETIA)

Saya tidak yakin Daud akan selalu menang berperang jika dia hanya mengandalkan kejayaan masa lalunya, yaitu menggunakan ali-ali dan satu batu. Daud perlu berkembang. Itu sebabnya di dalam 2 Samuel 22:33-36 Daud mengatakan, “Allah, Dialah yang menjadi tempat pengungsianku yang kuat dan membuat jalanku rata; yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit; yang mengajar tanganku berperang, sehingga lenganku dapat melengkungkan busur tembaga.” Ya, Daud mengembangkan diri dengan belajar menggunakan pedang, perisai, dan busur tembaga.

Benar, Tuhanlah sumber kemenangan kita. Namun, bukan berarti kita tidak perlu mengembangkan diri dan belajar lebih banyak. Banyak orang menjadikan kalimat ini, “Kan, ada Tuhan di pihak kita. Dia yang berperang bagi kita,” sebagai alasan untuk bermalas-malasan.

Saya percaya Tuhan ingin kita naik, bukan turun. Tuhan ingin kita menjadi kepala, bukan ekor. Tuhan ingin kita menjadi orang yang ahli dalam bidang yang kita geluti. Tuhan ingin kita meraih potensi hidup kita secara maksimal, sehingga kita dapat menjadi berkat bagi lebih banyak orang. Tuhan ingin kita bukan hanya beruntung, tetapi juga berhasil dalam segala hal yang kita kerjakan.

Jika Daud hanya mengandalkan ali-ali dan satu batu saja sepanjang hidupnya, saya yakin Daud tidak akan meraih kemenangan yang besar. Karena dalam setiap pertempuran, Daud hanya akan menjatuhkan satu raksasa saja.

(Baca juga: TUHAN INGIN ANDA MENJADI KEPALA, BUKAN EKOR)

Teman, kita perlu belajar lebih lagi agar kita dapat semakin berkembang. Tuhan janjikan kemenangan-kemenangan besar bagi kita tahun ini. Jangan hanya karena kita tidak mau menambah pengetahuan, kita tidak meraih apa yang kita harapkan pada tahun ini. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MELANGKAH KELUAR DARI KETAKUTAN DAN KEKUATIRAN KITA

Bahan renungan:

1 Raja-raja 17:15-16 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Saya sangat terenyuh dengan kisah janda di Sarfat ini. Di tengah situasi yang begitu genting, antara hidup dan mati, dia memilih untuk percaya kepada janji Tuhan.

(Baca juga: DOA DAN NUBUAT BAGI KITA DI TAHUN 2018)

Si janda itu hanya memiliki segenggam gandum dan sedikit minyak, yang menurut hitung-hitungan manusia, akan mengakibatkan dia dan anaknya mati lebih cepat jika dia berikan kepada Nabi Elia. Ya, cepat atau lambat, si janda itu dan anaknya pasti mati jika bergantung kepada segenggam gandum dan sedikit minyak.

Nabi Elia memberikan solusi ampuh kepada janda tersebut, yaitu dengan cara memberikan yang sedikit itu kepadanya. Atau dengan kata lain, Nabi Elia ingin si janda tersebut “melangkah keluar” dari ketakutan dan kekuatirannya dengan cara menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada Tuhan (1 Petrus 5:7).

Hasilnya, dalam ayat 16 tertulis, “Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.” Haleluya.

Apa pesan penting yang Tuhan ingin sampaikan melalui cerita di atas?

Setiap kita memiliki ketakutan dan kekuatiran masing-masing terhadap sesuatu. Satu-satunya cara agar terbebas dari hal itu adalah melangkah keluar dari sana. Tinggalkan ketakutan dan kekuatiran kita, tinggalkan pikiran yang salah dengan cara beralih dan berpegang pada janji Tuhan dan bertindak sesuai apa yang Firman Tuhan katakan.

Terhadap keuangan kita, Firman Tuhan katakan menaburlah, agar kita dapat menuai. Terhadap hubungan kita, Firman Tuhan katakan saling mengasihi dan mengampunilah satu sama lain. Terhadap bisnis atau pekerjaan kita, Firman Tuhan katakan jalanilah dengan cara yang benar dan jujur.

(Baca juga: TUHAN MENGUBAH HIDUP MANTAN PEDAGANG NARKOBA CILIK)

Dengan berpegang kepada janji Tuhan dan bertindak sesuai yang Firman Tuhan katakan, kita tidak perlu lagi takut atau kuatir, karena janji Tuhan YA dan AMIN. Jika kita percaya yang benar, kita akan melakukan yang benar, dan akibatnya, kita pasti mendapatkan hasil yang benar. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

BERDIRILAH TEGUH, JANGAN GOYAH, DAN GIATLAH SELALU

Bahan renungan:

1 Korintus 15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Tahun 2017 segera berakhir dalam hitungan jam. Saya percaya ada begitu banyak perkara yang sudah kita lewati sepanjang tahun ini. Mungkin ada perkara-perkara bodoh yang kita lakukan dan ada juga perkara-perkara baik yang memberikan dampak bagi banyak orang.

(Baca juga: BAHU YESUS MENUTUPI MALU DAN MEMIKUL KESENGSARAAN KITA)

Mengenai hal-hal bodoh yang kita lakukan di tahun ini, saya tidak ada nasihat selain segera perbaiki, bangkit dari kejatuhan kita, dan jadi lebih baik di tahun depan. Saya percaya Tuhan ingin agar kehidupan kita selalu naik, bukan turun.

Mengenai hal-hal baik yang kita lakukan, gali dan kembangkan. Saya percaya segala sesuatu yang baik yang kita lakukan di dalam Tuhan akan menjadi dampak luar biasa bagi banyak orang jika kita tekuni. Untuk itulah Dia memanggil kita, yaitu untuk menjadi garam dan terang bagi dunia ini.

Teman, mari kita memasuki tahun yang baru dengan cara yang baru. Ubah kebiasaan-kebiasaan yang salah. Kita dapat memulai perubahan hidup kita dengan cara mengubah apa yang kita dengar dan lihat. Pastikan kita banyak mendengar dan melihat hal-hal yang berhubungan dengan kebenaran Firman Tuhan. Hanya tinggal di dalam kebenaran yang dapat mengubah hidup kita.

Saya percaya setiap kita mengharapkan hal-hal yang besar dan terobosan ajaib terjadi di tahun 2018. Ya, kita dapat mengharapkannya, karena Tuhan menjanjikan demikian bagi kita yang percaya. Bagian kita, seperti ayat renungan di atas katakan, adalah berdiri teguh, jangan goyah, giat selalu dalam Tuhan. Segala sesuatu yang kita lakukan di dalam Dia, atas dasar kebenaran, tidak akan pernah sia-sia. Setiap benih yang kita tabur yang berasal dari Firman Tuhan pasti akan bertumbuh dan berbuah lebat.

(Baca juga: ORANG SETIA YANG AKAN MENIKMATI PERKARA BESAR)

Akhir kata, selamat menikmati tahun baru. Masuki tahun 2018 dengan pengharapan yang baru. Mari kita berjalan lebih jauh, masuk lebih dalam, dan menerima lebih banyak di tahun 2018. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MENGAPA MULUT KITA CENDERUNG MENGUCAPKAN YANG BURUK?

Bahan renungan:

Matius 6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

Ayat di atas adalah formula untuk gagal, sekaligus berhasil. Untuk gagal, kuatir dan ucapkan kekuatiran kita. Sedangkan untuk berhasil, percaya dan ucapkan janji Tuhan.

(Baca juga: JANGAN TERPESONA ATAU TERPIKAT DENGAN MASALAH)

“Tidak masalah dengan apa yang saya ucapkan, Tuhan pasti mengerti.” Teman, Tuhan sangat mengerti hidup kita, itu sebabnya Dia memberikan Firman-Nya untuk menuntun kita kepada jalan keluar dan kemenangan.

Apa yang kita ucapkan ketika sedang kuatir sangatlah penting. Amsal 18:21 mengatakan, “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Ya, ucapan kita sepenting hidup dan mati. Hidup kita dipertaruhkan di sini.

Jika kematian tidak masalah, silakan kita mengucapkan hal-hal yang mendatangkan kematian. Namun, jika kita mengharapkan kehidupan, kemenangan, dan keberhasilan, kita perlu serius memperhatikan apa yang kita ucapkan.

Dalam banyak kasus konseling, saya menemukan salah satu alasan mengapa seseorang cenderung mengucapkan yang negatif adalah karena orang tersebut tidak tahu harus mengucapkan apa dalam kondisi tertekan. Mulutnya kelu ketika ingin mengucapkan janji Tuhan, sedangkan sangat lancar untuk mengucapkan yang buruk.

Ya, untuk melepaskan ucapan negatif, kita tidak perlu diajari. Daging kita memiliki kencenderungan melakukan hal itu.

Jika kita menginginkan perubahan dan mengharapkan kehidupan, kita perlu belajar mengisi hati dan pikiran kita dengan kebenaran Firman Tuhan. Mungkin kita berkata, “Tapi, saya bukan pendeta, sulit bagi saya untuk menghafal ayat Firman Tuhan.” Teman, jika kita dapat menghafal nama-nama club dan pemain sepakbola, dan mengingat merk baju, tas, sepatu, dan kosmetik, kita pasti dapat menghafal ayat Firman Tuhan. Ini hanya masalah kebiasaan.

Kita perlu menghafal ayat-ayat janji Tuhan dan kisah-kisah mukjizat di Alkitab. Kita perlu meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan kebenaran tersebut secara berulang-ulang. Hal yang sama kita lakukan untuk mengingat nama para pemain sepakbola atau merk baju, tas, dan sepatu. Kita melihat, mendengar, memperhatikan, memikirkan, dan membicarakan hal tersebut secara berulang-ulang.

(Baca juga: FOKUS PADA MASALAH, HANYA MEMBUAT MASALAH BERTAMBAH BESAR)

Sehingga, ketika masalah atau tekanan datang, hati kita dapat teguh percaya kepada janji Tuhan, sementara mulut kita mengucapkan janji tersebut untuk mengingatkan diri kita mengenai betapa baik dan dashyatnya Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JANGAN TERPESONA ATAU TERPIKAT DENGAN MASALAH

Bahan renungan:

Amsal 23:31-33 Jangan melihat kepada anggur, kalau merah menarik warnanya, dan mengilau dalam cawan, yang mengalir masuk dengan nikmat, tetapi kemudian memagut seperti ular, dan menyemburkan bisa seperti beludak. Lalu matamu akan melihat hal-hal yang aneh, dan hatimu mengucapkan kata-kata yang kacau.

Suatu hari, ketika sedang mengendarai vespanya, kakek dan nenek saya terlibat sebuah pembicaraan yang menyebabkan kakek saya marah besar. Dalam perjalanan pulang, mereka berhenti di pintu rel kereta menanti kereta melintas tanpa mengucapkan sepatah kata pun satu sama lain. Ketika sampai di rumah, saat turun dari motor, kakek saya baru sadar kalau nenek saya sudah tidak ada di kursi belakang. Nenek saya hilang!

(Baca juga: JADIKAN JANJI TUHAN BAGIAN PENTING DARI HIDUP ANDA)

Ternyata, saat rel kereta api tertutup, nenek saya turun dari motor untuk memungut barangnya yang terjatuh. Entah bagaimana kakek saya tidak menyadari hal tersebut, mungkin karena hatinya sedang panas, sehingga saat rel kereta terbuka lagi, kakek saya segera memacu motornya, dan nenek saya tertinggal.

Amarah membuat kakek saya lupa bahwa dia sedang bersama-sama nenek saya. Atau dengan kata lain, amarah menjadi lebih menarik bagi kakek saya pada saat itu, sehingga dia “terpesona” kepadanya, dan melupakan keberadaan nenek saya, bahkan meninggalkannya.

Hal yang sama seringkali terjadi di dalam kehidupan pribadi kita. Kadang, masalah, tekanan, sakit penyakit, kemiskinan, kesulitan, dan tantangan, membuat kita “terpesona” sehingga kita melupakan janji Tuhan yang YA dan AMIN bagi hidup kita.

Bukan tanpa alasan Alkitab menggambarkan masalah atau tantangan sebagai sesuatu yang besar, seperti badai, topan, gunung, raksasa, dewa mamon, singa yang mengaum, dan lain sebagainya. Jika kita tidak memandang hal tersebut dengan benar, hati dan pikiran kita dapat “terpesona” terhadap yang besar itu dan beralih dari janji Tuhan.

Alkitab menggambarkan masalah sebagai sesuatu yang besar supaya setiap orang percaya menyadari bahwa mereka diciptakan Tuhan untuk menaklukkan perkara-perkara besar. Bahwa yang menyertai mereka jauh lebih besar dari badai, topan, gunung, para dewa, atau raksasa.

Misalnya, jika suatu hari dokter yang menangani kita menyatakan bahwa penyakit kita tidak dapat disembuhkan, jangan lekas panik. Jangan “terpesona” atau terpikat dengan perkataan dokter tersebut. Ingat, bahwa kita diciptakan untuk menaklukkan yang besar dan menyertai kita jauh lebih besar dari sakit penyakit kita. Jika kita memiliki cara pikir demikian, kita tidak akan takluk terhadap penyakit.

Saat Daniel dikepung singa di sebuah kandang, Daniel tidak “terpesona” dengan situasi itu. Bagi Daniel, janji Tuhan jauh lebih menarik auman singa. Saat Musa dihadang Laut Merah, Musa tidak “terpesona” dengan laut tersebut dan meratapi keadaannya. Bagi Musa, Tuhan yang bersamanya jauh lebih besar dari Laut Merah.

(Baca juga: MENGELUH MERUGIKAN HIDUP ANDA)

Pandanglah Tuhan, andalkan Dia dalam segala hal yang kita hadapi, karena Dia tidak pernah gagal. Jika Tuhan sanggup membawa dua juta Bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir, Dia pasti sanggup membawa kita keluar dari segala permasalahan kita. Berpeganglah pada janji-Nya dan hidupilah kebenaran-Nya, karena tidak ada yang lebih memesona daripada Dia yang turun dari Sorga, memberikan nyawa ganti kita, dan mengasihi kita tanpa syarat. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JADIKAN JANJI TUHAN BAGIAN PENTING DARI HIDUP ANDA

Bahan renungan:

Mazmur 23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Daud dapat mengatakan bahwa Tuhan adalah gembala yang baik, tetapi Daud memiliki mengatakan Tuhan adalah gembalaku. Dengan mengatakan demikian, Daud sedang memberikan sebuah pernyataan bahwa Tuhan adalah bagian dari dirinya.

(Baca juga: CARA BERBUAH 30, 60, 100 KALI LIPAT)

Banyak orang menjadikan Tuhan dan kebenaran-Nya sesuatu yang bersifat “suplemen” atau tambahan. Sesuatu yang mereka cari hanya ketika mereka membutuhkannya, ketika mereka ada di dalam situasi yang genting. Mereka tidak menjadikan Tuhan dan kebenaran-Nya sebagai sesuatu yang bersifat pribadi.

Saat kita lahir baru, kita bukan hanya mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, tetapi mengakui Yesus sebagai Tuhanku dan Juruselamatku satu-satunya. Tidak ada yang lain.

Kita perlu sampai di satu titik bahwa kita menjadikan janji Tuhan sebagai bagian penting dari kehidupan kita. Kita perlu menyadari bahwa janji Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Yesus telah memeteraikan setiap janji tersebut dengan darah-Nya yang kudus bagi kita. Mazmur 23:6 mengatakan bahwa kebajikan dan kemurahan belaka mengikuti hidup kita. Ya, rencana Tuhan adalah memastikan setiap orang percaya hidup menikmati segala yang terbaik yang Dia sediakan bagi kita.

Dengan demikian, kita dapat mengerti hak-hak kita sebagai ahli waris Kerajaan Sorga seperti yang tertulis di dalam Galatia 4:7, “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.”

(Baca juga: INILAH PENYEBAB UTAMA KITA DEPRESI)

Teman, setiap kita yang percaya kepada Yesus berhak untuk hidup sehat, panjang umur, sukacita, berkelimpahan, tenang, dan damai sejahtera. Kita berhak menikmati hal tersebut karena Yesus menjanjikannya bagi kita, anak-anak kesayangan-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.