PERUBAHAN TERJADI KETIKA KITA PERCAYA DAN MERESPONS

Bahan renungan:

Matius 13:58 Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

Berkali-kali ketika menyembuhkan, Yesus kerap mengatakan, “Imanmu telah menyelamatkan engkau.” Perkataan tersebut menandakan perlu ada keputusan untuk percaya dan merespons terhadap apa yang Yesus lakukan. Jika kita tidak percaya atau tidak merespons, sekalipun Yesus mendoakan kita, tidak akan terjadi apa-apa.

(Baca juga: JANGAN LATIH PIKIRAN KITA MEMIKIRKAN HAL-HAL YANG JAHAT)

Suatu kali ketika kembali ke kampung halamannya, Firman Tuhan mengatakan tidak banyak mukjizat yang Yesus lakukan di sana. Bagaimana mungkin? Apakah karena Yesus kurang berkuasa? Tentu saja Yesus sangat berkuasa. Firman Tuhan menjelaskan hal tersebut terjadi akibat ketidakpercayaan mereka.

Jadi, kita dapat duduk di sebuah gereja yang sama dengan orang lain, sementara orang lain disembuhkan, kita tidak. Kita dapat mendengar Firman Tuhan yang sama dengan orang lain, sementara orang lain dilepaskan dan diberkati, kita tidak. Kita dapat bertemu Yesus yang sama dengan orang lain, sementara orang lain mengalami mukjizat, kita tidak. Kita tidak akan mengalami perubahan apa-apa, kecuali kita memutuskan untuk percaya dan merespons.

(Baca juga: BAGAIMANA CARA MELAKUKAN TINDAKAN IMAN?)

Saya tidak suka mengatakan hal ini, tetapi inilah kebenarannya. Setiap kita mungkin sudah banyak membaca mengenai Yesus, kebenaran-Nya, dan janji-Nya, tetapi jika kita tidak memercayai dan merespons, ayat-ayat dan janji-janji tersebut tidak akan berpengaruh banyak terhadap hidup kita. Sebaliknya, sekalipun yang kita ketahui hanya sedikit, tetapi kita mau percaya dan merespons, perubahan besar pasti terjadi dalam hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

MUKJIZAT DARI MENGATAKAN HAL-HAL YANG BAIK

Bahan renungan:

Amsal 12:25 Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

Dampak mengatakan hal-hal yang baik dan benar sangatlah luar biasa. Pelayanan terbanyak yang Yesus lakukan bukanlah melakukan mukjizat atau mengusir setan, tetapi mengajar atau memberitakan kabar baik, atau dengan kata lain, ketika Dia mengucapkan hal-hal yang baik.

(Baca juga: RENCANA TUHAN JAUH LEBIH HEBAT DARI RENCANA KITA)

Saya ingat, di dalam Lukas 15, ketika Yesus mengajarkan mengenai perumpamaan domba, dirham, dan anak yang hilang, ada banyak pemungut cukai dan orang berdosa yang duduk mendengarkan Yesus dan diubahkan. Perkataan yang baik menggembirakan hati banyak orang.

Kata-kata yang baik yang disampaikan oleh pasangan dapat menyelamatkan sebuah pernikahan. Kata-kata yang baik yang disampaikan oleh seorang pemimpin dapat memberikan inspirasi kepada seseorang agar mencapai potensinya. Kata-kata yang baik dapat menolong dan memberikan kekuatan kepada seseorang sehingga mereka berani menghadapi hari-hari buruk yang sedang mereka lalui.

(Baca juga: BERTUMBUHLAH DALAM KASIH KARUNIA DAN PENGENALAN AKAN YESUS)

Gunakanlah mulut kita untuk mengucapkan yang baik yang dapat membangkitkan semangat, keyakinan, dan memberikan sukacita dan kedamaian bagi mereka yang mendengarnya. Sungguh, kita dapat membuat sebuah perbedaan besar di dunia dengan cara mengucapkan kata-kata yang baik. (penulis: @mistermuryadi)

KITA PERLU MEMBUAT MUKJIZAT DI DALAM NAMA YESUS

Bahan renungan:

Matius 4:23-24 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepadaNYA semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.

Ada beberapa agama dan kepercayaan yang menyebarkan agamanya melalui pernikahan, perdagangan, dan ada yang melalui pemaksaan, dan lain sebagainya. Namun Alkitab tidak mengajarkan satu pun cara di atas. Alkitab mengajarkan cara untuk menyebarkan Injil dengan mengajar, memberitakannya, dan membuat mukjizat.

(Baca juga: MENDENGARKAN FIRMAN TUHAN, MEMERCAYAINYA, LALU BERTINDAK)

Hari ini saya ingin membahas mengenai membuat mukjizat. Tuhan memberikan kita kuasa nama Yesus ahar kita membuat mukjizat dan tanda-tanda ajaib di tengah-tengah orang yang tidak percaya. Supaya mereka tahu bahwa Tuhan yang kita sembah itu hidup dan baik.

Pada saat orangtua kita sakit atau sahabat kita sakit, mari kita letakkan tangan kita di atas mereka, Firman Tuhan janjikan kesembuhan terjadi. Ketika ada keluarga atau teman yang mengalami kesulitan finansial, mari ucapkan kata-kata nubuatan untuk mereka, pasti mereka akan melihat mukjizat itu terjadi.

Yang selalu jadi masalah adalah anak-anak Tuhan tidak mau pergi berkeliling dan menggunakan kuasa yang ada padanya. Itu yang membuat orang lain tidak melihat perbedaan antara orang percaya dengan yang lain. Seharusnya, melalui Anda dan saya, dunia dapat melihat bahwa Tuhan yang kita sembah itu hidup dan berkuasa.

(Baca juga: YESUS, SATU-SATUNYA TUHAN YANG BANGKIT DAN HIDUP)

Dunia ini butuh Yesus, dan mukjizat adalah salah satu cara menarik perhatian mereka kepada Yesus. Percayalah kuasa itu sudah ada di dalam hidup kita. Dia sudah menganugerahkannya. Bagian kita adalah pergi untuk menceritakan dan melakukan perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MAKNA KATA HAGAH

Bahan renungan:

Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Hari ini saya ingin membahas makna dari kata hagah, yang merupakan alasan utama saya menamakan blog ini hagahtoday.com.

(Baca juga: MAKSUD DARI JADILAH PETANG, JADILAH PAGI)

Kata “hagah” dalam bahasa Ibrani berarti meditasi atau merenungkan. Juga, sering diartikan dengan mengucapkan kata-kata sambil bergumam. Kata “hagah” terdiri dari tiga huruf Ibrani, yaitu He, Gimel, dan He (Anda dapat melihat bentuk hurufnya di sini).

Huruf He merupakan huruf kelima dalam alfabet Ibrani, yang memiliki bentuk seperti jendela. Orang Israel sering mengartikan jendela itu sebagai pewahyuan dari Tuhan. Namun, huruf He juga sering diartikan sebagai kasih karunia. Sedangkan, huruf Gimel di zaman Israel kuno memiliki bentuk seperti onta (hewan yang dijadikan alat transportasi pada zaman itu).

Jadi, jika kita jabarkan, kata “HAGAH” melukiskan KASIH KARUNIA – ONTA (alat transportasi) – KASIH KARUNIA.

Ada maksud yang sangat dahsyat di dalam kata tesebut. Alkitab merupakan Injil Kasih Karunia (Kisah Para Rasul 20:24) yang jika kita renungkan dan perkatakan siang dan malam (hagah), maka Kasih Karunia tersebut akan mengalir, berpindah, atau dibawa ke dalam kehidupan kita, sehingga hidup kita jadi berlimpah dengan Kasih Karunia Tuhan seperti yang dijanjikan dalam 2 Petrus 1:2.

(Baca juga: BERTUMBUHLAH DALAM KASIH KARUNIA DAN PENGENALAN AKAN YESUS)

Kasih karunia Tuhan mencakup keselamatan, jaminan masuk ke sorga, penjagaan, pemeliharaan, kesembuhan, kesehatan, berkat, kelimpahan, pembebasan dari kutuk, kuasa, dan mukjizat. Haleluya!(penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MILIKI RUANG UNTUK MUKJIZAT DI DALAM PIKIRAN KITA

Bahan renungan:

Keluaran 14:21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

Ketika kita mendengar janji Firman Tuhan kita sering berpikir, “Hmm, bagaimana caranya hal tersebut dapat terjadi dalam hidup saya? Apakah lewat hal ini atau hal itu?” Lalu kita pusing memikirkan bagaimana caranya.

(Baca juga: APAKAH KESELAMATAN KITA DAPAT HILANG?)

Teman, dunia ilmu pengetahuan moderen dapat menjelaskan semua alasan penyebab terjadinya 10 tulah di Mesir. Mereka mengatakan hal itu terjadi karena fenomena alam. Namun, untuk apa Musa memikirkan hal tersebut? Yang Musa tahu pada saat itu adalah Tuhan semesta alam memerintahkan dia membebaskan Bangsa Israel dan menjanjikan kuasa dan mukjizat akan menyertainya. Itu saja. Kalau pun terjadi fenomena alam, itu karena Tuhan yang membuatnya demikian untuk menunjukkan kuasa-Nya di hadapan Firaun.

Mari kita perhatikan sebentar ayat di atas. Dikatakan, ketika Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, Tuhan menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut menjadi tanah kering, maka terbelahlah air itu.

Kita dapat menghapus kata “TUHAN” dalam ayat di atas dan mengatakan bahwa laut itu terbelah karena ada angin timur yang keras. Sekali lagi, Musa tidak memikirkan angin mana yang akan datang, dia juga tidak memikirkan apakah akan ada lumba-lumba raksasa yang membawa Bangsa Israel menyeberang, yang dia tahu hanyalah Tuhan menyertainya.

Ketika kita menyadari Tuhan bersama kita, semua yang mustahil menjadi mungkin. Kita tidak perlu repot memikirkan bagaimana caranya, bagian kita adalah berpegang kepada Tuhan, dan membiarkan Tuhan membuat kita terpesona kepada-Nya.

(Baca juga: SEBERAPA CAKAP KITA MENGELOLA PEMBERIAN TUHAN)

Kita perlu memiliki ruang untuk mukjizat di kepala kita. Tidak semua hal perlu kita pikirkan dengan logika. Biarkan mukjizat tetap menjadi mukjizat di dalam hidup kita, bukan menjadi logika yang dapat kita perhitungkan asal usulnya. Pada saat kita mulai melogikakan sesuatu, kita akan mulai mengesampingkan peran Tuhan, yang sebenarnya adalah Sang Pembuat Keajaiban tersebut. (penulis: @mistermuryadi)

JANGAN MEMBATASI TUHAN

Bahan renungan:

Matius 13:58 Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mukjizat diadakan-Nya di situ.

Mungkin Anda bingung dengan judul di atas. Bagaimana mungkin manusia dapat membatasi Tuhan yang mahabesar dan mahakuasa? Ijinkan saya menjelaskannya.

(Baca juga: TUHAN INGIN KITA MENIKMATI KEHIDUPAN DI BUMI SEPERTI DI SORGA)

Tuhan tidak terbatas. Dia mahabesar dan mahakuasa. Tidak ada yang menggerakkan atau memerintahkan Tuhan. Tuhan bergerak semata-mata karena kasih-Nya kepada kita. Ya, kasihlah yang menggerakkan Tuhan untuk mengaruniakan Yesus bagi kita. Kasihlah yang mendorong Tuhan melepaskan kuasa kesembuhan, kesehatan, umur panjang, berkat, mukjizat, dan kelimpahan bagi kita.

Namun, apa yang Tuhan anugerahkan itu tidak terjadi begitu saja di dalam hidup kita. Kita perlu percaya agar kita dapat menerima semua yang telah Dia anugerahkan.

Mungkin mudahnya begini. Tuhan ingin kita diselamatkan, tetapi kita tidak dapat diselamatkan jika kita tidak percaya kepada Yesus. Begitu juga halnya dengan kesembuhan, kesehatan, umur panjang, berkat, dan kelimpahan.

Ketika kita memilih untuk tidak percaya kepada-Nya, kita sedang membatasi Tuhan dalam hidup kita. Katakanlah Tuhan sudah menganugerahkan 1260 janji untuk kita, tetapi kita dapat memutuskan hanya mau menerima 10 janji saja, sementara kita tidak percaya kepada 1250 janji lainnya.

Dalam ayat renungan kita di atas, Yesus sedang berkunjung ke kampung halamannya. Yesus, yang adalah Sang Sumber Mukjizat, hadir di sana, tetapi Firman Tuhan mengatakan tidak banyak mukjizat terjadi. Bagaimana mungkin hal tersebut dapat terjadi? Itu bukan karena Yesus kurang berkuasa, tetapi karena orang-orang di sana tidak percaya kepada Yesus.

(Baca juga: BERHENTI MEMIKIRKAN YANG TIDAK PERLU DIPIKIRKAN)

Teman, kita perlu menyadari bahwa ketidakpercayaan kita dapat membatasi Tuhan. Ketidakpercayaan kita menghambat terjadinya mukjizat di dalam hidup kita. Bukan Tuhan yang menunda untuk memberkati kita, melainkan kita yang menunda untuk percaya kepada-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

CARA MELEPASKAN KUASA YANG TUHAN BERIKAN

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Pada renungan kemarin saya membahas bahwa kuasa atau otoritas diberikan saat Anda memutuskan percaya kepada Yesus, atau kita kenal dengan istilah lahir baru. Pada saat Anda lahir baru, Roh Kudus turun dan tinggal di dalam hati Anda membawa kuasa yang sangat luar biasa.

(Baca juga: YESUS TELAH MEMBERIKAN OTORITAS KEPADA SEMUA ORANG PERCAYA)

Hal serupa dialami Yesus ketika dibaptis di Sungai Yordan dan Roh Kudus turun atas-Nya seperti burung merpati. Sejak peristiwa itu, barulah dimulai perjalanan pelayanan Yesus yang penuh dengan kuasa dan tanda-tanda ajaib.

Jika Anda sudah percaya dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda, berarti kuasa tersebut sudah ada di dalam Anda. Jangan lagi meminta Tuhan untuk melakukan mukjizat atau tanda-tanda ajaib untuk Anda. Andalah yang perlu melatih cara menggunakan kuasa tersebut.

Markus 16:16-17 mengatakan tanda-tanda ajaib akan mengikuti orang percaya. Kita dapat mengusir setan, menyembuhkan yang sakit, membangkitkan orang mati, dan memegang ular dalam nama Yesus.

Lalu, bagaimana cara melepaskan kuasa tersebut?

Mari kita lihat bagaimana cara Yesus melepaskan kuasa yang dimilikinya. Dalam Markus 11:23, Yesus mengatakan supaya kita memerintahkan “gunung” supaya beranjak. Dalam Markus 4:29, Yesus menghardik topan badai. Lalu, dalam Matius 10:1, Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk mengusir roh jahat, sakit penyakit, dan kelemahan.

Apakah Anda dapat melihat persamaan dari kata-kata yang saya hitamkan?

Semua hal tersebut melibatkan perkataan Anda: memerintahkan, menghardik, dan mengusir. Ya, saya ingin katakan bahwa ada kuasa yang dilepaskan pada saat orang percaya mengucapkan sesuatu. Jika Anda terbiasa mengucapkan hal yang buruk, sebaiknya Anda berhenti melakukannya, karena hal yang buruk itu akan terjadi. Amsal 18:21 mengatakan hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

(Baca juga: YESUS, SATU-SATUNYA TUHAN YANG BANGKIT DAN HIDUP)

Buah seperti apa yang Anda harapkan? Jika Anda mengharapkan buah yang baik, mulailah perintahkan di dalam nama Yesus agar klien-klien berdatangan sehingga bisnis Anda dapat berkembang pesat, mulailah mengusir sakit penyakit dari tubuh Anda di dalam nama Yesus, dan mulailah menghardik setiap hal-hal buruk yang terjadi di dalam hidup Anda di dalam nama Yesus. (penulis: @mistermuryadi)