KASIH ADALAH BAHASA YANG DIMENGERTI OLEH SEMUA ORANG

Bahan renungan:

1 Korintus 13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Sekalipun kita menyerahkan tubuh kita untuk dibakar, jika kita tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya. Sebuah pernyataan mengenai kasih yang patut kita renungkan dari Rasul Paulus.

(Baca juga: JALAN HIDUP ORANG BENAR KIAN BERTAMBAH TERANG)

Teman, Bapa kita adalah sumber kasih. Satu-satunya tanda yang dapat membuktikan bahwa benar kita anak-anak-Nya hanyalah jika hidup kita memancarkan kasih. Hal senada ditulis oleh Rasul Yohanes dalam 1 Yohanes 4:7 mengatakan bahwa setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.

Kasih bukanlah sesuatu yang kita simpan di dalam hati, sementara orang lain tidak dapat melihat atau merasakannya. Kasih memiliki bentuk. Ketika Bapa Sorgawi mengatakan bahwa Dia sangat mengasihi kita, Dia mengaruniakan Yesus kepada kita. Ketika Yesus mengatakan Dia sangat mengasihi kita, Dia memberikan nyawa-Nya untuk menebus dan menggantikan kita di atas kayu salib.

Saya pernah mendengar seorang anak berkata, “Meskipun saya pergi dari rumah, meninggalkan kedua orangtua saya, tidak pernah lagi menghubungi mereka, tetapi saya sangat mengasihi mereka.” Entah dengan Anda, tetapi saya tidak yakin anak itu benar-benar mengasihi kedua orangtuanya, karena kasih semestinya dapat disentuh, dirasakan, dan dilihat.

Bernard Meltzer, seorang penyiar radio asal Amerika yang mencintai Yesus, pernah berkata, kita dapat memberi sesuatu kepada seseorang tanpa mengasihinya, tetapi kita tidak dapat mengasihi seseorang tanpa memberi sesuatu kepadanya.

(Baca juga: “SAYA MENOLAK UNTUK MENYERAH KEPADA SITUASI”)

Kasih adalah bahasa yang mudah dimengerti dan diterima oleh semua orang. Tidak ada orang yang menolak untuk dikasihi. Yesus menunjukkan kasih-Nya kepada kita, supaya kita dapat menunjukkan kasih Yesus kepada sebanyak mungkin orang yang membutuhkan Yesus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

Advertisements

MEMBERI ADALAH BUKTI DARI KASIH

Bahan renungan:

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Apakah tanda seseorang mengasihi pasangannya? Orang tersebut akan memberikan sesuatu untuk pasangannya. Semakin berharga nilai pasangannya, semakin besar hal yang diberikan. Ini bukan hanya mengenai uang, tetapi juga cinta, waktu, perhatian, tenaga, dan lain sebagainya. Ketika kita sedang jatuh cinta kepada seseorang, memberi sesuatu yang berharga bukanlah masalah, karena yang kita pikirkan adalah bagaimana cara menyenangkan orang tersebut.

(Baca juga: ABRAHAM KELUAR DARI ZONA NYAMAN KE TEMPAT YANG LEBIH NYAMAN)

Memberi merupakan tanda pertama ketika seseorang mengasihi. Itulah yang Tuhan lakukan terhadap Anda dan saya. Dia begitu mengasihi kita, karena di mata-Nya, kita sangatlah berharga, sehingga Dia rela memberikan yang paling berharga, yaitu Yesus, anak-Nya yang tunggal, untuk kita.

Hal yang sama bagi kita. Ketika kita mengatakan kita mengasihi Tuhan, memberi uang, waktu, tenaga, atau hidup kita kepada-Nya bukanlah hal yang berat, tetapi justru merupakan hal yang menyenangkan dan mendatangkan sukacita.

Teman, jika sampai hari ini Anda masih meragukan kasih Tuhan yang begitu besar bagi Anda, luangkanlah waktu untuk mengingat kembali apa yang telah Yesus lakukan dan lewati bagi Anda di atas kayu salib 2000 tahun lalu. Yesus menanggung segala yang terburuk, yaitu segala dosa, hukuman, kutuk, dan sakit penyakit kita, supaya kita dapat hidup dengan segala yang terbaik, dalam kesehatan, berkat, kesembuhan, dan kasih karunia yang melimpah.

(Baca juga: KETIKA KITA BERDOSA, YESUS DATANG MENYATAKAN KASIHNYA)

Saya percaya pengorbanan Yesus di kayu salib adalah bukti yang lebih dari cukup untuk menunjukkan betapa Tuhan sangat mengasihi kita. (penulis: @mistermuryadi)

HEI, BERHENTILAH MARAH!

Bahan renungan:

Mazmur 37:8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Marah bukanlah respons yang tepat untuk mengatasi masalah Anda. Seringkali, marah malah membuat masalah menjadi lebih buruk, bahkan, berpotensi menimbulkan masalah baru.

(Baca juga: TANPA TUHAN, KITA LEMAH DAN RAPUH)

Anda masih ingat cerita mengenai Kain dan Habel? Awalnya, Kain marah karena persembahan Habel diterima Tuhan, sedangkan persembahannya tidak. Namun, apa yang terjadi selanjutnya? Kain mengajak Habel ke padang, memukulnya, dan kemudian membunuhnya.

Saya tidak mengerti mengapa Kain malah menyalahkan Habel dalam hal persembahan itu. Namun, itulah akibat dari marah, membuat orang menjadi bodoh dan kehilangan akal sehat.

Saya percaya Kain tidak merencanakan untuk membunuh Habel sebelumnya. Dia hanya marah kepada Tuhan. Namun, Kain membiarkan hatinya dikuasai oleh amarah tersebut, dan akibatnya, amarah itu membuahkan kejahatan.

(Baca juga: MENGUNGKAP KATA KASIH DI DALAM BAHASA IBRANI)

Dengan tegas Firman Tuhan memerintahkan kita untuk berhenti marah dan meninggalkan hati yang panas. Marah bukanlah cara yang Tuhan ajarkan kepada kita. Tuhan mengajarkan kasih. Tuhan ingin kita merespons semua masalah kita dengan kasih, karena ketika kita saling mengasihi satu sama lain, itulah yang membuat kita berbeda dengan dunia. Kasih adalah bukti bahwa Tuhan, yang adalah Sumber Kasih, tinggal di dalam hati kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KASIHILAH MUSUHMU

Bahan renungan:

Matius 5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Sebagai orang percaya, kita tahu bahwa Sang Sumber Kasih tinggal di dalam hati kita. Kasihlah yang membedakan kita dengan dunia. Kasih yang membuat dunia dapat melihat bahwa Yesus itu hidup dan nyata.

(Baca juga: APA KEGUNAAN DOA JIKA TUHAN SUDAH TAHU YANG INGIN KITA DOAKAN?)

Ketika datang ke dunia, Yesus tidak membawa ajaran Kristen. Yesus datang untuk mengajarkan tentang kasih dan Dia mengajarkannya dengan cara mengorbankan Diri-Nya di atas kayu salib.

Apa yang Yesus lakukan di kalvari berteriak lebih kencang daripada semua kata-kata yang pernah Dia ucapkan selama Dia hidup. Pengorbanan-Nya adalah bukti bahwa kasih yang Yesus ajarkan bukanlah sebatas kata-kata manis di bibir, melainkan sebuah tindakan yang aktif.

Kcenderungan kita adalah menghindari musuh. “Ya, saya sudah mengampuni dia, tetapi saya tidak mau lagi berurusan dengan dia,” “Saya sudah melupakan semua perbuatannya, tapi jangan harap saya dapat kembali bersahabat dengannya.” Kita cenderung menghindari orang-orang yang kita anggap sebagai musuh. Namun, Yesus jelas mengatakan, “Kasihilah musuhmu …”

(Baca juga: KASIH KITA KEPADA SESAMA YANG MEMBUAT DUNIA MELIHAT YESUS)

Jika ada orang-orang yang paling mudah mengampuni dan paling murah hati di dunia ini, seharusnya itu adalah kita. Bapa yang kita sembah adalah Bapa yang penuh kasih dan murah hati. Sebagai anak-anak-Nya, saya percaya, semestinya, demikian jugalah kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MARAH HANYA MEMBAWA ANDA KEPADA KEJAHATAN

Bahan renungan:

Mazmur 37:8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Marah bukanlah sikap yang patut dipelihara oleh Anda yang percaya kepada Yesus. Yesus mengajarkan kasih, damai sejahtera, dan sukacita, bukan marah. Tidak peduli seberapa kompleks situasi yang sedang Anda hadapi, tetapi marah bukanlah jawabannya.

(Baca juga: TUHANLAH JAWABAN BAGI KESESAKAN KITA)

Firman Tuhan mengingatkan bahwa marah hanya membawa Anda kepada kejahatan. Marah tidak pernah menuntun Anda kepada hal yang baik, tidak peduli apa pun alasan Anda melakukan hal tersebut. Sebaliknya, kasihlah yang membawa banyak kebaikan bagi kita.

Amsal 14:29 mengatakan bahwa marah membuat Anda menjadi bodoh. Benar sekali. Marah membuat kita memikirkan, mengucapkan, dan melakukan yang tidak seharusnya. Akibatnya, Anda mengalami sesuatu yang tidak seharusnya Anda alami.

Salah satu contohnya adalah si sulung dalam kisah anak yang hilang. Di akhir cerita dikatakan si sulung marah kepada ayahnya karena sang ayah tetap mengasihi si bungsu meski si bungsu menghamburkan uang dengan para pelacur.

Bagaimana mungkin si sulung tahu bahwa si bungsu menghabiskan uang bersama pelacur padahal si sulung selalu ada di rumah ayahnya? Lihat, orang marah suka membesar-besarkan sesuatu dan mengada-ada.

(Baca juga: SAAT KITA SERAHKAN KEPADA YESUS, YANG BIASA MENJADI LUAR BASA)

Teman, berhentilah marah, dan tinggalkanlah amarah Anda. Yesus tidak pernah mengajarkan respons marah kepada orang percaya. Yesus senantiasa menunjukkan kasih, bahkan kepada orang-orang yang menyiksa dan menyalibkan Diri-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

BERTUMBUHLAH DALAM KASIH KARUNIA DAN PENGENALAN AKAN YESUS

Bahan renungan:

2 Petrus 3:18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Kualitas hidup seseorang terlihat dari seberapa erat hubungan dirinya dengan Sang Pencipta. Adalah sebuah hukum yang nyata bahwa ketika kita bergaul karib dengan seseorang, kita akan menjadi seperti orang tersebut. Dulu saya tidak suka makan bawang putih dan bawang merah, tetapi setelah satu tahun menikah, karena istri saya suka sekali bawang, sekarang saya jadi suka bawang putih dan bawang merah.

(Baca juga: ANDA ADALAH WARGANEGARA KERAJAAN SORGA)

Hubungan intim dengan Tuhan akan membuat karakter dan kepribadian Anda semakin mirip dengan Tuhan. Itu sebabnya saya heran kalau mendengar orang mengklaim dirinya mengenal Tuhan, tetapi tingkah laku dan perkataannya jauh dari mirip dengan Tuhan.

Satu-satunya cara kita dapat mengenal dan membangun hubungan dengan Tuhan adalah melalui membaca-merenungkan Firman Tuhan, dan memuji-menyembah Dia. Buah dari hubungan Anda dengan Tuhan adalah terpancarnya kasih dari hidup Anda.

Firman Tuhan di atas mengatakan bahwa kita perlu bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Yesus. Itu artinya ada proses dan ada waktu yang dibutuhkan supaya kita dapat lebih dalam mengenal Yesus dan menikmati kasih karunia-Nya. Hal tersebut tidak terjadi dalam semalam dan juga tidak terjadi dengan sendirinya.

Anda tidak dapat bangun tidur di suatu pagi dan tiba-tiba menjadi intim dengan Tuhan. Diperlukan usaha dari Anda untuk mengenal Dia. Saya katakan usaha dari Anda, karena dari pihak Tuhan, Dia sudah sangat terbuka untuk menjalin hubungan dengan Anda. Tuhan ingin senantiasa bersekutu dengan Anda. Dia senantiasa meluangkan waktu untuk Anda.

(Baca juga: YESUS TIDUR DI TENGAH BADAI YANG HEBAT)

Hasil dari hubungan intim dengan Tuhan tidak hanya membuat karakter Anda berubah menjadi pebuh kasih, Firman Tuhan dalam 2 Petrus 1:2 juga menjanjikan, “Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.” Haleluya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN ITU KASIH, MESTINYA KITA PUN DEMIKIAN

Bahan renungan:

Efesus 5:2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

Tuhan adalah kasih. Pernyataan tersebut menjadikan kasih sebagai tanda pengenal permanen orang percaya. Kasih adalah wujud tertinggi pengenalan kita akan Tuhan. Tidak peduli seberapa banyak ayat yang Anda hafal, seberapa sering Anda berdoa dan puasa, dan seberapa banyak orang mati yang Anda bangkitkan, tanpa memiliki kasih, saya tidak yakin Anda mengenal Tuhan.

(Baca juga: INI KATA ALKITAB TENTANG PENYAKIT YANG TIDAK ADA OBATNYA)

Rasul Yohanes menulis dengan sangat jelas dalam 1 Yohanes 4:7, “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.”

Semestinya kita, anak-anak kesayangan Tuhan, dikenali karena reputasi dan prestasi kita mengasihi orang lain. Firman Tuhan katakan dalam 1 Yohanes 4:12, “Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.” Kasih adalah satu-satunya cara agar dunia dapat melihat Yesus.

(Baca juga: IMAN TOMAS: MENGENAL YESUS, TETAPI TIDAK MEMPERCAYAI-NYA)

Rasul Paulus dalam 1 Korintus 13:3 dengan gamblang mendeklarasikan pentingnya kasih, “Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.” (penulis: @mistermuryadi)